Kehilanganmu

Dear Cahaya


Aku menyesal. Karena 'mencintaimu' dengan cara seperti ini malah membuat aku kehilangan kamu. Lobang jiwa yang  seharusnya diisi dan menjadi penuh, justru semakin menganga dan hampa.

Aku tak membutuhkan kisah cinta apapun, anyway. Bukan untuk kutulis ataupun untuk kujalani.
Yang kubutuhkan mungkin hanya teman, sahabat, yang bisa saling bicara, saling mendengar dan saling melengkapi, saling memenuhi.


Nice regards
your friend



Teaser Buku Remaja Takut Allah

MUDA ITU BERANI (Dan Berbahaya?)


“Ah, gue takut.”
“Idih, jangan cemen gitu dong. Kamu kan bukan anak-anak lagi. Cuma kayak gini, masak nggak berani?”
Pernah dengar percakapan seperti ini (atau semacamnya). Pernah dong ya? Entah di sinetron, film, percakapan di dunia nyata, ataupun kita baca di buku dan sebagainya.
Sikap dan sifat ‘berani’ seolah menjadi suatu label wajib yang dimiliki anak muda. Bahkan ada yang dengan ekstrim menambahkan, berani dan berbahaya.
Ow ow!
Kedengarannya seru ya? Masa muda jadi lebih hidup dan bergairah karena keberaniannya itu. Kalau jaman dulu, kita kenal ada Angkatan Muda yang bergerak bersama berani melawan colonial. Melalui pergerakan-pergerakan, organisasi dan lainnya. Di era orde lama, angkatan muda juga berani kritis dan mendobrak. Dan yang lebih dekat serta lebih terbaru adalah perlawanan para muda terhadap orde baru. Mereka bahkan berani menantang maut, dan beberapa akhirnya gugur di medan demonstrasi.
Yang demikian ini tentu saja contoh keberanian anak-anak muda yang bersifat positif. Contoh lainnya juga banyak, di berbagai bidang yang juga positif, seperti rekayasa atau rancang bangun, rancang program, kepanduan, penelitian, petualangan perjalanan, dan sebagainya. Pun mereka yang naik gunung, menempuhi bahaya mengarung samudera, menyelam kedalamanannya, semuanya dilakukan juga karena api keberanian dan kemudaannya. 
Tapi sayangnya ada juga yang keberaniannya ini digunakan pada tempat, waktu dan situasi yang tidak tepat.  Sebut saja  tawuran, bullying, vandalisme,  pelecehan, pacaran sampai pacaran keblabasan, perampasan benda sampai dengan perampasan nyawa. Dan masih banyak lainnya yang negatif-negatif. (Teman-teman silakan buat list-nya)
Kalau kata bung Rhoma Irama dalam lagunya :
Masa muda adalah masa yang berapi-api
yang maunya menang sendiri, walau salah tak perduli.

Saat masih anak-anak, sebagian besar kita masih diawasi penuh oleh orang tua. Ketika beranjak remaja, sedikit demi sedikit pengawasan melekat itu mulai berkurang. Remaja mulai memperoleh kebebasannya yang lebih banyak. Bersamaan dengan itu, keberaniannya juga semakin meningkat. Apalagi jika dia sudah bergabung dengan para anak muda lainnya. Keberaniannya makin berlipat-lipat. Karena di sana ada sesama anak muda yang mendukungnya.
Akan bagus jika keberanian itu mendorong mereka kreatif dan produktif. Sayangnya, tidak sedikit para anak muda yang berani melakukan pelanggaran-pelanggaran. Entah karena dorongan diri sendiri, lingkungan ataupun peer/teman sebaya dan kelompok/geng-nya. Bentuk pelanggarannya pun kini makin beragam. Membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Kok ya bisa-bisanya remaja yang harusnya masih menjaga kemurnian jiwa, terlibat segala macam kasus. Dari yang kecil sampai yang besar. Naudzubillahi min dzalik.
Keberanian dan kenekatan itu bisa jadi datang karena hormon yang menggerakkannya. Situasi yang memungkinkannya melakukan pelanggaran, membuat remaja melupakan pesan orang tua. Untuk menjaga diri dan kehormatan. Sehingga mereka menempuhi bahaya, terjerumus dalam lembah kemaksiatan.
Ada juga yang karena terpicu oleh bujukan maupun ancaman dari rekan-rekannya. Seringkali karena ingin diterima dalam lingkungan pergaulannya, remaja mau dan berani melakukan apa saja. Bahkan sampai yang melanggar norma, aturan dan agama. Dan jangan lupa, kita kadang meremehkan hal-hal seperti mencontek, menitip absen, berbohong (sedikit), dan lain-lain.
Benarkah sedemikian berani dan nekatnya anak-anak muda, sehingga tidak ada yang ditakuti?

