Imlek,  Gus Dur Dan Negeri Compang Camping


Eh tahu-tahu  sudah mau Imlek lagi ya:)

Entah kenapa kalau ngomongin Imlek sering keingat Gus Dur ya? Mungkin karena beliau lah yang menjadikan Imlek ini bisa diperingati dengan resmi di negeri kita tercinta ini.

Jadi inget saat  kemarin Haul Gus Dur juga baru saja diperingati. Waktunya berdempetan tuh. tanggal 24 Desember Maulid Nabi Muhammad, tanggal 25 Desember Natal dan tanggal 26 Desembernya Haul Gus Dur. Dan netizen pun ramai seperti biasanya.

Gus Dur lagi-lagi disebut waktu netizen pro kontra masalah LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender)

Memang beliau ini fenomenal sekali. Aku pernah baca buku biografi tentang beliau berjudul MATA PENAKLUK. Jadi tahu kalau beliau yatim juga seperti anak-anakku, seperti pak Habibie juga.

Keluasan wawasan, ilmu dan kebijaksanaannya lah yang membuat beliau tidak cupet dan sempit serta sesat pikir. Meski sebagai manusia biasa, tetaplah beliau memiliki kekurangan-kekurangan  juga.

Negeri kita Nusantara yang besar dan luas serta berbhinneka ini memang butuh lebih banyak lagi sosok macam Gus Dur yang bisa  diterima banyak kalangan. (Walaupun ada  juga kalangan yang tidak saja tidak respek  pada beliau, namun juga mencemooh dan memojokkan)


Menurutmu, sosok siapa yang kiranya bisa seperti semacam beliau di tengah morat-maritnya Negeri kita yang compang camping sekarang ini?








Lima Langkah Untuk Menulis Lebih Cepat Dan Lebih Menyenangkan

Buntu? Bumpet? Myumet?
Ahaha...kadang-kadang memang melanda kita. Jangan khawatir ada cara dan jalan keluarnya supaya tetap lancar nulis dan akhirnya bisa launching lagi :)
Mari yuk coba resep dan tips berikut supaya menulis dengan lebih cepat dan lebih menyenangkan. Dan tentu saja lebih bahagia :D


1. tetapkan  tujuan/target sepenuhnya dalam diri kita dan lakukan itu selama seminggu. Full. 


Misal nih, target awalnya adalah 50 kata per hari. Mungkin malam pertama karena sangar dan bersemangat justru  bisa dapat lebih dari 50 kata. Malam kedua dan ketiga bahkan bisa 200 kata. 


Empat malam berikutnya 1000 kata bisa didapat semudah kita bernafas, tanpa sadar kita telah membentuk kebiasaan. 

Tujuh  hari tidaklah lama. Kita dapat berhenti, atau mengubah jumlah waktu atau apapun setelah tujuh hari itu. Punya hasil yang tampak di depan mata membuatnya lebih mudah bagi otak. Tetapkan target rendah dulu. Dan kemudian kita bisa menambahnya kemudian. Buat sesuatu itu mudah (dulu) dan kita dengan sendirinya akan melakukannya. 
Make it easy and you'll do it.2. Perhatikan baik-baik aspek lingkungan yang mendorong kita untuk beraksi


Beri saya topik atau fokus dan saya akan menuliskannya. Beri saya secuil bahan dan saya akan menulis lebih banyak. Mengetahui bahwa saya akan mengirimkan ini untuk orang yang kita sayangi, membuat kita menulisnya sepenuh hati.

Apa yang membuatmu menulis? Temukan dan gunakan itu. Uang? Popularitas? Kecengan? Pacar? Kebebasan? Cari ya!^_^



3. Setelah tiga minggu biasanya kita kembali pada kebiasaan lama yang buruk




Jangan terkejut jika keluarga kita punya masalah, komputer kena virus menambah beban pekerjaan kita. 


Setelah dua puluh satu hari kita berhasil mengubah paradigma dan hasilnya dunia sekitar kita menyesuaikan pola baru kita.

