Periode promo: 1 September 2013 – 1 Oktober 2013.

Dapatkan Novel Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku bertanda tangan dengan diskon 10%!

Harga normal Rp 35.000, setelah diskon Rp. 31.500.



Dapatkan juga buku-buku bertanda tangan Dian Nafi lainnya dengan diskon 10%!

1.     Mayasmara terbitan Hasfa Rp. 33.000 >> Rp. 30.000
2.    Berjalan Menembus Batas terbitan Bentang Rp 39.000 >> Rp. 35.000
3.    Undimensioned terbitan Hasfa Rp. 30.000 >>Rp. 27.000
4.    101 Bisnis Online Paling Laris  terbitan Gramedia Pustaka Utama Rp 60.000 >> Rp 54.000
5.     Pondok Comblang terbitan Hasfa Rp. 30.000 >> Rp. 27.000
6.     Twinlight terbitan KotaKata Rp 35.000 >> Rp. 31.500
7.     Novel Segitiga terbitan Hasfa Rp. 28.000 >> Rp. 25.200
8.     Storycake For Ramadhan terbitan Gramedia Pustaka Utama Rp 50.000 >> Rp 45.000
 9.    Lelaki Kutunggu Lelakumu terbitan Hasfa Rp. 28.000 >> Rp. 25.200
10.    Storycake For Mompreneurs  terbitan Gramedia Pustaka Utama Rp 55.000 >> Rp 49.500
11.    Luv: Untuk Cinta Yang Selalu Menunggu terbitan Hasfa RP. 28.000 >> Rp. 25.200
12..    Rumah Tangga Penuh Cinta terbitan Qudsi  Rp. 28.000 >> Rp. 25.200
13. .   Engkau Lebih Dari Bidadari terbitan Familia Rp. 28.000 >> Rp. 25.200
14.  Anakku Terhebat terbitan Qudsi Rp. 28.000 >> Rp. 25.200
15.  Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku terbitan DivaPress Rp. 35.000 >> Rp. 31.500
16.  Mesir Suatu Waktu terbitan Grasindo Rp. 35.000 >> Rp. 31.500
17.  Miss Backpacker Naik Haji  terbitan Iman-Mizan Rp. 43.000 >>  38.700
18.  Sarvatraesa terbitan Diandra 
19. Cerita Cinta Kota terbitan Plotpoint Rp 44.000 >> Rp 39.600
20.  Bukan Akhir Dunia  terbitan Javalitera  
21.  Sukses Sejati Remaja Muslimah  terbitan Bentang 



Pembayaran via transfer ATM/setor tunai BCA, BRI, MANDIRI  (nomor rekening akan diinfokan kemudian).

Ongkir via pos tercatat asal kota Demak / Semarang, per kilo  muat 4 buku.


Sila isi form berikut untuk pemesanan dan kirim email ke kbcahaya@gmail.com

 Nama:
 Alamat lengkap (RT, RW, KODEPOS) :
 No. HP:
 Judul, jumlah:


Periode promo: 1 September 2013 – 1 Oktober 2013.


Terima kasih.

regards,
dian nafi

http://diannafi.blogspot.com


Bawa Peta Tapi Tersesat?

Wah, kalau disuruh cerita pengalaman paling NEKAD saat traveling, musti mikir agak lama juga nih. Karena saking seringnya nekad, jadi mana yang paling nekad? :D

Ada dua bukuku yang berkaitan dengan travelling sih. Ada Miss Backpacker Naik Haji dan Mesir Suatu Waktu (Dapatkan di toko-toko buku terdekat kamu ya:)) 

Jadi, nggak ada salahnya kalau pengalaman paling nekad diambil dari buku ini ya:D
dari  buku Mesir Suatu Waktu paling nekad ya pas jalan-jalan ke Alexandria. Saking nekad-nya sampai-sampai bawa peta saja masih tersesat. hiks. hiks. walhasil muter-muter nggak karuan.

dari buku Miss Backpacker Naik Haji, wah itu nekad banget sejak awal mah.
Berangkat tanpa ada bimbingan dan pengarahan dulu mau ngapain. Dari pelabuhan kapal, kita dinaikkan bis lalu diturunkan di dekat maktabah Masjidil Haram, tanpa tahu harus menginap di mana. Duh. Kayak orang hilang deh. Nah lho. Kurang nekad apa?


Miss Backpaker Naik Haji (cover baru)

MISS BACKPACKER NAIK HAJI 
Catatan Perjalanan dari Tanah Suci
Penulis: Dian Nafi
Penerbit : Pustaka Iiman-Grup Mizan
ISBN : 978-602-98187-7-2
Harga : Rp 43rb

Sinopsis:
Para perempuan menunaikan haji ala backpacker? Wow, pasti seru! Kisah kakak beradik yang berhaji pada tahun yang sama. Sang adik berangkat dari Mesir dengan kapal laut, dan ketiga kakaknya berangkat dari Indonesia naik pesawat. Beragam pengalaman asyik, lucu, menggelikan, menyeramkan, mengesankan, dan juga dag dig dug campur aduk menjadi satu. Suka dan duka mewarnai seluruh perjalanan yang insya Allah memperoleh rida, berkah, juga kemabruran.

Bagaimana akomodasi sang adik selama di Arafah dan Mina nantinya? Jalan kaki atau naik kendaraan? Dapatkah ia menikmati fasilitas yang didapatkan ketiga kakaknya? Atau harus berkemah bersama teman-teman backpacker-nya? Bagaimana penginapan setelah ketiga kakaknya pulang ke Indonesia?
Sungguh mengesankan dan kaya akan pengalaman.


