Cengkok, Maulid dan Tujuh Tahun

Cengkok, Maulid dan Tujuh Tahun

Tak terbayangkan bahwa cengkok lagu sholawatan yang pernah kau ajarkan padaku dekat jendela kamar bertahun lalu menjadi salah satu kenangan yang berarti tentangmu, tentang kita.
Akhir maulid tujuh tahun lalu kamu berpulang, dan waktu telah membawaku ke mana-mana, ke banyak tempat, ke banyak peristiwa. Namun selalu maulid membawaku kembali padamu, dan kenangan kita.

Pertemuan pertama kita menjadi klik sebab kesamaan kita dalam mencintai habaib dan komunitas pecinta Rasul mereka. Engkau dengan gurumu, Habib Hasan. Dan aku dengan kegandrungan serta keterpukauanku dengan Habib Luthfi Bin Yahya.
Dan pertemuan terakhir kita terjadi pada akhir maulid setelah selama bulan penuh cinta itu kita larut dalam gandrung maulid dan percintaan kita yang paling dahsyat.

Biarkan air mata ini mengalir.
Dan kenangan itu memelukku.

Entah berapa kelok dan berapa cengkok lagi harus kutempuhi agar kita sampai bersua kembali.

parek

parek

iqomah sudah terdengar. sehingga dia akhirnya mengambil tempat terdekat dari dia keluar dari tempat wudlu. sebuah lokasi dekat jendela besar yang menghubungkan pandangan dari pawestren (tempat sholat putri) dengan tempat sholat yang ada di dalam. speaker di pawestren  yang mati dan riuhnya suara para pengunjung masjid yang bersliweran menuju tempat wudlu dan seputaran halaman masjid (maklum bulan ruwah) menyebabkan telinganya kesulitan menangkap suara imam. walhasil dia mengandalkan pandangan matanya yang bisa melirik gerak gerik para jamaah yang ada di dalam masjid.

sayangnya ketika ruku maupun sujud dan duduk setelah sujud, penglihatannya terhalang tembok/dinding yang memisahkan pawestren dan bagian ruang masjid. Sehingga gerakan sholatnya ada yang mendahului sang imam karena dia berdiri setelah sujud dengan hanya mengira – ngira saja waktunya, eh kecepetan.

Gini ini lho kalau jauh, tidak dekat/parek dari sumbernya langsung (sang imam). Jadi bisa sok tahu dan akhirnya keblinger, salah waktu salah gerakan. Demikian pula halnya untuk hal – hal lainnya. Bisa jadi kita melakukan sebuah amalan/laku dengan rasa/anggapan diri kalau yang kita lakukan oke – oke saja. Hmmm.... tapi apa iya? Kalau seperti kasus ini, kita ternyata cuma bisa meraba dan menduga –duga laku yang benar dan tepat padahal ternyata tidak ? hayo lhoh...


Refleksi 2014 dan Resolusi 2015

Refleksi 2014 dan Resolusi 2015

Hmm...ada banyak hal yang indah selama 2014 ini, alhamdulillah. Ada banyak buku dan antologi baru, event dan teman baru, publikasi di media yang tak disangka-sanga dan pengalaman serta peristiwa-peristiwa yang manis serta pahit yang menyertainya juga. Komplit deh :D
Alhamdulillah tsumma alhamdulillah.

Januari 2014
Menang Lomba From Zero To Hero sekaligus punya antologi baru di awal tahun ini :)
Menjadi Juri Lomba Cerpen FIB Undip
masuk nominee sekaligus masuk antologi 101 Perempuan Berkisah

Februari 2014
25 Feb 2014 : menang lomba di Diva sekaligus masuk antologi Journey Of The Light
27 Feb 2014 : masuk nominee dan sekaligus masuk antologi Dunia Maya
28 Feb 2014 : masuk nominee flash fiction sekaligus masuk antologi syair-syair hening  

Maret 2014
12 Maret 2014 : Rilisnya Novel Just In Love terbitan Grasindo yang menang PSA2
18 Maret 2014 : Terbitnya Antologi Nikmatnya Bersyukur terbitan Gramedia
22 Maret 2014 Sharing kepenulisan di SMPIT & SDIT Harapan Bunda Semarang
1 Juni 2014 : Off-Road Lamongan With Love
5 Juni 2014: Menang lomba di nulis buku sekaligus masuk antologi Love Never Fails
8 Juni 2014: Sharing:Meet Your Passion-Rumah Albi Alfamart Tlogorejo Semarang
22 Juni 2014: Pelatihan Kepenulisan-Pendopo Ambarawa


