taste



kadang ada rasa bahwa taste/selera kita berubah
kenapa ya bisa berubah?

mungkin juga tidak berubah tapi bertambah..mmm...

apa sih sebenarnya taste itu?
apakah dia (=taste, maksudnya) bawaan dari lahir?
seperti ada ungkapan seseorang terlahir sebagai mbarek (mempunyai selera tinggi akan segala hal,pakaian, makanan, gaya hidup dsb)
atau istilah balungan gedhe yang berarti anak turunan kaya raya dan berbakat kaya (tapi kadang2 orang kaya tidak selalu berselera tinggi lho, ada juga yang seleranya kampungan...oops..)

lalu, apa yang sebenarnya membentuk taste/selera pada seseorang.
apa habitat ? lingkungan, i mean ...
atau habit? kebiasaan, maksudnya...

ada lho, orang yang hidup pas - pas an, tapi seleranya tinggi.
naik kendaraan harus yang bagus, pakai baju,sepatu dll harus yang modis...
makanannya harus yang uenak uenak...
selera musiknya yang berkelas, jazz atau musik barat yang wah!!

ih, kalo selera musik mungkin beda kali ya bahasannya.
apa dangdut berarti selera rendah? (nggak tau deh ....:))

sekarang orang2 kaya malah juga gandrung dengan musiknya habib syeikh. nhah lho....

belum lagi kalau ngomong desain.
desain grafis ataupun desain bangunan/ arsitektural...
nggak bisa dipungkiri, taste bermain di sana...
seseorang bisa saja produktif dan kreatif, tapi taste-nya ??? mmmm...

lebih mudah mana mengolah desain atau tulisan.
sekarang, aku bertanya ke diriku sendiri....
setelah lama tidak aktif mendesain lagi seperti dulu.

aku jadi curiga
jangan-jangan....ya, jangan-jangan tulisanku (sebenarnya) juga tidak mempunyai taste..atau kata lain, taste-nya nggak oke.. (who knows, there's nobody yet telling me about this..maybe you'll be the first..oh,no!)

aku merasa,
ada hubungan antara taste, rasa, food,resep masakan,cara penyajiannya,angle fotografi etc, musik, feel,design,cinta dan bercinta...(maybe..)

atau sebenarnya...
taste ini untuk pemirsa/penikmat 'ini'
dan taste itu untuk pemirsa/penikmat 'itu'

wanna hear something about this from you....

0 komentar:

Posting Komentar