Endorsement:
"Siapa bilang berhaji dengan cara backpacker-an hanya bisa dilakukan oleh laki-laki? Buku ini dengan sangat meyakinkan, mengisahkan bahwa perempuan juga bisa menyempurnakan rukun Islam kelima itu dengan cara nekad dan berani. Lucu, menggelikan, menyeramkan dan mengesankan. Barangkali itulah kesimpulan yang bisa didapatkan saat menelusur lembar demi lembar di buku ini. Selamat!"
Aguk Irawan MN, penulis buku bestseller Haji Backpacker


“Buku yang inspiratif, dituturkan dalam bahasa yang mudah dicerna dan diselipi puisi penuh makna yang sangat menyentuh kalbu. Memotivasi pembaca dan memantapkan hati para wanita melaksanakan haji meski awalnya penuh perjuangan namun pengalaman yang didapat sungguh tak ternilai.”
Astri Novia, penulis buku bestseller Lucky Backpacker


Diskusi Buku Mesir Suatu Waktu



Insya Allah Diskusi Buku Mesir Suatu Waktu akan diselenggarakan

Hari/Tanggal : Jumat 13 September 2013

Jam : 15.00WIB-17.00WIB

Tempat : Toko buku Gramedia Pandanaran Semarang Lt. 2

Nara sumber : Penulis Mesir Suatu Waktu (Dian Nafi dan Rabiah Adawiyah)

Peserta : Umum dan Komunitas Kepenulisan

Acara & Materi :


Diskusi Buku Mesir Suatu Waktu

- Sharing kepenulisan dan tips bagaimana menulis memoir






*Dapatkan diskon untuk pembelian buku Mesir Suatu Waktu selama diskusi buku berlangsung
*Dapatkan doorprize buku Mesir Suatu Waktu

Kyai Salman Dahlawi

K.H. Muhammad Salman Dahlawi, pengasuh Pondok Pesantren Al-Manshur, Popongan, Klaten Jawa Tengah, pesantren tertua di Klaten.
Kiai kelahiran 1936 ini juga dikenal sebagai guru musryid Thoriqoh Naqsyabandiyah Khalidiyyah, yang ratusan ribu muridnya tersebar di Nusantara khususnya Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan beberapa tempat di Sumatra.
MBAH/YAI SALMAN begitu para santri/khalayak umum akrab menyebut nama beliau. adalah anak lelaki tertua K.H. M. Mukri bin K.H. Kafrawi, dan cucu lelaki tertua K.H. M. Manshur, pendiri pesantren yang sekarang diasuhnya. K.H. M. Manshur adalah putra Syekh Muhammad Hadi Girikusumo Mranggen, salah seorang khalifah Syekh Sulaiman Zuhdi, mursyid atau guru pembimbing Thoriqoh Naqsyabandiyah Khalidiyyah di Mekah.
Sebagai cucu lelaki tertua, Yai Salman memang dipersiapkan oleh kakeknya, K.H. M. Manshur yang di kalangan pesantren Jawa Tengah termasyhur sebagai aulia' untuk melanjutkan tugas sebagai pengasuh pesantren sekaligus mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah Khalidiyyah.
Pada 1953, ketika Yai Salman berusia 19 tahun, sang kakek yang wafat dua tahun kemudian, membaiatnya sebagai mursyid. Sorogan Bandongan Untuk menambah bekal keilmuan, Yai Salman nyantri ke pesantren pimpinan K.H. Khozin di Bendo, Pare, Kediri, Jawa Timur. selama kurang lebih empat tahun (1956-1960). Tapi, sebulan sekali ia masih sempat nyambangi pesantren yang diasuhnya di Popongan, yang selama ia mondok di Kediri diasuh oleh ayahnya. Sebelum menjadi mursyid, Yai Salman menimba ilmu di Madrasah Mamba’ul Ulum Solo dan beberapa kali nyantri pasan pengajian Ramadhan kepada K.H. Ahmad Dalhar Watu Congol Magelang Jawa Tengah.
Sejak 21 Juni 1980, Pesantren Popongan berganti nama menjadi Pondok Pesantren Al-Manshur untuk mengenang pendirinya, sekaligus peresmian yayasannya. Seperti di pesantren lain, semula santri yang datang hanya untuk nyantri dan ngaji dengan sistem sorogan dan bandongan (sistem pengajian tradisional di pesantren). Baru pada 1963 didirikan beberapa lembaga pendidikan formal mulai dari Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Diniyah, Madrasah Aliyah, dan terakhir Taman Kanak-kanak Al-Manshur (1980).
Saat ini Pesantren Al-Manshur terdiri dari tiga bagian: pesantren putra, pesantren putri, dan pesantren sepuh yang diikuti sejumlah orang tua yang menjalani suluk, yaitu laku atau amalan thoriqoh. Berbagai kegiatan ditata ulang. Program tahfidzul Qur’an, menghafal Al-Quran misalnya, ditangani oleh K.H. Ahmad Jablawi (kakak misan Kiai Salman) sekaligus ia mengasuh santri putri. Sementara pengelolaan madrasah formal diserahkan kepada K.H. Nasrun Minallah adik Kiai Salman. Kiai Salman sendiri mengasuh santri putra dan santri sepuh.
Untuk mengantisipasi perkembangan zaman, kiai yang dikaruniai tiga putra dan lima putri dari istri pertama Mu’ainatun Sholihah ini juga telah menyiapkan proses kaderisasi dan regenerasi. Dan sejak tahun 2001 ia menikahi istri kedua Siti Aliyah, sepeninggal istri pertama yang wafat pada tahun 2000.
Sejak itu beliau juga memulai proses regenerasi dengan melibatkan putra-putrinya dalam pengelolaan pesantren.Belakangan, seiring dengan usianya yang kian lanjut, Kiai Salman menyiapkan kader pribadi baik sebagai pengasuh pesantren maupun mursyid thariqah yaitu Gus Multazam, 35 tahun. Sebab, belakangan kondisi fisik kiai yang tawadhu’ ini memang agak lemah. Maka Gus Multazam, putra ketujuh yang lahir di Mekah inilah, yang tampil sebagai badal (pengganti) dalam beberapa pengajian. Misalnya dalam pengajian fikih di hadapan para santri sepuh setiap hari Selasa.Figur Kiai Salman amat bersahaja, ramah dan tawadhu’.
Pada bulan Ramadan 1425 H lalu, beliau genap berusia 70 tahun.
Ketika berbicara dengan para tamu, Kiai Salman lebih sering menundukkan kepala, sebagai wujud sikap rendah hati. Tak jarang, bahkan ia sendiri yang membawa baki berisi air minum dari dalam rumah untuk disuguhkan kepada para tamunya.Seperti halnya para ulama, semakin sepuh justru semakin banyak yang sowan memohon doa restu atau nasihat. Demikian juga dengan Kiai Salman, kian hari kian banyak kaum muslimin dari berbagai daerah, dan berbagai kalangan, yang sowan kepadanya. Baik untuk konsultasi pribadi, bertanya masalah agama, maupun sekadar silaturahmi minta doa restu. Bagaikan pohon, semakin tua semakin rindang, semakin banyak pula orang bernaung dari sengatan mentari di bawah rimbunan dedaunan.