Namun tak ada yang akan terus suka kalau kita memegang kendali. Artinya mereka akan berubah juga. 

Jadi dapatkan kekuatan dukungan di tempat kita berada.


4. Setiap tiga minggu, tinjau kembali tujuan kita, sesuaikan dengan perubahan di luar sana dan tetaplah bertahan padanya. 



hanya karena kita bertemu halangan, kita tak semestinya terhenti. Ini artinya kita hanya harus meng-update rencana kita.

Jangan biarkan kehidupan kita mencegah kita dari menulis. 

Jadikan program dan aktifitas menulis kita ini masuk dan sesuai dengan kehidupan kita.


5. Susun tujuan tiga bulan-an dan jangan berpikir lebih jauh.



tak ada seorang pun yang sungguh-sungguh bisa merencanakan setahun ke depan.

sesuatu terjadi. tujuan berubah. kebutuhan bervariasi. kehidupan mengalir. Masih, kita butuh kerja terus ke depannya atau semuanya akan menjadi tak berarti dan bermakna. 


Jadi apa rencana dan targetmu tiga bulan ke depan?


 
ngemilbaca KELAS

Senang sekali akhirnya bisa ketemu mbak Ainun aka pasarsapi, mendengar langsung penuturannya, dapat buku  ini dan tanda tangannya pula serta foto bersama.

Buku Kelas ciamik sekali. Saat kita baca, terlihat kalau dikonsep dengan sangat bagus. (aku langsung membayangkan bagaimana mind mapping-nya dibuat serta seperti apa brainstorming antara mbak Ai dengan editor Gagas dll)

Setiap bab-nya merupakan elemen penting yang mendukung hingga lahir sampai dengan berkembangnya Akber ini. Namun juga sebenarnya punya korelasi dengan pendidikan, kepemimpinan, juga kehidupan pada umumnya.

Semua dibahas secara mendetail namun  juga menyentuh serta menukik. Dan uniknya lagi, di bagian belakang setelah uraian mbak Ai dalam suatu  bab, dimasukkanlah perspektif dan pengalaman para relawan akber ataupun guru akber yang berkaitan dengan  judul bab tersebut.

Jadi punya gambaran bagaimana cara menulis buku non fiksi yang punya benang merah, ada pengalaman nyata yang berkorelasi dan secara keseluruhan  menginspirasi serta menggerakkan.

Salut!

Lima Hal Yang Harus Dipelajari Para Ekstrimis

Sedih, geram, bingung, jengkel dan gado-gado rasanya saat ada kejadian bom Sarinah tanggal 14 Januari 2016 kemarin ini. Pas baca beberapa spekulasi   tentang kemungkinan bahwa itu drama saja, makin bingung juga membaca dan sungguh tak tahu bagaimana merespon semua itu. Speechless. 

By the way, bahwa memang ada para ekstrimis di luar sana itu adalah benar adanya. Sebab musabab, jalur, alur bagaimana ceritanya sampai demikian, siapa di belakang siapa dan seterusnya sungguh susah dicari ujung pangkal dan sulit ditelisik kebenarannya yang asli. 

But, ada beberapa hal yang semestinya dipelajari para ekstrimis itu, supaya tentu saja mereka tidak terus menjadi ekstrimis. Karena ekstrimis itu tidak saja menyakiti dan membahayakan orang lain, namun sesungguhnya menyakiti serta membahayakan diri  si ekstrimis itu sendiri. Iya kan? 

Apa saja lima hal itu?
1. Semestinya para ekstrimis itu belajar arsitektur

Dalam arsitektur, kita tak bisa sembarang merencanakan dan membangun hunian atau gedung begitu saja di sebuah tapak. Tetapi kita harus memperhatikan TOR, merespon kondisi tapak dan lingkungannya dengan baik, dan melalui proses desain yang melibatkan riset, feedback dst. 

Seumpama arsitektur vernakular yang pas dan sesuai sekali untuk daerah tropis, demikianlah dulu wali songo beragama dan berdakah di bumi nusantara tercinta ini. 

