Kompetisi Film Pendek Gramedia Pustaka Utama “Books on Screen”


  1. Kompetisi Film Pendek Gramedia Pustaka Utama “Books on Screen”

    Suka baca novel sastra? Teenlit? Terbayang-bayang tokoh di Metropop? Atau terinspirasi membuka bisnis setelah membaca buku kisah sukses pengusaha muda?
    Memperingati 40 tahun upaya Gramedia Pustaka Utama menghadirkan bacaan yang menghibur dan mendidik, kami menantang para pembaca dan pembuat film Indonesia untuk sekreatif mungkin mengekspresikan buku-buku karya anak negeri terbitan GPU dalam bentuk film pendek dan mengikuti “Books on Screen”, Kompetisi Film Pendek GPU 2014.
    Kompetisi ini dibagi ke dalam tiga kategori:
    1. Fiksi Naratif (sastra, Teenlit, Metropop, Amore, dll.)
    2. Dokumenter (nonfiksi, motivasi, boga, keterampilan, dll.)
    3. Dramatisasi Puisi
    SYARAT DAN KETENTUAN:
    1. Kompetisi ini dibuka untuk umum dan tanpa biaya pendaftaran
    2. Mengadaptasi buku karya penulis lokal terbitan PT Gramedia Pustaka Utama
    3. Mengisi formulir pendaftaran selengkap mungkin. Unduh formulir di sini
    4. Kategori film: fiksi naratif; dokumenter; serta dramatisasi puisi
    5. Belum pernah dipublikasikan di media mana pun atau diikutsertakan dalam kompetisi mana pun
    6. Durasi film 5 –10 menit, sudah termasuk: 
    7. Jika ada penggunaan bahasa asing, harus menyertakan teks terjemahan
    8. Format file film AVI, MPG, MOV, WMV dengan resolusi minimal 720 pixel
    9. Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi
    10. Hak cipta dipegang oleh pembuat video dan hak siar dipegang oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Hak siar ini akan berlaku selama 2 (dua) tahun, di mana selama waktu itu, PT Gramedia Pustaka Utama yang akan mengatur pengurusan hak cipta dengan penulis yang bukunya diadaptasi menjadi film oleh ke-30 peserta yang filmnya masuk ke tahap semifinalis. Setelah masa dua tahun berakhir, hak siar kembali ke pembuat video dan jika berniat mempublikasikannya sendiri, pembuat video wajib meminta izin secara langsung kepada penulis buku bersangkutan.
    11. Musik yang digunakan untuk film yang diikutsertakan dalam kompetisi ini harus dibuat oleh peserta. Apabila menggunakan musik milik pihak lain, peserta harus menyertakan surat izin dari pemilik hak cipta.
    12. Apabila terjadi gugatan dari pihak lain terhadap materi film, hal itu sepenuhnya di luar tanggung jawab PT Gramedia Pustaka Utama
    13. Penjurian dilakukan oleh pihak PT Gramedia Pustaka Utama beserta dewan juri. Keputusan juri mengikat dan tidak dapat diganggu gugat
    14. Lima belas finalis akan diumumkan di semua media sosial GPU tanggal 12 Mei 2014 dan diunggah videonya ke YouTube untuk voting Juara Favorit dan peraih hadiah hiburan
    15. Pengumuman Juara Utama, Juara Tiap Kategori, Juara Favorit, dan peraih hadiah hiburan akan diumumkan di semua media sosial GPU tanggal 19 Mei 2014
    16. Penganugerahan hadiah akan dilakukan pada Pesta Novel GPU (info menyusul)
    17. Lomba ini tertutup untuk karyawan dan keluarga karyawan PT Gramedia Pustaka Utama
    18. Pajak hadiah ditanggung oleh pemenang.
    PENDAFTARAN:
    Kirim formulir pendaftaran, fotokopi KTP atau identitas diri lainnya, beserta file film dalam bentuk DVD (2 keping) via pos ke:
    Kompetisi “Books on Screen”
    PT Gramedia Pustaka Utama
    Kompas Gramedia Building Blok I, Lt. 5
    Jl. Palmerah Barat 29-37
    Jakarta 10270