Dan inna lillahi wa inna ilaihi roojiuun, beliau meninggal dunia kemarin 27 Agustus 2013. 

Sarva Ke Ubud? Are You Sure?

 Hidup ini sederhana. Karena hasrat, keinginan dan lain sebagainya, jadilah hidup itu rumit. Berat.

**

Hai para pembaca seri Mayasmara
Apa kabar? 

Kali ini ada berita baru nih, kabar gembira. Kabar dari Sarvatraesa

Alhamdulillah, kontrak atau surat perjanjian  penerbitan novel Sarvatraesa sudah ditandatangani. 
Mudah-mudahan segalanya berjalan lancar dan mulus, sehingga selambat-lambatnya Oktober ini novel tersebut sudah bisa hadir untuk pembaca sekalian. 

Kali ini kita bocorkan sedikit tentang novel ini ya, teman-teman bisa lihat book trailer novel Sarvatraesa berikut : http://www.youtube.com/watch?v=ptofHLF4ThM

Check it out : Sneak Peek novel Sarvatraesa di twitter @sarvatraesa01 ya :)

Jangan lupa siapkan kocek untuk membeli novel Sarvatraesa di toko buku nanti. Terima kasih :)))




Oh ya, karena kemungkinan novel Sarvatraesa terbit bulan Oktober 2013, kemungkinan launchingnya akan diselenggarakan sekalian pas saya ke Ubud karena dapat tiket gratis dari UWRF.
Apakah mungkin Sarva akan terbang dari Utrecht Belanda untuk datang ke Ubud juga? *halagh :D


Road To Around The World

It's not easy to start again what you have leave by years.
I was very fluently in English when I was a marketing manager in an exporter furniture. (2001) My boss came from England, so I can laugh and get discussion in English every day.

After I resign and build my own office as architecture consultant, I never practice English.  It has been a long time ago. And now I must practice again because I will meet my design client, a Spain man next week. And I  should prepare to go to Ubud this October, because I get free ticket fromUWRF. Can you imagine it? There will be so many International writers there. So I should refine and fix my English again, from now on :D


And of course I have to read, write and make conversation in English well because I have aims to walking around the world. Aamiin

Antara Fatin, Novita Dewi Dan Kita.

Satu lagi catatan yang saya dapat dari pengalaman saat wawancara dengan media kemarin. Karena kebetulan saya juga menonton XFactor Around The World pada malam harinya.

Menjadi catatan penting, bahwa persiapan dan simulasi yang kita lakukan sebelum hari H dan detik D peristiwanya adalah penting. Perhatikan saja bagaimana Fatin dan Novita Dewi menjawab pertanyaan dari host acara usai mereka bernyanyi duet. Kita bisa sama-sama lihat siapa yang lebih siap untuk pertanyaan itu. Tentu saja ini juga berkaitan dengan kapasitas kemampuan seseorang, usia, jam terbang, pengalaman dan sebagainya. Tapi sebuah persiapan dan simulasi yang bagus akan berpengaruh pada saatnya tampil/ performance. Dan waktu tak akan kembali terulang.





So be prepare and the success will be the result. InsyaAllah


Titik Baliknya Menjadi Titik Balikku

Ini lho tulisanku yang pertama kali menang lomba di tahun 2010 :)

SUAMIKU, AKU MAKIN MEMPESONA, KAN?
by Dian Nafi
Synopsis/Premis:
(Hendak  dimadu suaminya, seorang istri yang tadinya  cuma seorang ibu rumah tangga malah menjadi wanita karir meniti kesuksesannya).

