Give Away novel Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

Setelah give away di twitter @ummihasfa kini teman-teman berkesempatan mendapatkan lagi gratis novel gres ini via goodreads. (soalnya ada yang menyesal nggak sempat ikutan GA di twitter itu)

GiveAway Novel Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku alias GA jilid dua ini berlangsung
dari 31 Mei 2013-30 Juni 2013.

Jangan sampai ketinggalan lagi ya teman-teman.

Ini link-nya http://www.goodreads.com/giveaway/show/54278
Atau bisa juga langsung klik di tulisan ENTER TO WIN di sebelah kiri postingan blog ini.

Semoga beruntung ya:)

sisi lain

ternyata banyak sastrawan besar yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, ini beberapa diantaranya :
a. The english poet Thomas Chaterrton, took arsenic in his garret
b. Benjamin Robert Haydon, cut his throat in his studio
c. Thomas lovell beddoes, choose poison for his suicide
d. Paul Lafargue, choose poison
e. Gerard de Nerval, hanged from the grating of a courtyard
Trus ada lagi, hampir di setiap negara hehehe..
a. The French, Chamfort
b. The Spaniard, Mariano Jose de Larra
c. The Russian, mayakovski
d. The Australian, Stefan Zweig
e. The German, Heinrich von Kleist
f. The Italian, Cesare pavese
g. The English, Virginia Woolf
h. The American, Ernest Hemingway


sumber : internet


1-9 JUNI | FESTIVAL BUKU INDONESIA – XT SQUARE

1-9 JUNI | FESTIVAL BUKU INDONESIA – XT SQUARE | EX TERMINAL UMBULHARJO #JOGJAhttp://radiobuku.com/2013/05/1-9-juni-festival-buku-indonesia-xt-square-ex-terminal-umbulharjo-jogja/

Sebuah kalimat bijak mengatakan: “Tak semua orang yang rajin baca buku akan menjadi cerdas. Namun, tak ada orang cerdas yang tak baca buku.” Apa pun persoalan krusial di kehidupan kita, jalan keluar yang paling bisa diharapkan adalah keputusan yang cerdas, kebijakan yang cerdas, pemimpin yang cerdas, serta masyarakat yang cerdas. Semakin rumit dan kompleks persoalan, semakin membutuhkan kecerdasan. Dan membaca buku adalah sebuah aktivitas yang selalu berkontribusi dalam konteks itu.
Buku yang memadai, kesadaran baca yang tinggi, dan keseriusan para pelaku bisnis perbukuan menjadi paket yang berperan dalam membentuk atmosfer kecerdasan. Di wilayah inilah IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) DIY terus berjuang menghadirkan paket tersebut.
Maka, lahirlah ide perhelatan “Festival Buku Indonesia”, sebuah alternatif pameran buku yang melengkapi dua event serupa yang sudah lebih dulu hadir rutin setiap tahun, yakni “Pesta Buku Jogja” dan “Jogja Book Fair”.
“Festival Buku Indonesia” (FBI) adalah agenda baru. Pertama kali dilangsungkan dengan mengusung tema ” Jogja XTra Baca”. Tema tersebut menggambarkan sebuah semangat ekstra, berjuang lebih dari biasanya.
WAKTU DAN TEMPAT
1-9 Juni 2013 | 09.00 – 21.00 WIB (setiap hari pelaksanaan)
Hall Umar Kayam, XT Square (Bekas Terminal Lama), Umbulharjo, Yogyakarta
PENYELENGGARA
Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Daerah Istimewa Yogyakarta
PESERTA
Terdiri dari 36 Stand, yakni:
1. Penerbit Media Pressindo
2. Penerbit LkiS / Pustaka Pesantrem
3. Penerbit Diva Press
4. Penerbit Gramedia
5. Penerbit Mizan Dian Semesta / Bentang Pustaka
6. Penerbit Yayasan Obor Indonesia
7. Penerbit Gava Media
8. Penerbit Andi
9. Penerbit Bumi Aksara
10. Penerbit Jalasutra
11. Penerbit Rausyan Fikr
12. Penerbit Gama Press
13. Penerbit Galang Press
14. Penerbit Rosda Karya
15. Penerbit Diandra
16. Penerbit Ar-ruzz Media
17. Penerbit Diglosia
18. Penerbit Citra Media
19. Penerbit Widyadara
20. Penerbit Lukita
21. DLL
PROGRAM ACARA PENDUKUNG
Sabtu, 1 Juni 2013 
08.00-09.00 Persiapan pameran
09.00-10.00 Buka pameran dan mengkondisikan peserta
10.00-12.00 PEMBUKAAN PAMERAN “Jogja Xtra BAca” 2013
12.00-14.30 Radio Pameran
14.30-15.00 Persiapan bedah buku
15.00-17.00 Bedah Buku dari penerbit
18.00-19.00 Persiapan kuliah penulisan non fiksi
19.00-21.00 Diskusi “Sukarno, Sang Penulis: Sejarah Lahirnya Buku ‘Indonesia Menggugat’” | Bersama Akademi Bercerita Yogyakarta dan Muhidin M Dahlan
Minggu, 2 Juni 2013 
09.00-09.30 Dibukanya pameran Buku
09.30-17.00 XT Square Idol (Lomba Menyanyi Tingkat SD dan SMP)
17.30–18.00 Ishoma
18.00-21.00 Radio Pameran
Senin, 3 Juni 2013 
09.00- Dibukanya stand pameran
09.30-12.00 Wisata Buku
12.00-13.00 Ishoma
14.00-14.30 Persiapan bedah buku
14.30-17.00 Diskusi Buku “Zaman Edan Ronggo Warsito” Bersama Den Baguse Ngarso
17.00-18.00 Ishoma
19.00-21.00 Malam Apresiasi Puisi Bersama Penyair Muda
Selasa, 4 Juni 2013 
09.30-12.00 Wisata Buku
12.00-17.00 Radio Pameran
17.00-18.00 Ishoma
18.00-18.30 persiapan bedah buku
18.30-21.00 Radio Pameran
21.00-23.00 briefing
23.00- Istirahat
Rabu, 5 Juni 2013 
09.00-09.30 Pembukaan stand pameran
09.30-12.00 Wisata Buku
12.00-13.00 Ishoma
14.00-14.30 persiapan bedah buku
14.30-17.00 Diskusi Buku “Ironi Cukai Tembakau” Bersama Gugun El-Ghuyanie
17.00-18.00 Ishoma
18.30-21.00 Stand-Up Battle Of Campus
Kamis, 6 Juni 2013 
09.00-09.30 Pameran Buka
09.30-14.30 Lomba Pildacil “Pemilihan Pidato Cilik”
15.00-17.00 Bedah Buku RausyanFikr “Demokrasi Religius”
17.00-18.00 Ishoma
19.00-21.00 Nonton Bareng Film Indie
Jum’at, 7 Juni 2013 
09.00-09.30 Pembukaan stand pameran
09.30-12.00 Wisata Buku
12.00-17.00 Pelatihan Menulis Untuk Guru Bersama Komunitas Mata Pena
17.00-18.00 Ishoma
18.00-20.30 Diskusi Buku “Menjelajah Kearifan Cinta; dalam pusaran semesta raya” Bersama KH. Amin Budi Harjono
Sabtu, 8 Juni 2013 
09.00-09.30 Pembukaan stand pameran
09.30-12.00 Wisata Buku
12.00-12.30 Persiapan Lomba
12.30-17.00 Lomba Baca Dongeng
17.00-18.00 Ishoma
18.00-18.30 Persiapan bedah buku
18.30-21.00 Diskusi Buku Novel “Chiffon Cake” Bersama Ayu Pradita
Minggu, 9 Juni 2013
09.00-09.30 Pembukaan stand pameran
09.00-12.00 Wisata Buku
12.00-13.00 Ishoma
13.00-17.00 Kuliah Umum Penulisan Fiksi Bersama Kampus Fiksi Penerbit Diva Press
17.00-18.00 Persiapan Penutupan
19.00-21.00 Penutupan serta pembagian Hadiah

sumber: internet
NB: Yeaayy. Anggap ini sebagai hadiah ultahku ya.. hehe:D
Oh ya, jangan lupa beli buku2 terbaruku ini di pameran ya:)

Atau juga buku2ku lainnya terbitan terdahulu yang siapa tahu juga ada di pameran ini :)


Buku UNTUKMU UJE


Alhamdulillah. insya Allah buku UNTUKMU UJE yang ditulis ibunya Uje-Umi Tatum Mulyana- dan temannya akan segera hadir dan menjadi salah satu bacaan bagi teman-teman sekalian. Semoga lewat buku ini, teladan Uje bisa menginspirasi lebih banyak orang.

