Pre-Order Novel Just In Love

Yuk ikutan pre-order Novel "Just In Love"




Judul: JUST IN LOVE
Penerbit : Grasindo
Penulis : Dian Nafi
Tebal : 200 halaman
Harga : Rp 39.000
Ukuran : 13x19cm
ISBN: 978-602-251-516-6


 * * *


Yuk teman-teman ikutan Pre-Order Novel "Just In Love" sampai tanggal 12 Mei. Karena apa? Karena dapat Diskon 20 % + TTD + Bingkisan :)

Tuh tunggu apalagi! BURUAN PO SEKARANG YA:

ORDER dengan cara Email dengan format: nama  + alamat lengkap + kecamatan + kota + kode pos (jika perlu) + no telp + judul buku + jumlah buku. Lalu email ke hasfriends57@gmail.com 

Atau bisa juga SMS/WA dengan format: nama lengkap + judul + jumlah buku + alamat lengkap + no telp. Lalu kirim ke  089637998801

Oh ya, insyaAllah tanggal 12 Mei 2014 novel Just In Love sudah hadir di toko buku Gramedia dll.

Just In LOVE insya Allah hadir di toko buku 12 Mei 2014

Alhamdulillah, saya dapat kabar dari penerbit Grasindo.
Insya Allah novel Just In Love hadir di toko buku 12 Mei 2014.
Harga    : Rp 39.000,00
Tebal     : 200 halaman
Ukuran : 13x19cm
ISBN: 978-602-251-516-6

Ini dia cover fix-nya :)


Jiwa kemudaan kami membuatnya selalu bergolak. Tetapi ajaran dan nilai yang keluarganya ajarkan, membuatnya selalu berusaha membatasi diri. Membuat benteng–benteng pertahanan. (Yudhistira)
Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Bagaimana menamakannya. Kurasa ini bukan cinta. Tapi tentu saja juga bukan nafsu, aku tidak seburuk itu. Katakan padaku, adakah kau tahu apakah ini, Yudhistira ?
  (Kemala)
Cantik–cantik kalau tidak punya etika, sama saja dengan nol puthul. Kosong! (Samuel)
Tentu saja aku tidak sehina itu, menukar rasa kasihku yang putih dengan nikmat sekerat daging yang pasti berakhir penyesalan berkepanjangan. (Yudhistira)

***
Cinta memang buta. Tidak mengenal merah, hijau ataupun abu–abu. Mereka bertemu di kota yang eksotis itu dan saling jatuh cinta. Apakah perjalanan cinta mereka akan mulus? Ataukah juga disabotase seperti proyek renovasi interior yang tengah dikerjakan Kemala bersama timnya? Bahkan tidak cuma disabotase, dijebak dan dikurung tapi dia juga dituduh mencuri. Siapakah yang menyabotasenya?

**

Nih dia cerita di balik penulisannya  http://t.co/V3gffOApUJ
Mau lihat book-trailer-nya? klik http://t.co/kDlgwq8Fqx

Nah, jangan lupa beli bukunya di toko buku Gramedia dll mulai 12 Mei 2014 ini ya.
Terima kasih :))


Sstt.... mau dapat gratis bukunya? hmmm...sini sini  >> http://t.co/hTULDK9zOe 
DeadLine GiveAway 14Mei 2014

kenapa cinta..

knapa kau tdk memenangkan cinta
mungkin karena kau
tidak cukup berusaha

kenapa cinta
tidak jua menemukanmu
mungkin kau sibuk
bersembunyi dalam
sarang keangkuhanmu
yang memandang
tiada yang pantas
untuk bersanding denganmu

knapa cinta dan kau
tak jua bertemu
mungkin karena kau
terlalu cepat berlari
dan berlalu
sehingga meninggalkan cinta
di belakangmu


mungkin....

dari Asean Literary Festival

21-23 Maret 2014 kemarin, perhelatan AseanLiteraryFestival digelar di Jakarta.
Berhubung 21 dan 22 Maret saya masih harus di Semarang untuk sharing kepenulisan, walhasil aku baru bisa berangkat Sabtu sore dan tiba di Jakarta Sabtu malam.

