Selamat Ulang Tahun ke-40 Gramedia :)

Makna momen penting GPU bagi mereka dan dunia perbukuan Indonesia
GPU40
Penerbit Gramedia Pustaka Utama baru saja merayakan hari jadinya yang ke-40. Berikut ini geliat penerbit di bawah naungan Grup Kompas Gramedia ini dari 1974 hingga kini yang disebarkan oleh akun Twitter @Gramedia yang dinarasikan  ulang oleh bukunya.com:
1974
Gramedia Pustaka Utama berdiri dengan Badai Pasti Berlalu karya Marga T. jadi novel pertamanya.
1976
Kamus Inggris-Indonesia karya John M. Echols dan Hassan Shadily mengawali produksi kamus oleh GPU yang terbukti jadi buku laris andalan hingga kini.
1977
Novel pertama GPU, Badai Pasti Berlalu difilmkan dan melahirkan album soundtrack yang sama larisnya. Namun seiring lesunya perfilman Indonesia, GPU seolah kehilangan semangat buat melebarkan sayap ke produksi film. Butuh 40 tahun hingga akhirnya kembali mengulangi sukses yang sama.
1978
Novel serial Inggris mulai diterjemahkan oleh GPU antara lain seri Lima Sekawan Enyd Bliton dan cerita detektif Hercule Poirot karya Agatha Christie.
Memulai tren buku resep lewat Nyonya Rumah (Julie Sutarjana). Buku resep masakan seperti juga di negara lain memang tak ada matinya dan jadi bestseller sepanjang masa.
Novel perdana Mira W., Sepolos Cinta Dini, diterbitkan.
1979
GPU menerbitkan seri Imung karya Arswendo Atmowiloto.
1980
GPU mendapat hak terbit novel karya Sidney Sheldon. Hingga kini penjualannya menembus satu juta eksemplar.
1981
Seri Trio Detektif diterbitkan dan jadi buku laris era 1980-an.
1982
Menerbitkan seri Pustaka Cerita: Tini dengan judul pertama Robi dan Susi di Kebun Ajaib.
1985
Buku pertama Nh. Dini, Pada Sebuah Kapal. Diterbitkan pertama kali oleh GPU.
1986
Hilman Hariwijaya menerbitkan Tangkaplah Daku, Kau Kujitak. Wabah Lupus, tokoh utama novel ini, pun melanda tanah air.
1993
GPU menyabet lagi serial terjemahan laris. Kali ini John Grisham dengan novel The Firm.
1995
Terbit perdana Chicken Soup for the Soul karya Jack Canfield dan Mark Victor Hansen.
Bacaan remaja mulai dimeriahkan novel horor seri Goosebumps dan Fear Street karya R. L. Stine.
1997
Seri Harlequin mulai diterbitkan. Hingga kini lebih dari 1.000 judul telah diterbitkan dan melahirkan salah satu komunitas pembaca yang tertua, fanatik, dan paling setia.
2000
GPU meluncurkan situs resminya gramedia.com yang belakangan diubah jadi gramediapustakautama.com
Kekuatan buku resep yang dirintis Julie Sutarjana lewat Nyonya Rumah mencapai puncaknya ketika Sisca Soewitomo bergabung jadi penulis GPU. Konon Sisca termasuk peraih royalti tertinggi di GPU.
Kejelian GPU menyasar novel luar negeri terbukti dengan menerbitkan seri Harry Potter. Berkat sukses film Harry Potter, pundi-pundi GPU dibanjiri uang yang membuat penerbit ini berjaya dalam pertarungan di dunia penerbitan.
2003
GPU mulai melabeli terbitannya ketika meluncurkan novel TeenLit dan ChickLit di Indonesia.
2004
Membuat lini baru baru, novel MetroPop untuk pembaca dewasa muda. Berkah dari lini ini adalah mendapat novelis yang matang namun relatif muda yang kini jadi jangkar penulis GPU, baik fiksi maupun nonfiksi seperti Clara Ng , Alberthiene Endah, dan Ilana Tan.
2005
Menerbitkan Nayla, novel pertama Djenar Maesa Ayu yang memulai keriuhan novel soal perempuan. Penyukanya menganggap novel turunan Nayla sebagai penyuara kebebasan perempuan. Penentangnya seperti Taufik Ismail menjulukinya sastra selangkang dan aja juga yang mencibir sebagai sastra berlendir.
Lini Edutivity, buku aktivitas untuk anak dibuat oleh GPU. Lini yang terbukti sulit karena biaya produksi besar membuat harganya selangit.
2006
Menerbitkan Tesaurus Bahasa Indonesia karya Eko Endarmoko. GPU terbilang berani menerbitkan tesaurus pertama ini karena di luar kebiasaan, penulisnya bukanlah orang “pusat bahasa”. Belakangan ketika insitusi resmi bahasa menerbitkan tesaurusnya, mereka dikritik karena dinilai isinya menjiplak karya Eko yang menyusunnya sendirian.
2008
Serial Harry Potter mencapai buku pamungkas, sementara GPU belum juga menemukan buku yang setara. Namun tahun itu seorang editor menemukan buku vampir di toko buku Kinokuniya dan setelah bergerilya memamerkan temuannya, dibelilah seri Twilight karya Stephenie Meyer. Penjualannya memang tak melebihi Harry Potter namun pendapatannya cukup membuat GPU selamat melewati resesi ekonomi yang memukul penjualan buku pada 2009.
2009
Teka-teki “kemalasan” GPU dan penerbit grup Kompas Gramedia dalam pesta buku di Jakarta terjawab ketika mereka menjadi salah satu motor Kompas Gramedia Fair perdana. GPU pun lebih luwes menggelar acara di event sendiri.
GPU juga mulai bisa mengatasi ketertinggalan novel inspirasional, fenomena yang dipegang oleh Laskar Pelangi. Pada 2009 ini GPU menerbitkan Negeri 5 Menara karya A. Fuadi yang jadi megabestseller dengan penjualan melebihi 250 ribu eksemplar. Setelahnya muncul 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan danMimpi Sejuta Dollar oleh Alberthiene Endah.
2010
GPU menerbitkan buku kisah perjalanan yang lebih tebal dari pesaingnya. Selimut Debu karya Agustinus Wibowo. Uniknya meski kisahnya nonfiksi, yang menggarap justru divisi fiksi GPU.
2011
Agustinus Wibowo pulang ke Indonesia, menemui sejumlah komunitas travel dan diwawancara banyak media. Ekspos yang besar itu bersamaan dengan terbitnya Garis Batas membuat buku karya Agustinus Wibowo jadi laris di toko buku.
2012
Lini Amore diluncurkan buat menampung novel-novel romantis.
2013
Novel 99 Cahaya di Langit Eropa terbitan GPU difilmkan dan menembus lebih dari satu juta penonton. Bisa jadi awal melebarnya sayap GPU ke produksi film, namun sejauh ini belum terdengar ada rencana ke sana.
GPU kembali mendapat novel JK Rowling, serial Cormoran Strike, The Cuckoo’s Calling, yang ditulis dengan nama pena

2014
Mengeluarkan lini Chrome alias Christian Romance demi merambah ceruk pasar yang masih tak bertuan.
GPU berintegrasi dgn Toko Buku Gramedia di bawah nama Kelompok Penerbitan & Ritel Kompas Gramedia. Langkah yang bakal membuat pesaing makin sakit kepala.
sumber : http://bukunya.com/mengupas-40-tahun-perjalanan-gramedia-pustaka-utam

So Long Rina Shu

kamu yang muda
yang bersemangat
di tengah kelumpuhanmu
akhirnya pergi 
setelah sabar menanggung kesakitan 
selama dua puluh enam tahun kehidupanmu

air mata pecah
kesedihan tak terbendung
so long Rina
semoga damai,  berbahagia  dan tidak sakit lagi di rumah barumu. 
Buku Antologiku bareng Rina Shu, Ahmad Fuadi dkk



[BUKU BARU] Love Never Fails

Alhamdulillah, cerpenku berjudul KARMAKU masuk menjadi salah satu dari 17 Finalis  Lomba Nulis Cerpen dari ratusan peserta yang ikut. 
Jadi lahirlah antologi terbaru ini, berjudul Love Never Fails. Setelah cerita berbau surealis yang pernah kutulis sedikit di Mayasmara, inilah cerita berbau surealis yang berhasil kutulis berikutnya. 