Dalam buku ini, ada satu puisi persembahan saya untuk beliau. (dan untuk pembaca sekalian)


40
oleh dian nafi (@ummihasfa)

dua minggu setelah ultah keempat puluh,kau kembali, Uje

kakiku lemas, jiwaku terhempas
bukan saja oleh kematianmu
tapi juga kenapa sama persis
dengan yang menimpa almarhum suamiku

dua minggu setelah ultah keempat puluh,kau kembali, Uje
demikian juga dengan almarhum ayah dari anak-anakku

empat puluh, konon katanya
adalah awal
life starts at fourty

dan nyata, demikianlah Uje dan almarhum suamiku mengalaminya
kalian memulainya di tempat yang paling indah
di sisi Allah dan Rasulullah

setelah lima tahun aku berhasil menyembunyikan
kepedihan dan rasa kehilangan
kematianmu Uje, membangkitkannya kembali
tak henti-hentinya air mata ini menetes
sepanjang menit, sepanjang hari, sepanjang waktu

dua kematian yang menghentakkanku
empat puluh bisa jadi juga awalku
seberapa siap aku menyambutnya
ya Rabb, satu pintaku
seperti juga dua kekasih yang Kau cinta
akhirkan aku dengan penghujung yang indah dan mendapat ridha



Lelaki Yang Mencintai Ibunya Takkan Menyakiti Hati Wanitanya


Lelaki Yang Mencintai Ibunya Takkan Menyakiti Hati Wanitanya
Oleh :  Dian Nafi

Aku hampir menjerit ngeri melihat perubahan raut wajahnya. Matanya melotot marah, seakan hampir lepas dari rongganya. Terus terang aku tidak pernah melihat mas Faisal seberang ini. Kudekap anak perempuan mungilku demi meredakan amarahnya. Dan sepertinya cukup berhasil. Mas Faisal menarik nafas panjang dan perlahan mengendurkan semua urat sarafnya yang tegang beberapa menit tadi. Bisa kurasakan debar keras dalam dadaku pun turut mereda seiring mas Faisal menyandarkan punggungnya ke sofa ruang tamu kami.
“Saya pergi mengajar dulu, mas,” pamitku cepat-cepat mumpung dia dalam keadaan gencatan senjata.
“Hm,” hanya dehem kecil dengan serak sisa kemarahan terdengar lewat bibirnya yang semakin menghitam sebab semakin sering merokok.
Jemari tangannya memberi isyarat padaku supaya pergi cepat dari hadapannya sembari matanya tertutup rapat. Aku beringsut pelan mendekatinya masih dengan anak perempuanku di gendongan. Kucium penuh takdim punggung tangan mas Faisal sembari hatiku membisikkan permintaan maaf. Karena jika kusuarakan, pastilah yang kudapatkan justru guntur yang lebih hebat.
Dia mengibaskan tanganku dengan segan. Tapi aku tak kuasa marah, tak mampu sakit hati. Hanya perih, pedih. Bisa kurasakan betapa mas Faisal menahan sendiri kemarahannya yang besar kepadaku. Sesuatu yang aku sendiri mungkin tidak bisa melakukannya. Tetapi ya, kuakui, mas Faisal adalah salah satu lelaki hebat itu. Yang tidak kuasa menyakiti wanita, terlebih lagi padaku, istrinya.
Kutinggalkan rumah dengan hati yang rusuh. Anak perempuanku masih pulas tidur dalam pelukanku. Langkahku terayun gontai menuju kompleks pesantren mertuaku. Pagi ini aku terpaksa datang sendiri mengajar ke PAUD yang kurintis bersama mas Faisal karena salah satu guru yang kami tunjuk berhalangan hadir. 
**
“Mbak Alin sakitkah? Kok pucat banget?” tegur bu Dani, salah satu guru lain. Memang di kelas, meski aku berusaha bersenang-senang dengan anak-anak didikku, tetapi sebenarnya hatiku masih terpancang pada kemarahan mas Faisal.
“Memang agak pusing,” aku berusaha menghindar dari pertanyaan lebih jauh lagi. Tak boleh seorangpun tahu masalah kami bagaimanapun beratnya.
“Istirahat saja, mbak. Saya yang lanjutkan ya? Biar dua kelas saya gabung,” bu Dani menawarkan diri dan aku mengangguk.
Kuangkat anak perempuanku yang tadi ikut asyik bermain dengan anak-anak PAUD lainnya. Dan kubawa ke rumah ibu mertua yang ada dekat lokasi madrasah.
“Faisal sudah berangkat kerja?” ibu mertua menyambutku di terasnya dengan pertanyaan yang sudah kuduga sebelumnya.
 Anak perempuanku mencium tangan neneknya dengan tergesa lalu membrosot dari gendonganku dan dengan langkah-langkah kecilnya masuk ke dalam rumah. Disambut oleh mbak pondok yang sedang piket.
“Tadi belum, bu,” kutekan nada suaraku agar tidak mencurigakan, sembari mencium punggung tangan mertuaku.
“Oh, pantesan. Biasanya dia selalu ke sini dan pamit aku dulu tiap kali berangkat kerja,” kalimat ibu mertua ini sudah kuhafal betul.
Dan memang itulah salah satu kelebihan mas Faisal. Dia sangat sayang dan menghormati ibunya. Dan seperti itulah dia mengajarkan padaku tanpa kata, sehingga dengan sendirinya aku menghormati dan mencintai ibu mertuaku seperti mencintai ibuku sendiri.
Dari ujung gang terlihat motor mas Faisal mendekat ke teras tempat aku dan  ibu mertua mengobrol di atas lincak.
“Mi, saya nanti mungkin nggak pulang rumah. Mungkin lembur,” pamit mas Faisal pada ibunya sembari mencium takdim tangan ibunya.
Glek! Kutelan ludahku, serasa ada yang tercekat di tenggorokanku. Apakah ini masih terkait dengan kemarahannya barusan pagi ini.
“Kok lembur-lembur segala kenapa? Kalau tidak perlu dilembur mbok yo ora usah lembur, kasihan istri anakmu ki lho kalau di rumah sendirian,” ibu mertua yang juga mengasihiku seperti anaknya sendiri, memeluk bahuku.
Tapi kangmas Faisal-ku bahkan tidak menatap wajah dan mataku sama sekali. Masih bisa kurasakan kemarahan itu, tapi dia tidak tega menyakitiku, betapa pedihnya menahan perasaan yang semacam ini.
“Yo wis, yo wis. Kalau memang harus lembur yo ora opo-opo. Nanti malam kamu sama anakmu tidur di sini saja kalau begitu,” tukas ibu mertua cepat demi melihat mas Faisal tidak merespon pertanyaannya.
Ah, ibu mertua yang sungguh pandai membaca gelagat dan bahasa tubuh anak bungsunya. Aku merasa terberkati berada di antara kedua orang yang kasih mengasihi ini. Namun juga sekaligus waspada. Jangan sampai karena ketidakpekaanku atas kehalusan budi dan kepandaian menahan emosi yang mereka miliki, aku jadi mendapat boomerang.
**
“Nggak di situ ya? Aduh jadi di mana nih?” dengan gusar kututup telpon.
Aku tidak mau menginap lagi di rumah mertua setelah kemarin sudah bermalam di sana. Kupikir mas Faisal malam ini pulang dan tidak lembur lagi. kutelpon beberapa temannya untuk mengetahui keberadaannya tetapi hasilnya nihil. Setelah lelah semalaman mencoba mencari ke mana-mana dan tidak juga berhasil, akhirnya aku kelelahan dan tertidur.
Pagi hari saat terbangun, langsung mencoba menghubungi nomornya lagi seusai sholat subuh. Masih tidak aktif. Menghubungi teman-temannya lagi, masih tidak terlacak. Aku semakin resah, tapi tidak ingin membuat ibu mertuaku turut gelisah. Jadi aku bertahan di dalam rumah.
Baru agak siang kemudian baru kulihat lagi wajah mas Faisal yang kurindukan, kusut dan layu.
“Mas dari mana saja. Semalaman kucari-cari,” berondongku dengan gaya khas istri pencemas dan rewel.
“Kamu masih peduli tho sama aku? Aku pikir aku sudah tidak penting lagi,” ketus jawabannya, tapi tak menembus hatiku yang penuh rasa sesalan dan dibuntal kerinduan juga cemas semalaman.
“Oh ya, motormu kugadaikan,” dengan nada tidak merasa bersalah sedikitpun mas Faisal menyampaikan berita tidak mengenakkan.
“Hah? Kok pakai menggadaikan motor,” aku melirik ke teras dan baru sadar bahwa dia tadi pulang dengan tidak mengendarai sepeda motornya sendiri. Entah dengan siapa tadi dia sampai ke rumah.
“Pilihannya cuma itu. Aku kemarin nembung pinjam uang kamu buat nutup material, tidak kamu kasih. Jadi terpaksa motor kutitipkan teman selagi aku belum bisa membayar material yang kuangkut ke proyek,” jelasnya setelah menyruput teh tubruk yang kusiapkan sejak pagi seperti biasanya.
“Sampai kapan?” sahutku cepat.
“Ya, sampai terminnya turun dan aku bisa bayar. Wis, aku kesel, ngantuk,” lalu tanpa mandi ataupun berganti baju, mas Faisal meninggalkanku yang masih ternganga.
**
“Ini motormu,” aku kali ini dibuat ternganga lagi karena malamnya mas Faisal sudah datang dengan motor pemberian ibuku. Yang tadi sesiang masih kusesali kenapa sampai digadaikan.
“Lho kok sudah bisa diambil? Kata mas tadi….”  Belum lagi kuselesaikan kalimatku, mas Faisal sudah menyambarnya, “ aku ora tego awakmu, nduk. Tadi aku ngobrol lagi sama temanku dan dia melepaskan agunan ini. Diriku jaminannya,” ada getar kurasakan dari nada suaranya yang membuat air mataku menitik.
Tidak perlu menunggu ijin, aku menghambur ke dalam pelukannya. Membenamkan wajahku ke dalam dadanya yang bidang dan luas, seluas kesabarannya akanku, istri yang tak pernah dia sakiti seberapa pahitpun kadang aku memperlakukannya