Juli 2014
12 Juli 2014 : Ngabuburit - Djendelo Coffee - Togamas Jogja

17 Juli 2014 : Menang Lomba di Diva Press sekaligus masuk antologi Aku Ra Popo 
24 Juli 2014: Antologi 13 lahir
30 Juli 2014 : Menang Lomba di Visimedia sekaligus masuk antologi Mereka Menggugat

Agustus 2014

10 Agustus 2014: Rilisnya buku Gue Takut Allah terbitan Diva Press
16 Agustus 2014 : Awarding Night&TalkShow Bulan Narasi Jakarta
17 Agustus 2014: Menang Lomba di Indiva sekaligus masuk antologi Emak Inspiratif 

23 Agustus 2014: Meet&Greet - Lamongan
30 Agustus 2014: Opening House-Hasfa Camp
4 September 2014: Soft Launch-Golden Moments


september 2014
11 September 2014 : Launch MDII- Sahid Jakarta

13 Sept 2014 : Kelas Inspirasi - Gedung Indosat Semarang
14 Sept 2014: Ketemu ADIPATI DOLKEN.... Yeaaaayyyyy! dan melihat langsung proses produksi film Kukejar Cinta Sampai Negeri Cina!  
23 Sept 2014-Pelatihan Kepenulisan IAIN Semarang
25 Sept 2014 : Kelas Inspirasi - Semarang


Oktober 2014

1 Okt 2014 : Menjadi Author Of The Month di grup be a writer  
12 Okt 2014: Profilku dimuat di Alinea TV
25-26 Okt 2014: Pelatihan Kepenulisan-Purwokerto

26 Okt 2014 : Profilku dimuat di media nasional Koran Sindo 
  November 2014
1 Nov 2014: Sharing KI - Kusuma Bhakti Semarang
14 Nov 2014: Akademi Berbagi #78- JRU Semarang
15 Nov 2014: Diskusi Literasi- Gramedia Amaris Semarang

17 Nov 2014 : Antologi Nikmatnya Syukur masuk di Kick Andy
22 Nov 2014: City Branding- Gedung Telkom Semarang
23 Nov 2014: Blogging With Heart- Rumah Albi Tlogorejo Semarang


Desember 2014
12 Des 2014: antologi surat untuk penghuni surga terbit
14 Des 2014 : Workshop Film Dokumenter - Rumah Albi Tlogorejo Semarang
22 Des 2014 : Novel baruku Gus terbit dan selesai cetak :)


Alhamdulillah nyaris mencapai 120 buku dalam reading challenge tahun ini.


Terus,apa resolusi 2015?
Merampungkan beberapa PR naskah yang harus direvisi maupun yang sedang ditulis. 
Punya kendaraan yang nyaman untuk aku dan anak-anak. 
Mengoptimalkan Hasfa Camp
Makin sukses dan seimbang dalam banyak aspek kehidupan.

Aamiin...sementara itu dulu, yang lain-lain menyusul :D

kutunggu kamu

kutunggu kamu

melewati dingin subuh
kuterabas pintu-pintu rumah
menelusup ke lorong-lorong kampung
menggetarkan telinga-telinga yang terkubur masam mimpi dan racun gelisah
bangunlah , temui aku
berdirilah, dan peluk aku
takkan kubiarkan lagi gurat dan gores duka juga dosa menelungkupimu
ke sinilah, merapat bersama sayap–sayap hangat dalam masjidku

#adzan

angels jealousy

angels jealousy


i walk alone
closer to his bed
then shockly surprised

who is she
why she's here with you

calm my dear, he said
please acknowledge
she's an angle who accompany me
here, in heaven
light universe
so they are...

and i see many angels around him
my love, my lover
and yes, i'm jealous
so jealous until i get awake from my sleep
from my dream

Kelamaan meraba-raba, kapan klimaksnya

Kelamaan meraba-raba, kapan klimaksnya

November 10, 2011 at 7:21am
kita diberi banyak potensi dan jalan. mempunyai banyak minat dan bertemu banyak peluang.
meski justru dengan banyak kelebihan ini, mungkin sekali seseorang bisa menjadi  gagal dibandingkan dengan orang lain yang memiliki kelemahan namun fokus pada satu kelebihan yang bisa ia segera kerjakan.