Selamat membaca ya :) 

Quote Buku Berjalan Menembus Batas- Antologiku bareng bang Ahmad Fuadi dkk

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang (Imam Syafi’i)
• Harapan dan impian yang dingat-ingat terus dalam hati adalah doa kita
• Kesungguhan artinya mengusahakan apa pun itu dengan energi dan usaha ekstra, diatas usaha rata-rata orang lain
• Kalau melebihkan usaha diatas rata-rata, biasanya hasilnya juga akan diatas rata-rata
• Usaha dan persiapan yang sungguh-sungguh akan mengalahkan usaha yang biasa-biasa saja. Kalau bersungguh-sungguh akan berhasil, kalau tidak serius akan gagal
• Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada indahnya mimpi-mimpi mereka (Eleanor Roosevelt)
• Pada awalnya, mimpi adalah imajinasi
• Demi keikhlasan dan kebesaran hati seorang ibu, saya semakin mengukuhkan keyakinan tentang mimpi-mimpi masa depan yang saya pegang erat demi kesuksesan, kebanggaan, dan kebahagiaan ibu
• Hidup harus diperjuangkan demi kemenangan
• Pengalaman pahit telah mengajarkan tentang ketekunan dan kesabaran ditengah serba kekurangan
• Orang yang paling beruntung didunia adalah orang yang mengembangkan rasa syukur yang hampir konstan, dalam situasi apapun (Henry Ford)
• Jika anda dapat memimpikannya, anda dapat melakukannya (Peter F. Drucker)
• Hidup yang tidak dipertaruhkan adalah hidup yang tidak dimenangkan
• Cara terbaik meramalkan masa depan anda adalah dengan menciptakan masa depan itu sendiri
• Jika anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah anda lakukan (Thomas Jefferson)
• Orang yang memiliki alasan untuk hidup boleh dikatakan dapat selalu tegar (friedrich Nietzsche) & segala sesuatu yang tidak membunuhku akan membuatku kuat
• Vanitas vanitatum mundi (kesia-siaan sebuah dunia yang sia-sia)
• Tetapkanlah sesuatu yang dapat dan akan dilakukan maka kita akan menemukan cara untuk melakukannya (Abraham Lincoln)
• Cogito ergo sum (berpikirlah maka dari itu kamu ada)
• Dikala cinta dan keterampilan bekerjasama, adikarya akan tercipta (John Ruskin)
• Aku hanya orang biasa, tetapi aku bekerja lebih keras dari pada orang biasa (Theodore Roosevelt)
• Kesuksesan adalah sebuah proses juga. Kesuksesan yang sesungguhnya bukan ketika kita mencapai hasil yang kita harapkan, melainkan ketika kita mampu bangkit dari sebuah kegagalan
• Sukses itu ketika kita berusaha dan berdoa diatas rata-rata kebanyakan orang
PUISI MOTIVASI
Bukanlah kesabaran jika berbatas
Bukanlah keyakinan jika masih ada kebimbangan
Sekali lagi kenapa kau ragu terhadap perjuangan ini?
Bukankah Allah sudah berjanji
Dia akan menguatkan kamu jika kamu bersabar ?
Bersabarlah dalam proses kehidupan
Ingatkah kau akan kupu-kupu yang indah
Bukankah dia lama dalam fase kepompongnya
Ingatkah kau akan Siti Hajar
Ketegaran dia hidup sendirian dipadang gersang
Katanya kau ingin sekuat Siti Hajar?
Bukankah kau telah berucap
Akan setia di jalan ini
Mengikat janji erjuangan
Kenapa sekarang berputus asa?
Padahal, tinggal beberapa tangga lagi yang akan kau akhiri
Ingatkah kau?
Bahwa intan tercipta dengan tekanan dan suhu yang tinggi
Katanya ingin segemilang intan?
Maju, maju, maju
Jangan mau menyerah oleh keadaan
Atau kau akan terlindas oleh zaman

[Buku Baru] Storycake Nikmatnya Syukur

Alhamdulillah lahiran lagi...
Storycake for your life : Nikmatnya Syukur
Kisah-kisah inspiratif yang menggetarkan hati dan penuh hikmah tentang bersyukur.

Ini antologi saya bareng teman-teman yang diterbitkan oleh  Gramedia Pustaka Utama.
Tunggu hadirnya di toko buku terdekat kamu ya ^_^
Semoga bermanfaat dan menginspirasi :)



Ngos-ngosan Dikejar Asykar

Penulis : Dian Nafi
Penerbit : IMANIA
Tahun terbit : 2013
Tebal : 294 halaman, Soft cover
Harga : Rp.
Genre : Nonfiksi / Inspirasional


Kisah perjalanan yang dituturkan oleh penulis ini membawa pembaca berada di setiap tempat yang ditulis. Kisah perjalanan Haji selalu menarik untuk disimak. Terlebih buku ini mengisahkan secara rinci dan detail, setiap tempat, keunikannya, pengalaman si penulis dan orang-orang yang bertemu di perjalanan.

Perjalanan ibadah haji yang dituturkan di buku ini, tidak seperti buku dengan tema sejenis yang pernah aku baca. Penuturannya seperti seorang sahabat yang mengisahkan perjalanan haji. Tidak ada kesan menggurui. Penulis seperti mengajak pembaca beribadah haji serta mengunjungi tempat ziarah, wisata belanja dan wisata kuliner yang sangat terkenal di tanah suci. Di halaman terakhir, disisipkan pula Doa-doa, tips haji dan umroh serta wisata kuliner.


Tatacara ibadah haji seperti umroh turut pula mengisi tulisan yang berupa pengalaman pribadi si penulis dan sang adik wanitanya. Masing-masing menceritakan dengan sudut pandang yang berbeda karena berangkat ke tanah suci dari tempat tinggal yang berbeda pula. Si penulis yang berada di Indonesia, berangkat bersama adik laki-laki dan adik iparnya. Sedangkan adik bungsu penulis, seorang mahasiswi yang sedang belajar di negera Mesir berangkat bersama teman-teman kampusnya.