Membangun Brand Dunia by Hermawan K


Anda sudah ke Gili Trawangan? Ini adalah satu dari the Gilis yang terdiri dari tiga pulau Gili dekat Lombok. Ada juga Gili Meno dan Gili Ayer didekatnya. Tap, pusat keramaian turis mancanegara ada di Trawangan. Lima belas menit dengan boat kecil dari Lombok. Tapi,  dua jam dengan fast boat dari Padang Bai, Bali.
Buat saya,  Gili Trawangan adalah sebuah model Creative Tourism 3.0.  Disebut kampung bule karena situasinya kayak di luar negeri tapi masih di dalam negeri. Kalau tinggal di Villa Ombak yang masih merupakan yang paling bagus di sana, deretan kafe di sepanjang pantai ada di dekatnya.
Orang bilang bahwa hanya orang Bali yang bisa open-minded pada turis. Di Gili Trawangan, orang lokal yang muslim membuktikan bahwa mereka bisa membuat turis yang sangat berbeda itu kerasan. Kunci suksesnya, semua lapisan masyarakat sudah sepakat bahwa pariwisata adalah sektor terpenting.
Pariwisata adalah kehidupan semua orang. Karena itu, turis asing harus merasa nyaman dan aman di pulau kecil itu. Konon kabarnya, ada orang yang mencuri dan ketangkap masyarakat. Langsung asja dikeroyok ramai-ramai. Dipotong tangan dan diusir dari sana.
Sejak itu, sudah tidak ada lagi seperti itu. Saya pun ketinggalan iPhone selama tiga jam dan menemukan kembali di tempat yang sama. Uniknya lagi, di situ tidak ada polisi. Yang ada hanya island security atau satpam pulau.  Mereka diangkat oleh kepala desa.
Juga tidak ada polusi karena tidak ada mobil dan motor boleh beroperasi di situ. Transportasi umum disebut Cidomo atau Cikar Dokar Motor.  Disebut begitu supaya keren, padahal dokar biasa. Sudah ada tarif baku dari satu titik ke titik lain. Tidak perlu ditawar karena sama pada semua Cidomo.
Pertama saya naik Cidomo kaget karena lagu yang diputar lagu-lagu party.  Hampir setiap Cidomo di dilengkapi sound system kecil supaya bisa menghibur penumpang. Karena itu, nama lain dari Cidomo adalah Ferari Gili Trawangan.  Kalau tidak mau naik Cidomo, alternatifnya  sewa sepeda atau jalan kaki.
Di sepanjang jalan mengelilingi pulau,  ada banyak kafe dan resor karena penduduk lokal banyak tinggal di kawasan tengah. Juga ada beberapa toko buku dan butik yang dimiliki beberapa bule yang sudah kerasan tinggal di sana. Sebagian malah sudah menikahi orang lokal. Buku banyak dibeli karena merupakan teman rileks dan pakaian yang dijual adalah pakaian pantai.
Hampir tiap malam ada party sampai subuh. Tapi supaya tertib, diselenggarakan secara bergantian oleh berbagai tempat clubbing. Setiap bulan purnama, perkumpulan remaja lokal di sana malah menyelanggarakan full moon party di tepi pantai. Waktu itu, turis dari Gili Meno dan Gili Ayer datang untuk ikut party karena di dua pulau itu memang tidak ada party.
Gili Meno lebih alamiah dan tenang. Di sana, ada sebuah taman burung yang dibangun oleh orang bule juga. Sedang Gili Ayer lebih indah pantainya. Ikan pun bisa mendekat ke pantai sehingga bisa dinikmati dengan mudah dengan ber-snorkeling di pinggir pantai.
Saya merencanakan untuk memberikan award atas nama Badan Promosi Pariwisata Indonesia atau BPPI untuk Kepala Desa Gili. Pertama, dari aspek nature and culture, Gili is nothing compared to Bali.
Kedua, dari aspek akses, Gili tidak punya penerbangan langsung dari luar negeri. Ketiga, dari aspek masyarakat, dulunya mereka bukan masyarakat yang tourism-oriented.
Tapi,  tiga hal yang biasanya sangat krusial untuk industri pariwisata  itu tidak menghalangi untuk membuat Gili Trawangan jadi sebuah Brand Dunia. Horizontal, Inklusif, dan Sosial.

sumber: internet, the marketeers

deoholic coffee, one day


deoholic coffee, one day




more friends, more shares, more fun
Aku datang kepagian. Memang sih tadi sengaja buru - buru pergi dari rumah. Mumpung anak - anak belum ribut. Mereka sudah kumandikan dan sarapan, jadi lega untuk meninggalkannya seharian ini. Kupikir akan butuh waktu lama untuk mencari lokasi even hari ini. Ternyata deoholic coffe gampang dicari. Aku datang dari arah perempatan milo bangkong, terus belok kiri ke arah kampus undip pleburan. Belok kanan ke arah kampusku dulu, arsitektur. Nah! Dari pertigaan pleburan barat itu, indomart yang jadi ancer-ancer arah deoholic tampak jelas. Dan benar, deoholic persis ada di depan minimarket ini.
Berhubung kafenya belum buka, aku memanfaatkan waktu untuk mencucikan kendaraan. Di tempat cuci ini, dekat rumah sakit rumani yang ternyata sedang mengadakan acara milad, aku mendengar suara anak perempuan yang menyanyikan lagu Noah dengan tersendat – sendat. Rupanya ada gathering para anak berkebutuhan khusus di rumah seberang tempat cuci ini. Aku jadi teringat beberapa anak didikku di PAUD di tahun 2008, saat tahun – tahun pertama PAUD berdiri. Entah kenapa ndilalah ada 2 ABK yang turut bersekolah di sana. Juga teringat keponakanku yang mengalami hal serupa. Ingat buku yang kutulis tentang ABK. Dan calon novelku yang sedang kugodog bareng seorang ibu yang berputra ABK.
Oke deh, kita tinggalkan itu dulu. Karena segera setelah selesai kendaraan dicuci, aku bergegas kembali ke deoholic. Beberapa teman sudah datang juga. Dan beberapa waktu kemudian kami baru bisa masuk dan mulai menata tempat. Guess what? Mas Gol A gong dan putranya Odi, datang naik becak dari hotel Simpang Lima Residence ketika persiapan belum selesai. Oh my!
Deoholic coffee sebenarnya kecil saja tempatnya. Bertempat di salah satu los ruko berlantai dua. Lokasinya di pojok kanan. Membuatnya agak tersembunyi sebenarnya, alias tidak bisa langsung tertangkap mata kecuali bagi yang sengaja mencari kafe.
Kami masuk lewat pintu kaca yang memenuhi fasade depannya selebar empat meter-an. Tersembunyi di balik rolling door yang baru dibuka setelah kami gedor sama – sama. Walah. Keadaan kafe masih agak berantakan, sisa – sisa abu rokok masih berserakan di atas mejanya. Terutama yang ada dekat panggung kecil untuk performance club band.
Karena acara diselenggarakan di lantai dua, kami naik melalui pintu belakang. Bergegas kami menata ruangan agar lebih nyaman untuk acara workshop hari Minggu 25 November 2012 ini. Alhamdulillah acara tetap berlangsung on time. Ada sekitar empat puluh empat orang yang hadir, kebanyakan ibu – ibu.
Dinding dinding di ruangan di lantai dua dihiasi dengan beberapa lukisan abstrak. Dengan warna warna merah, oranye dan senada itu sehingga mencipta aura hangat ruangan dan suasana . Dan kebetulan senada dengan pashminaku dan scraf mas Gol A Gong yang sama – sama merah.
Ada meja bar di sudut barat ruangan dengan tiga lampu berbentuk serupa contong terbalik, menjadi aksen yang menarik di ruangan ini. Di seberangnya ada sepetak area yang lantainya ditinggikan. Untuk fungsi kafe mungkin biasanya dipakai sebagai area lesehan. Dalam even ini, area itu dimanfaatkan untuk tempat sholat.


bersambung.....



