Tiap Malam


Langit dini hari selalu memikatnya.Bintang yang berkilauan di matanya tampak seumpama mata ribuan malaikat yang mengintip penduduk bumi. Bulan terasa begitu anggun menciptakan kedamaian di dalam hati.Ia tak bisa melewatkan pesona ayat-ayat Al'Qur'an yang maha indah itu begitu saja.jam tiga pagi menikmati keindahan surgawi . Keindahan pesona langit, bintang gemintang, dan bulan yang sedemikian fitri. "Di atas sana ada jutaan malaikat yang sedang berdzkir ."


"Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat menaungi mereka, ketentraman turun kepada mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka kepada para malaikat yang di sisiNya." Shahih Muslim (Kitab adz-Dzikr, Bab Fadhl al-Ijtima’ Ala adz-Dzikr, 4/2075, no. 2701)

"Jutaan malaikat itu mendoakan penduduk bumi yang tidak lalai. Penduduk bumi yang mau tahajjud saat jutaan manusia terlelap lalai." jutaan malaikat."Dan tatkala fajar merekah kemerahan di sebelah timur,hamba Allah masih saja berdzikir dan mengajaknya menikmati keindahan yang menggetarkan itu. Azan subuh selalu menggetarkan kalbunya. Alam seperti bersahut-sahutan mengagungkan asma Allah. Fajar yang merekah selalu mengalirkan ke dalam hatinya rasa takjub luar biasa kepada Dzat yang menciptakannya. Setiap kali fajar itu merekah ia rasakan nuansanya tak pernah sama. Setiap kali merekah selalu ada semburat yang baru. Ada keindahan baru. Keindahan yang berbeda dari fajar hari-hari yang telah lalu. Rasanya tak ada sastrawan yang mampu mendetilkan keindahan panorama itu dengan bahasa pena. Tak ada pelukis yang mampu melukiskan keindahan itu dalam kanvasnya. Tak ada! Keindahan itu bisa dirasakan, dinikmati dan dihayati

Langit dini hari selalu memikatnya kalbunya. Dan fajar yang merekah selalu mengalirkan kedalam hatinya rasa takjub luar biasa kepada Dzat yang menciptakannya. Hamba Allah masih saja berdiri di depan jendela kamarnya yang ia buka lebar-lebar. Ia memandangi langit. Menikmati fajar. Dan menghayati dzikir bersama hembusan angin alam yang mebawa nya ke tempat yang terindah . Dengan dibalu peci putihnya ia menikmati keindahannya dari jendela kamarnya. Ia hirup dalam-dalam aromanya yang khas. Tidak jauh berbeda. Aroma daun padi dari persawahan di desa. Goresan yang indah bernuansa surgawi. Angin pagi yang mengalir seju menyapa rerumputan yang bergoyang-goyang seolah bersembahyang.

Di kejauhan gurun terlintas beberapa penduduk sudah ada yang bergerak. Ada rombongan jama'ah ibu-ibu yang berjalan menapaki langkah nya menuju gurun . Mereka seumpama bidadari bidadariyang turun ke bumi bersama para malaikat pagi. Sebagian sedang shalat sunnah. Sebagian duduk membaca Al Quran. Sebagian yang lain duduk sambil berzikir. Jika para bidadari memiliki ratu, maka ratunya para bidadari yang mengagungkan asma Allah dimasjid itu.

Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’” (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

Semua jamaah mengumandangkan takbir bersama. Mengagungkan asma Allah. Masjid itu lalu menyatu bersama alam yang mengagungkan asma Allah pagi itu.

Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda, ''Tiada suatu hari bagi para hamba yang bangun pagi-pagi kecuali dua malaikat akan turun. Salah satu dari malaikat itu berkata, 'Ya Allah, berikanlah kepada orang yang bersedekah dengan pahalanya.' Malaikat yang kedua berkata, 'Ya Allah, berikanlah kerusakan pada orang yang kikir'.'' (HR Bukhari dari Abu Hurairah).

Hari terus berganti, roda kehidupan tak henti menggelinding. Manusia sebagai bagian dari alam yang terus bergerak ini, hendaknya bisa memanfaatkan momentum untuk mendapatkan kebaikan, dari hari ke hari.



Wasalam ....
***********************
Cairo . 01-07-2010
Andi .Muhammad

2 komentar:

  1. Subhanallah bagus, ijin copy gambarnya ya?? terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
  2. silakan . terima kasih telah berkunjung :)

    BalasHapus