Coming Soon!
Kita sama-sama tunggu di toko-toko buku dan roadshow-nya ya. Aamiin.....:)

Di Balik Penulisan Sukses Sejati Remaja Muslim


Ada rasa haru, bahagia, dan harapan saat saya diberikan kepercayaan untuk menuliskan buku Sukses Sejati Remaja Muslimah ini. Kebetulan, saya lahir dari ibu dan ayah yang sama-sama cerdas. Mereka memiliki kepedulian yang tinggi atas pendidikan dan kesuksesan anak-anaknya. Paman-paman dan bibi-bibi saya pun melimpahkan banyak perhatian. Dalam perjalanan kehidupan, saya lalu menyadari dan menemukan ada beberapa lubang yang perlu ditambal:.yang dulu belum diajarkan dalam keluarga, tetapi saya temukan dari sekeliling saya di kemudian hari.

Lagi-lagi saya beruntung karena dikelilingi orang-orang hebat yang mendukung dan memberi saya banyak pelajaran dan hikmah. Juga bertemu banyak remaja muslimah yang sukses, yang menginspirasi saya dan banyak orang lainnya.

Ketika menulis buku ini, saya seperti mengumpulkan kembali kepingan-kepingan yang selama ini tersimpan dalam bawah sadar dan kenangan saya., lalu menyusunnya menjadi sebuah mozaik yang semoga bermanfaat. Dalam perjalanan proses penulisannya, Allah menunjukkan banyak hal baru yang berguna untuk dibagikan ke pembaca., di antaranya adalah yang saya selipkan dalam bonus buku ini,: sebuah pendekatan baru tentang bagaimana menggapai kesuksesan.

Pembahasan materi dalam buku ini sengaja dibagi-bagi menggunakan waktu yang remaja gunakan dalam kehidupan sehari-hari.,Ssebagai simbol tentang pentingnya memanfaatkan setiap detik untuk mencapai kesuksesan sejati,: kesuksesan dunia akhirat, juga kesuksesan individu dan sosial., 

Dan di antara bagian–bagian tersebut, saya sisipkan kisah-kisah sukses remaja muslimah di sekitar kita.,sebagai ilustrasi dan bukti bahwa tak ada alasan untuk tidak dapat mencapai kesuksesan optimum. Kisah mereka dapat menjadi inspirasi bagi kita, danquote favorit mereka boleh jadi semakin memacu kemauan dan kegigihan kita dalam meraih sukses sejati. ini.

Terima kasih tak terhingga untuk Bentang beserta tim atas kepercayaan dan dukungannya. Terima kasih setulusnya untuk guru-guru saya yang luar biasa hebat, termasuk kedua orangtua saya. Terima kasih untuk semua teman, dan sahabat yang juga luar biasa, termasuk mereka yang bersama-sama dalam berbagai komunitas.

Doa tulus terkirim untuk semuanya, khususnya teruntuk para pembaca.
Sukses sejati milik kita, Insya Allah. Aamiiin.

#ngemilbaca The First Case Of Poirot by Agatha Christie

Aku dapat gratis novel  The First Case Of Poirot by Agatha Christie ini karena dapat hadiah dari penerbit Visimedia, yang menterjemahkan novel aslinya.

Ternyata bnr, First case of poirotnya agatha christi ini nggak ketebak hg endingnya. Serunya ternyata ini debutnya ktk msh 20th. Pageturning
Tak bs melewatkan satu kalimatpun, bukan hy krn ia intense tp juga khawatir kalau2 melewatkan satu petunjuk pun.kl tdk diseling2, sehari htm
Ada byk karakter tp smua ditampilkn dg kekhasan msg2,&berpotensi sbg terdakwa.john, lawrence, mary, chintya, alfred, bhkn cameo2nya unik2
Alurnya maju dg backstories diselipkn dg manis&cantik mengalir jd puzzle2 yg bs disusun sbg petunjuk baik oleh pembaca atau main character
Pov org pertama dr sudut Harings, teman Poirot sang detektif, juga tmn John, anak tiri korban sekaligus yg sempat jd terdakwa
Ide utama&temanya mencari pembunuh Emily.bersetting rmh&lingkungan di Belgia antara 5juli sampai desember. Byk twist, suspense&surprise
Bbrp Quote bhkn diletakkn di awal, di bwh judul bab. My fav:imajinasi spt pedang bermata dua, yg bs bermanfaat jk digunakan dg bijak
Endingnya seru krn akhirnya kt diberitahu siapa pembunuhnya stlh kita terkecoh di awal krn diputer2.asyik krn ada sisi romancenya juga:)



cahaya dan lampu

Dear Cahaya


cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahayacahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya cahaya

regards
lampu

Mimpi

Dear cahaya
Apa kabar? Bagaimana malammu? Bagaimana sepimu? Bagaimana lukamu? Bagaimana cahayamu?