Di depan area inilah, layar slide proyektor ditempatkan. Sehingga seluruh mata dari berbagai penjuru ruangan bisa melihat presentasi dengan jelas. Presentasi materi writravelling berlangsung seru dari jam 9.45 sampai jam 12.00 WIB.

notes to a writer

notes to a writer: 
(do it like james thayer) best tip on dramatization: begin the scene too early, end it too late.
check your story against your plot.
it's not the message that interests your readers--it's how you tell it.
don't trust yourself. sometimes you're become too attached with your novel, you can't see what's wrong with it.
the readers have to like your storyteller's voice and tone--which means, your have to practice more on your writing style.
Never publish a book without a signed contract. whatever the reason is.
novel's dialogue must be concise and focus to your plot. at least, reveal something important about your main character
poor plotting means ineffective dialogue, slow pace, and the possibility of fake ending.
are you a psychic? no? so, how do you know your novel is bad if you never sent it to any publishers?

sumber : internet


Catatan dari 101 Bisnis Online Paling Laris


Bedah Buku 101 BISNIS ONLINE YANG PALING LARIS

Udah pada tahu buku 101 BISNIS ONLINE YANG PALING LARIS, kaaannn??? *sok populer. Alhamdulillah, sudah berlangsung bedah buku di Semarang bareng Mbak Dian Nafi (karena tiga penulis lain berdomisili di luar Jawa Tengah). Begitu banyak respon yang antusias dengan pertumbuhan bisnis online, hingga tergerak untuk memboyong buku sampai ke kasir *bola mata berubah jadi dollar $$$. Tidak jarang, diskusi selama acara berlangsung melebar ke curhat sesama pe-bisnis online. Untung nggak ada yang curhat soal galau *pyuh.
Ada dua acara bedah buku, yaitu di radio dan di toko buku. Keduanya memiliki cerita tersendiri bagiku. Paling membuatku bersemu, adalah reaksi pendengar/peserta yang bersemangat dalam diskusi bisnis online. Apalagi ini pengalaman pertama berhadapan dengan pembaca/calon pembaca bukuku.  Di satu buku solo dan lima buku antologi sebelumnya, aku hanya promosi melalui akun jejaring sosial atau mulut ke mulut. Kali ini, aku harus satu langkah lebih maju semenjak Mbak Dian Nafi mau menggiring aku yang masih level pemula. Pas dapat informasi soal dua acara bedah buku, aku hanya bookmark tanggalan dan mempelajari kembali bukunya. Namun, ketika kaki sudah menginjak kantor radio dan toko buku, seketika jantungku justru kebat-kebit, jujur, ada bisikan jahat untuk pulang saja secepatnya dan membatalkan acaranya. Akhirnya aku bertahan, ngobrol dulu sama Mbak Dian Nafi sembari menenggelamkan degup jantung yang menggelora. Dengan penampilan sederhana, wajah tanpa polesan kosmetik (maklum, kulitku tipe sensitif), denting lonceng mulai acara pun berdentang… Ting tong… ting tong… ting tong…
SONORA FM SEMARANG
2013-02-06 15.46.43
Foto: pemanasan bersama Mas Yuda (penyiar) sebelum on air.
On air di Sonora FM berlangsung pada hari Rabu (6/02) di bilangan jalan Pemuda pada pukul 16.00-17.00 WIB. Diawali penjelasan mengenai buku 101 BISNIS ONLINE YANG PALING LARIS yang berisi 101 ide untuk bisnis online. Mulai dari bidang fashion, jasa, toko, kuliner hingga aksesoris. Masing-masing ide tersebut memuat perkembangan bisnisnya masa kini, bagaimana strategi pemasaran, hambatan apa yang akan dihadapi serta antisipasinya, tips praktis, bahkan ada pengalaman unik selama menjalankan bisnis. Tak ketinggalan analisa keuangan, mulai modal, pemasukan hingga keuntungan, yang semuanya ditulis secara detail.
Tak perlu penjelasan lama-lama, sesi tanya jawab dimulai. Ada line telepon serta sms bagi yang ingin bertanya. Beragam pertanyaan dilontarkan. Saya dan Mbak Dian mencoba untuk menjelaskan dengan bahasa yang ringan. Mulai dari regulasi, strategi bisnis, sampai ada yang curhat soal bisnis online mereka. Alhamdulillah, banyak sekali penelepon yang masuk. Bahkan ketika kami break, ditandai dengan musik yang menggema, ada telepon yang masuk. Mas Yuda menjelaskan untuk telepon kembali ketika line sudah dibuka. Mas Yuda juga menunjukkan sms yang masuk cukup banyak. Satu jam berlangsung dengan singkat. Semoga jawaban saya dan Mbak Dian mudah diterima, dan mendorong untuk berbisnis online.
GRAMEDIA PANDANARAN SEMARANG
Bedah buku kedua berlangsung pada hari Jumat (8/02) di Gramedia Pandanaran lantai 2, dari jam 15.00-17.00 WIB. Banner acara sudah bertengger di pintu depan gramedia, dan tangga menuju lantai dua. Diawali dengan pemaparan mba Dian dan saya seputar bisnis online. Kemudahannya, prospek ke depan, hingga solusi bagi yang tidak memiliki barang (pake sistem dropship gitu). Acara dipandu dua host dari pihak Gramedia yang ciamik, meredakan suasana di dalam dada ini yang tadi tegang, walaupun sepanjang acara masih keder, grogi, belepotan. Sempat pula dibacakan sinopsis seputar bisnis online yang murah, mudah dijalankan, serta bahasa di dalam buku yang ringan, hingga membuat pembaca mudah paham. Namanya juga buku panduan praktis, kata-katanya juga to the point, kagak pake lebay, tanpa bumbu tambahan.
Tidak perlu menunggu lama, waktu tanya-jawab pun dibuka. Beragam pertanyaan yang dilontarkan bagi pengunjung. Mulai dari bagaimana kami berdua mengolah toko online, kendala yang mereka hadapi selama memiliki toko online, sampai bagaimana prosedur tag dalam media sosial. Pertanyaan satu demi satu bergulir sampai tak terasa waktu sudah sampai di ujung. Setiap penanya bebas menceritakan pengalamannya bisnis online, hambatan yang akan dihadapi, bahkan pulang mendapatkan tips tambahan. Jadi, sudah datang dan duduk nyaman, diskusi soal bisnis online, dapet tips tambahan di luar buku lho. Semoga penjelasan Mbak Dian dan saya dapat memberikan pencerahan untuk menggeluti bisnis online.
3
Terima kasih buat yang menyempatkan waktu sudah datang/dengar.
Buku 101 BISNIS ONLINE YANG PALING LARIS dari penerbit Gramedia ini akan memberi 101 ide bagi yang ingin berbisnis online. Bisa bisnis es krim suntik. biro jodoh bagi yang sering jadi mak comblang, tas branded buat yang penggemar koleksi tas, perawatan makam juga bisa jadi ladang bisnis, atau memanfaatkan oleh-oleh khas di kota Anda, serta masih banyaaaakkk lagi. Ada 101 ide bisnis lho… Dengan ketebalan buku hingga 337 halaman, rasanya harga Rp60.000,00 dapat menjadi investasi sebelum berbisnis online, atau ingin mengepakkan sayapnya di dunia bisnis online. Sudah hadir di toko buku Gramedia.  Sssttt… ada CP masing-masing penulis lho di halaman belakang, kalau mau ada curhat-curhat seputar bisnis online.
Kebetulan, aku dan Mbak Dian juga anggota komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis Semarang. Jadilah sekalian kopdar. Wajib futu-futu dong… Big thanks to Mbak Dian Nafi for everything, apalagi pas kita mampir di kos Echa terus cerita-cerita soal per-buku-an *muach. Makasih juga buat Mak Dew, Mbak Aan, Mbak Uniek, Mbak Wati, Ania, Rahmi, Mbak Norma, Mbak Hapsari, Ayu, dll *kecup segalon.
487836_406511912775489_1076056754_n

sebuah refleksi dan kesyukuran (draft lama yang baru sempat diupload. duh)