2. Belajar Seni
Dibutuhkan kepekaan tinggi untuk bisa mencapai sebuah seni. Kebeningan jiwa, kelembutan rasa. Dengan belajar seni, seseorang akan menemukan harmoni, balance, keseimbangan. 

3. Belajar Enterpreneur

Jika memang bermaksud menjadi dan menegakkan khalifatul fir ardl, semestinya mengikuti saja jejak ustadz Yusuf Mansyur dengan kemandirian ekonomi berjamaahnya, para petinggi publishing yang bisa memberikan influence pada masyarakat lewat buku-bukunya juga gerakannya, para pengusaha yang memberi pekerjaan pada banyak orang dan mengentaskan kemiskinan, dst. 

4. Belajar Musik
Eh musik ini termasuk seni ding ya:D

Btw, ada sesuatu dengan musik (yang baik). So, more music less drama. gitchu deh. 

5. Belajar (Membaca dan) Menulis Novel

Kita tak bisa menulis novel tanpa hanyut larut menyatu menjiwai karakter-karakternya.  Ada perjalanan yang membawa  perubahan sikap, pandangan hidup, karakter tokoh dari yang negatif menuju positif (semestinya ya kan?) ataupun sebaliknya. Belajar menulis novel berarti belajar (ke)manusia(an) dan dengan demikian mengenali lebih dalam tentang manusia dengan segala kompleksitasnya sehingga menjadi ekstrimis berarti menyalahi (takdir) (ke)manusia(annya)

Itu beberapa hal yang harus dipelajari ekstrimis agar tak lagi ekstrimis. IMHO
Silakan menambahkan, teman-teman ^_^





Makanan Bernama Ontologis Dan Epistemologis


Tiap kali adik lelakiku yang tinggal di luar kota datang ke rumah, pasti disambut dengan gembira oleh anak-anakku  yang memang kelihatan sekali butuh sosok figur lelaki dewasa dalam kehidupan mereka. Kalau kata simbah mereka, alias ibuku, wah iki dino bodho-mu cah. ini hari rayamu, anak-anak. 

Dan sebenarnya ketika dia datang, bukan saja anak-anakku yang senang tapi juga aku serta adik perempuanku bahagia tiada tara. Kami jarang sekali bertemu dan kalau bertemu seringnya langsung bicara yang berat-berat. Ahaha.

di antaranya kemarin ini kami bertiga jadi ngebahas apa sih makanan yang bernama ontologis dan epistemologis itu sebenarnya. Dan lucunya, kami punya jawaban sendiri-sendiri. Yang berbeda-beda. 

Adik lelakiku yang barusan lulus spesialis penyakit dalam, bilang kalau ontologis itu erat kaitannya dengan keilmuan, teori. Sedangkan epistemologis itu lebih ke praktik, pengalaman. 
Dia dengan pendekatan tali keledainya bilang onto itu unta, tuo alias tua, ilmu. *halagh :D*

Sedangkan adik perempuanku yang sedang berjuang menyelesaikan thesis S2 nya bilang kalau ontologis itu cenderung ke realita. Adapaun epistemologis itu erat kaitannya dengan filsafat. 

Dari yang kubaca dari mbah google dan wikipedia,
Ontologi merupakan salah satu kajian filsafat yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret.

Epistemologi, (dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, .karakter dan jenis pengetahuan. 



kalau menurutmu? 


Kita di lembah yang mana

SYEIKH Dr. Muhammad Hasan, semoga Allah menjaganya, berkata:

Aku berdiskusi dengan seorang pemuda yang keras (dalam ber-Islam):

Maka aku bertanya, “Apakah meledakkan Klub malam di suatu negara muslim halal atau haram?”

Dan dia menjawab, “Tentu saja halal, dan membunuh mereka pun diperbolehkan.”

Aku bertanya lagi, “Kalau kamu membunuh mereka yang bermaksiat ke mana mereka akan kembali?”

Dia menjawab, “Sudah pasti ke neraka.”