Aku baru ingat sekarang dan mungkin sedikit menduga duga. Bahwa seringkali kedalaman perasaan kita terhadap orang lain dan sebaliknya bisa kita ketahui antara lain lewat mimpi.

Pertanyaannya adalah siapakah yang ada dalam mimpi mimpimu. Aku yakin pastilah mantanmu.

Segitu dulu ya,
I have to go

Sorry To Say

Dear Cahaya


Sehatkah dirimu hari ini?
I hope you're always well even I probably make your days recently rather crazy. This is because of love always fool and crazy. If it isn't fool and crazy, that's not love, isn't it?

Kisahmu dan surat-surat ini mengajarkan aku beberapa hal. Ternyata saat aku tidak meminta apapun darimu, kamu memberikannya dengan suka rela, kisahmu dengan masa lalumu, perhatianmu dan rasa cinta yang kemudian bertumbuh di hatiku. Subur dari waktu ke waktu. 

Namun ketika aku mulai mengenali perasaanku sendiri dan kemudian terbuka tentang hal itu, kamu terdiam dan mungkin kemudian lari atau pergi atau akan menghilang, entahlah. 

Jadi, mungkin cinta memang sebaiknya dipendam erat-erat, disimpan kuat-kuat. Atau jangan tergesa-gesa menyebutnya cinta. sebut saja itu kegilaan. dan kegilaan, bagaimanapun, menyeramkan dan akan membuat siapa saja lari ketakutan. Dan tentu saja aku tidak mau menjadi yang seperti itu, ditinggalkan dalam keadaan gila, sendiri. 

So, mungkinkah kita bisa lewatkan perpisahan kita nanti (yang bahkan bertemu saja belum) dalam bentuk yang paling indah? paling absurd? paling artistik? 

Aku tak bisa meminta karena berarti itu bukan cinta tapi nafsu, karena karakter cinta adalah memberi. 

oke, aku mulai mabuk dan ini sama sekali tidak indah. Can we erase this? please...
somebody, I need help. 

regards
bercakap dengan diri sendiri meski judulnya surat untuk orang lain memang riskan membuat gila. seharusnya panitia lomba menyadari ini. atau memang itu tujuan panitia, mereka harus dituntut! 

Tujuh hari lagi

Dear cahaya

Alhamdulillah aku akan sampai di penghujung rangkaian 30harimenulissuratcinta. Rasanya lega banget karena aku tak akan berlama lama dan berkepanjangan menarik ulur rasa ini padamu. 

However, ternyata baru menulis surat cinta begini padamu saja rasanya payah. Apalagi kalau sungguh sungguh berhubungan denganmu.

Thanks anyway ya sudah mau jadi obyek suratku.
Hehe...

Wis ah
Ada deadline hari ini jadi i have to say goodbye for now
Regards,
Gabrul er

Yang aneh tentang cinta

Dear Cahaya

Tahu nggak apa yang lucu dari cinta?
Seringkali apa-apa yang berada di sekitar kita jadi mengingatkan pada orang yang (tengah) kita (jatuh) cintai.
Aku terus menerus tersenyum waktu pendataan siswa di kelasku, dan aku menanyakan nama ayahnya, dia menyebut sebuah nama, yang sama dengan namamu. Dan sejak itu aku memanggilnya tidak dengan namanya tapi.,.."ayo sini, anaknya pak xxxxx" hehehe...

Betapa manisnya namamu terdengar di telingaku, terucap dari bibirku yang bergetar.

Belum lagi kebetulan-kebetulan lain. Ternyata seorang tokoh yang dikagumi banyak orang, yang pernah duduk sebelahan denganku saat ultah Kompas dua tahun lalu itu adalah juga tokoh yang sama, yang entah bagaimana ternyata dekat denganmu.

Delusi. Mungkin ada orang yang menganggapnya demikian. Tapi cinta memang aneh. Meski kita berusaha keras mengabaikannya, dia berdengung, bergetar, beresonansi dengan senar-senar di dalam hati.

Sudah dulu ya,
however sedikit rasa cinta ini membantuku bertahan dalam semangat menjalani hidup dan kehidupan. menjadi selingan yang menghibur di antara deadline yang meski digarap maraton dan lembur-lembur kok ya belum rampung-rampung. hehe.