Refleksi dan Kesyukuran

Sedikit flashback ke 2010,
Ada banyak sekali pelajaran yang didapat, meski kadang agak terlambat menyadari.
Namun tetap berdamai serta memaafkan diri atas ketidaksempurnaan diri ini menjadi pilihan agar tidak berhenti dalam genangan penyesalan,namun terus bergerak menuju perbaikan. Mudah-mudahan.
Most of all, i really thank to Allah for all these gifts. Alhamdulillah.
Fa ammaa bini'mati robbika fa haddits. Maka atas nikmat Tuhan yang diberikannya padamu, sebutkanlah.
Pertemuan dengan Leutika yang tak direncanakan tapi pasti telah menjadi skenarioNya, mengantarku menemukan ‘sesuatu’ di diriku yang lama terpendam.

Kepercayaan dan kesempatan, adalah dua nilai berarti saat bersama teman-teman ini terpilih sebagai penulis buku Titik Balik
Triani Retno, DianNafi, Tri Nursanti, R. Rudi Agung P, Rizha Krisna Wardhani, Suguh Kurniawan, ME Chitra Eka Dewi, Yuli Misgiyati, Kurniadi, Tia Setiawati, Agus M. Irkham, Haya Aliya Zaki, Prakoso Bhairawa Putera, Ari Sandi, Sri Hindiyastuti, Alfi Zamilah, Dira Ernawati, dan Yuventia Tunda Reka Anggita.

How’re u, friends?

Keberanian dan kegilaanku bertambah dosisnya ketika bersama 50teman lain menuangkan semuanya di Crazmo (Crazy Moment)
1. Ade Anita/ Pasukan Pemburu Hantu
2. Ade Nurakhmat Himmahwan/ Ulang Tahun, Rokok Setan
3. Arumi Ekowati/ THE POWER OF LOVE
4. Budi Jay Utomo/ SAAT UNTUK MEMBALAS
5. Cepi Komara/ Di Panggung bersandiwara
6. Cut Irna Setiawati/ Kain sarung
7. Demeiati Nur Kusumaningrum/ Sebuah Kebodohan di Akhir Pekan
8. Dewi Muliyawan/ Mas Jambret Kembalikan Kalungku…!
9. Dewi Pramita/ Demi Cinta: Menggendong Pujaan Hati Berpuluh-puluh Kilometer
10. Dhika Al Faradhiy/ PESONA BLACKBERRY
11. Dhiora Bintang Riezkie Natali/ My First Kiss
12. Dian Mardi Safitri/ Ups Sorry Dok
13. Dian Nafi Awaliyah / KEBOHONGAN YANG SEMPURNA
14. Dika Pramana/ Scary night at the “kuburan”
15. Dila Maretihaq Sari/ Derita Romantika Ambarawa
16. Dini Pradhita/ Mudik adalah Perjuangan
17. Eka Natassa Sumantri/ Arek sempel, gendheng koen !
18. Eko Hartono/ Pulang Dari Medan Sampai Banyuwangi Tanpa Uang Sepersenpun
19. Elis Homsini Maolida/ Saljuu!! Here I come!
20. Elvira Suryani/ Marathon Bablas
21. Ema Rachmaniawaty/ CEMBURU, OH CEMBURU…
22. Eni wulansari/ pus Tower
23. Etik Widiyawati/ KISAH KASIH DAN KASUS DI KUBURAN
24. Evi Syahida/ My Gokil Photo
25. Firman Ardiansyah/ toilet Cina
26. FX. Eko Prihantoro/ Cinta Memang Gila Kali!!!
27. Hernawan/ “Oalah dasar bocah gendheng, lulus kok mlayu-mlayu ning njero bis”
28. Heru Susanto/ SERANGAN LINTAH
29. Ida Raihan/ Buaya dan Julung
30. Irhayati/ Titanic versi baru
31. Irma Vitriani Susanti/ Puding Antiseptik
32. Jenar Aribowo / BUKAN KARENA SILUMAN
33. Juli Suprapto/ Mencuri Berkah Bagi Keluarga-Zoel Estaka
34. Merdyani Darkuthni/ MATI RASA…
35. Mochamad nur / Saatnya Tebar Pesona
36. Ni Luh Pik Parwati/ Berjalan Kaki Bersama Malam
37. R. Rudi Agung Prabowo / Maaf, Bapak Amien Rais..
38. Randi Wahyudi/ Terinspirasi Fahri dalam Ayat-Ayat Cinta
39. Ranny Widyanti Sunarti/ Buta Tuli Bisu
40. Ratih Indah Lestari/ Handuk Sarang Semut
41. Reitard/ I’m not weird or a freak, I’m just, hmm… Curious! Yeah, that’s the word
42. Riawani Elyta/ 24 JAM BERSAMA SANG COBRA
43. Santy Martalia Mastuti, S.Psi / Dari Sabtu ke Sabtu
44. Sri Imawati/ MENJADI KONDEKTUR SEMENTARA
45. Sri Laili Hidayati Tarigan/ Memanjat dan Terjun dari Tower
46. Supriaty Ningsih Dwandaru/ Mission Imposible XX
47. Yudith Fabiola/ TRAGEDI BURCOK
48. Yunitha Ekasari/ Si Anak Kelotok
49. Zahra Shafiyah/ Ternyata punya sifat malu-maluin nggak rugi juga
50. Zarry Hendrik Aprilisily/ Terlihat Konyol Di Hadapan Setan
51. Rahmat Zuhud

'Lagu Opick Inspirasiku', ternyata mengantar hobiku mendengarkan musik Opick menjadi sebuah buku yang semoga menginspirasi. Ditulis rame-rame lagi 
1. Abdul Ghofar AKHIRNYA, ALLAH MENCUKUPI
2. Agustina Kusuma Dewi MENIKAH TITIK DUA
3. Ahmad Sakti Alhamidi Hasibuan HIDAYAH DI BALIK LAGU "TOMBO ATI"
4. Andi Suhefni BILA WAKTU TLAH BERAKHIR
5. Ayu Chandra Kirana ALLAH TAK PERNAH SALAH DALAM MENENTUKAN TAKDIR
6. Bayu Insani PEDIH YANG MEMBAWA NIKMAT
7. Briliana Mizwen SALAH PERGAULAN
8. Dian Nafi MENARI BERSAMA TAKDIR
9. Dila Saktika Negara INDAHNYA SEDEKAH
10. Elvira Suryani BERSYUKUR
11. Eni wulansari SATU RINDU
12. Futicha Turisqoh FORGIVE ME….
13. Henny Ika Puspitarini PERTAMA YANG MENGGETARKAN JIWA
14. Irkhamna Faelasofa ERWIN, AKU IKHLAS...
15. Joko Susanto SEGENGGAM CAHAYA
16. Khoirul walid PENJARA TEMPAT LAGU ITU TERDENGAR
17. Linda Nurhayati KETIKA ALLAH MENCUKUPI
18. Melati Premasita Suci IKHLAS MELEPAS CALON SUAMI KARENA LAGU ‘KEMBALI PADA ALLAH’ DAN ‘ALLAH MAHA BESAR’
19. Muhammad Hadi RUMUS SEDEKAH DARI OPICK
20. Neti Suriana OPICK MENYINDIRKU LEWAT LAGU
21. Nur Chamimah LUKA CINTA
22. Ratih Indah Lestari KETIKA IZROIL DATANG MENJEMPUT
23. Ratna Dwi Kumala Sari ANUGERAH BERNAMA SAKIT
24. Rina Ariyanthi Dewi CAHAYA HATI ITU TERSIMPAN DI TANAH PAMAN SAM
25. Rinatin Nyoto KETIKA TAKDIR MEMBAWAKU KEMBALI KE TITIK NOL
26. Santi HIDUP BARU
27. Sugiarti DOMPET KOTOR DAN LAYAR ATM
28. Sutresniwati PUTRI SEPUTIH ANGSA
29. Titi Alfa Khairia KARENA HIDUP ADALAH PILIHAN
30. Winarto SATU RINDU, SATU CINTA, UNTUK EMAK