Yang menarik, kisah perjalanan haji Wiya, si adik, yang berangkat menggunakan transportasi laut dan menempuh waktu selama 22 jam. Sungguh perjuangan yang luar biasa mengingat sang adik hanya mengandalkan teman-teman sesama mahasiswa yang ada di Mesir. Mereka memulai back packer haji dari pelabuhan Safaga. Banyak pengalaman yang direguk oleh Wiya. Seperti kehilangan kacamata pada hari kedua perjalanan di atas kapal. Atau mendengar sirine penanda akan melewati mikat di tengah laut. Waaah, sebuah pengalaman yang pasti tak akan terlupakan.
Ada juga pengalaman seru saat harus lari dari kejaran orang asing. Pembaca serasa ikut ngos-ngosan. Bahkan ketika mereka cerita tentang wisata belanja, tawar menawar, sampai uang kembalian yang dibawa lari oleh si pedagang karena ada penertiban oleh Askar (petugas). Larilah kakak beradik ini ikut mengejar si pedagang yang pontang panting melarikan diri. Kisah-kisah dalam buku ini tidak hanya menegangkan, tapi juga banyak kelucuan, ada pula kisah yang mengharu biru hingga menggetarkan hati. Diselipi puisi nan menyentuh dan sangat bermakna.


Kekurangan buku ini hanya pada cara si penulis memilih sudut pandang saat bercerita. Karena saya sempat bingung saat membaca satu cerita tentang bertemu dengan seorang penolong misterius. Sebagai pembaca, saya bertanya-tanya siapa yang bertemu dengan si penolong? Si kakak ataukah adik?Baru di halaman berikutnya saya paham siapa yang dimaksud.
Namun, di balik satu kekurangan ini, buku ini menawarkan sebuah kisah yang patut dibaca. Sangat cocok sebagai panduan calon haji yang masuk dalam daftar tunggu haji. Juga cocok dijadikan kado untuk anak muda yang ingin menunaikan haji pada usia muda. Karena ibadah haji tidak hanya mengandalkan uang, tapi juga kesehatan fisik dan kesiapan mental.

Sangat Inspiratif :)

Resensi : by Hidayah S

Rahasia Anak Cerdas

Sebuah berita ringan mancanegara di salah satu televisi swasta nasional beberapa waktu lalu sungguh sangat mengagumkan.
Berita tersebut mengisahkan seorang anak kecil berusia 7 tahun, Alexanak cerdas-esn Mortgail, asal Bremen, Jerman, memiliki IQ yang sangat cemerlang. Dalam usia 2,8 tahun, dia sudah lancar membaca dan menulis. Setiap harinya tak terlewatkan membaca berbagai karya sastra untuk anak, juga “melahap” habis sejumlah jurnal ilmiah, berbagai berita koran maupun berita melalui teknologi informasi. Pendek kata ia tidak pernah melewatkan berbagai informasi yang ia peroleh dari berbagai sumber.
Orang tua Mortgail sempat merasa khawatir dengan kecerdasan otak anaknya itu. Kecerdasannya telah menyebabkan perilakunya “menyimpang” karena menjadi sangat berbeda dengan anak-anak lain sebayanya. Mortgail hampir setiap harinya hanya mengisi waktunya dengan membaca, menulis, dan “bergaul” dengan teknologi informasi.
Ketika memasuki usia 5 tahun, Mortgail sudah bisa menguasai tiga bahasa dunia, Inggris, Spanyol, Prancis, dan tentu saja bahasa Jerman. Di sekolahnya, berbagai bentuk soal hitungan matematika, fisika, dan kimia dapat dijawabnya dalam waktu singkat.
Melihat kecerdasan yang luar biasa pada diri Mortgail, kepala sekolahnya merekomendasikan murid istimewa itu untuk langsung belajar di perguruan tinggi tanpa mengikuti sekolah tingkat menengah. Setelah di universitas, dengan melihat keistimewaan Mortgail, rektor universitas tempat Mortgail kuliah segera mendaftarkan anak itu ke lembaga pemerintah yang secara khusus menangani anak berbakat. Berkat keistimewaan yang dimilikinya, Mortgail dinyatakan sebagai “anak negara”. Beberapa tahun kemudian, ketika ia berusia 10 tahun, si anak ajaib itu, muncul di jaringan televisi Jerman untuk melakukan debat ilmiah dengan sejumlah profesor. Itulah kisah Mortgail si bocah ajaib, luar biasa.
Rahasia Membentuk Anak sehat, cerdas dan berkepribadian baik merupakan dambaan setiap orangtua. Salah satu langkah awal penting untuk mewujudkannya adalah pemberian makanan pertama dengan kualitas dan kuantitas optimal. Soalnya gangguan gizi pada masa bayi dapat menghambat pertumbuhan otak, yang tentu berpengaruh pada perkembangan kecerdasan bayi.
Fakta-fakta ilmiah membuktikan, bayi dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas bila diberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif pada 4 – 6 bulan pertama kehidupannya. ASI eksklusif, lebih tepat disebut pemberian ASI secara eksklusif, artinya hanya memberi ASI pada bayi.
Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan. Pertama, faktor genetik atau bawaan dari orangtua. Lainnya, faktor lingkungan. Faktor ini akan menunjang apakah faktor genetik bisa berkembang optimal. Perlu diingat, faktor genetik tidak dapat direkayasa, sementara faktor lingkungan punya banyak sisi yang dapat dimanipulasi.
Secara garis besar ada tiga jenis faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan.
1. Pertumbuhan fisik biomedis otak. Untuk ini, nutrisi berperan sangat penting. Makanan dengan kualitas kadar gizi dan kuantitas yang optimal akan mendukung pertumbuhan otak yang optimal pula.
2. Pertumbuhan emosi dan sosial yang mengutamakan pemberian kasih sayang pada anak. Anak yang merasa disayangi akan mudah menyayangi lingkungan. Dan, dia pun mudah bersosialisasi serta menjalin hubungan yang memuaskan.
3. Stimulasi atau rangsangan sejak dini, bahkan sejak janin dalam kandungan. Para ahli membuktikan, dengan pemberian stimulasi terus-menerus sampai dua tahun, IQ anak pada usia 4 – 5 tahun dapat ditingkatkan 15 – 30 poin.
Pertumbuhan otak
Bila mendengar kata cerdas selalu diasosiasikan dengan otak. Otak, salah satu organ paling penting dalam tubuh manusia yang tumbuh sangat cepat selama kehamilan. Otak bayi terbentuk segera setelah pembuahan. Otak bayi lahir telah mencapai pertumbuhan 25 persen dari otak dewasa dan mengandung 100 miliar sel otak (neuron). Di usia setahun, pertumbuhannya mencapai 70 perse dari otak dewasa. Di usia tiga tahun, otak anak telah sebesar 90 persen otak dewasa. Maka periode ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kecerdasan anak.
Pertumbuhan otak terbagi atas dua stadium. Stadium pertama adalah stadium pembentukan neuron, sedangkan stadium kedua adalah stadium pembesaran dan pematangan neuron. Pembentukan ini hanya berlangsung sampai usia kehamilan lima bulan, setelah itu neuron tak terbentuk lagi. Bila gizi ibu hamil baik, di akhir stadium pertama akan terbentuk neuron muda yang sangat banyak.
Gizi bayi yang baik dapat mempercepat pembentukan myelinisasi, apalagi bila disertai rangsangan. Makin banyak rangsangan yang didapat, akan makin banyak pula cabang neuron yang terbentuk. Maka, komunikasi antar sel-sel otak juga akan baik. Rangsangan pada panca indra janin sangat baik untuk menjaga agar otak tetap dapat tumbuh.

