Sebuah Catatan Penjurian Cerpen

Catatan ini saya tulis atas permintaan teman-teman mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Undip. Mereka menunjuk saya menjadi salah satu juri lomba cerpen tingkat nasional beberapa bulan yang lalu.


Terus terang agak susah memilih di antara cerpen-cerpen yang sudah masuk. Karena mungkin banyak penulis yang masih belajar sehingga tidak banyak cerpen yang menonjol dan menarik. Tapi saya tetap harus memilih.
Sehingga berbekal poin-poin penilaian yang ditetapkan panitia : EYD, Tata Bahasa dan Kerapian, Kesesuaian Tema, Isi dan Cara Penyampaian, maka dengan mengucap bismillah, saya memilih beberapa cerpen yang lumayan dibanding ratusan cerpen lainnya yang masuk.
Sisanya menurut hemat saya masih harus ditulis ulang (re-write), jika ingin tetap dimasukkan dalam antologi. Untuk pelajaran, teman-teman pada kesempatan yang akan datang hendaknya memperhatikan hal-hal sbb:
1. Judul yang menarik, singkat dan menggambarkan isi tulisan.
2. Lead atau pembuka tulisan yang menyedot pembaca untuk meneruskan membaca.
3. Keutuhan cerita, kesegaran cara menuliskan (meski bukan hal baru) dan EYD.
4. Penutup yang 'nendang'! Atau hikmah yang bisa dipetik sebagai penutup cerita. Menggantung tidak apa-apa, asal masuk logika keseluruhan cerita.
Terima kasih untuk kesempatan menjadi juri ini. Mudahan berkenan dengan feedback yang saya sampaikan dan bisa menjadi ruang belajar, baik untuk saya, untuk panitia maupun untuk penulisnya.


0 komentar:

Posting Komentar