April nanti, harusnya jadi ulang tahun perak pernikahan kami. Hampir 25 tahun menemani Ilham dalam biduk rumah tangga. Anak kami, Nuha  sudah mau klas 2 SMA, Albab 3 SMP, Abshor 5SD.
Dari sejak menikah, telah terpatri di hatiku, untuk sepenuhnya mengabdi pada suami dan anak –anak. Karena keridloan Allah yang kudapat jika aku memperoleh ridlo suami . Anak-anakku meski semuanya laki-laki juga menjadi anak – anak yang santun dan berprestasi di sekolah mereka.
Kukira semuanya berjalan dengan sangat baik dan hampir sempurna. Tapi bagai disambar petir di siang bolong, aku mendapati suamiku ternyata berselingkuh dengan wanita lain. Bermula dari rekanan bisnis, suamiku banyak menjadi tempat curhat Lusi. Seorang wanita karir yang mapan tapi merasa diperlakukan dengan tidak selayaknya oleh sang suami.
Aku meradang ketika lama –lama aku merasakan rasa belas kasihan dari suamiku, Mas Antya, untuk Lusi mulai berlebihan. Berawal dari pertemuan – pertemuan bisnis, kemudian pertemuan –pertemuan curhat dan akhirnya sms –sms mesra. Laa ilaha illallah…..aku menjerit dalam hatiku, meronta, menangis.
Padahal aku berkorban begitu banyak. Terpaksa meninggalkan bangku kuliah, padahal tinggal satu semester saja menuju kelulusanku. 24 jam ku untuk suami dan anak-anak. Aku tidak berkarir, tidak berorganisasi, tidak suka berkunjung ke tetangga ngobrol ngalor ngidul.satu –satunya kegiatan di luar rumah adalah arisan dan pengajian sebulan sekali.
Hidupku seakan hancur ketika mas Antya mulai menunjukkan kemesraannya dengan Lusi dan terang – terangan memintaku untuk mau dimadu. Karena akhirnya Lusi mengakhiri hubungan dengan suaminya di peradilan dan resmi berstatus janda. Dia tinggal menunggu mas Antya melepaskan aku. Tapi sepertinya mas Antya tetap mempertahankanku dan keputusannya adalah menjadikan Lusi sebagai istri kedua. Aku sobek, terkoyak koyak robek, lalu mewek. Duniaku hanya mas Antya dan anak-anakku. (mewek = menangis dengan  kesedihan yang amat sangat)

Hari-hariku selanjutnya kupenuhi dengan kemarahan yang kutahan, agar tidak ketahuan anak-anakku dan tangisan –tangisan yang menggeram. Di kamar, di sudut kamar mandi, di sujud panjang malam-malamku.
Aku teropong lagi kehidupan perkawinan kami. Sebenarnya , sejujurnya, ini bukan pertama kalinya mas Antya berselingkuh, kalau aku bisa menyebutnya begitu. Beberapa kali malah. Dan parahnya semua selingkuhannya adalah teman- temanku juga. Suamiku memang model laki-laki yang ramah dan peduli. Mungkin itulah yang banyak memikat hati para pemujanya.
Aku pun berkali – kali sabar dan alhamdulillah telah melalui setidaknya tiga kali ganjalan , tiga kali orang ketiga, dalam hubungan kami. Aku dengan super kesabaranku, mendekati wanita yang sedang dekat dengan suamiku. Dan dengan caraku yang kukira cukup asertif dan elegan, berhasil mengusir mereka dari kehidupan perkawinan kami, satu persatu.
Tapi, entahlah , yang keempat ini agaknya agak susah aku kendalikan. Suamiku sendiri agaknya tergila –gila, dan Lusi sepertinya berkacak pinggang di atas penderitaan dan kelelahanku. Dan menambah keparahan semua ini adalah mungkin lama-lama aku bosan dengan kelakuan suamiku.
Lama –lama aku bosan bila kamu terus meninggalkan aku, gitu mungkin lagu dari Audy , lagu yang pas buat mas Antya.
Aku minta dia untuk menceraikan aku saja secara resmi di peradilan agama, karena beberapa kali dia sebenarnya , entah sadar atau tidak, berkata menceraikan aku karena terus merecoki hubungannya dengan Lusi.
“ Ayo, ceraikan saja aku. Aku juga sudah tidak tahan lagi”, tantangku suatu hari. Inilah keberanianku yang pertama kali setelah hamper 25 tahun terus menghamba dan memperbudak diriku sendiri untuk dirinya.
Aku pikir-pikir,  suami tidak tahu diuntung. Nafkah pas – pas an, beberapa kali dia selingkuh dan aku memaafkannya, seutuhnya aku hanya untuk dirinya dan anak-anak kami, bukan terimakasih dan balasan cinta yang setimpal yang kuterima tetapi justru pengkhianatannya sekali lagi. Bukan maaf dia ucapkan, tapi justru permintaan yang sulit kufahami, dimadu. Aku capek. Aku mau bubar saja.
Mas Antya meski tergila –gila dengan Lusi, ternyata tidak mau melepaskan aku begitu saja. Seringkali untuk menggertakku, ia berkata, “ Kalo mau  pergi, pergilah Gea. Anak- anak tetap bersamaku”, tukas mas Antya.
Ah ya, anak-anak.
Anak- anak adalah harta kami yang paling berharga. Tidak ada yang bisa kami perebutkan kecuali ya…anak –anak. Dan aku tidak mau. Aku juga tidak mau anak-anak hanya bersama aku. Itu akan berat untuk mereka.
Pernah beberapa kali, mas Antya tidak di rumah untuk 4 hari bukan untuk alasan pekerjaan atau sesuatu yang serius dan penting. Dia menghilang entah ke mana, mungkin jalan – jalan dengan  Lusi gila itu atau ah, aku antara peduli dan tidak mau tahu. Tapi anak-anakku yang terlihat limbung. Aku kasihan melihat mereka, aku sadar saat itu bahwa aku mungkin harus tetap mempertahankan keutuhan keluarga ini. Aku harus berusaha.
Kupanjangkan sujud-sujud malamku, kupasrahkan diriku kepada takdirNya, kumaafkan diriku sendiri sebelum akhirnya aku memaafkan suamiku dan mungkin juga mulai kumaafkan Lusi, wanita yang terus menerus merengek untuk kuikhlaskan menjadi maduku.
Aku menahan cinta yang terluka. Aku hanya bercerita sedikit dengan ayah ibuku di kota lain tentang kekisruhan ini tapi aku tidak ingin membuat mereka bersedih.
Meski malu, aku berusaha bertanya ke beberapa tetangga dan teman yang dimadu oleh suaminya. Dengan harapan aku bisa belajar, siapa tahu aku bisa. Meski aku menutupinya, lama –lama keadaan kami tercium oleh banyak orang juga, termasuk  ketiga anak lelakiku. Tetapi aku yakinkan pada mereka bahwa kami akan baik – baik saja dan keluarga akan tetap utuh, apapun yang terjadi. Alhamdulillah, anak-anakku bisa diajak bicara dan mereka tampak bisa menerima kemelut ini dengan tetap tegar. Prestasi mereka di sekolah tetap baik dan mereka masih anak – anakku yang manis. Kepada ayah mereka, kesopanan dan ketaatan tidak berubah.