Para penulis dari negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara berkumpul dan berbagi ide di ASEAN Literary Festival (ALF) 2014 ini. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Esti Handayani mewakili Menteri Luar Negeri membuka festival sastra itu di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Jumat malam.
Direktur ALF 2014 Abdul Khalik mengatakan festival ini merupakan sarana untuk menunjukkan apresiasi kepada para penulis sekaligus memperkenalkan mereka kepada publik secara luas. Para penulis dalam acara ini mengutarakan ide-ide soal bagaimana dapat berkontribusi pada masyarakat. ALF 2014 merupakan forum pertama yang mengumpulkan para penulis dari Asia Tenggara.


Gren Alia

Rencana mau bobok bareng Erni Aladjai dari Makasar batal karena dia sekamar dengan April dari Papua. Padahal udah ngebayangin bakalan semalaman ngeruk ilmu dari dia kayak pas aku ngeruk ilmu dari mbak Abidah El Khaliqy waktu itu di Gren Alia. Alhamdulillah, paginya bersisian duduk dengan Erni pas di Writer Corner yang diskusiin tentang Komunitas. Meski masih belum puas, ntar lanjut inbox an lagi kali ya.

Seharian bareng Andy Fuller

Dari pertama ketemu dia memang manis sekali. Hehe. Dari ngobrol tentang buku, event pameran haji di Nederland yang super ramai katanya, tentang uwrf, sampai ngobrolin panel di AseanLiteraryFestival bertiga bareng Laura Schu yang pagi itu jadi chairman di sesinya. Laura sama ramahnya, dia kenalkan ayahnya yang juga datang menemani. Dan Laura janji mengirimkan bukunya tentang kashmir, tengkyu.

Saking manisnya Andy pdku, Mr John mc Glynn sampai ngegodain hayo, ntar istrinya cemburu lho. Walah. Eh sesi ngobrol pagi dan siang masih disambung lagi sorenya usai panel the role of Literary Translation. Random banget ngobrolnya berakhir curhatan, hahah, tapi aku menolak diajak ngopi bareng, kuatir berkelanjutan. Halagh. Yang paling aku inget pas dia nanya, memangnya kalau nulis aja cukup buat biaya hidup? Egh, dia bener banget, dia tahu banget. Dan ini membuatku berpikir keras dan berpikir ulang. Nah nah!






Katrin Bandel yang manis

Sudah lama banget tahu nama Katrin Bandel yang terkenal sebagai seorang kritikus sastra. Tapi baru kesampaian ya di ALF ini. Nggak nyangka kan kalau tulisannya secadas itu tapi asli orangnya seramah ini :)

bahkan kami juga ngobrolin tentang islam, cahaya dan hidayah :D





Laura  Schummer yang memandu diskusi "Ethnicity, Religion and Literature" tentang peran sastra dalam mendorong perdamaian dan multikulturalisme bersama pembicara Andy Fuller dan Na Ye (China) ternyata juga banyak riset dan menulis tentang pergulatan muslim  di berbagai negara.








Dari beberapa diskusi dengan pembicara antar negara, terungkap betapa besarnya kontribusi penulis dalam masyarakat terutama untuk perjuangan akan keadilan dan kemanusiaan. Di samping itu, disadari juga akan pentingnya untuk menggalakkan penerjemahan karya antar negara ASEAN dan ke dalam bahasa Inggris sehingga bisa menjangkau publik lebih luas.

Pete Lacaba, penulis dan penyair asal Filipina yang hadir sebagai pembicara dan menyampaikan General Lecture dalam gelaran festival, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, setiap penulis sudah seharusnya menyampaikan akan kebenaran dalam setiap karyanya.

Malaikat Bertopeng

Dia mungkin tidak ingin keikhlasannya akan tercampur dengan pujian dan sanjungan yang bisa melenakan. Sehingga dia lebih senang bersembunyi dari khalayak ramai. Dan aku memegang janjiku untuk tidak mempopulerkannya di depan umum. Tak banyak orang yang tahu bahwa dialah yang sesungguhnya berdiri di belakang aku saat diriku hendak jatuh dan terkulai saat itu. Berada di antara kehidupan yang tak jelas dan kematian yang tak pantas.

