Pengungkit

Terjadi lagi. Sama seperti bagaimana ceritanya kok padha akhirnya aku meneruskan membaca Ranah 3 Warna, kali ini aku menonton film juga karena ada pengungkitnya. Ada asbabunnuzul-nya sehingga memutuskan untuk nonton. Jadi ceritanya aku sudah dapat copy film Kahaani ini sejak beberapa bulan lalu dari iparku. Tapi tidak sempat nonton ataupun tergerak nonton.
Nah, kemarin ketika salah seorang editor penerbitan nge-twit tentang film ini, barulah aku krenteg untuk nonton. See? Ternyata barang yang sudah ada dan siap disantap, entah itu buku atau film atau apa saja, tidaklah cukup. Musti ada faktor pengungkitnya, yang membuatnya menjadi menggiurkan untuk dinikmati. Di sinilah pentingnya promo, dan tentu saja promo yang berhasil efektif adalah yang mengena.

By the way, film Kahaani ini keren banget. Plotnya antihero, jadi twist-nya sungguh-sungguh mencengangkan.  Segera cari dan tonton ya. Selamat terpukau :)

**
Kahaani, film bollywood satu ini memang berbeda dari kebanyakan koleganya yang lebih sering menghadirkan drama dan romansa.Kahaani yang berarti “Cerita” adalah thriller garapan Sujoy Ghosh yang mengisahkan perjuangan seorang istri, Vidya Venkatash-Bagchi (Vidya Balan) menyebrangi ribuan kilometer dari London untuk mencari suaminya yang hilang dalam perjalanan bisnis di Kolkata (dahulu Calcutta atau Kalkuta), India. Menariknya, karakter heroine kita bukan hanya sekedar seorang wanita, Vidya juga sedang hamil besar yang membuat gerak-geriknya terbatas sekaligus menjadi menjadi senjata ampuh untuk meraih simpati, seperti salah satunya adalah, Satyaki “Rana” Sinha, polisi muda yang kemudian membantu Vidya menemukan suaminya.
Memasang sosok perempuan yang tengah hamil tua sebagai karakter utama sebuah thriller itu harus diakui cerdas dan berani, belum pernah ada sebelumnya yang nekat melakukannya di genre ini, dan aktris cantik, Vidya Balan telah menunaikannya dengan sangat meyakinkan dalam usahanya memperkuat narasi Sujoy Ghosh tentang pencarian, terorisme dan konspirasi besar berbalut semangat feminisme kental dan elemen detektif yang seru, ya,  seperti menonton sedikit A Mighty Heart, sedikit Rendintion, sedikit Bourne series dan juga sedikit kejutan ala Usual Suspects dan Taking Lives, hanya saja Kahaani menjadi kasus istimewa karena ia merupakan produksi India yang notabene  jarang menampilkan tema dan di garap seserius ini.
Kahaani akan membawa penontonnya ke dalam dua jam lebih petualangan cepat menjelajahi sudut-sudut kumuh Kolkata, mencari jejak dan petunjuk-petunjuk yang berserakan sembari menghindari kejaran-kejaran pihak yang merasa terancam dengan kehadiran ibu muda itu. Meyenangkan ketika melihat Ghosh yang tidak hanya sukses menghadirkan gambar-gambar menarik Kolkata, melihat bagaimana kehidupan di salah satu kota terpadat di India itu namun juga unsur budaya yang kental seperti pengunaan dua nama buat satu orang atau festival Durga Puja dengan segala unsur religinya pada akhir film, jadi meskipun secara teknis ia terlhat seperti garapan film Hollywood, Ghosh tetap tidak melupakan akar budayanya sebagai sebuah film India. Dan bagi yang tidak meyukai adegan nyayian dan tarian, tenang saja, Kahaani tampaknya tidak punya waktu untuk menghadirkan kebiasaan itu, walaupun ada sedikit romansa di dalamnya, tapi ia juga tidak pernah berkembang menjadi kelewat dominan.
Naskahnya memang menarik dan nyaris rapi dengan segala detil-detilnya, tapi harus diakui ia masih memiliki beberapa plot hole terasa sedikit menganggu keasikannya. Untung saja Kahaani punya castyang bagus untuk menambal kekurangannya itu termasuk bagaimana kemudian Ghosh berhasil menutup kisahnya dengan twist ending cerdas, ending yang sangat berkaitan dengan pemilihan karakter wanitanya yang tidak biasa itu. Ya, jujur saja saya tertipu mentah-mentah, lucunya Ghosh sebenarnya sudah memberikan petunjuk tentang akhir film ini sejak awal-awal film, tapi, yah, begitulah, kita tidak pernah bisa menebak apa yang terjadi hingga akhir film nanti.


0 komentar:

Posting Komentar