Suatu kali, aku coba menempatkan diriku seolah – olah aku telah dimadu. Dengan sedikit imajinasiku, aku men-test kemampuan emosional dan mentalku. Tapi belum lagi kuselesaikan imajinasiku hari itu, aku kabur berhambur air mata yang banjir menetes dari kedua mataku yang telah lama membiru. Jalan tanpa membawa uang sejauh 5 km  dari rumah dengan tujuan yang tidak jelas. Nyaris seperti orang gila. Dan karena tidak membawa uang, dengan berjalan kaki sekali lagi menuju rumah menempuh 5km yang akhirnya baru terasa sangat melelahkan.
Perjuanganku untuk tetap bertahan dalam kekacauan badai ini, ternyata justru mendapat dukungan dari ayah dan ibu mertua serta saudara – saudara iparku. Agaknya mereka lebih mengenal mas Antya yang flamboyant dan cenderung playboy sejak masa mudanya. Sayangnya kami, aku dan mas Antya, bertemu dalam masa ta’aruf yang singkat dan karena tsiqoh/ percaya penuh kepada masing-masing perantara kami, akhirnya kami baru benar-benar mengenali karakter satu sama lain setelah beberapa tahun pernikahan kami.
Ibu mertuaku mendorongku untuk ambil peran dalam yayasan keluarga yang menangani sekolah taman kanak – kanak. Kebetulan meski sudah berusia 20 tahun, sekolah ini tidak tambah maju tapi semakin meredup. Atas ajakan ini akupun antusias menerimanya. Beberapa orang bilang dengan kesibukan, mungkin luka dan duka bisa sedikit terlupakan. Kupikir, ada baiknya energi kemarahanku ini kualihkan untuk hal yang lebih baik. Okelah kalo begitu.
Ibu mertua menugaskan aku untuk mewakili yayasan hadir dalam pertemuan – pertemuan PGTKI. Perhimpunan Guru TK Indonesia. Excited, menyenangkan juga mengunjungi beberapa lembaga pendidikan dan bertemu dengan orang – orang yang bersemangat untuk mengabdikan diri mereka untuk anak – anak , generasi masa depan bangsa.
Atas ijin anak-anakku dan mas Antya, setelah ibu mertuaku membujuknya, akhirnya aku mulai melangkah keluar rumah. 24 jam yang dulu aku habiskan hanya di dalam rumah, kini perlahan tapi pasti mulai kubagi dengan berbagai aktifitas yang baru. Seminar dan pelatihan, rapat-rapat, outing dan studi banding. Masih ada waktu yang senggang, aku tawarkan diri kepada teman, seorang janda beranak dua yang ditinggal meninggal dunia suaminya. Dia mengelola PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan aku merasa perlu belajar darinya sambil melihat peluang apakah aku bisa juga membuka PAUD di yayasan keluarga mertuaku. Aku ungkapkan hal ini padanya, dan dia mendukungku. Karena lokasi yayasan mertua dan PAUD teman tempat aku magang ini, beda kecamatan, jadi tidak ada masalah sama sekali. Bersama temanku ini, aku banyak curhat. Dan kami sharing banyak hal.
Hidupku semakin berwarna setelah akhirnya aku memberanikan diri membuka PAUD di Yayasan Mertuaku, dan ipar-iparku mendukung aku. Sebuah dream team kami ciptakan dan perlahan tapi pasti langkah kami semakin mantap. Bersama mereka pula, aku akhirnya mengakhiri status quo Kepala Sekolah TK yang selama ini diamanahi mengelola TK Yayasan, tapi memanfaatkannya untuk dirinya sendiri. Setelah 20 tahun TK tidak menghasilkan apapun untuk Yayasan, kami membuat terobosan untuk membuat sebuah system manajemen yang fair dan transparan untuk siapapun, untuk yayasan maupun pengelola baru yang kami tunjuk menggantikan yang lama.
Dan selanjutnya, bahkan telah lama kukubur impian ini, aku kembali bersekolah. S1 ku yang dulu berantakan di farmasi karena pernikahan, kini kubuka lembaran baru S1 di pendidikan agar kiprahku di dunia baruku ini semakin berkualitas.
Bukan tujuanku sebenarnya untuk unjuk gigi kepada suami. Tapi ternyata dengan semua keberhasilanku ini, mas Antya semakin tidak bisa melepaskan aku. Meski dia jujur bilang tidak bisa melepaskan Lusi. Aku belum tahu ke arah mana akhir perjalanan kami. Tapi  perjalanan ini membawaku pada ungkapan seseorang yang menganjurkan kita untuk selalu berpikir apapun yang datang adalah kesempatan Tuhan untuk mengangkat kita.
Lihatlah seperti itu dan berpikirlah, “Hal ini terjadi untuk menunjukkan aku sesuatu, untuk menjelaskan sesuatu kepadaku.” Jadi panjatlah. Panjatlah menuju langkah berikutnya dengan keimanan, kesabaran, dan keihklasan.

Menulis Bermula Dari Bagaimana Menyerap Informasi Dengan Tepat


Alhamdulillah profil saya kembali dimuat di media. Kali ini ada di Jawa Pos Radar Semarang 25 Agustus 2013. Meski begitu ada beberapa hal yang mesti dikoreksi demi kepentingan kebenaran sejarah. Ahahay. (Halagh :D)

Nih, antara lain karena di situ ditulis saya mulai nulis lagi  2011, jadi begini sejarah yang sebenarnya :)
Yang benar saya mulai nulis lagi tahun 2009.
Lalu memenangkan beberapa lomba sejak 2010. Antologi pertama saya (di mana saya menang sebagai juara II, terbit April 2010)
Dan novel pertama saya Mayasmara  terbit Oktober 2010.