Sesungguhnya Tuhan ada di balik ini semua. Jika dia di belakangku, maka Tuhan ada di belakangnya. Itulah yang senantiasa dia dengung-dengungkan. Apalah aku ini, katanya. Aku bukan siapa-siapa. Aku sedang beruntung saja menjadi kepanjangan Tuhan. Jadi di dalam pemikirannya, dia diutus Tuhan untuk menyelamatkanku yang tengah berada di dalam keputusasaan kala itu.
Saat aku berada di persimpangan antara melanjutkan karir yang sesuai dengan background pendidikanku, ataukah mengerjakan sesuatu baru yang lebih sesuai dengan passionku, dia bicara. Dan sudah dapat ditebak. Aku mengikuti anjurannya. Meski seringkali dia bilang bahwa semuanya terserah aku.
Jadilah hari-hari kami makin saling kait mengkait. Ketergantungan yang bernama apa saja. Teman, sahabat, ayah, kakak, partner kerja, juga lawan diskusi. Dan akhirnya rekan duet dalam menulis. Termasuk saat menulis dan menyelesaikan novel pertamaku.
Alhamdulillah. Kemudian buku-buku antologiku lahir. Sehingga tak terasa puluhan buah buku antologiku terbit di berbagai penerbit. Kesuksesan kecil yang kita dapatkan senyata-nyatanya mendorong kita menemukan kesuksesan-kesuksesan berikutnya.Seiring dengan itu, novel pertamaku selesai setelah hampir lima bulan mengerjakannya duet dengannya.  Dia banyak memacuku untuk terus bersemangat meski aku seakan berada di dalam menara gading dan rumah salju. Karena kebekuan komunikasi terutama antara aku dan ibu.
Untungnya dunia maya membebaskan kita bergerak ke mana saja, berhubungan dengan siapa saja dan akhirnya meluaskan apa saja. Termasuk pertemuanku dengan partner menulis sekaligus mentorku ini.  Kami menulis novel Mayasmara bersama. Sebuah novel kebaruan karena konsepnya tak biasa, unik dan berbeda baik dari sudut konsep, ide cerita dan penceritaan. Menulis novel ini banyak menggali kemampuan menulisku.
“Kamu harus menjadi sesuatu. Untuk anak-anakmu,” dia  terus menerus menghembuskan udara keberanian.
“Kamu punya potensi. Kamu punya visi. Dan kamu punya tugas. Ayo kamu bisa, ” begitu terus dia mencecar telingaku dengan lecutan-lecutan. Seorang sahabat dengan ketulusan memang bisa membangkitkan tidur kita, menciptakan mimpi-mimpi baru dan membuat kita terjaga. Lalu meniti tangga kesuksesan dengan dukungan tanpa syarat.
Sehingga setelah istikhoroh, aku mengambil loncatan yang tak pernah kukira sebelumnya meski jauh di masa lalu impian ini pernah ada dalam memoriku. Aku menerbitkan novelku sendiri. Langkah berani yang diambil seorang ibu muda dengan dua anak yang masih suka merajuk. Semua dikerjakan dari balik laptop di dalam kamar. Senang sekali rasanya akhirnya create something tanpa harus meninggalkan anak-anakku. 
Dan di sinilah aku. Dan dia sesungguhnya tak pernah pergi. Dia seolah bayang-bayang yang senantiasa ada, menjaga dan mengawasiku, selalu siap di sisiku kapan saja aku membutuhkannya. Belum lagi kutemui orang yang sedemikian tulusnya. Meski aku beberapa kali mungkin menyakiti hatinya, mengecewakan dan tidak memenuhi harapannya. Tapi mungkin memang benar, dia melakukannya bukan untukku. Dia melakukan semua ini karenaNya. Jadi tak peduli aku kadang ingin lepas atau lari, dia tetap di tempatnya.

Lalu kuketahui dia melakukannya bukan hanya untukku. Dia dengan tetap menggunakan topengnya di balik hati malaikatnya, melakukan banyak hal untuk banyak orang. Dia membangkitkan orang-orang yang hampir putus asa sepertiku waktu itu. Dan membuat orang-orang inipun kebingungan bagaimana mengucapkan terima kasih, karena dia tidak merasa melakukan apa-apa. Aku hanya kepanjangan tangan, Dia yang ada di balik semua ini. Begitu katanya selalu.

Jadi diam-diam kami hanya bisa berdoa semoga kebaikan yang ditanamnya dalam diam ini bertumbuh menjadi pohon kebaikan, kebajikan, kebijakan yang berlipat ganda buahnya. Aamiin.






Dari hari ke hari

Aku dapat novel MahbubDjunaedi ini dari Majalah Sastra saat bikin kuis di haribuku kemarin. 