Pengakuan dan mungkin sedikit penyesalanku akhirnya terungkap di buku Setan911 yang ditulis bareng teman-teman yang ceritanya serem-serem semuanyah…hiiii
1. Afin Yuliani NGGERANDONG
2. Amanda Ratih Pratiwi PEDAGANG BERAS & PEMILIK RUMAH
3. Andhika Wandana KETIKA DIRI DIREMEHKAN
4. Andika Bayu Fifrianto PESUGIHAN SAGARA POCONG
5. Arieska Arief TERROR DI PENGUJUNG MALAM
6. Ayu Ratih Tria PENYAKIT ANEH DI WAKTU SENJA
7. Bayu Insani BAPAK ANGKAT
8. Cut Irna Setiawati JAMPI’-JAMPI’ WARTEG
9. Daniel Hermawan KUTUKAN GUNUNG KERAMAT
10. Dian Istiaty PEREMPUAN YANG MANDI SINAR BULAN PURNAMA
11. DianNafi PLAYER IS BORN
12. Dini Widya Herlinda SUSUK
13. Dz Isna Rosyadah JANUARI
14. Elis Homsini Maolida MBAH JAROT, DUKUN ANDALAN PARA PEREMPUAN
15. Eva Latifah MANTUL SANG PENJAGA
16. Futicha Turisqoh BUDAK SETAN
17. I Gede Sukrawan Madi KALO BISA JANGAN COBA-COBA
18. Imam Rasyidi LARANGAN MENIKAH DENGAN SILUMAN
19. Ina Siti Munawaroh TUMBAL
20. Joko Susanto MISTERI KERA JELMAAN
21. Lia Herliana MELAWAN ILMU HITAM DENGAN TAKWA
22. Miyosi Margi Utami KEMATIAN TRAGIS SANG AHLI IBADAH YANG PERNAH MENDATANGI DUKUN DEMI KARIER ANAK TERCINTA
23. Ni Luh Pik Parwati PEMISAH HATI ATAU PEMISAH JIWA
24. Nur Syamsiyah Dwi P. AJI PENGASIHAN: COCOKNYA BUAT ORANG UNSKILLED & UNDER-CONFIDENT
25. R. Rudi Agung Prabowo HARUS SEBELUM SUBUH
26. Randi Wahyudi RAHASIA SANG ANGGOTA DEWAN
27. Ratih Indah Lestari PARADE PELAYANAN SETAN
28. Rendra Yusuf Maulana TAUBAT DARI ILMU SESAT
29. Rosidah Abidin KETIKA HATI MATI RASA
30. Sri Laili Hidayati T. KESUGIHAN DARI KLINIK
31. Tri Ratnawati TUYUL KANG DAYAT
32. Witono Hidayat Yuliadi PERTARUNGAN TERAKHIR
33. Zah Ra MERAIH KEKAYAAN

Terus curhat saat bete pasangan, bersama mbak Faradina izdihary dan serombongan ibu-ibu lainnya.
1. Istri VS Frozen Home Novya Rini
2. Aku Bukan Cenayang karya Annisa Widiarti
3. Untung Ada Mubarak Friday
4. Cintaku dan Benda-benda yang Hilang karya Dian Mardi
5. Keki karya Dian Nofi
6. Kasur Terasa Lebih empuk karya Elis tating Bardiah
7. Dont Disturb Me, Ada Tamu Bulanan karya Fuji Asri Indah Lestari
8. Gara-gara Terong karya Nurul IKoma (Lia Salsabila)
9. Anggaplah Rumahku, Rumahmu Sendiri Juga karya Iwan Altra Alfariziy
10. No Body Perfect karya Puput Hary
11. Ketika Kau Membuat Aku Be-Te karya Etik Widya
12. Gelombang Amarah Cinta karya Ella Sofa
13. Sebelas tahun karya Rina Mahfudzah
14. Gara-gara Game karya Yuni Astuti

Berbagi kesenangan dan kegembiraan di buku Lovely Lebaran (indiepublihing)
Bersama these guys :
1. Riya Adz Dzaki Sebuah Perjalanan
2. Titik Setyowati Senyum Misteri di Hari Lebaran
3. Dedi Setiawan Inikah Lovely Lebaran?
4. Badiatul Muchlisin Asti Sapaan Lembut di Hari Lebaran
5. Dian Nila Rusniar SLJJ (Salam Lebaran Jarak Jauh)
6. Ikha Ismawatie Kupatan
7. Tety Herawati Air Mata di Malam Takbir
8. Nofitri Suryani Zaiman Unforgettable Lebaran
9. Nashruddin Fata Antara Emak dan Lebaran
10. Q-nTum Niez Lebaran In My Mind
11. Rena Puspa Sengsara Membawa Nikmat
12. Daud Al Insyirah Lebaran Happy Tanpa Mudik
13. Mega Trishuta Pathiassana Lebaran, Saatnya Silahturahim! (Belum ada Biodata dan Foto)
14. Rafif Amir Ahnaf Perempuan 90 tahun
15. Najwa Fahrini Senyum di Bibir Ayah
16. Deasy Lyna Tsuraya Lebaran Dalam Galau Masa Depan
17. Dini Damayanti Maaf, Aku Masih Dendam
18. Suri Utami Kecupan Terakhir di Hari Lebaran
19. Nia Robie’ Ciuman Lebaran dan Pelajaran Memaafkan
20. Mona Intariani Tetangga Jauh
21. Wafiyyatunnisa Asy syu’lah Lepaskan Burung Dari Sangkarnya
22. Jasmine Moslem Haritsa dan Indahnya Kebersamaan
23. Tris Sugiarto Insiden Lebaran
24. Visya Blue Penantianku Pada Tiap Lebaran
25. Endang Sri Sulistiya Dendam Lebaran
26. Siti Jumaroh Aji Lebaran di Pantura
27. Mr Anas Ayahara Doa Langsung Terkabul
28. Fiyan Arjun Tragedi Baju Lebaran
29. Retno Winarni Pandansari Cintaku
30. Indri Astutik Nasi Kuning Istimewa
31. N. Dhyra Mbah Kakung
32. Lilik Wulaningtyas D’ Day
33. Riri Ansar Lebaran Pertama Tanpa Kehadiran Bapak
34. Aisya Avicenna Merah Marun Lebaranku
35. Dini Damayanti Senyum-Senyum Lebaran
36. Hastuti purnomo Bukan Lelaki Pilihan
37. Fauziah Harsyah Menembus Iedul Fitri
38. Minehaway Pernikahan Pasca Lebaran
39. Viky Dewayani Pelangi Lebaranku
40. Fironita Page Story of My Mudik: Kaki Robek
41. Dewi Irianti Yuk, Bersyukur!
42. Yusita P Indahnya Berkah Kebersamaan
43. Emy Resna W DIA yang merahmati Ayahku
44. Questa Ima Sebuah Permintaan Terakhir
45. Kartika Kusumastuti It’s Mudik Time!
46. Dewi Liez Iedul Fitri Tanpamu di sisi
47. Dyah Apriliani Janjiku Pada Nenek
48. Iffa Ameswari Kabar Poligami Menjelang Lebaran
49. Eka Natassa Sumantri Demi Mudik
50. Annisa Rona Lebaran, Momen ’Mudik’ Ke Fitrah
51. Cicik Sri Winarti Cerita Mudik Pertamaku
52. Jasmine Moslem Lebaran Cacar
53. Shabrina WS Bells Palsy dan Lebaran Kami
54. Ummi Hasfa Kebahagiaan Lebaran
55. Ummu Aysha Berlebaran di Perantauan
56. Arumi Ekowati Ketika Musim Mudik Tiba
57. Umi Kartikawati Kampung Halamanmu
58. Sylvia L’Namira Kurindu Bersama Mereka
59. Divin Nahb Jodoh, Teror, dan Lebaran
60. Tia Marty Lebaran Khas Anak-Anak
61. Arikunto Kerja Bakti Malam Takbiran
62. Anang Muaddin Keluargaku Lebaranku
63. Ayu Pangestu Makasih ya Kejutannya!
64. Awan Tenggara Take and Give
65. Okti Li Kisah Berlebaran Sendirian
66. Shinta Handini Yang Penting Mudik Lebaran
67. Nataya CR Lihat Dunia Lebih Luas
68. Nur Indrawati Alif
69. Dhian Satria Yudha Kartika Sudah Dimaafkan Sebelum Lebaran
70. Dian Onasis Ketika Sang Pelaut Bertugas di Hari Raya
71. Dr. Dito Anurogo Strategi SMART Mengelola Angpao Lebaran
72. Irfan Azizi Bertahan Minum Segelas Sirup Asli (Belum ada biodata)
73. Eniya Linda Kinanti Sekuntum Asa di Akhir Ramadhan
74. Dewi Muliyawan Lebaran di Kota Singa
75. Iffah Bukan Lebaran Biasa
76. Anna R.Nawaning S Iedul Fitri di Negeri Kiwi
77. Arien Lebaran Ke-7
78. Wie Maeda THR Ku, Rezeki Mereka
79. Ida Fitrie Dwiyanto Tamu Istimewa
80. Leila Rizki Niwanda Warna-warni Lebaran di Bumi Laskar Pelangi
81. Puput Happy Rindu Tak Bertepi
82. Bella Pertiwi Please, Maafin Aku Ma..! Santri
83. Murhijriatul Muslim, SE, Akt Malam Takbiran Bersama Sahabat
84. Raudhatul Jannah Syarief Ini Lebaran Lho!
85. Kartini Afriani Lebaran Terakhir
86. Verena Mumtaz Silaturrahim dan Wisata Kuliner
87. Ummu Alif Lebaran oh Lebaran
88. Loiy Annie Lebaran di Jakarta Siapa Takut…
89. Neezha Ownisa Doa di Malam Kemenangan
90. Hayati Rahmah Lebaran di Tanah Nabi
91. Aulya Afifah Ketika Rindu Mendapatkan Penawarnya
92. Diah Arie Setiawati Lebaran Asam Manis
93. Febriyanti Semua Begitu Mudah
94. Gardina Memori Lebaran Terakhir
95. Nuansa Biru Ada Lebaran di Rumah Itu
96. Astri Novia Damai Itu Indah
97. Ummu Hanifah Lebaran Penuh Ketegangan
98. Shine Fikri Pertengkaran Kecil
99. Teguh Rasyid Mama, Mimi dan Lebaran
100. Ratna Dwi Kumala Sari M3 ( My Memory Mudik )
101. Indah IP Lebaran Terindah
102. Wahyu Trinarningsih Lebaran di Pesawat (Biodata naratifnya belum)
103. Dewi Puspa Tahlil di Iedul Fitri
104. Noer Aini Maisaroh Lebaran Tahun Ini, Belajar Ikhlas…
105. Do’a Walimahan Gust Kemal Prihadi
106. Anna Noor Lebaran Tanpa Mudik
107. Novi Khansa Makna Lebaran
108. Ardiyan Kebiasaan Lebaran
109. Erlita Pratiwi Setangkup Cinta
110. Dian Onasis Suasana Fitri Dua Masjid di Guangzhou
111. Muhammad Rasyid Ridho Lebaran Tanpa Saudara, So What Gituloh!!?
112. Ummu Raisah Nikmat Pelipur Lara
113. Ifat Fatimah Sendu Lebaran di Hatiku