Saya jadi ingat ada sebuah kejadian lain di tempat lain dengan orang lain yang membuat saya masygul, tetapi kemudian saya telan sendiri karena bukan saatnya lagi kekanak-kanakkan hanya karena masalah contribute dan tribute. Jadi ada orang yang dalam halaman persembahan bukunya menulis begini : bahwa dia membuat sebuah komunitas menulis dan dari sanalah lahir penulis-penulis ini (beliau menulis beberapa nama, termasuk nama saya dan beberapa nama teman yang saya tahu datang ke dunia kepenulisan ini lagi di tahun 2010 itu karena kami sama-sama 'ditemukan' salah satu penerbit Yogya saat itu dalam memenangi beberapa audisinya) Padahal saat 'beliau' ini membuat komunitas online itu, kami-kami ini sudah jadi penulis karena sudah melahirkan beberapa buku solo. Ya sudahlah, nggak apa-apa juga sih nama dicatut. Cuma ya gitu.....agak melenceng dari sejarahnya. Sementara saya yang menggawangi Hasfa Publishing(bersama guru saya) dan dari sana lahir nama-nama baru yang kemudian berkembang saja, tidak mencatut nama-nama mereka untuk kemudian saya tulis sebagai 'yang saya dan Hasfa hasilkan'. Karena mereka kan bukan 'belajar' dari Hasfa saja.

Wah, apakah postingan saya ini menjadi kontra produktif atau tidak, mari kita tunggu komentar guru saya ya. Hehe. Kalau beliau besok baca dan bilang curhatan saya yang bagian bawah itu kontra produktif, berarti postingan ini besok dihapus. hehehehe..

Oh ya, mumpung ingat nih. Berkebalikan dengan sikap 'beliau' yang 'mencatut' beberapa nama menjadi sebagai yang 'beliau' hasilkan, saya mencatat sebuah nama di hati saya (selain guru saya tentu saja). Dia ini banyak mendorong saya dengan dukungan dan ketulusannya (saya tahu dia mendoakan saya juga). Pun dia menemani teman-teman yang lain juga dalam komunitas cabang dari sebuah komunitas menulis online nasional. tetapi dengan humble-nya dia tidak menampakkan dirinya. Saya merasa salut padanya dan merasa masih harus banyak belajar darinya. Dalam hal berkontribusi tetapi tidak merasa berjasa apalagi ingin menonjolkan diri. Subhanallah. Yaaa gitu deh. Ada banyak macam orang dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, termasuk kita, termasuk saya :D

Tinggal Sehari Lagi

Tinggal sehari lagi  Giveaway Mesir Suatu Waktu
Silakan klik ini ya :
http://www.goodreads.com/giveaway/show/60156

Synopsis


“Siang ini sambungan telepon telah mulai normal. Bergegas aku menelepon Ibu, mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Terdengar dari bicaranya, Ibu sedikit bingung. Ah, mungkin Ibu belum tahu keadaan Mesir yang semakin runyam. Yang penting aku ingin memberitahunya bahwa aku aman, itu saja.”

Mesir Suatu WaktuMesir Suatu Waktuadalah kisah-kisah sederhana yang terangkai dalam kehidupan seorang mahasiswi di Universitas Al-Azhar, Cairo. Entah mujur, entah sial, ia benar-benar menjadi saksi dari aneka peristiwa di sana. Bukan hanya ilmu yang ia dapat, tapi juga pengalaman melihat Mesir yang berkecamuk karena suhu politik yang memanas. Bahkan puncaknya, ia pun harus segera pergi dari negeri tersebut. Walau demikian, di situlah letak arti “belajar” yang sesungguhnya: mengamati kebesaran nama Allah

Judul : Mesir Suatu Waktu
Penulis : Dian Nafi & Rabiah Adawiyah
Penerbit : Grasindo
Harga Rp 35rb. 




Nih dia book trailernya : http://www.youtube.com/watch?v=7tkvg8HsIC4
Hadir di toko buku Gramedia dll. 

Mau beli versi digitalnya? Bisa beli di sini nih :

Untuk yang tinggal di luar Indonesia, bisa beli via amazon lho :)



LiveTwit Mesir Suatu Waktu




Buku Mesir Suatu Waktu di Toko buku Gramedia
Alhamdulillah malam ini dalam rangka promo buku Mesir Suatu Waktu, diadakan Livetwit Friday Talk dengan penerbit Grasindo :)

Berikut petikannya :

1.       #FridayTalk Hallo @ummihasfa , kesibukan apa yang sedang dikerjakan akhir – akhir ini ?

@grasindo_id Membuat desain arsitektur kawasan villa di Jepara,  menulis novel, cerpen dan naskah lainnya #FridayTalk

2.       #FridayTalk Di mata @ummihasfa, buku #MesirSuatuWaktu itu seperti apa?
.
@grasindo_id Dia merupakan hadiah bagi persahabatan saya dengan adik saya #FridayTalk
@grasindo_id Sekarang kami sedang menulis duet lagi bersama adik saya dan sudah menjadi novel pesanan Grasindo :D #FridayTalk

3.       #FridayTalk Bisa @ummihasfa ceritakan sekilas tentang buku #MesirSuatuWaktu ?

@grasindo_id Ini buku yang komplit,ada panduan belajar di Mesir, travelling, persahabatan yang  dibungkus dalam kisah/cerita. #FridayTalk
@grasindo_id Juga menceritakan pengalaman - pengalaman  menegangkan saat kerusuhan Mesir 2011 #FridayTalk


4.       #FridayTalk Apakah ada semacam riset khusus yg dilakukan @ummihasfa dalam pengambilan cerita dalam buku #MesirSuatuWaktu ?

