Tips Menjaga Mood Menulis

Apa ya? Pas tadi pagi ada yang minta tips menjaga mood menulis, saya  juga sempat bengong.
Karena mungkin saya sudah mulai teracuni pemikiran dan perspektif bahwa mood itu sebenarnya ada dan tidak ada. Jadi seperti juga writing blocks yang akhir-akhir ini mulai disingkirkan istilahnya dari dunia penulisan oleh para guru dan mentor menulis, demikian pula mood.

However, pada kenyataannya kita masih menemui hal-hal semacam itu, writing blocks dan mood. Tapi lebih mudah dan praktis juga pragamtisnya sebenarnya lebih baik kita sebut sebagai 'malas'. Jadi...masak kita mau kalah sama malas? Mosok kita mau jadi pemalas? Mau disebut pemalas? Nggak mau kan?

Ya gitu deh. Terus ngelawannya gimana? Supaya tetap mood, tidak writing blocks dan semacamnya.
Mungkin jawabannya tergantung masing-masing diri. Kenali dirimu. Apa yang bisa membuatmu terbangkitkan (terus), apa yang bisa menjaga apimu?

Kalau saya biasanya :
1. Target. ada puluhan list PR yang saya tempel di board depan meja tulis saya, berikut tanggal-tanggal deadline-nya. Semakin saya malas, menghindar, beralasan dan seterusnya, deretnya akan semakin panjang saja dan menumpuk. Jadi tidak ada lagi alasan. Ayo kerjakan sekarang, cepat, jangan tunda-tunda.

2. Cover. Aiiih, saya paling suka dan seneng banget kalau ada cover baru buku saya yang rilis. Jadi supaya cepat menerima mention-an atau tag-an cover, saya harus selesaikan naskahnya segera. Tidak bisa tidak.

3. Kiriman. Baik kiriman MOU, transferan DP ataupun royalti, dan paket bukti terbit, juga membuat saya terus bersemangat.

4. Lihat cover buku teman-teman, baik di toko buku atau pas blog walking atau di wall fesbuk atau di timeline, itu bikin api saya juga menyala tambah besar. Ayo ayo ayo...:D

5. Kalau yang berkaitan dengan naskah/tulisan, agar apinya tetap terjaga, saya membawa coret-coretan outline-nya ke mana-mana, untuk saya tambahi coretan di sana sini.

6. Banyak-banyak baca buku berkaitan dengan yang sedang kita tulis juga akan sangat membantu. Atau baca buku-buku lain yang menggetok&mengguncangkan kita sehingga apa-apa yang bersembunyi dalam kepala kita jadi keluar karenanya

7. Brainstorming. Seneng banget kalau pas ada kesempatan ngobrol dengan guru/mentor nulis ataupun teman yang juga nulis atau siapa saja yang bisa dikorek terkait bahan tulisan kita. Baik itu ngobrol via telpon ataupun media sosial apapun.

Apalagi ya? Apakah kopi dan musik juga mempengaruhi mood & produktifitas kita? Mungkin juga.

Sementara itu dulu ya. Semoga bermanfaat.
Atau kamu punya tambahan tips? Ayo tulis di sini :)



2 komentar:

  1. Terimakasih mbak sharingnya.
    Ya, nggak boleh kalah dengan malas.
    Namanya orang malas pasti ada kata, tapi kan...tapi kan...
    Banyak alasan! Betul kan Mbak?

    BalasHapus