sumber :etalaseilmu.wordpress.com/2009/10/08/rahasia-membentuk-anak-cerdas/

Dua Wajah Mesir

Judul Buku: Mesir Suatu Waktu
Penulis: Dian Nafi dan Rabiah Adawiyah
Penerbit: PT. Grasindo
Tebal: VIII 126 halaman
ISBN: 9786022511380
mesir
Memoar ini mengupas Mesir dari dua sisi. Kumpulan catatan perjalanan salah satu penulis, Rabiah, selama kuliah di fakultas Syari’ah Islamiyah Universitas Al-Azhar Cairo. Bersama sang kakak, Dian Nafi, Rabiah menceritakan kembali pengalamannya selama merantau di Mesir.
Entah harus merasa beruntung atau buntung karena Rabiah menginjakkan kaki ketika gejolak Mesir bertabuh. Demonstrasi menjadi pemandangan setiap hari. Suara tembakan juga kerap kali mengiringi langkah.
“Sudah beberapa hari ini, sejak demo yaum al-ghodob, tiap malam kami mendengarkan tank-tank tentara berjalan pelan melewati jalan besar dekat imarah kami menuju Hay Asyir (hal. 102).”
Suasana kian memanas ketika tiada akses informasi, persediakan makanan dan minuman yang menipis, hingga akhirnya jalur evakuasi warga Indonesia pun dibuka. Namun, Rabiah lebih memilih menetap dahulu di wilayah konflik, dan memberikan ‘jatah’nya kepada kawan yang sangat panik. Hhhmmm saya akui itu bukan keputusan yang umum.
Di bab lain, penulis juga menggelontorkan eksotisme wisata Mesir. Melalui buku ini, saya jadi tahu kalau di Cairo ada komunitas Kupretist du Caire, adalah komunitas yang terbuka untuk umum bagi pendatang yang ingin menjelajah sejarah Cairo. Komunitas yang mengajak Rabiah menginjakkan kaki di Masjid Sayyidah Aisyah, masjid kembar yaitu masjid Sultan Hasan dan Rifa’I, sampai Amir Thaz Palace.
Pengalaman paling unik Rabiah adalah menunaikan haji yang berangkat dari Mesir. Untungnya, tahun tersebut adalah batas akhir bagi jamaah haji yang datang bukan dari negaranya sendiri. Dalih Rabiah masuk akal, karena jauh lebih murah.
Di akhir buku, penulis menutup cerita dengan membeberkan tip perjalanan ke Mesir. Contohnya, bulan apa yang tepat untuk mengunjungi Mesir, apalagi udara setempat terkadang kurang sesuai dengan kulit orang Indonesia. Selain itu, ada pula tip memilih akomodasi yang terpercaya, sampai cara menyesuaikan makanan setempat yang identik dengan roti dan bumbu tersendiri.
Buku yang tidak hanya memaparkan cerita jalan-jalan, tetapi pengalaman Rabiah mengenai kehidupan di Mesir dengan dua wajahnya. Penulis pun seolah-olah mengajak saya berkelana di negeri piramida.
resensi by wurin

Lelaki Juga Bisa Jadi Fitnah

Deportasi orang tampan yang dilakukan pemerintah saudi merupakan contoh dalam hal ini. Apa kepentingan masyarakat indonesia dengan kebijakan ini? Sampai mereka harus gempar, bahkan memberikan komentar tanpa arah. Meskipun setidaknya ada satu pelajaran yang bisa kita tangkap dari fenomena ini, bahwa komentar masyarakat kita terhadap kasus tersebut menunjukkan bagaimana tingkat pemahaman mereka terhadap syariat islam.
Berikut beberapa catatan yang bisa kita perhatikan terkait kasus deportasi tersebut,
Pertama, sejatinya kebijakan semacam ini pernah dilaksanakan di zaman khalifah Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu.
Suatu ketika Umar radhiyallahu ‘anhu jalan-jalan di malam hari, melaksanakan tugas sebagai khalifah. Tiba-tiba ada seorang perempuan yang memanggil-manggil nama Nashr bin Hajjaj. Dia berangan-angan untuk bertemu Nashr, sampai tidak bisa tidur. Wanita ini bersyair,
هل من سبيل إلى الخمر فأشربها ….. أو هل من سبيل إلى نصر بن الحجاج
Apakah ada jalan mendapatkan arak agar saya dapat meminumnya * * *
Atau apakah ada jalan untuk menemui Nashr bin Hajjaj.
Dia sedang mabuk kepayang, jatuh cinta dengan Nashr bin Hajjaj.
Pagi harinya, Umar mencari identitas Nashr bin Hajjaj. Ternyata dia berasal dari Bani Sulaim. Seketika Umar radhiyallahu ‘anhu menyuruh Nasrh untuk menghadap. Ternyata Nashr bin Hajjaj ialah orang yang pandai bersyair, sangat bagus rambutnya dan sangat tampan wajahnya.
Kemudian Umar memerintahkan agar rambutnya digundul. Dia pun menggundul  rambutnya. Tapi ternyata dia semakin tampan. Lantas Umar memerintahkan agar dia memakai surban. Setelah memakai surban, justru menambah ketampanananya dan menjadi hiasan baginya. Lalu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tidak akan tenang bersamaku seorang laki-laki yang dipanggil-panggil oleh perempuan.” Kemudian Umar radhiyallahu ‘anhu memberinya harta yang banyak dan dia mengutusnya ke Bashrah agar dia melakukan perdagangan yang dapat menyibukkan dirinya dari memikirkan perempuan dan menyibukkan perempuan dari dirinya.
Kisah ini disebutkan oleh sejumlah ulama. Diantaranya Syaikhul islam dalam kitab Istiqamah dan Majmu’ Fatawa, Ibnul Qoyim dalam Badai Al-Fawaid, Al-Alusi dalam Tafsirnya; Ruhul Ma’ani, dan As-Syinqithi dalam Adhwaul Bayan. Kisah ini dishahihkan Al-Hafidz Ibn Hajar dalam Al-Ishabah (6/485).
Kedua, bagi orang yang belum memahami rahasia dibalik kesempurnaan syariat, akan bertanya-tanya, apa urusan Umar dengan ketampanan Nashr bin Hajjaj?
Tentu saja yang dilakukan Umar bukan karena beliau iri dengan Nashr atau semata karena kurang kerjaan. Pemimpin sekelas Umar sangat jauh dari dugaan semacam ini.
Untuk bisa mengerti latar belakang keputusan Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, kita perlu memahami satu kata kunci bahwa syariat islam adalah syariat yang membuka setiap jalan kebaikan dan menutup semua celah keburukan.
Jika kita perhatikan aturan syariat, kita bisa menyimpulkan bahwa syariat islam sangat antusias untuk membuka setiap celah kebaikan dunia-akhirat dan menutup rapat setiap celah keburukan dunia-akhirat. Karena itulah, dalam urusan yang haram, islam tidak hanya melarang yang haram saja, tapi juga melarang semua celah yang bisa mengantarkan kepada yang haram. Islam mengharamkan zina, islam juga mengharamkan setiap celah menuju zina. Islam mengharamkan riba, islam juga mengharamkan setiap celah menuju riba, seperti jual beli ‘inah, dst. Semangat seperti inilah yang sering dikenal oleh para ulama ushul fiqih dengan istilah Saddud Dzari’ah : menutup celah setiap jalan yang bisa memicu timbulnya perbuatan yang terlarang.
Syaikhul Islam mengatakan,
إن الشريعة جاءت بتحصيل المصالح وتكميلها وتعطيل المفاسد وتقليلها فالقليل من الخير خير من تركه ودفع بعض الشر خير من تركه كله …
“Sesungguhnya syariat datang untuk mewujudkan semua bentuk kebaikan dan menyempurnakannya, serta menghilangkan semua bentuk kerusakan dan menguranginya. Menjaga kebaikan yang sedikit, itu lebih baik dibandikangkan mengabaikannya. Mengurangi keburukan yang seidkit, itu lebih baik dari pada membiarkan semuanya.” (Majmu’ Fatawa, 15/312).
Setalah menyebutkan prinsip penting di atas, selanjutnya Syaikhul islam menyebutkan kisah Nashr bin Hajaj bersama Umar,
ومما يدخل في هذا أن عمر بن الخطاب نفى نصر بن حجاج من المدينة ومن وطنه إلى البصرة لما سمع تشبيب النساء به..
Termasuk upaya mewujudkan semangat ini adalah sikap Umar bin Khatab yang mendeportasi Nashr bin Hajjaj dari kota asalnya Madinah ke kota Bashrah. Karena beliau mendengar beberapa wanita menyanjung-nyanjung dirinya…
Ketiga, Apakah Ini Hukuman?
Jika kita perhatikan, sejatinya semacam ini bukan hukuman. Andaipun disebut hukuman, sejatinya hanya hukuman yang sangat ringan. Karena orang ini hanya dideportasi ke tempat lain, dan selanjutnya dia bisa beraktivitas sebagaimana umumnya masyarakat. Dia tetap mendapat hak kelayakan hidup.
Dan kebijakan pemerintah muslim dalam hal ini adalah menjaga timbulnya peluang maksiat yang lebih besar. Sehingga tujuan sejatinya adalah sebagai pendidikan bagi umat.
Ini sebagaimana dijelaskan Syaikahul islam dalam lanjutan fatwanya,
فهذا لم يصدر منه ذنب ولا فاحشة يعاقب عليها؛ لكن كان في النساء من يفتتن به فأمر بإزالة جماله الفاتن فإن انتقاله عن وطنه مما يضعف همته وبدنه ويعلم أنه معاقب وهذا من باب التفريق بين الذين يخاف عليهم الفاحشة والعشق قبل وقوعه وليس من باب المعاقبة
Dalam kasus ini, Nashr bin Hajaj sebenarnya tidak melakukan dosa maupun perbuatan keji, sehingga dia layak dihukum. Akan tetapi mengingat ada beberapa wanita yang tergila-gila dengannya maka beliau perintahkan untuk mengurangi kadar kegantengan pemicu fitnah. Dengan dia dideportasi dari negerinya akan mengurangi pikiran yang tidak karuan, fisiknya dan dia akan menyadari bahwa dia sedang dihukum. Semacam ini hakekatnya adalah menjauhkan orang dari kekhawatiran timbulnya perbuatan keji dan mabuk cinta, sebelum itu terjadi, dan bukan sebagai hukuman. (Majmu’ Fatawa, 15/313).
Keempat, Bukankah Ini Merugikan Satu Pihak?
Kita sepakat ini akan merugikan pihak yang dideportasi. Padahal dia tidak melakukan kesalahan. Tapi harus ada yang dikorbankan demi berlangsungnya pendidikan bagi umat. Dalam kajian fikih, semacam ini termasuk bentuk mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan individu. Para ulama meletakkan kaidah,
يتحمل الضرر الخاص لدفع ضرر عام
Diambil kerugian yang lingkupnya kecil untuk menghindari kerugian yang lingkupnya umum. (Al-Wajiz fi Idhah Qawaid Al-Fiqh Al-Kuliyah, hlm. 263).
Mengorbankan hak orang yang dideportasi, itu pasti. Tapi pengorbanan ini akan lebih ringan dibandingkan kemaslahatan yang bisa dinikmati banyak orang. Setelah memahami ini, berlebihan ketika ada orang yang menggugat fenomena tersebut atas nama HAM.
**
Kisah tentang Nashr bin Hajjaj dapat di baca pada Bada’i al Fawaid (Ibn Qayyim Al Jauziyyah), Rûhul Ma’âni (Al Alusi), Adlwâ’u al Bayân (Asy Syinqithi), dan Ibnu Hajar menshahihkan sanadnya dalam Al Ishobah.
**