@grasindo_id Saya menodong adik saya yang baru saja pulang dari Al-Azhar Mesir waktu itu untuk menulis sebuah buku bersama #FridayTalk
@grasindo_id Dia yang mengalami langsung semua peristiwa – peristiwa yang ada di Mesir saat itu #FridayTalk
@grasindo_id Lalu sebagian saya tulis berdasarkan ceritanya, dan sebagiannya lagi dia yang langsung menulisnya sendiri #FridayTalk




5.       #FridayTalk kira – kira suka duka @ummihasfa itu seperti apa ketika menulis #MesirSuatuWaktu?

@grasindo_id Adik saya sempat berhenti beberapa kali dalam proses penulisan buku ini #FridayTalk
@grasindo_id dikarena dia sendiri merasa tidak yakin bahwa tulisannya layak untuk dijadikan buku dan diterbitkan #FridayTalk
@grasindo_id Tapi saya mendorongnya terus supaya  kami bisa menyelesaikan apa yang telah kami mulai ini #FridayTalk


6.       #FridayTalk Apa yang paling unik atau seru dari #MesirSuatuWaktu itu menurut @ummihasfa ?

@grasindo_id Yang paling unik dari buku ini yaitu karena ada kiat-kiat sukses belajar di Al Azhar #FridayTalk
@grasindo_id Yg dimana kiat – kiat sukses belajar ini disampaikan dalam bentuk kisah – kisah yang menginspirasi #FridayTalk
@grasindo_id Yang paling menegangkan  saat  terjadi kericuhan, malam dan hari-hari mencekam kala kerusuhan Mesir terjadi #FridayTalk

7.       #FridayTalk Melihat Mesir yg sedang bergejolak dan memakan korban jiwa saat ini, bagaimana pendapat @ummihasfa?

@grasindo_id Sangat disayangkan bahwa keserakahan manusia menyebabkan bumi para Nabi ini bersimbah darah #FridayTalk
@grasindo_id Kita terus berdoa bersama supaya segera terselesaikan segala masalah dan Mesir kembali damai #FridayTalk

8.       #FridayTalk apa yang ingin @ummihasfa sampaikan kepada para pembaca lewat #MesirSuatuWaktu?

@grasindo_id Dunia ini seluas harapan, sesempit ketakutan. Diciptakan kehidupan untuk kebahagiaan #FridayTalk
@grasindo_id Semakin tampak semakin tiada, semakin meniada semakin tampak.  Menjadi gelap mulia ketika melahirkan cahaya #FridayTalk
@grasindo_id Tiap peristiwa itu pembelajaran. Bukankah setiap bangun kt melupakan tidur & setiap ngantuk kt menampikkan bangun? #FridayTalk 
@grasindo_id Maka mereka yang bersyukur itu bukan saja keren karena langka, tetapi juga mempertahankan putaran dunia #FridayTalk
@grasindo_id Bersyukur itu kehangatan, maka dia membagi seperti air, angin dan tanah . Rabbena Ma’ak Yaa Masr! #FridayTalk

9.       #FridayTalk Apa agenda selanjutnya dari @ummihasfa ? apa akan menulis buku lagi?
grasindo_id insyaAllah roadtrip utk nulis sebuah novel yg disiapkan utk film. Sekalian ke Ubud krn dpt tiket gratis dr UWRF #FridayTalk

@grasindo_id dan tentu saja menyelesaikan beberapa PR menulis novel&buku lainnya. InsyaAllah akan terus menulis. Doakan ya #FridayTalk

Interview

Alhamdulillah hari ini kembali fadhol dan karuniaNya melimpahi kami. Aamiin.

Setelah dihubungi salah satu awak media beberapa hari lalu, pagi tadi akhirnya kami bertemu untuk interview. Jreng.. jreng....

Sekitar dua jam-an ngobrol dan wawancara sembari nge-coklat hangat (enggak ngopi :D)
Tentang proses bagaimana saya menulis, apa saja suka dukanya, apa saja karya yang sudah ditulis, karya apa yang paling berkesan buat saya, penulis mana yang menginspirasi, siapa saja yang berpengaruh dalam kepenulisan saya, bagaimana prospek penulis, apa saja pesan buat penulis pemula, apa saja harapan dan cita-cita saya ke depan, dan lain-lain banyak lagi.

Setelah wawancara, klik klik... saatnya berpose dengan buku-buku terbaru :D
Thanks for having me :))


Untukmu Uje

BUKU UNTUKMU UJE yang juga di dalamnya terdapat puisi ungkapan terdalamku pada beliau, alhamdulillah sudah beredar di toko buku. Semoga berkah manfaat. 
Berikut info buku dan cuplikannya. 



 



 | 
Penerbit:Edu Penguin 
Code:9786021777701 
Rencana Terbit:05 Juni 2013 
Jenis Cover:Soft Cover 
Halaman:- 
Ukuran:135 x 200 mm 
Berat:250 gram 
Sinopsis:
Ustadz Bucep adalah sahabat dekat Uje, sehari sebelum meninggal saat minum kopi, ada pelajaran indah yang Uje sampaikan ..."ketika kau hinakan dia..belum tentu dia hina di mata DIA, tetapi ketika orang mengira diriku baik... maka saat itulah aku menghinakan diriku". Artinya, jangan mudah menghina orang, memandang rendah orang lain, padahal belum tentu dia hina di mata ALLAH.