Demikianlah.
Meraba 1
Jadi arsitek apa penulis? Kenapa musti pilihan? Keduanya bisa dikerjakan bersama-sama kok. Banyak arsitek yang juga penulis. Hmm..ternyata mungkin karena dua karir ini sama-sama berhubungan dengan TB. (Bukan Tebe yang di sinetron MNC TV ya). Kalo arsitek terkait dengan Toko Bangunan, kalo penulis erat hubungannya dengan Toko Buku.  Hihihi…maksa deh.

Meraba 2.
Pun ketika menulis. Pilihannya jadi banyak. Apakah menulis yang serius dan berat, yang ringan dan menghibur, dan seterusnya dan sebagainya. Apalagi setelah jalan-jalan dan membaca berbagai macam tulisan yang semuanya menarik untuk diikuti.
Meskipun pada akhirnya kita akan menemukan style kita sendiri, namun jalan-jalan dan terlalu lama meraba- raba ini bisa menghambat percepatan kita menggapai sesuatu.

Meraba 3
Punya banyak sekali ide dan pilihan tema, membuat kita menoreh banyak catatan saja yang kemudian terbengkelai. Akhirnya belum ada satupun yang digali lebih dalam dan dikembangkan. Lalu tahu-tahu…teeeet…..harinya sudah dekat, dan kita belum lagi punya satu karya pun untuk disajikan dengan matang.
Nhah lhoooo…
Kelamaan meraba-raba, kapan klimaksnya.


slip

slip
a great lesson today from a little evidence


pulang halal bihalal dari rumah saudara, sedikit kesibukan terjadi.
sebuah mobil tamu yang parkir di atas  pasir (yang sering dipakai utk lompat jauh) mengalami slip. 
ban belakang semakin terbenam pasir, ketika mobil digas kencang agar bisa keluar dari sana.
sebabnya antara lain ban depan terhalang beton pendek pembatas bak pasir tersebut. semakin digas, semakin terbenam ban belakangnya dan mobil  semakin sulit keluar.
berbagai upaya dilakukan, banyak orang dilibatkan untuk ikut mendorong sampai akhirnya mobil terpaksa diderek, ditarik dengan tali/kabel.

*moral of the story.
kadang kita salah parkir di kehidupan ini.
sesuatu mungkin mengganjal kita saat kita ingin keluar dari sana.
kita bahkan mungkin terbenam dalam kesalahan itu entah bagaimana ceritanya.

dan akhirnya kita butuh bantuan orang lain, bantuan orang banyak, dan berbagai metode termasuk pemaksaan untuk bisa keluar dari situasi 'slip' atau 'terbenam' itu.

ketika rindu tidak mengaku

ketika rindu tidak mengaku

siapa sebenarnya rindu
kenapa kerjanya mengganggu saja
untuk apa menyayat dan menggedor gedor
menusuk, mencengkram dan menggelayut

makhluk apa sebenarnya rindu
membatu, ngilu dan gagu
pergi sajalah rindu
aku tak (ingin)  mengenalmu (saja)


Menjadi Jawara


Menjadi Jawara
#latepost


Ketemu- walau cuma sebentar- dengan seseorang yang muatannya full, nyata membawa pencerahan khusus untuk kita.

Demikian juga sewaktu kemarin ketemu mas Prie GS (lagi-lagi di SMART FM), mas Prie menggarisbawahi bahwa ternyata ada orang - orang yang dalam lingkup kecil menjadi jawara bagi lingkungannya. 
Sebut saja beliau yang membikin hutan kota di kali malang.
Dan seorang tua peyot giginya tinggal dua (mas Prie menggambarkannya dengan gayanya yang lucu.haha) yang menggerakkan warganya dan berhasil membawa kampungnya menjadi yang kampung terhijau di ibu kota.

Cuma dua contoh, cuma gurauan kurang dari dua puluh menit, tapi theng!!!
Ya ini. Ini yang  mungkin kita bisa lakukan di tengah ruwet krenthengnya negara yang digerogoti tikus-tikus got. 
Melakukan sesuatu yang berarti, mulai dari lingkungan sekitar kita Tidak harus menunggu jadi jawara dunia atau pejabat negara. Yuk mariii...