    Cantumkan kategori film di sudut kiri atas amplop
    Cantumkan judul buku dan nama pembuat film pada DVD materi
    Materi film paling lambat diterima panitia hari Jumat, 11 April 2014, pukul 18.00
    PROSES SELEKSI
    1. Film-film yang masuk akan melalui proses seleksi pertama oleh panitia kompetisi
    2. Proses seleksi kedua untuk menentukan para finalis akan dilakukan oleh dewan juri
    3. Panitia kompetisi akan mengunggah film-film yang lolos menjadi finalis ke YouTube untuk voting Juara Favorit dan peraih hadiah hiburan
    4. Dewan juri akan menentukan juara utama dan juara tiap kategori: fiksi naratif, dokumenter, serta dramatisasi puisi
    5. Pengumuman pemenang akan dilakukan di semua media sosial GPU tanggal 19 Mei 2014, sementara penganugerahan hadiah pada acara Pesta Novel Gramedia Pustaka Utama (info menyusul)
    6. Seleksi akan dilakukan oleh panitia beserta dewan juri yang terdiri atas para profesional di bidang film: Ifa Isfansyah, Anggoro Saronto, Suzen HR Tobing S. Sn, M. Hum
    HADIAH
    Total hadiah lebih dari Rp40 juta
    • Juara Utama: Rp10 juta+paket buku senilai Rp1juta+plakat
    • Juara Film Pendek Fiksi Naratif: Rp5 juta+paket buku senilai Rp500ribu+plakat
    • Juara Film Pendek Dokumenter: Rp5 juta+paket buku senilai Rp500ribu+plakat
    • Juara Film Pendek Dramatisasi Puisi: Rp5 juta+paket buku senilai Rp500ribu+plakat
    • Juara Film Pendek Favorit: Rp3 juta+paket buku senilai Rp500ribu+plakat
    • Lima pemenang hadiah hiburan akan mendapatkan uang masing-masing sebesar Rp1 juta plus paket buku senilai @Rp250ribu dan plakat.
    JADWAL
    Video diterima sampai dengan 11 April 2014 pukul 18.00 WIB
    Pengumuman 30 finalis Film Pendek GPU: 21 April 2014
    Pengumuman 15 nominasi Film Pendek GPU terbaik: 12 Mei 2014
    Periode voting: 12 Mei 2014-18 Mei 2014
    Pengumuman Pemenang Kompetisi Film Pendek GPU: 19 Mei 2014
    Penganugerahan hadiah: Pesta Novel Gramedia Pustaka Utama (info menyusul)
    PERTANYAAN
    E-mail: gpuempatpuluhtahun@yahoo.com (subjek: Books on Screen)
    Twitter: @40thGPU (hashtag: #BooksOnScreen)
    Jadi, tunggu apa lagi? Baca bukunya, buat filmnya, dan tunjukkan karyamu!

