TIPS MENULIS ROMANCE

Tip menulis novel romans:

v     Opposite attraction berlaku dalam urusan pjodohan karakter ce dan codiromance. Pasangkan cowok tipe alpha dg karakter yg lugu dan inferior.pasangkan si cejudes dg co kalem.use u image dear

v     Hati2 menggunakan dialek: pembaca novel romantis yang sdikit2 hrs mlirik catatan kaki bs dbilang mengganggu. Plus kalo kurang familiar pembaca bisa mrsaa tsandunng2 saat membaca kalimat dari bahasa daerah yg kental.

Solusi: keluarkan sesekali saja sekedar memberi bumbu pd cerita

v     Dialog bs digunakan u/mperlihatkan emosi karakter. Saat marah karakter bbicara dg kalimat singkat dan ketus.sbaliknya kalau karakter sangat sopan, saat marah kalimatnya justru panjang2 dan cenderung menyembunyikan emosi sbenarnya.

v     Dialog yg baik mampu mbawa pbaca ke ‘sequence’ baru sbuah cerita, mberi informasi/mperkaya pngetahuan pbaca akan karakter cerita.disisi lain, sbuah dialog bs jadi tak mberi ke 3 manfaat itu ..tapi dg syarat dialog itu harus witty dan tbukti bisa mbuat pbaca thibur.

v     Hati-hati saat mnulis adegan sensual, bukannya mbuat pembaca tlena malah infil dan jijik. Dan berhubung kita berada diindonesia, just so you know, adegan sensual yg kelewat x-rated

v     Adegan bicara dalam hati (interior dialogue) kadang dperlukan  untuk mgambarkan keadaan emosional tokoh. Tapi kalo terus2an… kok ga lucu ya? Dan hindari terus-terusan mbuat si karakter mengeluhkan hal yang sama, ini akan mmebuat pembaca gemes dan bosan. 

v     nobody's perfect, 'kay? jadi aturan pertama menulis romance (atau genre mana pun deh): JANGAN PERNAH MEMBUAT TOKOH SERBA SEMPURNA. Yang kayak gitu gak akan pernah ada di bumi manusia ini *lebay*. Udah gitu, hoahm, membosankan. Pembaca juga sulit relate sama tokoh yang nggak ada cacatnya sama sekali.

v     tes dialog yang kamu buat dengan membacanya keras-keras. Lalu, nilai sendiri deh, apa kedengaran janggal, terlalu panjang, dsb. Atau, apakah orang dengan karakter seperti yang kamu buat bakal bicara begitu? Jujur lho ya. Penulis narsis dan suka menyangkal diri pasti sulit tuh disuruh mengakui kesalahannya sendiri kayak gini.

v     khususnya buat penulis yang pengen bikin novel komedi romantis. Pikirkan hal-hal lucu atau 'one liner' yang memang berdasarkan karakter tokoh. jangan terlalu fokus membuat situasinya lucu karena biasanya bakal berujung ke komedi slapstick. (dan, fyi, dalam romance, slapstick biasanya dihindari banget--malah, kalo bisa, diharamkan).

v     saat membuat 'saingan cinta' tokoh cewek, hindari klise-klise seperti a) orangnya jahat banget/licik berat b) agresif c) kontras dengan tokoh utama (pola yg sering muncul: feminin vs tomboy berat, cantik vs biasa banget, kaya vs menengah/miskin).

v     pilihlah nama yang sifatnya mendukung kesan pembaca bagi kedua karakter utamamu. nama yang maskulin buat karakter alpha male, dan sebaliknya. sebisa mungkin hindari nama androgini. untuk fantasy romance, sebaiknya pilih nama yang 'ramah' bagi lidah pembaca.

v     'nyawa' novel sebenarnya terletak di lima halaman pertama. Kalo kamu berhasil memikat pembaca di lima halaman pertama, kemungkinan besar mereka akan meneruskan membaca novelmu sampai habis.

v     daripada menulis 'si A ganteng', kenapa nggak diubah aja menjadi 'wajah indo A dan rahangnya yang tegas adalah hal pertama yang membuatku terpesona. Kemeja kotak-kotak itu membungkus tubuh atletisnya dengan sempurna. Bla, bla, bla.' Pokoknya deskripsikan aja kata sifat yang pengen kamu labelkan ke si karakter. Jadinya keren lho!
 by Eni M

0 komentar:

Posting Komentar