Lalu aku bertanya lagi, “Sedangkan ke mana tujuan syetan menggoda manusia?”

Dia menjawab, “Pasti ke neraka juga.”

Maka aku berkata padanya, “Berarti kalian bersekutu dengan syetan dalam satu tujuan yaitu menjerumuskan manusia ke dalam neraka!”

Dan aku berikan dia satu hadits Rasulullah SAW ketika ada jenazah orang Yahudi yang lewat di hadapannya kemudian Beliau menangis, maka para sahabat bertanya: “Apa yang membuatmu menangis ya Rasulallah?” Beliau menjawab: “Aku telah membiarkan satu orang masuk neraka…”

Maka aku berkata lagi pada pemuda itu, “Perhatikan perbedaan pola pikir kalian dengan Rasulullah SAW yang berusaha untuk memberikan hidayah kepada manusia dan menyelamatkannya dari siksa Api neraka.

Kalian di satu lembah, sedangkan Rasulullah SAW dan Islam di lembah yang lain.”


Kalau Dokter Buka Resto

Alhamdulillah. Senang sekali waktu tahu adikku akhirnya lulus sekolah spesialis internisnya.  Sama senangnya ketika tahu bahwa koleganya yang juga dokter membuka sebuah restauran di kota kecil kami.  Langsung saja resto baru ini  kami serbu. Terutama karena saat awal pembukaannya, semua kenalan diberi makan gratis. Alamaaak :D

tempat makan di demak
entrance rumah makan
Rumah makan  pak Dokter ini menyediakan  lebih dari tujuh puluh lima menu lho. Seru kan?!  Ada  ndas manyung menu andalan khas Demak, ada juga sambal goreng rambak dan banyak menu lainnya yang menggoda. 
tempat makan di demak
Kuliner favorit almarhum ayahku juga ada, nih  kikil alias kaki kambing yang mak krenyessss.
tempat makan di demak
Kalau yang tidak begitu suka dengan masakan berkuah dan pedas, bisa mengambil menu iwak manuk nih. Juga banyak bermacam goreng-gorengan lainnya.
tempat makan di demak
Kalau anak-anakku sudah jelas apa kesukaannya. Yups, betul,  ayam ala Ipin Upin nih. Semua daging ayamnya dikemas seperti paha ayam di film anak-anak asal Malaysia itu  lho. #Cemana :D
tempat makan di demak
Di rumah makan Safira (yang namanya juga dipakai untuk nama butik milik pak dokter) bisa makan sambil duduk kursi, ataupun lesehan. Tinggal pilih lokasi aja. 
tempat makan di demak
Area dengan meja putih dan kursi-kursi warna oranye menyala mendominasi ruang dalam rumah makan, baik di sisi barat ataupun timur.
tempat makan di demak
Di bagian belakang, ada area lesehan untuk mereka yang ingin makan sambil bersantai, menyelonjorkan kaki dan menyandarkan punggung ke dinding.
tempat makan di demak
Sekat alias partisinya  menggunakan aksen anyaman bambu dengan rangka kayu. Menjadikannya senada dan serasi dengan rumah makan yang hampir seluruhnya menggunakan material kayu ini, dari kerangka struktur, plafon, pintu, jendela hingga dindingnya.
tempat makan di demak
Untuk aksen  tirai di jendelanya, digunakan bahan kain blacu dengan aksen batik warna dominan coklat. Membuatnya tampak manis dan memperkuat konsep alami dan klasik rumah makan ini.
tempat makan di demak
Demikian pula halnya dengan pemilihan tembikar tanah liat sebagai wastafel yang terdapat di pojok ruang dalam rumah makan ini. Tentu tak lepas dari konsepnya yang membawa bahan alam kembali dekat dengan kita. Menjadi pemecah dan oase di tengah segala macam hal yang berbau instan, plastik dan sintetik.
tempat makan di demak
Sip ya, ada  konsep penyelamatan alias konservasi rumah kuno asli Jawa khususnya Demak, plus menyediakan alternatif wisata kuliner di kota Wali ini dan tentu saja perekruitan banyak karyawan alias membuka lapangan kerja.

tempat makan di demak
Sayangnya,  atap tambahan perpanjangan bagian  depan tidak menggunakan struktur kayu juga, tapi malah memakai struktur baja ringan yang memang lebih murah, enteng dan praktis.