Mahrajan Festival Wali Jawi 2014

Mahrajan Festival Wali Jawi 2014

Humanisasi atau memanusiakan kembali manusia adalah sebuah proses peremajaan kembali sejarah kemanusiaan. Proses humanisasi adalah sunnatuLlah sebab jika tidak diremajakan kembali maka sejarah manusia telah berakhir sejak dulu kala. Kemunduran sifat-sifat kemanusiaan, atau biasa disebut sebagai dehumanisasi, ditandai dengan pengingkaran terhadap kemanusiaan. Kemanusiaan yang dicirikan oleh kepemilikan akal, kecenderungan ber-Tuhan, dan kemampuan hidup berdampingan serta berkomunikasi dengan manusia lain ini seringkali mendapatkan tantangan berupa penghancuran atau pengingkaran akibat kebodohan manusia itu sendiri. Tugas untuk memanusiakan kembali manusia ini selama berabad-abad diemban oleh para Nabi dan Rasul sampai diutusnya Nabi Muhammad. Nabi Muhammad sebagai pamungkas para Nabi menandai era baru tugas pemanusiaan manusia ini yang diembankan kepada para pewaris Nabi ialah para Ulama’.
Sejarah telah menceritakan banyak kisah tentang humanisasi baik keberhasilan maupun kegagalannya di setiap jaman. Setiap jaman melahirkan tokoh-tokoh antagonis yang melakukan dehumanisasi dan tokoh-tokoh protagonis yang berjuang untuk humanisasi. Setiap jaman juga memproduksi elan-elan yang berujung kepada dramatisasi perjuangan menegakkan kemanusiaan di telinga orang-orang yang hidup setelahnya. Di Nusantara proses humanisasi telah terjadi berulangkali dengan beragam kisah, aktor protagonis maupun antagonis, elan dan latar geografis. Saat kemanusiaan terancam oleh dominasi aktor antagonis maka muncul aktor-aktor protagonis dengan elan-elannya, dengan balada perjuangannya. Demikian terjadi berulangkali. Sejarah mengulang dirinya sendiri.
Walisanga adalah salah satu kisah keberhasilan humanisasi di Nusantara. Spiritualisme, exemplary based education (dakwah bil hal), pendekatan seni dan budaya, dan pemahaman tentang kemanusiaan adalah metode-metode yang digunakan di dalam dakwah mereka. Masyarakat Nusantara yang sebelumnya melakukan Ma-lima, adigang, adigung, adiguna, mempertuhankan para raja, kelicikan-kelicikan dalam perdagangan, politik yang kotor sebagai bagian dari kehidupan mereka berubah total menjadi masyarakat yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa, santun, saling menghormati, bervisi keadilan dan guyup rukun. Masyarakat inilah yang dikelak di kemudian hari bahu membahu mendirikan, menegakkan dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Humanisasi yang dilakukan oleh Walisanga adalah perjuangan kepeloporan. Walisanga adalah pelopor dan kita pelanjut. Walisanga adalah salaf dan kita kholaf.
Banyak yang menyatakan bahwa Walisanga adalah sekedar wacana, dongeng nina bobok, tidak kongkrit. Bagi orang-orang yang berada di pesantren tempat keilmuan Islam secara ketat ditransfer dengan sanad yang bersambung kepada Nabi Muhammad, Walisanga adalah mata rantai keilmuan. Walisanga adalah mata rantai yang menyambungkan Islam di Indonesia sehingga sampai kepada Nabi Muhammad Sang Pembawa Ajaran. Walisanga jugalah yang meletakkan dasar-dasar kemasyarakatan Indonesia. Hari ini kita menikmati perjuangan para Wali sehingga kita bisa beribadah dengan tenang, kita mengetahui baik dan buruk, kita tahu caranya melaksanakan sholat dan lain-lain ibadah.



















Perjuangan para Wali membentuk masyarakat yang damai, tenteram dan meletakkan tonggak-tonggak baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur harus kita teruskan dengan demikian anak-anak keturunan kita akan menikmati hal yang sama dengan yang kita rasakan hari ini. Mahrajan Wali-wali Jawi ini adalah salah satu upaya mengingatkan kita untuk meletakkan kaki kita di atas jejak yang ditinggalkan oleh para Wali. Mahrajan ini juga kampanye agar lebih banyak orang meneladani akhlak mulia para Wali. Agar lebih banyak orang yang meneladani kearifan para Wali berdakwah. Dengan demikian kita semua mendapatkan inspirasi dalam rangka meneruskan tonggak-tonggak peradaban Islam Nusantara yang telah diletakkan oleh para Wali menjadi sebuah bangunan sempurna yakni masyarakat yang beradab. Jawi dalam hal ini dimaknai nusantara.
Majma’ Buhuts An-Nahdliyyah bersama-sama dengan Pemangku-pemangku Makam Aulia yang tergabung di dalam Perhimpunan Pemangku Makam Aulia, Takmir Masjid Agung Demak, Pemerintah Daerah Kabupaten Demak, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah bahu membahu melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan Mahrajan Wali-wali Jawi. Kabupaten Demak dipilih sebagai tempat pelaksanaan puncak Mahrajan Wali-wali Jawi untuk nunggak semi apa yang sudah dilakukan oleh para Wali.
sumber: situs mahrajan wali jawi