Dan miturut m Prie, kita semua ini punya mandat. Sangat mudah men-screen nya jika kita peka. Jika sudah tahu apa mandatnya, insya Allah semakin mudah dan nikmatlah kita menjalani kehidupan ini. aamiin.
matursuwun m Prie.

melihat Tuhan

melihat Tuhan



Aku melihat Tuhan saat mengenalmu. Ada banyak sekali cinta di sana, sehingga dari pohonnya tumbuh berbagai kebaikan dan keajaiban. Tapi aku juga melihat setan. Setan? Mungkin aku salah menerjemahkan. Kuserap dan kuendapkan lagi sebelum aku memuntahkannya. Dan ini yang kudapatkan. We have to make God being  impressed if we want to make Him fall in love with us. Kenapa begitu?

Aku belajar dari membaca sikapnya. Ia mungkin sekali bukan pria flamboyant. Bukan maunya, setidaknya. Tapi jika banyak wanita kesengsem, ia tak mungkin menolak. Itulah  sifat asli Mars. Venus juga sebenarnya. Semua manusia pada dasarnya sama, suka dicintai.

Mungkin ada yang gerah.Kenapa di bulan Ramadlan juga masih ngomong cinta-cintaan. Oh ya gimana lagi? Memang masih belajar, dan tingkatannya baru bisa melihat sesuatu dari sudut berjudul cinta.

Tapi aku belajar sesuatu. Mencoba memahami  misteri cinta Tuhan melalui bentuk cinta manusia. Jadi saat kusadar dia bisa berpindah dari si E, ke W, ke I, ke R, ke E yang lain, ke D, lalu mungkin ke M, aku melihat sesuatu. Pada dasarnya ia mencintai keindahan, kebaikan, kecerdasan, keutamaan dari orang – orang yang ia jatuhi hati. Dan orang-orang ini membalas perhatiannya sebab ia menunjukkan ketertarikannya sembari menebar mantra dan kebajikan.

Demikianlah mungkin juga Tuhan. Dia-Nya bisa jatuh cinta pada A, lalu B, lalu C, lalu D dan seterusnya karena mereka layak dijatuh cintai. Dan jika cinta ini tak bertepuk sebelah tangan, maka makin menjadi jadi-lah dan terbakarlah cinta itu sehingga terjadi ekskalasi hingga anihilasi.

Mungkin.

di suatu waktu

di suatu waktu

daun daun jati berserak di atasmu, sepikul hati yang masih termangu menyisirnya ke tepi tepi.
sembari mencuri cium pusara gelap terbakar mentari
gumpalan awan tak lagi bisa tertahan.
meluruh gerimis menyibak debu nisan tak berjudul

di suatu waktu yang entah, cinta itu mungkin pernah ada.
mungkin tak pernah pergi.

Meniadakannya justru memaku patri kenangannya

mengabaikannya mungkin hanya rasa kehilangan yang sembunyi  menunggu waktu


Antologiku Di Kick Andy

Antologiku Di Kick Andy


Alhamdulillah setelah sebelumnya antologiku bareng bang Ahmad Fuadi terbitan  Bentang berjudul Berjalan Menembus Batas (man jadda wajada series) masuk ke Kick Andy, antologiku yang lain masuk ke acara bergengsi itu lagi. Yeayyyy!!



Yang ini berjudul Nikmatnya Syukur.
Storycake for your life.
Kisah-kisah inspiratif yang menggetarkan hati dan penuh hikmah tentang bersyukur.

Ini antologi saya bareng teman-teman yang diterbitkan oleh  Gramedia Pustaka Utama untuk kesekian kalinya.




Bukunya bisa kamu dapatkan di toko-toko buku terdekat kamu :)


GiveAway Novel Baru #Gus

Alhamdulillah novel baruku #Gus telah selesai cetak. 

Akan ada dua pemenang yang akan mendapatkan 1 eksemplar novel #Gus.

Simak syaratnya:
1. Peserta tinggal di Indonesia
2Jangan lupa follow @ummihasfa dan @dnizers dan share dengan hestek #GiveawayGus dan mention via twitter.
3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.
4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah apakah penyesalan terbesarmu?


