Tips nulis Fira Basuki

Dalam menulis buku tersebut Fira berbagi pengalamannya tentang tip-tip menulis buku:
1.    Menulis dari hati dan tidak terpaksa dan memaksa.
2.    Jangan punya kinginnan terselubung. Misalnya menulis buku ingin terkenal. Hal itu banyak dilakukan oleh penulis muda. Akibatnya menjadi stress, sehingga tidak bisa menulis, karena mempunyai tujuan tertentu.
3.    Menulis bisa untuk hiburan, ilmu, dan pengalaman.
4.    Jangan salah memilih penerbit.
**
Kelima tips tersebut antara lain:

1.       Menulis harus tulus dari hati. Kalau menulis tulus dari hati, maka hasilnya akan maksimal. Jika sudah begitu, maka menulis akan dijadikan tantangan. Selain itu, bila berusaha menulis dari hati, tidak akan pernah kehilangan ide menulis buku.

2.      Penulis pemula harus berani meminta saran dari orang lainSyaratnya jangan bertanya kepada orang yang salah.Sebaiknya menghindari meminta saran dari orang-orang dekat karena pendapat mereka cenderung tidak obyektif. Mereka akan bilang bagus. Carilah dan mintalah masukan dari orang yang netral.

3.      Penulis pemula jangan merasa sudah membuat tulisan bagus dulu. Jangan pernah merasa tulisan paling bagus sedunia.

4.       Memilih penerbit yang sesuai dengan gaya tulisan. Kadang sebuah karya bagus tidak bisa dipublikasikan hanya karena salah penerbit. Namun, jangan sampai putus asa ketika naskah ditolak satu penerbit. Itu hanya karena tidak sesuai dengan misi penerbit.

5.      Penulis pemula terus berkarya lagi setelah buku pertamanya selesai terbit. Jangan mati-matian di buku pertama terus berhenti, dan tidak berkarya lagi, terus hilang ditelan Bumi. Harus dimengerti satu hal, jika buku sudah ada yang berminat membaca, berarti harus terus berkarya.
**

Fira Basuki menulis, “Kendala untuk menulis seperti masalah waktu, disiplin diri, dan juga mood, semuanya harus bisa diatasi.” Ia juga menyatakan, “Saat menulis, sebaiknya kita melakukannya dengan santai. Satu hal, hindari stres.
Fira Basuki menyatakan, “Banyak membaca dan membuka wawasan…. Banyak baca dan belajar sehingga tahu bagaimana menulis dengan kata-kata yang enak dibaca…. Jangan takut untuk mengutarakan ide dan gagasan yang ada…. Semakin sering membaca dan menulis, semakin terlatih pula otak kita. Dengan begitu, kita dapat merasa lebih tanggap dan aware dengan keadaan sekitar.”
Fira Basuki menyatakan, “Ide baru dapat diperoleh justru dengan berhenti sejenak dari kegiatan menulis itu sendiri. Kemudian, segarkan pikiran dengan melakuan rekreasi, menonton, dan membaca.
Menulis juga harus dari dalam hati,” demikian tegas Fira.
Dan terakhir, barulah hal-hal teknis. Fira Basuki memberikan contohnya, misalnya, “Tentukan target pembaca,” “Tentukan gaya bahasa,” dan “Alur dan plot harus fokus (jangan semua diceritakan).

0 komentar:

Posting Komentar