However, yuk wiskul ke sini yuk!

#DutaWisataDemak
#BrandAmbassadorDemak
Bicara Tentang Pasif Income



Jadi enterpreneur dan investor itu gampang-gampang susah.
Sesungguhnya tak ada yang sungguh-sungguh bisa disebut sebagai passive income, ya nggak sih?:D


Kebanyakan  pemasukan pasif masih membutuhkan kerja/upaya perawatan dan pemeliharaan. Penyewaan properti misalnya kost-kostan atau rumah kontrakan juga harus dikelola. Website juga harus dikelola, di-update. Upaya pemeliharaan harus dilakukan secara regular, biasanya mingguan atau bulanan dan ada konsekuensi jika kita tidak melakukannya. Kerja yang berkembang, di sisi lain, tidak punya orang lain kecuali kita. Pastikan bahwa kita tahu seberapa banyak upaya perawatan yang dibutuhkan beragam proyek pasif yang kita punya sehingga kita tahu berapa banyak waktu yang kita punya untuk proyek yang berkembang/aktif.

Bekerjalah pada satu proyek pada satu waktu saja, selesaikan sampai benar-benar bekerja. Ini adalah kuncinya. Jika sudah berjalan, barulah kita bisa beranjak memulai proyek lain. Dan biarkan proyek sebelumnya yang sudah kita pasang pondasinya, ada kolaborator/tandem/tim pelaksana, ada pelanggannya itu berjalan dengan tetap kita awasi.

Demikian seterusnya. Fokus satu dulu, sampai siap sempurna. Pindah, fokus yang lain sampai siap. Pindah yang lain, fokus. Dan tetap maintenance terus supaya tak sampai lepas.




when senior  author use the same idiom with yours as the new book title


mungkin bukan idiomku sendiri sih ya, mungkin pikiran kami sama, atau ya mungkin itu sebenarnya idiom yang datang ke kepala banyak orang sekaligus. karena bagaimanapun keajaiban-keajaiban dalam kehidupan ini dialami oleh banyak orang juga. dan kita menerjemahkan, melahirkan dan membahasakannya ke dunia dengan idiom yang sama.

however, tak bisa ditampik bahwa ada banyak rasa yang hadir juga saat itu sebenarnya.

tapi sudah semestinya kita menganulir prasangka buruk dan perasaan tidak sopan yang tak sewajarnya. jadi yang tinggal hanya rasa bangga karena idiom ini akhirnya mewujud dalam buku seorang living legend. Meski ide dan outline naskah dengan  judul sama sudah lama tinggal dalam folder kita. Yach keduluan senior, enggak apa-apa lah. Ikhlas dan ikut senang, turut bahagia.





dian nafi dan pak sapardi djoko damono


Apa Yang Menyabotase Kita Dari Menulis

Pernah mengalami stuck? Nggak bisa menulis berhari-hari?
Seperti yang dialami tokoh Raia dalam novel terbarunya Ika Natassa, The Architecture Of LOve yang sedang nge-hits via Poll Story di twitter?

Nah!
Kadang-kadang kita mengalaminya. Meskipun pernah kuposting kalau writers block itu ada kalanya karena terbawa rasa malas, ogah dan semacamnya sebenarnya.

Apa aja sih yang menyabotase kita dari menulis? Bisa panjang banget daftarnya kalau kita mau list, iya kan? Tapi ini ada beberapa yang mungkin terjadi, bisa menimpa siapa saja.