Semakin berani menulis, akhirnya bersama perempuan-perempuan ini bicara di buku “Bicaralah perempuan”
1. Aku Hanyalah Korban (Melati Premasita Suci)
2. Jadi Siapa Bilang Kalau Luka (Dian Nafi)
3. Ketidakberdayaanku (Faujiah Lingga)
4. Labirin Luka Suryati (Aulia Nurul Adzkia)
5. Demi Sebuah Harga Diri (Miyosi Ariefiansyah)
6. Kisah Fitri (Ariyanti)
7. Si Buta yang Tak Berdaya (Dian Prihati)
8. Bangkitlah Wahai Perempuan (Yuli Riswati)
9. Bicaralah Perempuan (Nessa Kartika)
10. Me Vs My Bos, (Selvy Erline S)
11. Pembantu-pembantu Ibu Yuki (Resti Nurfaidah)
12. Hak Buruh atas Eksploitasi dan Harga Diri Mereka (Khoirul Walid)
13. Harga Seorang Wanita (Futicha Turisqoh)
14. Menjadi Perempuan Hebat (Rosa Listyandari, S.S.)
15. Diam di Tengah Siksaan (Susanah Sutardjo )
16. Sesak perempuan Terinjak (Okti Lilis Linawati)


Be Strong #3 , kado akhir tahun yang kutulis bersama teman-teman dengan harapan agar Indonesia semakin kuat dan bangkit dari keterpurukannya.
# Cinta Kakak Tiri’, penulis: Lia Sirait
# ‘Kisah Klasik Sebuah Negeri’, penulis: Jodhi Pramuji
# ‘Pada Purnama’, penulis: Ambu Dian
# ‘Pelangi Harapan’, penulis: Nastiti Sandryanto
# ‘Secercah Harapan’, penulis: Prima Dika
# ‘Jangan Menangis Sobat’, penulis: Aswary Agansya
# ‘Rindu Rindu Lagi’, penulis: Unge Mutiara
# ‘Waras’, penulis: Dian Nafi
# ‘Mirip’, penulis: Ria Tumimomor
# ‘Senja Yang Mencintai Hujan’, penulis: Joe Andri
# ‘Do’a’, penulis: Aditia Yudis
# ‘Love is Not Impossible’, penulis: Nessa Kartika
# ‘Merindukanmu’, penulis: Dreamyhollic Santi
# ‘Ibu itu Indonesia’, penulis: Chandra Puspita Sari
# ‘My Name is Jono’, penulis: Yunus BS
# ‘Mengenal Malam’, penulis: Lara Ahmad
# ‘Bulan dalam Labirin’, penulis: Clara Canceriana
# ‘Bapak’, penulis: Novi Kuspriyandari
# ‘Adik Paling Keren’, penulis: Renata Aprianti


Moment yang juga indah di tahun ini adalah TigaBiruSegi, sebuah even kebersamaan sebagai wujud kepedulian bagi negeri, alhamdulillah sukses digelar. Semoga bermanfaat dan barokah.
Here they are, guys with heartly poems for country
Eka Diyah A
Minie Kholik
Jun Nizami
Abah Rindu
Nonik Sastrowihardjo
Riya Wati
Yuka Fainka
Btara Kawi
Dudi Azrian Onemata BackRy
Rizky Bagoes Alam
Andrea Bayu Aji S
Nafisatul W
Nella S Wulan
Rangga Umara Nh
Mieny Angel
Dini Kaeka Sari
Suguh Kurniawan
Husen Arifin
Hadi Santosa
Moh Mahfudz Af
Roby Aji
Adryan Yahya
Abu Sufyan
Nazar Shah Alam
Up's Lail
Syahdaka Musyfiq Abadaka
Fitri Amaliyah Batubara
Binta El Mamba
Ganjar Sudibyo
Pringadi Abdi Surya
Haya Aliya Zaki
Biolen Fernonda Sinaga
Arif Fitra Kurniawan
Dudi Ardiansyah
Muhammad Haddy
Mutaminah Sang Penulis
Khoer Jurzani
Ziyan Setya
Sarah El Zohrah
Raditya Usra
Eros Rosita
Mahatma Muhammad
Hylla Shane Gerhana
Moh. Ghufron Cholid
Yully Riswati
Nessa MetaKartika
Lamhot Susanti Saragih
Inung Imtihani
Mardhatillah Syafaruiza Syah
Arther Panther Olli
Evanda

Seluruh pengalaman, kepercayaan, kesempatan, keberanian dan semangat yang semakin menggunung, akhirnya memuncratkan energi untuk terus menginovasi diri. lalu lahirlah
Kencantren (Pondok Comblang), Perjodohan Khas Ala Pesantren
Novel Mayasmara yang kutulis dengan seorang sahabat
Dualapan, Kumpulan Pop Love Story
Dan beberapa buku lain, silakan intip di
Hasfapublishing.blogspot.com
Hasfapublishing.multiply.com


And my wish in 2011 is better friendship
Kalau fotonya ini termasuk koleksi buku-buku terbaru juga :)

selalu bersemangat!


Malam Jumat katanya malam nyunnah. Iya kan?

jadi kayaknya pas nih, kalau posting ini di malam Jumat. ahahay....

TAK bisa disangkal, seks memegang peranan yang cukup penting dalam hubungan suami-istri. Saat inilah terjadi aksi memberi-menerima sentuhan kasih sayang. Saat ini pula masing-masing memberikan perhatian penuh terhadap pasangannya. Sayangnya, keintiman ini bisa jadi terkikis sejalan dengan waktu dan kebiasaan. Namun, jika kita perhatikan, ada pasangan-pasangan yang nampaknya tak bisa melepaskan tangan dari pasangannya, bahkan mereka sudah menikah lebih dari 10 tahun. Apa rahasianya, ya?