Tulisan lama, novel pemenang dkj 1974 tapi masihkeren dan kontekstual hingga saat ini. Konon sebagai novel sejarah yang penting, novel ini juga menjadi bacaan yang direferensikan untuk anak anak smp dan sma.ada di sana, menceritakan tentang perjuangan dari 1942 sampai 1949.ada persetujuan linggarjati, meja bundar, dst.

Dengan sudut pandang mahbub kecil, 9 tahun hingga 15tahun, penceritaannya begitu subtil, halus, mendetail, sehingga seolah olah kita bisa menyaksikan, mendengar, merasakan langsung apa yang dialami mahbub kecil saat itu.

Dan yang membuat novel ini terasa begitu dekat denganku, aku baru ingat bahwa om ku di jakarta saat pertama datang dari daerah,  pak mahbub djunaedi inilah yang menampung dan juga mengayomi serta mendidiknya. Subhanallah. Mudah mudahan aku sempat menggali dari om lebih dalam tentang ini dan mungkin menulis cerita tentangnya, entah dalam tulisan pendek alias cerpen atau panjang alias novel yang sekaligus menceritakan perjuangan om hingga sukses saat ini.

Balik ke DHKH MahbubDjunaedi,  novel ini tidak tebal lho, hanya 180 halaman saja tapi karena sedemikian padatnya kalimat dan paragrafnya, sayang jika membacanya secara skip skip. Jadi sebenarnya memang gak masalah novel itu tebal atau tipis. Karena kayak perempuan di titik nol itu juga tipis lho, tapi keren!

Yuk Berbagi Cerita Saat Menjadi Relawan



Peserta diharapkan dapat bercerita tentang pengalamannya yang berkaitan atau bersinggungan dengan PMI dalam hal-hal sebagai berikut:
Berdonor darah untuk sesama (Apa yang membuat kamu donor darah untuk teman/rekanmu? Apakah kamu pernah menerima bantuan darah? Bagaimana pengalamanmu bekerja di Unit Donor Darah PMI? dan sebagainya)
Mendapatkan pelayanan kesehatan (Apakah kamu pernah memakai pelayanan ambulans PMI? Pernah menjalani operasi katarak? Pernahkan mendapatkan pelatihan pertolongan pertama? Menerima bantuan kacamata? dan sebagainya)
Berdonasi (Mengapa memilih PMI untuk donasi? Apa yang membuatmu berdonasi? dan sebagainya)
Ikut dalam tanggap darurat bencana (Mengapa aktif terlibat dalam respon bencana? Apakah kamu seorang relawan? Apakah kamu pernah dipersatukan dengan anggota keluargamu saat bencana? dan sebagainya)
Terlibat di kegiatan pembinaan remaja (Apakah kamu seorang pembina relawan/Palang Merah Remaja? Apa yang membuatmu tertarik dalam pembinaan PMI? dan sebagainya)
Tema lainnya (yang berhubungan dengan PMI dan kegiatannya di luar tema di atas)
Persyaratan Peserta
Lomba terbuka untuk umum
Peserta adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan tidak ada batasan usia
Menulis biodata singkat (nama, tempat & tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, pekerjaan, alamat twitter dan facebook) dan e-mail ke ceritapmiku@pmi.or.id(untuk peserta lomba menulis) dan ke ceritapmiku@gmail.com (untuk peserta lomba video)
Peserta wajib menjadi follower Twitter @palangmerah dan like Fanspage Facebook PALANG MERAH INDONESIA
Peserta agar dapat mention ke @palangmerah setelah mengirimkan hasil tulisan dan videonya
Persyaratan Lomba Menulis
Mengangkat salah satu tema
Tulisan menggunakan format Microsoft Word (MS-Word)
Ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar
Maksimal tulisan 500 kata dengan ukuran font ukuran 11
Sertakan 1(satu) foto yang mewakili tulisan. Penggunaan foto wajib menyebutkan sumber atau copyright
Peserta hanya dapat mengirimkan 1(satu) buah tulisan
Biodata singkat dan hasil tulisan dikirimkan ke e-mail ceritapmiku@pmi.or.id(paling lambat diterima panitia pada Rabu, 30 April 2014)
Tulisan yang dipilih dan memenuhi persyaratan lomba dapat dilihat di blog ceritapmiku.blogspot.com
Persyaratan Lomba Video
Mengangkat salah satu tema
Video berisi testimoni peserta yang ditambahkan ilustrasi berupa gambar/foto yang mendukung cerita/testimoni
Durasi video maksimal 60 detik
Video dibuat dalam Bahasa Indonesia
Video direkam dengan menggunakan kamera video, smartphone, atau perangkat lainnya
Peserta hanya dapat mengirimkan 1(satu) buah video
Biodata singkat dan hasil video dikirimkan dengan mengirimkan link dropbox atau google drive ke e-mail ceritapmiku@gmail.com atau kirim via pos ke:
Biro Humas Markas Pusat PMI,
Jl. Gatot Subroto Kav. 96
Jakarta 12790
dengan mencantumkan “Lomba Video Cerita PMI Ku” (paling lambat diterima panitia pada Rabu, 30 April 2014). Video yang dipilih dan memenuhi persyaratan lomba dapat dilihat di Youtube Palang Merah Indonesia
Persyaratan Umum
Tulisan dan video harus sesuai dengan tema, merupakan karya asli, dan bukan hasil jiplakan. Jika mengutip, wajib mencantumkan sumber/referensi
Tulisan dan video tidak boleh melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun
Tulisan dan video tidak boleh bermuatan SARA
Karya yang dikirimkan adalah sepenuhnya milik PMI dan PMI berhak untuk menggunakannya untuk segala kepentingan
PMI berhak untuk mendiskualifikasi peserta dan/atau pemenang yang dianggap melanggar sebagian atau seluruh syarat dan ketentuan lomba ini
Disclaimer! Isi tulisan dan video di luar tanggung jawab PMI
Hadiah Pemenang
Para pemenang lomba menulis dan video akan dipilih masing-masing sebagai Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.
Hadiah bagi para pemenang adalah:
Juara 1 : Laptop Dell Inspiron 14. 3421
Juara 2 : Samsung Galaxy Tab 37.0
Juara 3 : Lenovo A516
Sebanyak 25 pengirim pertama (lomba menulis dan video) akan mendapatkan paket merchandise dari PMI.
Jika ada pertanyaan, silakan menghubungi:
[e]: pmi@pmi.or.id atau telepon 0217992325, Ext. 300 (Biro Humas Markas Pusat PMI).
[t]: @palangmerah
[f]: PALANG MERAH INDONESIA

