Save me, aku gigil

Dear cahaya


Seharian ini aku berhasil melakukan detoks. Sama sekali tidak memegang gadget, dan itu artinya tidak stalking kamu, dan itu artinya untuk sesaat aku tidak perlu merasakan rindu, atau pilu.
Tapi pulang dari bertemu dengan teman teman berhaha hihi, setelah kemarin seharian berhibernisasi, aku gigil. Sampai di rumah dalam keadaan kedinginan, luar dalam.

Kupecah konsentrasiku dari gigilku agar aku tidak mengalami apayang lebih menyedihkan dari ini. Sengaja aku tidur di tengah dua anakku. Menghamparkan selimut besar dan bersembunyi bersama mereka di baliknya. Tapi ini malah mengingatkan aku padamu. Bagaimana kamu tidur dengan anak anaknya, yang sekarang menjadi mantanmu. Bagaimana kalian saling bercanda dan menghangatkan. Seolah kamu adalah papa mereka sendiri, dan seakan mereka adalah anak anakmu sendiri. Bahkan saking dekatnya kalian, salah satu anaknya itu pernah menggigitmu. Itu gemas atau dia sedang marah padamu ketika tahu kamu bukan ayahnya? Itu aku tak perlu tahu. Ada banyak yang tak kutahu darimu, tetapi kenapa hati ini menyayangmu, itu yang aku perlu tahu. Dan ketidaktahuanku ini makin menambah gigilku.


With soul,
Yours


0 komentar:

Posting Komentar