H. Tubagus Muhammad Muhyilhaq Albatani: Guru spiritual Uje, berkata: sebelum wafat, almarhum sudah 7 kali mimpi bertemu dengan Nabi dan dia ceritakan kepada saya. Uje berkata kepada saya, "Abah jangan ceritakan mimpi ini jika saya masih hidup dan saya akan wafat terlebih dulu mendahului Abah sebagai mana tafsiran mimpi yang telah Abah terangkan kepada putramu ini. Dan akhirnya, hari inipun saya bersaksi bahwa inilah kebenaran beritanya, bukan fiktif belaka. Beliau sungguh mati syahid. Walau orang lain tidak menggelari almarhum, dari dulu saya menggelari almarhum dengan julukan "addai fiddinillah" (orang yang mengajak kepada agama Allah), addai fiddinillah Jefri Al Buchori. "Jef, isyta saidan wayamutu saidan, Jefri jika lu hidup merakyat ya, bersahabat dengan rakyat kecil dan dalam bergaul tidak pilih bulu, maka lu akan hidup bahagia dan dicintai orang, dan matipun lu akan mati syahid, dicintai orang, maka mati lu seakan-akan hidup. Tiap kali saya mengajar dia, selalu saya ingatkan Alhamdulillah ya ALLAH putraku hidupnya bahagia matinya pun bahagia. Tidak sedikit khalayak kecil meneteskan air mata karena kehilangan dia dan tidak sedikit yang menyolatkan dan mendoakan sampai saat ini.

"Addai fiddinillah ustadz Jefri Al Buchori rohimahullah"
f

Novel Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku di beberapa toko buku

Terima kasih teman2 yg sdh membeli,membaca dan mengapresiasi novel terbitan

Nih dia kiriman beberapa teman. Liputan Novel Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku di beberapa toko buku seluruh Indonesia.  Terima kasih ya sudah mengirimkan ini :)







Novel LUV: Untuk Cinta Yang Selalu Menunggu

Endorsement:

"Sebuah novel kolaborasi Julie Nava dan Dian Nafi yang sarat dengan aura cinta, ujian, konflik bernuansa Timur dan Barat. Pernikahan yg tidak dilandasi cinta melainkan semacam pelarian dari rasa patah hati, haus akan cinta dan peneguhan bernama ikrar pernikahan. Menarik, karena disajikan oleh dua perempuan yg berjauhan domisilinya: satu di Jawa Tengah satu lagi di Amerika. Tidak semua penulis mampu berbagi karya novel, termasuk saya, sebab novel sangat pribadi. Ternyata duet Julie da Dian berhasil menyajikan sebuah novel yang ciamik. Selamat!" (Pipiet Senja, novelis Indonesia, mukim di Depok)

“L.U.V menampilkan kisah cinta yang di luar kebiasaan. Dari bab ke bab, latar belakang dan kepribadian para tokohnya dikupas perlahan oleh Julie Nava dan Dian Nafi, yang akan membuat pembaca penasaran. Tokoh-tokoh yang awalnya terlihat biasa dan sempurna, ternyata menyimpan kepribadian kuat dan rahasia yang kelam.” (Santi Dharmaputra – None Jakarta dan penulis, tinggal di Sydney) 

“Tak mudah menyatukan kesepahaman cerita oleh dua penulis. Namun di tangan Dian Nafi dan Julie Nava; ternyata bukan masalah. Novel ini benar-benar Two in One. Dua orang dalam satu cerita. Awesome! Masing-masing tokoh dalam cerita ini memiliki karakter, dan keunggulan dari karya ini adalah, masing-masing penulisnya mampu membentuk karakter yang utuh. Tentunya ini tidak terlepas dari keterasahan para penulis dalam menekuni dunia kepenulisannya. Bagaimana para penulis begitu smart-nya mengemas konflik, dengan gaya bahasa masing-masing, dan pendeskripsian yang benar-benar mampu membuat pembacanya menyatu dalam cerita.” (Elis Tating Badriah – penulis dan pendidik, tinggal di Bandung)

L U V :Untuk Cinta Yang Selalu Menunggu

ISBN 9786029160

Penulis : Dian Nafi &Julie Nava
Penerbit : Hasfa Publishing 
Harga Rp 30rb.
Bisa  juga dibeli online. Sms ke 081914032201. 
Tulis nama/alamat/jumlah/judul buku yang  dipesan 





Novel Lelaki: Kutunggu Lelakumu

Endorsement :

"Cinta selalu punya makna lebih. Tidak pernah membosankan untuk dinikmati. Cinta dalam novel kali ini bernuansa lain : sudut pandang baru, humor segar, juga hati yang merana. Lihatlah bagaimana tokoh cerita ini, Mayana, beranggapan bahwa mungkinkah lelaki sesungguhnya menunggu wanita mendatangi mereka, sebab para lelaki terlalu apatis dalam memulai kisah cinta?"
(Sinta Yudisia II - pegiat FLP, penulis, novelis)

"Jika anda setuju lelaki tidak sekedar bagian dari isi dunia atau pewarna setiap cerita cinta.... maka bacalah novel karya dua novelis wanita ini! temukan inspirasi dan hikmah terdalam dari seorang LELAKI dengan segala frasa indahnya ! bagus"
(Riyanto El-Harits, Novelis)


Judul : LELAKI : Kutunggu Lelakumu
Penulis: Dian Nafi dan Endang Ssn
Penerbit : Hasfa Publisher
Terbit : Juni 2012
ISBN : 978-602-7693-04-3
172 hal

HADIR DI GRAMEDIA dan toko buku lainnya (insya Allah akhir Juli 2012)

Tersedia di toko buku Gramedia dll

Nih trailer novel Lelaki Kutunggu Lelakumu : http://www.youtube.com/watch?v=QmgbMSa_w8k
Nih cuplikan acara launchingnya http://www.youtube.com/watch?v=s_x6QKb4d0k
Ditunggu komenmu di Goodreads juga ya : http://www.goodreads.com/book/show/15777760-lelaki