Lomba Menulis Industri Semen Indonesia Kini dan Nanti DL 30 April 2014


56 Tahun Pabrik Semen Indonesia Semen Indonesia dan PWI Jatim Mempersembahkan
Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik Semen Indonesia Adicipta Mediatama
Tema:
“Indonesia’s Cement Industry: Now and The Future”
Industri Semen Indonesia: Kini dan Besok
Sub Tema:
Peluang Semen Indonesia di Bisnis Semen Kawasan Asia Tenggara
Penguatan Semen Indonesia dalam Bisnis Semen di Indonesia
Posisi Semen Indonesia sebagai BUMN dan Investment Company
Kinerja dan Strategi Bisnis Perusahaan Anak Usaha Semen Indonesia
Syarat dan Ketentuan
Peserta lomba terdiri dari:
  • Wartawan (Karya Tulis & Foto) adalah wartawan yang bekerja di media cetak dan online yang terdaftar di Dewan Pers dan badan hukum.
  • Akademisi (Khusus Karya Tulis) adalah mahasiswa D1, D2, D3, S1, S2, S3
  • Karya Tulis dan karya foto jurnalistik harus asli bukan saduran atau jiplakan
  • Wartawan (Karya Tulis & Foto) harus sudah dimuat di media massa cetak atau online yang terdaftar di Dewan Pers dan berbadan hukum.
  • Akademisi (Khusus Karya Tulis) harus sudah dimuat di media kampus, jurnal ilmiah, media sosial, blog pribadi atau group serta sejenisnya.
  • Pada periode Oktober 2013 sampai April 2014.
  • Karya tulis jurnalistik boleh ditulis perorangan atau team (kelompok), dan setiap peserta lomba karya tulis jurnalistik dan lomba karya foto jurnalistik hanya boleh mengirimkan maksimal 1 (satu) karya.
  • Bahan tulisan dapat digali dari kinerja korporasi, business development dan project PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. beserta anak usahanya (PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tanasa, dan Thang Long Cement Company Vietnam)
  • Seluruh karya tulis dan foto jurnalistik merupakan tanggung jawab penulis dan fotografer, termasuk penggunaan model atau properti. Panitia lomba terbebas dari segala tuntutan pihak ketiga.
  • Foto montase tidak diperkenankan. Editing hanya diperbolehkan pada warna, kontras, croping, burning. Setiap peserta lomba karya foto jurnalistik harus menuliskan judul dan cerita singkat tentang angel foto yang diikutsertakan dalam lomba.
  • Panitia lomba dan PT Semen Indonesia (persero) Tbk berhak untuk mempublikasikan hasil karya tulis dan karya foto yang dinilai terbaik dalam bentuk apapun, dengan tetap mencantumkan nama pemilik karya tulis dan karya foto yang bersangkutan.
  • Karya tulis jurnalistik yang dikirimkan dalam bentuk soft-copy dan berupa kliping media cetak yang asli dan print-out media online yang asli, serta fotocopy rangkap 5 (lima).
  • Karya foto jurnalistik yang dikirimkan berupa kliping media cetak dan print-out media online, serta dicetak berwarna ukuran 10R.
  • Karya tulis dan karya foto jurnalistik yang dikirim harus disertakan surat keterangan.
  • Wartawan (Karya Tulis & Foto) dari redaksi/penanggungjawab beserta fotokopi kartu pers dari perusahaan atau organisasi wartawan.
  • Akdemisi (Khusus Karya Tulis) dari fakultas beserta fotokopi kartu mahasiswa.
Pemenang lomba karya tulis dan karya foto jurnalistik terdiri dari:
Juara 1: Rp25.000.000
Juara 2: Rp15.000.000
Juara 3: Rp10.000.000
3 Juara harapan masing-masing Rp5.000.000

