Dibalik Nikmat ada Musibah

Di Balik Nikmat Ada Musibah
( Tanbihul Ghoilin )
HB. Hasan Al Jufri

Allah SWT menciptakan segala yang ada di muka bumi ini dengan berpasang – pasangan, laki – laki dan perempuan, siang dan malam, senang dan susah, nikmat dan musibah, positif dan negative, adalah sebagian contoh dari makhluk Allah SWT yang berpasang – pasangan. Dengan keadaan yang berpasang – pasangan inilah Allah SWT menjadikan kehidupan di muka bumi menjadi makmur dan berjalan dengan normal. Orang bisa menikmati media elektronik saja harus melalui makhluk yang berpasangan, yaitu arus positif dan negative. Bahkan untuk mendapatkan “ Kunci Surga “ seseorang harus menanamkan pada dirinya dua hal yang berpasangan, “ laa ilaaha illa Allah “ Lafadz “ Laa ilaaaha “ dalam tata bahasa arab di sebut kalimat nafi ( negative ), “ Illa Allah “ di sebut kalimat mutsbat ( kalimat positif ). Jika dua kalimat (positif dan negative) ini sudah tertancap kuat di hati seseorang, dia akan mampu menghasilkan “ tenaga “ yang luar biasa (besar) untuk taat pada Allah SWT. Sehingga kenikmatan hakiki (surga) akan diperoleh dengan ridlo-Nya.
Nikmat dan musibah merupakan salah satu dari makhluk Allah SWT yang bersifat ikhtiari ( bisa di usahakan manusia ), namun tetap atas izin Allah SWT.
Termasuk ujian dari Allah SWT, terkadang seorang hamba diberi kenikmatan yang ternyata dibelakangnya menjadikan hamba tersebut celaka/ hina. Salah seorang ulama’ mengatakan bahwa : jika Allah SWT ingin mencelakakan seseorang, maka Allah SWT akan memberikan padanya 3 hal :
Allah SWT akan menganugrahkan ilmu padanya, namun mencegah untuk mengamalkan ilmunya. Syekh Al Imam Ibnu Ruslan, dalam kitab Zubad-nya menyatakan bahwa : orang ‘alim (berilmu) yang tidak mengamalkan ilmunya, maka kelak akan di siksa, sebelum Allah SWT menyiksa para penyembah berhala.”

read more...

0 komentar:

Posting Komentar