- asyik liburan kelamaan, terus keasyikan libur terus, jadi mau nulis tuh rasanya...mau libur lagi aja.
siapa hayo yang ngalamin kayak gini? :D

- lihat lomba nulis, tergerak buat segera nulis dan men-stop gerakan malas akibat liburan. eh tapi selaginya mau angkat pena...eh maksudnya mau pijit tuts huruf-huruf di laptop, ternyata malah dihubungi panitianya buat jadi juri. yang artinya nggak boleh dong ikutan jadi peserta. Dus, akhirnya belum jadi nulis.

- motor-an di jalan, ngebut seperti biasanya, supaya dapat kecipratan ilham dari langit. dan alhamdulillah dapat. Pas pulang dan langsung nulis judulnya di note, eh dapat telpon dari penerbit yang minta stock naskah. Wah, pas banget nih buat pancing supaya ide yang barusan datang ini dituliskan hingga selesai. Terus inget kalau punya stock naskah di folder, dan pastinya lebih cepetan yang ada itu untuk disetor dong. Dus, akhirnya disetorlah stock yang ada. Tapinya ide yang baru tadi jadi mandeg belum jadi dikembangkan. Alias belum jadi nulis lagi :D


- bolak-balik lihat email, nunggu balasan dari narasumber yang kita kira kisah hidupnya akan menginspirasi banyak orang. eh tapi belum dibalas juga. padahal outline-nya sudah kita siapkan sejak lama. lanjut nulis nggak nih? apa lanjut aja dengan bahan yang kita punya tanpa ada tambahan dari narsumnya? atau mari kita lupakan saja dan nulis yang lain aja? Gojag gajig gini, malah nggak ke mana-mana, ya kan?

Ahahah...

Begitulah beberapa hal yang bisa menyabotase kita dari menulis. Belum lagi kenyataan bahwa jadi penulis itu belum tentu ada duitnya :D
Tapi apapun yang terjadi, jangan putus asa lah. Jangan bunuh diri. Meski di luar sana orang-orang padha rame ngomongin kalau jadi penulis itu rawan bunuh diri. Jangan dengarkan mereka.

Stay Calm And Keep Writing ^_^

Mengenai Saya

Foto Saya

Dian Nafi. Pecinta purnama, penikmat hujan. Lulusan Arsitektur Undip. Pengelola PAUD, komunitas Hasfriend, Pimred DeMagz. Pemenang Favorit LMCR ROHTO2011. Penulis Terpilih WS Kepenulisan PBA&KPK 2011, Penulis Terpilih WS Cerpen Kompas2012. Profilnya dimuat di Harian Analisa Medan (2011) Jawa Pos-Radar Semarang(2013) juga Buku Profil Perempuan Pengarang dan Penulis Indonesia (KosaKataKita, 2012) Alinea TV (2014) Koran Sindo (2014). Tribun Jateng (2015)

Antologi bersama A Fuadi terpilih sebagai nominasi kategori Buku&Desain Sampul NonFiksi Terfavorit Anugrah Pembaca Indonesia2012. Penulis Novel Mayasmara.Tulisan dimuat di beberapa media, 20 buku dan 80 antologi diterbitkan oleh berbagai penerbit. Di antaranya : Jendela-Zikrul Hakim, Quanta-Elexmedia, Bentang, Gramedia Pustaka Utama, Leutika, Hasfa, Imania-Mizan, Familia, Qudsi, GeraiBuku, Bunyan, Gradien, Javalitera,  Plotpoint, DivaPress, Grasindo, Jentera, Erlangga, Gradien, Bunyan, Indiva, Prenada, Tiga Serangkai diannafi.blogspot.com;fb:ummihasfa @ummihasfa; diannafi@yahoo.com

CP

Untuk kerja sama sila hubungi 085701591957
Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Memuat...

Social Icons

event terkini

29 Januari 2016: MuslimahKuduHappy KuduSehat-Diet Alkali- Kafe Teras
30 Januari 2016: Klas Akber - Kiat Menerbitkan Buku
22 Februari 2016: Pelatihan Blogpreneur
29 Februari 2016:Gala Dinner With Living Legend



twit

Slideshow

Loading...

Followers

Blog Archive