Dewan Juri Karya Tulis Jurnalistik:
Pieter F Gero (Kompas)
Bayu Widagdo (Bisnis Indonesia)
Dr Rahma Ida MA (Universitas Airlangga)

Dewan Juri Karya Foto Jurnalistik:
Oscar Motuloh (LKBN Antara)
Beky Subechi (Jawa Pos)
Agung Wiharto (PT Semen Indonesia Tbk)
Keputusan dewan juri bersifat mutlak, sah dan tidak dapat diganggu gugat.
Karya tulis dan foto jurnalistik harus sudah diterima panitia paling lambat 30 April 2014 (Cap pos) ke sekretariat panitia lomba Gedung PWI Cabang Jatim, Jln. Taman Apsari 15-17 Surabaya.
Jika ada pertanyaan mengenai info lomba ini, silakan menghubungi:
Didik Kusbiantoro (0811333209)
Email: didik.pwijatim@gmail.com

BUKAN HANYA KARTINI

_______________
MalahayatiJika kita berbicara tentang Aceh, maka yang terbayang di benak kita adalah para mujahid dan mujahidah  yang berjuang  gigih tanpa pamrih. Aceh telah melahirkan begitu banyak pahlawan. Sungguh heroik perjuangan putra-putri Aceh dalam melawan penjajah. Tak ada satupun penguasa Aceh yang mau bekerjasama dengan penjajah. Ini menyebabkan Aceh sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang tidak pernah dikuasai oleh penjajah.
Kegigihan pejuang Aceh melawan penjajah tidak bisa dilepaskan dari kultur masyarakat Aceh yang sangat relijius. Aceh merupakan tempat pertama kali Islam masuk ke bumi nusantara. Ini dibuktikan dengan peninggalan berupa makam Sultan Malik al-Saleh raja Samudra Pasai yang wafat pada tahun 1297 M di Pasai, Aceh Utara. Samudra Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia. Sejak saat itu landasan ajaran Islam sangat mempengaruhi perjalanan sejarah peradaban pemerintahan kerajaan-kerajaan di Aceh. Bahkan hingga kini landasan hukum berupa syariat Islam berlaku di sana.
Aceh terletak di daerah yang sangat  strategis, yaitu di selat Malaka. Semua kapal-kapal Eropa yang bertujuan memasuki wilayah Indonesia terutama pulau Jawa  harus melalui selat Malaka. Jalur selat Malaka ini sangat ramai, sering juga disebut jalur sutera dua. Para pedagang dari benua Eropa, China, Asia sering menggunakan jalur sutera dua ini untuk membeli rempah-rempah di kepulauan nusantara. Pada saat itu komoditi rempah-rempah sangat berharga.
Kondisi  geografis  seperti ini mengharuskan Aceh memiliki angkatan laut yang tangguh. Dan sejarah pun mencatat  Aceh pernah berhasil menjadi penguasa selat Malaka yang gagah berani  nan disegani. Aceh memiliki laksmana-laksmana yang  gagah dan hebat. Salah satu laksmana yang begitu fenomenal dan spektakuler  dalam sejarah adalah Malahayati. Dialah laksmana perempuan pertama di dunia. Ketika negara-negara maju menggembar-gemborkan emansipasi wanita di dunia ketiga, maka Malahayati telah melenggang menunjukan kemampuannya memimpin pasukan perang.
Malahayati yang memiliki nama asli Keumala Hayati berasal dari keluarga militer. Belum diketahui secara pasti kapan tanggal lahir dan tanggal wafatnya. Menurut manuskrip yang tersimpan di University Kebangsaan Malaysia, diperkirakan Malahayati lahir tahun 1575. Ayahnya adalah Laksamana Mahmud Syah. Sedangkan ibunya telah meninggal dunia ketika Malahayati masih kecil. Kakeknya bernama Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah Kesultanan Aceh Darussalam sekitar tahun 1530-1539 M. Sultan Salahuddin Syah merupakan putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M) yang merupakan pendiri Kesultanan Aceh Darussalam.