Kisah yang lain :
Nashr adalah pemuda paling tampan dimasa itu di Madinah. Sosoknya sangat tekun beribadah, dan memiliki sifat kalem (Gayanya cool kalo jaman sekarang gitu loh). Secara diam-diam, Nashr adalah pemuda idaman kaum hawa saat itu. Dia begitu disukai gadis-gadis.

Sampai suatu saat Umar Bin Khattab mendengar seorang perempuan menyebut nama Nashr dalam bait-bait puisi kerinduanyang dilantunkan di malam hari. Mendengar itu, Umar mencari sosok yang disebut dalam puisi tersebut. Terpanalah Umar melihat ketampanan dan kekerenan dari Nashr bin Hajjaj ini. Umar mengatakan : “Ketampananmu telah menjadi fitnah bagi gadis-gadis di Madinah.”

Maka, selaku khalifah yang arif, Umar mengirim Nashr ke Basra (Irak). Disini Nashr dititipkan pada sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri yang telah bahagia kehidupannya. Namun lagi-lagi ketampanan Nashr menimbulkan masalah, karena istri dari tuan rumah tersebut jatuh hati pada Nashr. Dan lebih parah lagi, Nashr ternyata juga jatuh hati pada kecantikan dan kebaikan budian istri keluarga tersebut.

Suatu ketika, Nashr berkumpul dengan tuan rumah yang terdiri dari suami dan istri tersebut. Nashr menulis sesuatu dengan tangannnya diatas tanah yang kemudian dijawab oleh sang istri dengan tulisan juga. Karena buta huruf, suami yang sudah curiga itupun memanggil sahabatnya untuk membaca tulisan itu setelah acara berkumpul tersebut selesai. Sahabatnya mengatakan bahwa tulisan yang terdapat ditanah yang ditulis oleh istrinya dan Nashr berbunyi : “Aku Cinta Padamu..”

Nashr tentu saja malu. Akhirnya dengan menanggung beban malu, Nashr memutuskan meninggalkan rumah keluarga itu, dan hidup sendiri disebuah gubuk terpencil. Namun, perasaan cintanya pada sang istri keluarga tersebut tak mampu dia hapus. Nashr menderita karenanya, hidup merana karena Cinta.

Sampai akhirnya Nashr jatuh sakit dan badannya kurus kering karena menanggung derita cinta yang tiada akhir (kata mutiara cinta Pat Kai). Melihat peristiwa itu, suami perempuan itu kasihan melihat kondisi Nashr bin Hajjaj yang tadinya tampan rupawan, jadi kurus kering dan sakit parah. Dia menyuruh istrinya untuk mengobati Nashr.

Betapa gembiranya Nashr ketika melihat perempuan itu datang. Tapi cinta mereka tak mungkin berakhir di pelaminan. Memang mereka berdua tidak melakukan dosa perselingkuhan badan. Namun mereka sangat menderita karena hal itu, dan Nashr akhirnya meninggal karena kepedihan jiwa yang cintanya tak mampu memiliki wanita idamannya.

Itulah derita panjang dari sebuah cerita cinta yang tumbuh di ladang yang salah. Tragis memang, tapi perasaan cinta memang tak mampu dibendung, sehingga Nashr lebih rela membayarnya dengan kepedihan hati dan derita karena cinta hingga akhir hayatnya.

Pastilah cinta yang seperti itu akan menjadi penyakit. Sebab cinta sebenarnya, cinta antara pria dan wanita, hanya akan menemukan kekuatannya dengan sentuhan fisik. Makin intent sentuhan fisiknya, makin kuat dua jiwa dan dua cinta saling tersambung.