5. Tuliskan komentar tentang  novel #Gus  (wajib), di link ini:
http://diannafi.blogspot.com/2015/01/novel-gus-now-available-at-gramedia-dan.html

6. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GiveawayGus yaaa… ;)


GA #GiveawayGus ini berlangsung seminggu: 24 Desember -20 Januari 2015. Bakal ada dua pememang yang akan terpilih. Pemenang akan diumumkan tanggal 25 Januari  2015



Memories

Memories

Halo, semua!
Tidak terasa sudah empat tahun berlalu sejak terbitnya novel pertama saya, Mayasmara. Waktu berubah, tak terhitung buku-buku baru yang muncul di toko-toko buku, sehingga Mayasmara pun semakin sulit ditemukan di toko-toko buku mana pun.


Nah, untuk memfasilitasi teman-teman yang belum baca, atau pengen baca lagi, saya menjual Mayasmara secara pribadi ya. juga series-nya Mayasmara, Sarvatraesa; serta Lelaki Kutunggu Lelakumu. 
Harganya tetap sama, Rp. 35.000 (free ongkos kirim). Teman-teman bisa pesan mau bertanda tangan saya atau lebih memilih masih disegel. Jika ingin memesan, silakan hubungi saya di 085701591957 atau e-mail ke hasfriends57@gmail.com

Sebagai info tambahan, silakan dicek beberapa review orang-orang yang telah membaca Mayasmara:

http://mayasmara.blogspot.com/2013/06/review-mayasmara-by-siwy-mega-pratiwi.html

http://mayasmara.blogspot.com/2013/06/kejutan-yang-menyegarkan.html

http://mayasmara.blogspot.com/2013/06/menemukan-tuhan-melalui-tuhan.html

http://mayasmara.blogspot.com/2011/07/tradisi-perjodohan-vs-cyber-love.html





So, what are you waiting for? Pesan ya, mumpung stok masih ada :D

Oh ya, beli juga novel Just In Love,  Gus, Gue Takut Allah yang sekarang masih ada di toko buku, dan juga buku-buku lainnya :)

#KlubBukuHasfriends

Halo, teman-teman, buat kamu yang sudah/sedang membaca buku-bukuku , we're going to have #KlubBukuHasfriends session di #HasfaDays ! Yuk ikutan. Maksudnya? Dan, gimana caranya? Simak ya:

1. Di #KlubBukuHasfriends, kita bakal makan siang bareng sambil ngobrol-ngobrol seputar buku-bukuku . Mulai dari behind the scene, kendala saat menulis, proses riset, dan sebagainya.

2. #KlubBukuHasfriends  rencananya diadakan pada tanggal 21 Desember 2014. Lokasi di Hasfa Camp. ( #HasfaDays berlangsung selama liburan sekolah 21-30 Desember 2014)

3. Kalau kamu tertarik, buatlah review dari salah satu bukuku. Jangan lupa pasang cover novel dan sinopsis pada back cover. Cover novel dan sinopsis dapat diambil dari sini https://www.goodreads.com/user/show/4542975-dian-nafi

4. Kontes ini dimulai dari hari ini (17 Desember 2014)! Sampai 20 Desember 2014.

5. Pengin banget ikutan, tapi merasa waktunya mepet untuk mikirin cara bikin review menarik? Tenang, ada cara mudahnya, kok.

6. Kamu cukup copy-paste daftar pertanyaan ini di postingan kamu:
a) Apa pendapatmu ketika kali pertama melihat cover novel Just In Love?
b) Menurutmu, gimana isi novelnya?
c) Ceritakan, dong, adegan favoritmu. Kalau bisa, jangan sampai spoiler, ya. :D
d) Gimana pendapatmu mengenai tokoh-tokohnya?
e) Sebutkan quote favoritmu, dan mengapa kamu suka quote itu?
f) Apa yang kamu harapkan dari penulis pada karya berikutnya?

7. Sertakan jawaban sesuai pendapatmu. Saya biasanya suka-suka jawaban yang detail. :D

8. Reminder: Jangan lupa pasang cover novel dan blurb pada awal postingan.

9. Kalau sudah diposting, tweet linknya. Format tweet: "Judul review + link review + @ummihasfa @hasfriends #KlubBukuHasfriends"

10. Nantinya, akan dipilih lima pemenang. Pengumuman, insya Allah, tanggal 20 Desember 2014.

Selamat berlomba dan sampai jumpa!