Malahayati kecil sering diajak berlayar oleh ayahnya. Hal ini menyebabkan Malahayati mencintai dunia bahari sejak dini. Dia bertekad untuk menjadi pelaut handal seperti ayahnya. Malahayati menempuh pendidikan di Akademi Militer Mahad Baitul Maqdis yang dimiliki kerajaan Aceh Darussalam saat itu.
Ketika dewasa, Malahayati menikah dengan seorang Perwira Laut alumni dari Akademi Militer tersebut. Malahayati telah memantapkan tekadnya untuk menapaki karir di dunia militer. Pasangan suami istri ini menjadi pasangan perwira laut yang handal. Akan tetapi tak lama kemudian suaminya meninggal dalam pertempuran laut melawan Portugis. Malahayati berduka. Meski terpukul karena menjadi janda muda, tetapi Malahayati tidak mundur dari dunia militer. Malahayati menjabat sebagai kepala pengawal dan protokol di dalam dan di luar istana. Kemudian menjadi kepala dinas rahasia.
Pada saat itu menjadi janda karena ditinggal mati syahid oleh suami yang  berperang adalah hal lumrah di Aceh. Malahayati bisa memahami kondisi kejiwaan para janda tersebut, karena dia pun janda. Pada masa itu hampir seluruh pria dewasa warga Aceh menyambut seruan jihad melawan penjajah Portugis. Mereka berperang sampai titik darah penghabisan, hingga syahid menjemput.
Perempuan Aceh bukanlah perempuan cengeng, mereka bangga apabila salah satu anggota keluarganya ada yang mati syahid. Karena orang yang mati syahid mampu memberikan syafaat bagi 70 anggota keluarganya di akhirat nanti. Meski menjadi janda, tetapi perempuan Aceh tetap tegar menapaki kehidupan. Bahkan janda-janda tersebut bertekad untuk hidup mulia atau mati syahid seperti para suami mereka. Malahayati berinisiatif untuk mengorganisir janda tersebut dengan membentuk Inong Balee.
Inong Balee adalah pasukan khusus perempuan yang terdiri dari para janda. Inoong Balee membangun benteng yang kokoh di Teluk Kreung Raya. Benteng ini sering disebut juga benteng Malahayati. Benteng Malahayati  ini berfungsi sebagai tempat pendidikan bagi 2000 janda anggota pasukan Inong Balee. Melalui benteng ini mereka mengawasi perairan Selat Malaka, mereka mengintai armada-armada Portugis,  Belanda, dan Inggris. Malahayati berhasil melatih janda-janda tersebut menjadi pasukan marinir yang tangguh. Sungguh mereka adalah para janda luar biasa.
Malahayati2Sebagai seorang pimpinan, Malahayati secara ksatria memimpin pertempuran secara langsung di lapangan. Dia memimpin armada laut kerajaan Aceh yang jumlahnya cukup banyak. Menurut John Davis,   nahkoda kapal Belanda yang mengunjungi kerajaan Aceh pada saat Malahayati menjadi Laksmana, Kerajaan Aceh memiliki  100 buah kapal perang. Diantaranya ada yang berkapasitas 400-500 penumpang. Malahayati lah pimpinan tertinggi angkatan laut Kerajaan Aceh.
Armada Laut Kerajaan Aceh sangat ditakuti oleh Portugis, Inggris dan Belanda. Padahal pada masa itu ketiga negara tersebut adalah negara adidaya. Banyak catatan orang asing seperti China, Eropa, Arab, India, yang mengakui kehebatan Malahayati.