Maka, ketika sentuhan fisik menjadi mustahil, cinta seperti yang dialami Nashr akan berkembang menjadi penyakit. Itulah sebabnyacinta antara pria dan wanita sebaik-baiknya adalah dengan menyatukan hati dan fisik mereka di
pelaminan atau pernikahan

dari berbagai sumber

Charles Dickens

8 Writing Tips to Remember from Charles Dickens & Ebenezer Scrooge

Dickens at 30 in 1842. One year later "A Christmas Carol" would be published.
Its Christmas time and what better event to attend than the theatrical production of Charles Dickens’ endearing story, A Christmas Carol. I took in this holiday classic last week and as expected, it lived up to my great expectations (pun intended.)
This moving story once again rejuvenated my Christmas spirit because, as Dickens intended, it speaks to the heart about love, charity, kindness, the plight of the poor, and human suffering, while inspiring us to make our life count.
At the intermission, I gazed around the ornate Pabst Theater in Milwaukee and let my mind drift. How do you write a timeless classic? How did Dickens pen something that would strike a chord in the heart and soul of everyone that would read it? How do you develop a main character with such dimension, conviction, flaws and redeeming value? How do you sketch so many minor characters with such personality and charm?
Since watching this wonderful stage production of what is still the bestselling Christmas book of all time, I have observed eight writing tips to remember from Charles Dickens and his beloved character, Ebenezer Scrooge.
1.  Write a story that resonates. Dickens hit on all of the factors that drive a good story. A complex main character (Scrooge). Timing (Christmas time). Setting (London). Values (kindness, forgiveness, repentance, restitution). Uniqueness (The Ghosts of Christmas past, present and future). Conflict (Scrooge’s internal struggle to choose between love or money). Crisis (His impending death), Climax (His moment of decision). Resolution (His change of heart). Conclusion (Restored relationships, Tiny Tim survives).
 2.  Start with a memorable character. Who could be more memorable than Ebenezer Scrooge? Read the first few pages of the story. See how Dickens describes him. Incredible. Scrooge has left an indelible mark on all of us. We love him despite his flaws.
3.  Write what you know. Writing 101 says  “write what you know.” Dickens knew London; he lived there. He knew poverty; his parents were sent to debtors’ prison while he, at 12, worked in a warehouse for six shillings a week. He drew on the experiences of his life to depict the plight of the poor.
4.  Write with passion. Dickens’ sister-in-law wrote that she had never seen him write with such fervor than when he wrote A Christmas Carol. In just six weeks he wrote a story for the ages. Within two months of its debut, eight theater companies adapted and mounted the story on stage. Critics hailed it “a national institution” a year later. It would become his most memorable work. He was 31.
5.  Set your subconscious to work. Like so many writers, Dickens got away from his work—to do his work. His sister-in-law once reported that he “walked about the black streets of London, fifteen or twenty miles, many a night” while plotting this compelling story.
6.  Introduce an innovative element. Dickens used common literary techniques such as flashback and flash-forward devices. Yet, he did it creatively with the Ghosts of Christmas past, present and future.
 7.  Maintain a disciplined writing schedule. As I mentioned earlier, Dickens wrote steadily and fervently and completed it in six weeks. While there is not much detail concerning his actual writing schedule, it’s clear he pushed himself to achieve a deadline, self-imposed or otherwise. His masterpiece was published on December 19, 1843. It has gripped us for 168 years.
8.  Give the reader something to chew on. This is perhaps the crowning achievement of this classic tale. It gives us pause every time we read it or see it. A question always lingers in my head. How can my life benefit others?
These are just a few writing tips to remember from Charles Dickens. But what can we learn about being a better writer from that crusty old Ebenezer Scrooge?
We can learn how a multidimensional main character has the power to capture and captivate an audience—for generations. And, we can learn that although Charles Dickens made Ebenezer Scrooge, it’s also true that Ebenezer Scrooge made Charles Dickens.


sumber : web refuge

Stephen Chbosky: “Bangun. Duduk. Menulis Kalimat Pertama”

Stephen Chbosky, 44 tahun, menyentak publik pembaca Amerika dengan novel pertamanya, The Perks of Being a Wallflower. Novel ini terbit ketika ia berumur 29 tahun dan masuk ke dalam daftar best-seller New York Times. Tahun 2012, Mr. Mudd Productions, sebuah perusahaan film yang didirikan oleh John Malkovich dan kawan-kawan, mengeluarkan film adaptasi novel tersebut, judulnya sama. Chbosky sendiri yang menulis skenario dan menyutradarainya. Dalam sebuah wawancara via surel, ia menerangkan pikiran-pikirannya mengenai novelnya yang berkisah tentang pelajar SMA yang terasing dari lingkungan.
Tanya (T): Bagaimana cara anda mengembangkan Charlie—karakter utama dalam novel ini? Adakah hubungannya dengan pengalaman pribadi anda sewaktu remaja?
Jawab (J): Pada dasarnya saya menulis The Perks of Being Wallflower karena alasan-alasan yang bersifat sangat pribadi, dan saya senang sekali mengetahui ada banyak orang di luar sana yang memahaminya. Khususnya para pembaca di Amazon.com. Menjawab pertanyaan tadi, saya kira saya tidak terlalu banyak mengembangkan karakter Charlie. Ia sudah "berdaging” manakala datang kepada saya.
Kisah ini mengendap di pikiran saya selama lebih-kurang lima tahun sebagai gambar-gambar: seorang remaja yang berdiri di mobil ketika mobil itu melintasi terowongan, gadis yang ditaksir olehnya, pesta-pesta yang dikunjunginya.
Pada suatu Sabtu pagi—sebetulnya waktu itu saya sedang menghadapi banyak kesulitan—impresi-impresi itu seolah minta dituliskan begitu saja. Saya bangun. Duduk. Menulis kalimat pertama. Dan dalam sebulan, saya sudah menulis kira-kira setengah dari isi buku. Saya istirahat selama beberapa bulan sebelum menyelesaikan sisanya selama enam minggu.
Kisah ini, juga Charlie, tentu berhubungan dengan masa remaja saya, namun tidak berarti ia otobiografis. Dalam banyak hal ia berlainan dengan kehidupan SMA saya.
T    : Dari manakah mula-mula anda mendapat ide cerita tersebut? Apakah ada kesamaan antara cara anda dan Charlie dalam memandang dunia?
J    : Memang ada kesamaan dalam cara kami memandang hidup. Dan sebenarnya justru penulisanThe Perks of Being a Wallflower-lah yang membuat saya menyadari pikiran-pikiran serta perasaan saya pribadi tentang manusia dan dunia.
Ide cerita muncul semasa saya sekolah. Tetapi bentuknya masih berbeda samasekali. Dalam versi awal itu ada narasi seperti ini, "I guess that's just one of the perks of being a wallflower." Setelah menulis kalimat itulah saya menyadari bahwa karakter yang saya cari ada di dalamnya. Dan lima tahun kemudian saya menulis novel ini.
T    : Tema-tema yang saya temukan dalam bacaan laki-laki umumnya hanya perang dan kekerasan. Novel anda menceritakan seorang anak laki-laki dan apa-apa yang ia rasakan ketika beranjak dewasa. Menurut anda, mengapa fiksi remaja utamanya ditujukan kepada anak perempuan? Mengapa tidak banyak buku untuk anak laki-laki yang menggarap tema selain perang dan kekerasan? Buku apa yang anda senangi semasa remaja? Dan bacaan apa yang anda senangi saat ini?
J    : Saya pernah menanyakan hal serupa kepada pihak penerbit. Jawabnya: fiksi remaja utamanya ditujukan kepada gadis-gadis karena merekalah pembeli terbanyak. Sesederhana itu. Bukan berarti remaja laki-laki tidak mau beli buku. Hanya saja sebagian besar memang lebih menyukai genre fantasi, horor, atau cerita-cerita perang. Begitulah.
Sewaktu remaja, bacaan saya merupakan perpaduan antara karya-karya klasik, horor, dan fantasi. Kegemaran saya antara lain The Great Gatsby (Scott Fitzgerald--red), To Kill a Mockingbird (Harper Lee), Death of a Salesman (Arthur Miller), The Shining (Stephen King), The Hobbit (J.R.R Tolkien), dan Hamlet (Shakespeare).
Kini saya masih suka novel-novel klasik semacam The Sun Also Rises (Hemingway), Crime and Punishment (Dostoevsky), 1984 (George Orwell), Portnoy's Complaint (Phillip Roth). Tapi saya juga menyenangi "page-turners", khususnya karya-karya Stephen King. The Stand sampai sekarang masih jadi salah satu kesukaan saya. Dan kedudukan Boy Wonder karya James Robert Baker sebagai buku paling lucu yang pernah saya baca belum tergeser.
T    : Charlie membaca The Catcher in the Rye berulangkali. Dan orang-orang bilang gaya menulis anda menyerupai J.D. Salinger. Apakah penggambaran yang anda lakukan atas kegiatan membaca Charlie itu punya maksud tertentu?
J    : Sulit untuk tidak bicara tentang The Catcher in the Rye karena ia betul-betul karya klasik Amerika. Saya mencintai buku tersebut. Ia merupakan salah satu yang paling saya senangi semasa remaja. Tapi saya tidak membacanya sepanjang menulis The Perks of Being a Wallflower. Selain Salinger, ada sejumlah pengarang lain yang juga memengaruhi saya dengan sama besarnya. Antara lain: Scott Fitzgerald, Tennessee Williams, penulis skenario Stewart Stern, serta nama-nama lain yang tidak terhitung banyaknya. Dan saya tidak pernah bermaksud meniru-niru gaya Salinger.
Dalam beberapa bagian saya memang mengacu kepada The Catcher in the Rye sebagai semacam tribut. Tapi porsinya tak lebih besar daripada yang saya berikan kepada This Side of Paradise(Fitzgerald), On the Road (Jack Kerouac), serta buku-buku lain yang mendampingi saya tatkala beranjak dewasa. Saya bisa memaklumi pembandingan yang orang-orang lakukan atas Charlie dan Holden Caulfield. Namun pada saat bersamaan, saya pikir keduanya memiliki persoalan-persoalan serta cara pandang masing-masing yang unik. []
*Wawancara dilakukan oleh Ann Beisch dan dipublikasikan di situs L.A.youth (http://www.layouth.com/interview-with-stephen-chbosky-author-of-the-perks-of-being-a-wallflower/)
Diterjemahkan oleh Dea Anugrah. Foto diambil dari Wikipedia. sumber web moka