Jakarta: Kerja, Liburan, Jalan-jalan

Mendapat undangan untuk hadir di acara Malam Anugerah Cerpen Pilihan Kompas tgl 27 Juni 2013, saya segera membuat beberapa alternatif trip plan. Sempat menukar tiket bis karena akhirnya keputusan finalnya adalah membawa serta kedua krucil saya untuk sekalian membawa mereka liburan. Sehingga yang tadinya rencana sehari saja di Jakarta, jadi semingguuuu....:D

Seru juga jalan-jalan bareng krucils. Three musketeers ini memang sudah biasa ke mana-mana bersama, apalagi sejak hanya ada kami bertiga. Jadi selagi saya kejar-kejaran waktu naik KRL untuk ketemu editor penerbitan underbow-nya Mizan di Depok, lalu ketemu editor di perkantoran Gramedia di dekat venue acara nanti malam,  lari ke mall untuk ketemu dan pitching ke penulis skenario terkenal, dan akhirnya balik ke BBJ untuk acara inti kali ini, anak-anak main dengan sepupu dan tante mereka. 







Barulah pada hari-hari berikutnya kami jalan-jalan ke TMII, ke Kota Kasablanca, kelilingan kota Jakarta dan akhirnya melanjutkan liburan ke Marina di Semarang pada hari terakhir. Capek tapi seneng! 

Ke mana kalian akan menghabiskan liburan kali ini?



Variasi Agar Terus Gila!

Variasi Agar Terus Gila!

Inilah yang sempat kulakukan beberapa minggu terakhir ini. Baru kusadari bahwa untuk menjadi sebenar-benarnya penulis, kita harus cukup gila terus menerus. Gila dalam arti tak henti-henti kreatif dan berpikir. Menjadi biasa saja, tidak akan pernah cukup untuk menjaga api dalam upaya menapaki karir kepenulisan ini.

Ada banyak PR dan tugas sebenarnya. Jadi rancu saja kalau bilang tidak bersemangat menulis lagi. Non sense! Sementara banyak orang di luar sana yang menunggu job untuk bisa berkreasi, kenapa yang sudah punya job malah loyo. Begitu bentakku pada pikiran dan diriku sendiri.

You have to do something! 

Jadi aku berjalan-jalan mencari cara untuk tetap menjaga apiku. Agar aku bisa menyelesaikan tugas-tugas yang telah ada di pundakku. Yang hadir karena telah kupilih jalan ini sebagai karir, sebagai arah hidup, sebagai ladang amal, sebagai media dakwah, sebab aku merasa terpanggil olehnya.

So, aku memasuki dunia baru yang bisa menjadi variasi (karena mungkin aku sedang ada di titik jenuh). Aku mengikuti workshop film, yang masih dekat juga dengan dunia kepenulisan cerita. Dan alhamdulillah aku bersyukur sekali, karena apiku kembali hidup dan menyala. Insya Allah makin semangat lagi dan bergegas bergerak menyelesaikan tugas-tugas yang sudah menunggu maupun tugas-tugas baru.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga api. Kita hanya harus mencari caranya. Variasi kegiatan bisa menjadi pilihan.
Selamat Mencoba! Keep insane!


Lolos Dari Maut

Alhamdulillah dia lolos dari maut dua kali.
Dia dan dua anaknya entah bagiamana, akhir pekan itu jatuh dari motor saat hendak balik arah memutari taman tengah jalan. (jadi ingat saran pak mentor tentang putar balik, eh kalau nggak hati-hati bisa jatuh di jalan juga kali pak:D)

Padahal jalan tidak licin, cuaca cerah. Mereka ketindihan motor dan membuat para pemakai jalan serta pejalan kaki yang melihat kejadian menjerit.

Untung alhamdulillah tidak ada kendaraan di belakang mereka. Ngeri jika ingat baru saja kejadian serupa menimpa guru anaknya,diterjang motor belakangnya. Hingga ajal menjemputnya setelah koma dua minggu di rumah sakit. 

Eh ternyata di pojokan dekat mereka jatuh itu ada sepupunya yang sedang pacaran. Nah ternyata efek negatif pacaran kena ke lingkungan sekitar juga tho, gerutunya.

Kedutan mata kanannya waktu itu kejawab sudah,ternyata mereka kecelakaan hari itu. Pas sore dia mendengar tokek berbunyi, dirinya bingung, mau ada apa lagi nih?

