I'TIKAF :"TAHIYAT AWAL MENEMUI CAHAYA AWAL MENUJU YANG MAHA AKHIR (AMALIAH MENYONGSONG MALAM KEMULIAAN:LAILATUL QADAR)"

Salah satu cara yang hendak ditempuh untuk menemukan dan mencapai Lailatul Qadar ialah melakukan i'tikaf. I'tikaf adalah diam menetap dalam masjid (lahir/batin), berkhalwat di dalamnya dengan niat mendekatkan diri (nawaitu taqorruban ilallah) kepada Allah SWT sekaligus menjauhkan diri dari maksiat lahir batin.

Allah SWT berfirman:"...makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam, (tetapi) jangan kamu campuri mereka itu, sedang kamu berI'TIKAF dalam Mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia, supaya mereka bertakwa" (Q.S. Al Baqarah, 2 :187).

I'tikaf hukumnya sunnat, ia juga suatu syariat yang dilaksanakan Nabi Ibrahim as dan puteranya Nabi Ismail as. Rasulullah senatiasa menanti dan menyongsong Lailatul Qadar dengan ibadah, dan mewujudkan suasana kejiwaan dan qalbu yang sesuai dengan saat-saat turunya para malaikat yang mengunjungi hamba-hamba Allah di bumi (Besar=Alam Semesta dan Kecil=diri) ini.

Di antara yang Rasulullah lakukan adalah beri'tikaf masuk ke dalam masjid sebelum terbenam matahari malam 20 atau malam 21 (malam likuran). Tak dapat diragukan lagi bahwa sanya i'tikaf di dalam masjid benar-benar merupakan manifestasi penyiapan diri untuk mengkaonsentrasikan pikiran kepada ibadah, buat menanti dan menyambut kedatangan Lailatul Qadar.

Allah SWT berfirman:" Bacalah kitabmu, cukup kamu sendiri sebagai penghisab atas dirimu" (Q.S. Al Isra', 17 : 14). Dari kedua firman Allah tersebut di atas bahwa i'tikaf harus dilakukan dengan muhasabahtun nafs (menghitung diri) sebelum dihisab oleh Allah SWT. Membaca kitab diri pada hakikatnya jalan pengenalan diri sejati."Man 'arofa nafsahu faqod 'arofa Robbahu" (Al Hadits) Siapa mengenal dirinya pasti ia akan mengenal Tuhanya.Maka disebut Awwaludini ma'rifatullah (mengenal Cahaya Awal ) yang hakikinya mengenal Allah SWT.

Adapun tata cara beri'tikaf untuk menemui Cahaya Awal Menuju Yang Maha Akhir (Allah SWT) diantaranya sebagai berikut :

1. Sebelum berusaha hendaklah dimulai dengan niat dan doa (Nawaitu taqorruban Ilallah=niat mendekatkan diri Pada Allah SWT)
2. Duduk Tahiyat Awal, duduk di atas betis dan telapak kaki (Istilah bhs.jawa Menekung)
3. Punggung tegak lurus dan kepala tegak.
4. Pandangan tertutup (mata lahir tertutup) dan mata batin dibuka, muka lurus ke depan.
5. Telapak tangan di atas lutut, empu jari kanan dann kiri bersentuhan.
6. Bagi Pria, agar kemaluannya dianggkat ke atas, agar tidak terjepit.
7. Lakukan sesudah tahajud di malam hari (Qiyamul lail). Sebelum bertahajud di malam hari, hendaknya berniat dan berpuasa khusus (mengurangi maksiat lahir batin dari sumber2 nafsu diri).
8.Duduklah yang enak dan mulailah berkonsentrasi dengan mengendalikan nafas (menguasai angin nafsu diri). Kemudian tarik nafas dengan hidung satu kali, dan tahan di perut 17 ketukan/detik, kemudian lepaskan melalui mulut sampai bersih dengan ucapan ALLAHU....7x (Perbandingan 1 : 17 : 7)
9. Ulangi beberapa kali sampai mengantuk, bila mampu maka baca Al Fatihah lebih dari satu kali dalam satu pernafasan (ketika menahan nafas diisi dengan membaca Al fatihah).
10.Al Fatihah atau Asmaul Husna, selama pernafasan berada di dalam perut. Pernafasan demikian di dalam ilmu bela diri sering disebut "pernafasan halus".

Praktek i'tikaf demikian dapat pula dilakukan di luar bulan Suci Ramadhan. Agar segera melewati atau naik ke tingkat pengisian (tahalli) sesudah pengosongan diri (takhalli) menuju Tajalli Illahi (Allah SWT Yang Maha Awal dan Maha Akhir)...semoga tercapai dengan kaffah sehingga menjadilah insan kamil...insya Allah juga mukammil....amiin...barokallah....(Bersambung)

0 komentar:

Posting Komentar