1. Tentukan kuota seks

Bertahun-tahun menikah, rutinitas antara kerja, mengurus anak, urusan rumah, belum lagi urusan keluarga, bisa menjadikan hubungan intim sebagai hal terakhir yang perlu dipikirkan. Tips yang bisa Anda lakukan adalah dengan menciptakan angka. Atau bisa juga dengan melakukan semacam arisan, masukkan angka 1 sampai berapa pun, ke dalam satu wadah. Lalu, tiap hari Senin, Anda dan suami mengambil satu angka, dan sekian banyak itulah Anda dan suami harus bercinta selama seminggu atau sebulan. Tentukan hukuman bila kuota tidak dipenuhi. Dengan demikian, Anda dan suami sama-sama harus memenuhi kuota, sehingga, kapan pun ada kesempatan, harus diupayakan untuk melakukan aktivitas bercinta.

2. Fantasi seksual

Ketika memasuki masa puber, manusia sebagai mahluk seksual secara alamiah akan memiliki keinginan seksual yang besar. Tak jarang, fantasi seksual seringkali terlintas ketika sedang lengang. Ketika wanita sudah menikah, fantasi seksual seringkali tak terpikirkan lagi. Padahal kemampuan kita untuk berfantasi sebenarnya bisa dijadikan alat untuk menumbuhkan gairah di saat-saat lengang. Letupkan libido Anda dengan berkonsentrasi mengingat betapa hangatnya helaan napas suami di tubuh, sentuhan lembutnya, atau bisikannya. Sehingga, ketika ada kesempatan berduaan dengan suami, Anda bisa melakukan serangan lebih dulu.

3. Saling memberi dan menerima

Ciptakan pengertian antara Anda dan suami. Dengan jadual kegiatan yang berbeda, Anda dan suami tidak berada dalam kondisi yang sama pada malam hari. Ada kalanya Anda sangat lelah, tapi justru dia sedang bergairah. Trik yang bisa Anda lakukan adalah dengan membagi pengertian. Misal, ketika Anda sedang lelah, dialah yang harus mengupayakan agar Anda bisa turn on dan siap bercinta, dengan segala cara. Karena sudah diberikan pengertian, Anda dan dia sudah sama-sama tahu, bahwa Anda akan melakukan hal yang sama untuknya di lain hari. Anda dan dia akan sama-sama mencari cara baru untuk saling membangun keintiman meski sedang kelelahan.

4. Selipkan waktu

Mungkin terdengar biasa. Tetapi, saran ini terus diulang karena memang benar adanya. Ritual yang sama bertahun-tahun di jam yang sama akan membuat seks terasa membosankan. Jika Anda terbiasa melakukan hubungan intim pukul 22.00, lalu tidur setelahnya, rutinitas ini bisa jadi hal yang sangat membosankan. Anda sebenarnya bisa melakukan hubungan intim ini di sela-sela waktu. Misal, tidur lebih cepat, lalu bangun lebih awal. Setelah itu lakukan sesi intim sebelum mulai berkegiatan. Perhatikan betapa menariknya suami Anda saat mengenakan pakaian kantornya yang rapi. Eits, tapi lihat, ia masih punya sisa waktu cukup banyak atau tidak sebelum berangkat kantor. Jika ya, mengapa tidak dimanfaatkan untuk menunjukkan betapa seksinya dia di mata Anda? Bercinta di pagi hari bisa jadi pembangkit semangat seharian, lho. Buat sesi bercinta menarik kapan pun ada kesempatan.

5. Soundtrack menggoda

Tahukah Anda, bahwa musik memiliki khasiat yang hebat untuk mengubah mood seseorang? Jadi, tak mengejutkan ketika musik bisa menjadi peningkat semangat Anda untuk bercinta. Coba cari lagu-lagu yang menurut Anda seksi dan menggairahkan. Pasang setiap sesi bercinta tiba. Setiap kali mendengar lagu itu pasti Anda ingin segera bertemu suami dan membuat "musik" bersamanya.

6. Sexual healing

Beragam alasan sudah ada di kepala Anda untuk menghindar dari sesi bercinta. Anda lelah, stres, pusing, bahkan marah-marah karena hal sepele. Tetapi tahukah Anda, bahwa seks adalah hal yang bisa membantu menghilangkan segala hal itu? Berterimakasihlah pada hormon oksitosin yang terbentuk setelah Anda dan dia bercinta. Zat ini membantu seseorang merasa lebih nyaman dan senang. Selelah apa pun, ingatlah, Anda akan merasa lebih baik usai bercinta yang memuaskan. Akan lebih baik jika Anda berpikir bahwa seks merupakan kegiatan untuk merasa lebih nyaman bersama pasangan, bukan hanya sebagai salah satu kewajiban yang harus dilakukan.

7. Bergairah sepanjang hari

Nyalakan energi erotis sepanjang hari. Entah itu dengan mengenakan celana dalam seksi atau sutera, atau mandi dengan sabun yang wanginya seksi. Jangan lupa untuk menggoda suami di pagi hari agar ia pun merasakan getaran yang sama. Misal, dengan melakukan sedikit peregangan. Mengangkat lengan, menegakkan punggung sambil menggulung rambut Anda ke atas, bisa membuatnya bergairah. Ide lain, adalah dengan memanggilnya ke kamar mandi untuk membawakan handuk juga ide yang menarik.

8. Spontan

Seks spontan adalah hal yang menarik. Jika Anda memperkirakan anak-anak akan pulang dalam 20 menit, dan Anda sudah ada di rumah bersama suami, mengapa tidak melakukan quickie sex? Jika Anda dan dia sanggup mencapai klimaks dalam waktu sekian menit, lakukanlah. Biarkan api kemesraan itu tetap menyala di antara Anda dan dia.

sumber : internet

Marawis


Dulu, dari kecil kita sudah terbiasa mendengar rebana kan? Malam Jumat begini biasanya kita mendendangkan sholawat bersama teman-teman diiringi rebana. 
Kalau marawis? mungkin baru sudah dewasa ini kita dengar tentangnya. Atau teman-teman yang lain justru lebih mengenal marawis dulu ketimbang rebana?

Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.
Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari Yaman. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan hajir (gendang besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm, dumbuk atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong kayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau krecekdan [Symbal] yang berdiameter kecil. Lagu-lagu yang berirama gambusatau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu
Dalam Katalog Pekan Musik Daerah, Dinas Kebudayaan DKI, 1997, terdapat tiga jenis pukulan atau nada, yaitu zapinsarah, danzahefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung, seperti lagu berbalas pantun. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.
Pukulan sarah dipakai untuk mengarak pengantin. Sedangkan zahefah mengiringi lagu di majlis. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat. Dalam marawis juga dikenal istilah ngepang yang artinya berbalasan memukul dan ngangkat. Selain mengiringi acara hajatan seperti sunatan dan pesta perkawinan, marawis juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni-budaya Islam.
Musik ini dimainkan oleh minimal sepuluh orang. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi. Terkadang, untuk membangkitkan semangat, beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu. Semua pemainnya pria, dengan busana gamis dan celana panjang, serta berpeci. Uniknya, pemain marawis bersifat turun temurun. Sebagian besar masih dalam hubungan darah - kakekcucu, dan keponakan. Sekarang hampir di setiap wilayah terdapat marawis.

sumber: internet

Masjid Pertama Di Belanda


Masjid yang pertama kali dibangun di ibukota Amsterdam, masjid Sultan Ayub, terancam ditutup oleh pemerintahan Amsterdam.
Masjid Sultan Ayub dibangun oleh kaum muslimin imigran dari Turki pada tahun 1985. Pengurus masjid mendapatkan izin penyewaan lahan dari pemerintahan kota Amsterdam. Izin penyewaan lahan berlaku lima tahun dan bisa diperpanjang dengan kontrak baru.
Secara sepihak dan mendadak, pemerintahan kota Amsterdam mengeluarkan surat pemberitahuan tentang penghentian izin kepada pihak pengurus masjid. Padahal izin saat ini masih berlaku sampai tahun 2014.
Ketua pengurus masjid Sultan Ayub, Ibrahim Jourmaz menyatakan menolak surat penghentian izin tersebut. Selain karena izin sebenarnya masih berlaku sampai 2014, masjid saat ini terus memberikan pelayanan kepada jama’ah.
Menurutnya, pemerintahan kota Amsterdam menghentikan izin tersebut batas akhir waktu dalam kontrak, dengan klaim nilai sewa lahan masjid terlalu rendah dibandingkan dengan nilai sewa lahan untuk kegiatan lainnya. Pihak pengurus masjid bertekad akan mengadukan pemerintah kota Amsterdam ke meja hijau.