Tips Agar Novel Diterima Penerbit

Dari Anne R. Allen di situsnya http://annerallen.blogspot.com/ , kita bisa mengutip 8 teknik menulis novel yang PASTI diterima penerbit. Sebagaimana kita ketahui, tidak semua naskah masuk diterima dan diterbitkan oleh penerbit. Begitu pula cinta, ada kalanya bertepuk sebelah tangan #tsahh #beratcuy. Mengapa naskah novelku tidak diterima penerbit ya? Banyak alasan dan jawaban yang bisa diajukan. Mulai dari teknis menulis sampai attitude. Untuk menjamin naskah kita diterima, penulis kudu tahu trik-triknya. Nah, Anne R. Allen yg baik hati telah membocorkan trik-triknya ini:

(1) Agar #diterimapenerbit, tulislah novel dengan genre yang "laku" atau sedang in atau calon populer di pasaran.
Sering-seringlah main ke toko buku. Seorang penulis itu punya dua kuil persembahan: (1) perpustakaan dan (2) toko buku. Toko buku (on line maupun tradisional) adalah tempat paling tepat untuk melihat buku-buku apa yg sedang laris atau calon laris. Misal: saat ini yg lagi laris adalah buku-buku remaja-keagamaan-populer, nah tulis buku dengan tema-tema sekitaran itu. Pastikan juga penerbitnya tepat. Masak iya kirim naskah teenlit ke penerbit buku pertanian? (˘̩̩̩_˘̩ƪ) #GalauBersamaOryzaSativa.

(2) Agar #diterimapenerbit, jangan atau hindari menulis naskah yang meniru naskah film bioskop/sinetron.
Sebuah buku yang diadaptasi dari film, biasanya jatuh alias gagal di pasaran. Jadi, filmnya dibukuin begitu. Kalah sensasi kali ya. Berbeda halnya dengan buku yang diangkat menjadi film layar lebar. Nah ini baru keren karena hanya buku2 keren saja yg difilmkan. Jangan meniru film, lebih baik tirulah buku atau novel lain. Meskipun menjiplak itu haram banget hukumnya, tapi tidak apa-apalah kalau sekadar "terinspirasi".

"A novel is a mindscape, not a landscape." (Anne R. Allen). Dalam novel, pembaca melihat cerita dari dalam diri si karakter. Sementara dalam film, penonton melihat cerita dari luar. Jadinya beda.

(3) Agar #diterimapenerbit tulislah naskah yang menggunakan tidak lebih dari 3 sudut pandang.
Terlalu banyak sudut pandang dapat membuat pembaca kehilangan fokus. Lagi asik sama si A, tau-tau diseret si B, dan si C, lanjut ke D, dan E. Konsekuen dengan satu atau dua sudut pandang, pembaca umum akan lebih menyukainya. Percayalah :)) Model cerita dengan banyak sudut pandang ini sering dijumpai pada novel-novel lama dan klasik. Bagus memang, tp membacanya juga kudu sabar.

(4) Agar naskah #diterimapenerbit, jangan terlalu bertele-tele dalam bercerita.
Berbasa-basi itu perlu, tapi kalau sampai bertele-tele ya hanya membuat jemu. Pembaca modern cenderung tdk punya banyak waktu. Mereka butuh cerita yang langsung menghibur, langsung mencekam, langsung seru. Beri prolog atau pengantar seperlunya, lalu segera masuk ke "tensi" atau ketegangan dalam cerita. Kalau tidak, mereka keburu mengantuk.

(5) Agar naskahmu #diterimapenerbit, pastikan ada tokoh protagonis dan tokoh antagonisnya. Ada yg baik dan jahat, baik dan buruk.
Sebuah cerita tanpa tokoh jahat akan terasa hambar. Begitu pula, sebuah kisah tanpa tokoh baik akan membuat suram dunia. Tidak harus tokoh baik yang jadi karakter utama. Bermain-mainlah dengan karakter abu-abu. Tapi jelas: harus ada karakter yang dominan!