  2. Tim Juri Books on Screen

    IFA ISFANSYAH
    image
    Ifa Isfansyah lahir di Yogjakarta pada tahun 1979 dan berhasil menyelesaikan studinya di Jurusan Televisi Institut Seni Indonesia Jogjakarta. Pada tahun 2001, bersama beberapa teman, Ifa membuat komunitas film bernama Fourcolours Films dan mulai aktif memproduksi film-film pendek. Tahun 2006, Ifa mendapatkan beasiswa dari Asian Film Academy di Pusan Int’l Film Festival untuk melanjutkan studi penyutradaraan di Im Kwon Taek College of Film & Performing Arts, Korea Selatan.
    Film pendeknya yang berjudul Harap Tenang, Ada Ujian!  berhasil menjadi film pendek terbaik di Festival Film Pendek Konfiden 2006 dan mendapatkan Piala Citra untuk kategori fIlm pendek di Festival Film Indonesia pada tahun yang sama. Film pendek berikutnya,Setengah Sendok Teh, masuk di kompetisi Tiger Award International Film Festival Rotterdam dan mendapatkan penghargaan untuk film pendek Asia terbaik di Hong Kong Independent Film-Video Award 2008.
    Setelah menyelesaikan studi di Korea, Ifa mengerjakan film panjangnya yang pertama berjudul Garuda di Dadaku dan berhasil meraihbox office dengan 1,4 juta penonton. Film panjang keduanya, Sang Penari, dinobatkan sebagai Film Terbaik pada Festival Film Indonesia 2011 sekaligus mengantarnya meraih penghargaan sebagai Sutradara Terbaik Indonesia tahun 2011. Tahun 2012, Ifa kembali merilis film anak-anak dengan kemasan fantasi musikal dari lagu-lagu karya AT Mahmud, Ambilkan Bulan. Tahun 2013 merilis film Rumah dan Musim Hujan di International Film Festival Rotterdam dan 9 Summers 10 Autumns, yang diangkat dari buku bestsellerberjudul sama terbitan Gramedia Pustaka Utama, tentang kisah nyata Iwan Setyawan di New York. Sekarang bersama Mira Lesmana, Ifa tengah menyiapkan film silat klasik berjudul Pendekar Tongkat Emas.
    SUZEN HR TOBING, S. Sn, M. Hum
    image
    Lulus dari Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta, dan kini menjadi dosen tetap di fakultas dan institut yang sama, Suzen HR Tobing, S. Sn, M. Hum telah berkecimpung di dunia broadcasting, jurnalistik, dan event selama hampir 30 tahun. Berbagai program televisi, video company profile, film dokumenter untuk sejumlah perusahaan, stasiun televisi, serta kementerian ikut dibidaninya sebagaicreative conceptexecutive producer, dan program director.
    Beberapa program televisi yang diproduserinya antara lain Kuis Ensiklopedia Bangsaku, Celoteh Anak Indonesia, Desaku Bernyanyi,Bintang dan si Kecil, dan film televisi (FTV) Layar Anak SCTV. Ia pernah menjadi kandidat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2007-2010. Kemudian pada tahun 2008, Suzen berpartisipasi menjadi anggota juri untuk Documentary Film pada Panasonic Kid Witness News Award. Ia juga pernah memproduseri video klip album Witsqa untuk lagu Kau Jadi Temanku dan Berbagi Rasa pada tahun 2008. Dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Suzen menjadi juri PSA (Public Service Announcement) HIV-AIDS Festival Film Pendek Kemenkes RI Award 2010-2012. Kemudian kembali ditunjuk menjadi juri bagi penghargaan yang sama untuk kategori No Smoking pada tahun 2012-2013.
    Lulusan Universitas Gadjah Mada jurusan Kajian Seni Pertunjukan ini pernah pula menjabat sebagai General Manager dan Managing Director sejumlah perusahaan Advertising & PH. Dan kini, selain mengajar di IKJ, Suzen juga menjabat General Manager di PT Pan Multimedia dan PT Multi Televisi Indonesia (Esa TV Bengkulu). 
    ANGGORO SARONTO
    image
    Awal karier Anggoro Saronto dalam penulisan skenario dimulai dari menulis sinetron, berpindah-pindah production house, hingga akhirnya pada tahun 2007, salah satu naskah FTV-nya dibuat film dengan judul Menantang Maut a.k.a. Miracle. Berikutnya, ia menulis beberapa film horor. Takut terjebak dalam genre yang sama, ia lalu mengambil kelas menulis skenario Titien Wattimena di Serunya Screenwriting pada tahun 2010. Setelah mengambil kursus tersebut, ia diminta membantu Titien Wattimena yang bertindak sebagai supervisor naskah untuk menulis skenario Malaikat Tanpa Sayap dan Seandainya yang tayang pada saat hampir bersamaan, Februari 2012.
    Kepiawaian Anggoro Saronto mengolah kata tidak lepas dari aktivitasnya di Yayasan Multimedia Sastra (YMS) tahun 2001 dan aktif mengisi ruang cerpen dan puisi di www.cybersastra.net (kini www.cybersastra.org) serta meramaikan Milis Penyair. Beberapa puisi dan cerpennya pernah dimuat di beberapa antologi serta media seperti KompasRepublikaSinar HarapanFemina, dan Jurnal Puisi. Penghargaan di bidang penulisan yang pernah diraihnya adalah Penyair Terbaik Cybersastra Award 2007 dan Pemenang Penghargaan Cerber Femina 2008. Sedangkan dalam penulisan skenario, ia menulis skenario Sang Kiai yang dinobatkan sebagai Film Terbaik Festival Film Indonesia 2013. Dan melalui film Sang Pialang, Anggoro meraih penghargaan sebagai Penulis Cerita Asli Terbaik dalam ajang yang sama.

0 komentar:

Posting Komentar