Tips Nulis Andrea Hirata

ni tips dari Bang Andrea

- Riset
Bang Andrea ini biasanya riset dulu sebelum menulis. Karenanya penggemar lombaapasaja tak perlu heran kalau tulisannya bisa kayak gitu. Risetnya pastinya mendalam bok :D Detailnya kan bisa ketahuan. Boleh dicek di novel-novelnya, kayak nama tempat misal. Boleh dicocokin sama aslinya.

Bang Andrea Hirata bilang, sebelum dia nulis novel tuh, dia pasti riset dulu. Sampai-sampai dia habisin waktu 3,5 tahun buat nulis Padang Bulan dan Cinta dalam Gelas. Maka, kita pun perlu meniru tips menulis dari bang Andrea ini.

- Suka baca yang menarik dan berkualitas
Andrea Hirata suka baca. Jadi kalau para Aktivis Lombaapasaja ingin bagus juga nulisnya, kudu suka baca. Karena Bang Andrea spesialisasinya di menulis novel, saya haqqul yakin deh meski belum pernah mengobok-obok rumahnya, pasti ada banyak novel bagus di rumahnya. #Pinjemindong Bang :D

- Berani
Tips lainnya dari Bang Andrea adalah kalau nulis harus bernai mencurahkan ide. Nggak perlu takut dan terbelenggu dengan batasan-batasan yang tak perlu. Jadi maksudnya ya nulis aja lah :)

- Sensitif kata
Bang Hirata juga kasih tips menulis lainnya buat aktivis lombaapasaja nih. Kalau mau nulis perlu sensitif sama kata. Sehingga sense-nya kena gitu loh. ya iyalah ibarat dokter harus sensitif sama-sama alat kedokteran. Kalau bisa sampe menyatu. Kan bahaya kalau salah suntik, iya toh :) Makanya kalau mau nulis juga perlu sensitif sama kata-katanya. Dua kata bisa punya arti yang sama, tapi sense-nya beda :)

- Mental beton
Eh Bang Andrea juga bilang kalau mau nulis, tipsnya juga harus punya mental yang kuat. Tidak perlu takut nulis. Ya iya dong, kapan mau jadi tulisannya kalau takut nulis hehe

- Detail
Detail amat penting. Biar orang bisa jadi ngebayangin sewaktu baca tulisanmu loh.

- menulis kapan saja
Bang Andrea juga kasih tips lagi buat para Aktivis lombaapasaja nih agar menulis itu kapan saja, tidak perlu nunggu mood. Iya kalau moodnya datang, kalau moodnya kabur dan gak dateng2 lagi gimana coba :D

- Ide tulisan itu penting
Satu lagi pesan dari Bang Andrea kalau pengen nulis, ide itu utama. Jadi temukanlah idenya.

**
kunci pertama seseorang bisa menulis dengan baik adalah dengan menjadisensitif terhadap kata, kalimat dan paragraf.

Adapun sebuah tulisan menjadi berarti bukan karena kehebatan intelektual di dalam tulisan tersebut.

Menurut Andrea, hal ini menjadi titik lemah sastrawan Indonesia. Para penulis lokal saat ini banyak sekali yang berupaya untuk menciptakan tulisan hebat dengan menggunakan berbagai istilah-istilah yang bahkan tidak dimengerti maknanya oleh dirinya sendiri.

Hal terpenting lainnya, lanjut pengarang novel Padang Bulan dan Cinta di dalam Gelas ini, adalah mental.

“Saya menjadi seorang penulis yang berhasil karena saya memiliki mental kuat untuk menulis. Langkah pertama untuk menjadi seorang penulis adalah memiliki mental kuat. Jangan takut untuk menulis. Jangan gamang untuk menulis," papar Andrea.


Writers' Block? Hindari dengan Riset

Andrea masuk ke dalam pembahasan tentang langkah kedua menjadi penulis: proses kreatif. Ditegaskan, bahwa setiap penulis memiliki pemicu berbeda-beda untuk bisa menciptakan tulisan bagus, salah satunya adalah lokasi.

Jakarta, menurut Andrea, adalah sebuah kota yang mematikan kreatifitas para seniman, sementara tempat seperti Ubud dinilai lebih inspiratif. 
Lulusan cum laude ekonomi telekomunikasi Universite de Paris, Sorbonne, Perancis ini juga mengatakan bahwa setiap penulis sesungguhnya memiliki keahlian masing-masing.
Andrea sendiri merasa kesulitan untuk menulis cerita fiksi, apalagi jika plot cerita tersebut menyoroti hal-hal berbau magis.

You have to be able to identify your own capacity in writing or producing any kind of art (Anda harus mampu mengindentifikasi kapasitas anda sendiri dalam menulis atau menghasilkan karya seni apa pun)," tegasnya. 
Apakah Andrea sendiri pernah mengalami writers’ block? Pertanyaan diplomat muda Anggita ini mengantarkan pembahasan diskusi ke langkah ketiga menjadi penulis yang baik: technicalities.

Writers' block ini menurut Andrea dapat dihindari dengan melakukan riset yang benar. Bagi seorang Andrea Hirata, riset atau penelitian merupakan sebuah proses penting dalam pembuatan tulisan.

"Anehnya, rata-rata orang Indonesia tidak suka untuk melakukan riset, bahkan cenderung meremehkan kelas metodologi riset," imbuh Andrea.


Sastra Sarana Efektif Diplomasi

Dalam pandangan Andrea Hirata, belum banyak diplomat Indonesia yang berani membawa karya sastra bangsanya ke luar negeri. Padahal, sastra bisa menjadi sebuah sarana sangat efektif untuk mempromosikan Indonesia. 
Laskar Pelangi, misalnya, telah diterbitkan di 24 negara dan dalam waktu dekat akan diterbitkan pula di Amerika Serikat oleh Farrar, Straus and Giraux (FSG), penerbit terbaik di dunia yang telah menerbitkan 22 karya pemenang nobel.

Dengan kata lain, novel Laskar Pelangi yang menggambarkan kebudayaan Belitung dengan kemajemukan etnisnya telah memberi kabar kepada dunia tentang toleransi antaretnis dan pemeluk agama di Indonesia.

“Saya pernah diundang ke acara di sebuah toko buku di Amerika Serikat. Penontonnya membludak. Setelah selesai acara, ada peserta yang bertanya tentang Indonesia. Jangan pernah meremehkan kekuatan karya sastra," ujar Andrea.

Namun demikian, Andrea menekankan apabila diplomat ingin membawa sastra sebagai alat diplomasi, maka diplomat harus bisa memahami seperti apakah perkembangan sastra di luar sana. Dia juga menyayangkan perselisihan di antara sastrawan Indonesia, karena hal ini jelas menghambat daya saing sastra Indonesia di dunia internasional. 

sumber : berbagai sumber

0 komentar:

Posting Komentar