(6) Agar naskah #diterimapenerbit, jangan menciptakan karakter protagonis yang mudah puas. Bikin karakter yg rasa ingin tahunya tinggi.
Seperti slogan iklan susu formula, panggilah karakter para penjelajah, pencipta, pemimpin, pengelana, pejuang, pahlawan, perintis. Ciptakan tokoh utama yang (tidak harus berani) tetapi punya rasa ingin tahu tinggi, berani mencoba, selalu bergerak, aktif. Ngak harus muda. Karakter utama (bisa baik, bis apula jahat) adalah penggerak utama cerita. Kalau karakter dia lemes, ceritanya juga bakal "ngesot" doang :(. Ketika karakter utama berhenti bergerak (entah maju, entah mundur, entah menang, entah kalah) maka cerita juga ikut terpengaruh. Intinya, ciptakan karakter utama yang aktif dan bersemangat, percayalah pembaca akan lebih mencintainya. Yakin deh :)

(7) Agar naskahmu #diterimapenerbit jadilah seorang penulis yang galak pada karakter utama hehehe
Jangan terlalu memanjakan karakter utama. Beri dia masalah, serangan, halangan, penyakit, penderitaan. Ayo cambuk dia!  *sensor* Buat karakter utamamu menderita sehingga dia tidak puas dengan keadaannya sekarang. Saat itulah dia jadi tertantang untuk bergerak, hidup!  Harry Potter disiksa Paman dan Bibinya. Ikal tinggal di keluarga miskin. Lihat kan, dari awal mereka sudah berada di luar zona nyamannya.

(8) Agar naskahmu #diterimapenerbit buatlah cerita yang spesial, yang unik, yang tidak sama dengan kehidupan nyata.
Setiap pembaca novel membaca untuk mengalihkan diri dari dunia nyata yang kadang kejam dan tak berwarna. Novel adalah pelarian yg bagus. Karena dlm karya fiksilah pembaca bisa mengalami petualangan yg tak pernah bisa mereka jalani, bertemu orang2 yg mustahil ada di dunia nyata. Meskipun sebuah cerita terinspirasi dari kisah di dunia nyata, berilah dramatisasi. Buat lebih menarik, lebih berwarna, lebih dinamis, ajaib. JK Rowling trinspirasi menulis Harry Potter saat naik kereta api. Tapi, kisah itu ia bumbui, ia ubah, ia sihir. Maka jadilah Hogwart Express.

Bosan juga kan kalau pembaca yang sehari2 sudah kejebak kemacetan, eh di novel masih disuguhi kisah tentang kemacetan jalan. Kasian deh. Jadikan karyamu sebagai tempat pembaca bisa sejenak melarikan diri dari dunia nyata. Itulah yang dicari pembaca dari novel-novel bestseller.

"Maka kularikan anganku ke buku. Ke sanalah aku pergi kalau kehidupan nyata terasa sangat berat, atau tidak fleksibel." (Neil Gaiman)


sumber : fb diva

Ngemilbaca infernonya dan brown

Kesannya baca inferno, wow penuh kejutan! Terkecoh banget dengan ceritanya. Ternyata Sienna itu justru muridnya si Zabrist, villain di cerita ini. Tapi endingnya happy kok.

Meski novel ini page turning banget alias bikin penasaran utk terus membacanya hingga selesai,  tapi aku butuh tiga hari untuk mengkhatamkan novel 630 an hlmn ini. Karena kan harus mandi, ngajar, makan, nulis pr, ngemong dst. *halagh.

Karena plotnya rapat, compelling story, adegannya penuh ketegangan dan terus menebak nebak, tidak ada satu katapun yang terlewat. 

Robert Langdon, sejarawan yg cinta bangt ama jam tangan mickey mousenya, Sienna Brooks jenius yg ternyata botak, dr Sinskey, dokter WHO berambut perak, Zabrist ahli genetika kaya raya yang fans beratnya Dante dan banyak lagi sub karakter lain yang semianya diganbarkan dengan detail dan hubungan hubungannya membuat plot plausible.

Menggunakan POV 3, sesuai kebutuhannya. Alias omnivor ya?  Kalau di setting adegannya ada Langdon, biasanya POV dari sisi Langdon. Kadang Sienna, Dr Ferris juga pernah, Siensky dst.

Tema alias ide utamanya adalah memburu benda membahayakan dunia yang dibuat dan  diisyaratkan oleh Zabrist melalui simbol2 yg dia tinggalkan. Zabrist nya sendiri sudah trjun dari gedung seminggu sebelum Langdon ditugasi .Siensky.

Banyak quote bagus, di antaranya juga quote2nya dante yang terkenal dengan divine comedynya.

Antara lain quotenya yaitu tempat tergelap di neraka dicdangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral di saat krisis moral. Hii. Ngeri ya?

Endingnya mengejutkan dan mengharukan..juga ada sentuhan romancenya.

Benefitsnya antara lain, menyadarkan orang orang akan masalah over populasi di dunia. Membuka wawasan tentang transhumanisme. Dan jadi tour menikmati tempat2 indah bersejarah di Italia dan Turki. Jadi pengeeeen..,

Yang jadi pertanyaan apa ya? Kayaknya sudah keren banget sih, kayak gak ada flawsnya.


Teaser, Sneak Peek dan Quote Novel Sarvatraesa

Masih ingat Sarvatraesa di novel ? Kita mengulik kisahnya bersama di sequel novel seri berikutnya. 

Novel Sarvatraesa sudah hadir di toko-toko buku terdekat Anda.

Here it is, Sneak peek-nya :)

Jika kita kaum muslim benar-benar memahami & secara sungguh-sungguh melaksanakan ajaran islam,pastilah kita menjadi para demokrat dan sosialis sejati

Seberapa berat amanah seorang ibu|berat banget seberat nyawa lo kali|ngeri dong|banget, makanya gue selalu berharap kalian hati-hati~”

Sampai mati dong amanah beliau lo bawa|nggak juga| jadi sampai kapan| ketika terdengar berita seorang dengan niat tulus datang mengkhitbah

Selama belum tiba kabar berita itu apa yg lo lakukan| berdoa dan berdoa seiring rasa khawatir dan was-was

hidup saya hidup kita dan kalian semua sudah sangat indah, jadi terlalu serakah kalau kita harus minta lebih dan lebih

In sanskrit Sarvatra means omnipresent, Esa means God. Thats way i always want

Bersaudara dengan siapapun dan golongan manusia seperti apapun tidak akan membawa mudhorot& jika ada mudhorot cuma perlu sedikit mengubah bentuk persaudaraannya

lmu apapun sebenarnya tidak ada yang mudhorot, karena semua datang dari Tuhan dan diperuntukkan untuk kemaslahatan

Dan ketika salah satu ilmu mendatangkan mudhorot, silahkan dievaluasi dan dimaknai kembali ilmunya

tiap ada musibah tahan diri buat saling menyalahkan saling kritik tapi saling menolong atasi musibah.Nanti kalau sudah kelar baru diskusi evaluasi~sarvatraesa

Silahkan jd kritikus tentang apapun di negri ini, tapi jangan lupakan nasionalisme kalian. Jangan cuma kaya kiritik tapi miskin jiwa negarawan

Melibatkan seseorang dalam pengambilan keputusan penting dalam hidup seseorang itu sebuah KEHORMATAN bagi orang tersebut

Sayangnya tidak semua orang mau dan tidak semua orang mampu ketika dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting tersebut

suami memiliki kebutuhan dihormati yang sangat besar. Segala tindakan yang merendahkan akan menghancurkan harga dirinya

Cintailah cinta ketika cinta itu ada di sisimu. Jauhilah cinta ketika cinta mulai menyakitimu

" I can touch without hand, can reach without move closer then catch without my edge sight

Mustahil pembajak sawah tangannya tidak terkotori tanah, sama tidak ada seorang jendral di manapun tangannya bersih dari bekas lumuran darah ~sarvatraesa

Ketika dia benar mari dukung,satu detik dia jahat mari hajar bareng-bareng. Tidak ada yang permanen dukungan terhadap seseorang