Ternyata hari minggu pas dia datang event workshop film, dia menangis saat menonton filmnya. Berlanjut pusing, trus mabuk! Muntah-muntah, bahkan sempat meninggalkan evidence di dekat venue.
Harusnya acara sampai jam empat sore, jam setengah tiga terpaksa dia pamit duluan karena sudah tidak kuat.
Sampai luar muntah lagi dan buru-buru naik taksi. Sesampai rumah kakak iparnya langsung saja dia ambruk dan terpaksa dikeroki. Setelahnya tengsang tidur beberapa jam.

Mungkin akumulasi capek (bertahun-tahun single fighter), jatuh dari motor(sabtu), pusing abis nangis nonton film (ahad siang), kebawa stres setelah jenguk ayah dari sahabatnya yang habis operasi jantung(ahad pagi), trus sholat d mushola RS tlogorejo pas istirahat event ws (mungkin ada kuman yang terangkut?)

Eh lha kok paginya masih kedutan mata kanan lagi, dia pikir ada apa lagi. Duh
Ternyata tiba-tiba dia kena tuduhan dan gerutuan adiknya yang tidak berdasar.
sakitnya tuh di sini *tunjuk dada* 
smoga gak kedutan mata kanan lagi ah, bisiknya penuh harap.

(hari ini dia sadar ternyata ada rebo wekasan. jadi kejadian-kejadian kecelakaan, muntah dan diomeli itu bala' yang dia terima duluan. *banyak-banyak istighfar*)

Career Choices You Will Regret In 20 Years


Career Choices You Will Regret In 20 Years
Every day we are faced with choices in our careers that will affect us over the long term. Should I volunteer for that new project? Should I ask for a raise? Should I take a sabbatical? Should I say yes to overtime?
But sometimes we miss the biggest choices that will cause us to look back on our careers 20 years from now with pride and contentment — or regret.
Here are some of the career choices we often make but will regret deeply in 20 years’ time:

Pretending to be something you’re not.

Maybe you’re pretending to be a sports fan to impress your boss, or you’re keeping your mouth shut about something to keep the peace. Maybe you’re pretending that you’re an expert in something that’s really not your cup of tea. But continuously pretending to be something you’re not is not being true to yourself and will keep you feeling empty.

Making decisions based only on money.

Whether we’re talking about your personal salary or your project’s budget, making decisions solely based on money is almost never a good idea. Sure, it’s important to run the numbers, but there are dozens of other factors — including your gut feeling — you’ll want to take into account.

Thinking you can change something about the job.

Much like a relationship, if you go into a job thinking, “This would be the perfect job, if only…” that’s a red flag. Chances are, unless you’re taking a leadership, C-level position, you aren’t going to be able to change things that are fundamentally wrong.

Settling.

You’ve got an OK job, with an OK salary, and OK benefits, but what you really want is… You’re not doing yourself any favors settling for something that is just OK. Believe in yourself enough to go after what you deserve, whether it’s a new position, a pay rise, or an opportunity.

Working 50, 60, 80 hour weeks.

You might think you have to work that much — because it’s expected, because you need the money, because you want to look good to your boss — but no one reaches their deathbed and says, “Gosh, I wish I’d spent more time working.”

Putting friends and family last.

Being successful at your career means surrounding yourself with supportive people — and often, those people aren’t your coworkers or employees, they’re your friends and family. Ruin those relationships and you may find your career success just doesn’t matter as much.

Micromanaging everything.

This applies to your team and employees, but also to life in general. If you micromanage everything instead of sometimes just letting life happen, you’ll find yourself constantly battling anxiety and overwhelm.

Avoid making mistakes.

If you’re actively avoiding making mistakes in your career, then you’re not taking risks. And while you may keep up the status quo, you won’t be rewarded, either. Take the risk. Make the mistake. Own it and learn from it.

Thinking only of yourself.

The best networking strategy you can possibly have is to actively look for opportunities to help others. If you’re always putting yourself and your needs first, you’ll find you don’t get very far.

Not valuing your own happiness.

It’s a sad truth that people often believe they can put off happiness until later, but sometimes later doesn’t come. Prioritize being happy today. That might mean switching jobs, or it might just mean choosing to be happier with the job you’ve got.
What do you think are the biggest career choices people regret? As always, I’d love to hear your ideas and stories in the comments below
sumber: https://www.linkedin.com/pulse/career-choices-you-regret-20-bernard-marr