Stress Lihat Fiksi Mini Bagus-Bagus


  • RT : Konon, di atas atap gedung ini tinggal sesosok bayangan yang memilih hidup saat pemiliknya memilih terjun.
  • RT : ALARM PAGI. Sinar matahari masuk lewat jendela. Bayanganku memanjang, aku terjatuh dari kasur.
  • RT : "Malinggg!" Aku kaget menoleh ke arahnya. Bayanganku lari sambil membawa beberapa barang.
  • RT : DI PINGGIR DANAU. "Cepat, kasih nafas buatan. Jantungnya belum berdetak!" katanya. Kubuka mulut bayanganku.
  • RT : TIDAK SAMA. Bayangan di cermin itu menangis saat aku tersenyum padanya.
  • RT : SESEORANG YANG MENYERET BAYANGANNYA - "Bertahanlah. Sebentar lagi kita akan bertemu cahaya."
  • RT : AJAL. Tuhan menunjuknya. Bayanganku cuma bisa menunduk lesu. Dia belum siap.
  • RT : TERLALU CURIGA. Tiga hari kemudian Ayah pulang dari luar kota. Ibu panik, bayangannya belum muncul sejak mengikuti Ayah.
  • RT : PELUKAN DUA BAYANGAN. Satu miliku, satu lagi aku tak tahu. Mungkin milik ibu yang tak pernah bertemu.
  • RT : "Tebak, ini apa?" "Burung!" Anakku senang sekali menebak bayangan yang kubuat, termasuk dirinya.
  • RT : SEPAKAT. Kami pun bersalaman. Bayanganku ke kanan, aku ambil lajur kiri.
  • RT : KECELAKAAN FATAL. Aku selamat, tapi bayanganku tewas di tempat.
  • RT : MALAM JUMAT - Seorang lelaki tewas tepat di bawah purnama. Sekilas, aku melihat bayangannya lari membawa barang bukti.
  • RT : TERSANGKA. “Aku tahu, kaulah yang membunuh istriku,” ujar ayah sambil menunjuk ke arah siluet pada dinding di depannya.
    1. RT : MENJELANG SENJA. Bayanganku belum kembali juga.
    2. RT : CALEG - Sibuk berkampanye. Dibelakang, bayangannya sibuk mencibir.
    3. RT : BALAS DENDAM. Saat aku berjabat tangan dengan musuhku, bayanganku menusuknya dari belakang.
    4. RT : GALAU. Bayangannya lebih dari satu.
    5. RT : PERBUATAN TIDAK MENYENANGKAN ~ Akhirnya, kulaporkan bayanganku ke kantor polisi. Dia tak bisa menghargai privasiku.
    6. RT : GEMPA TELAH BERHENTI - Bayangan-bayangan itu sibuk mencari pemilik aslinya.
    7. RT : PEMUNGUTAN SUARA | Sepulang dari TPS, ia tersentak mendapati mulutnya tidak tampak di cermin. Ingin teriak, tidak bisa.
    8. RT : ORANG KETIGA. Saat berduaan, bayangan kami ada tiga.
    9. RT : Pemerkosa itu masuk ke dalam kamar. Ayu sembunyi, tak berani bergerak. "Semoga bayanganku tidak bersin" ucapnya ketakutan.
    10. RT : Pacarku sayang, pacarku malang. Ia berdiri di bawah terik matahari, tanpa bayangan.
    11. RT : MADU DI GELAS KANAN, RACUN DI GELAS KIRI. Kuminum isi gelas di kanan, bayanganku di cermin mati keracunan.
    12. RT : RINDU. Bayangan telah mengumumkan berita kehilangan.
    13. RT : KEKASIH GELAP. Cukup baginya memeluk bayangan kekasihnya.
    14. RT : PENGUNTIT. Pantas aku tidak menyukai cahaya terang, karena kau selalu mengikutiku diam-diam.

  • 0 komentar:

    Posting Komentar