Salah satu peristiwa yang akan selalu dikenang oleh sejarah adalah  Malahayati berhasil mengusir armada-armada Belanda dibawah pimpinan De Houtman bersaudara, Cornelis dan Frederick de Houtman. Cornelis de Houtman adalah orang Belanda yang pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1596 dan berhasil menancapkan kuku imperialisme di Jawa.
Pada tahun 1599, De Houtman bersuadara melakukan kunjungan kedua ke Indonesia. Dalam kunjungan kedua ini de Houtman bersaudara bersandar di Aceh pada tanggal 21 Juni 1599. Mereka berniat untuk mengusai kerajaan Aceh karena letaknya yang sangat strategis sebagai gerbang kepulauan nusantara.  Malahayati mengetahui niat busuk de Houtman bersaudara, dia bertekad akan bertempur habis-habisan mengusir penjajah terlaknat.
Malahayati mengerahkan seluruh pasukannya dan memegang komando tertinggi. Armada Belanda kelabakan, terdesak, dan akhirnya berhasil dihancurkan semua. Frederick de Houtman tertangkap kemudian dijadikan tawanan Kerajaan Aceh. Sedangkan Cornelis De Houtman berhasil dibunuh oleh Malahayati sendiri pada tanggal 11 September 1599. Pada awalnya Cornelis berniat menjebak Malahayati dalam suatu perjamuan makan malam untuk membicarakan gencatan senjata. Tetapi niat jahat tersebut tidak tercapai, Malahayati berhasil menyelamatkan diri bahkan berhasil membunuh Cornelis de Houtman dalam pertarungan duel satu lawan satu diatas geladak kapal. Saya merinding, saat menulis bagian ini. Membayangkan keperkasaan Malahayati ketika duel bersenjatakan rencong. Atas jasanya memukul mundur armada Belanda, Malahayati dianugerahi gelar Laksamana oleh Kerajaan Aceh.
Selain armada Belanda, Malahayati juga berhasil memukul mundur armada Portugis. Reputasi Malahayati sebagai penjaga Selat Malaka sangat ditakuti oleh negara-negara asing. Sesuatu yang menggegerkan bangsa Eropa, terutama Belanda. Sekaligus menunjukkan kewibawaan Laksamana Malahayati.
Kerajaan Belanda sangat menghormati kerajaan Aceh. Hal ini terlihat  ketika Mahkamah Amstredam menjatuhkan hukuman denda kepada Paulus Van Caerden sebesar 50.000 gulden yang harus dibayarkan kepada kerajaan Aceh. Bayar denda tersebut adalah akibat dari tindakan Paulus van Caerden ketika datang ke Aceh dan menenggelamkan kapal dagang Aceh. Setelah itu Van Caerden  merampas muatan lada lalu pergi meninggalkan Aceh.
Peristiwa penting lainnya selama Malahayati menjadi Laksama adalah ketika ia mengirim tiga utusan ke Belanda, yaitu Abdoelhamid, Sri Muhammad dan Mir Hasan ke Belanda. Ketiganya merupakan duta-duta pertama dari sebuah kerajaan di Asia yang mengunjungi negeri Belanda. Banyak cacatan orang asing tentang Malahayati. Kehebatannya memimpin sebuah angkatan perang ketika itu diakui oleh negara Belanda, Portugis, Inggris, Arab, China dan India.
Bahkan Inggris pun tidak berani secara terang-terangan menunjukan keinginannya untuk menguasai rempah-rempah di nusantara. Inggris yang terkenal sebagai penguasa lautan memilih jalan damai dengan kerajaan Aceh.  Ratu Elizabeth I mengirim surat diplomatik yang dibawa oleh James Lancaster untuk Sultan Aceh. Surat diplomatik ini  membuka jalan bagi Inggris untuk menuju Jawa dan membuka pos dagang di Banten. Keberhasilan ini membuat James Lancaster dianugrahi gelar bangsawan sepulangnya ia ke Inggris.
Malahayati menjabat sebagai laksmana kerajaan Aceh dalam waktu yang cukup lama, yaitu selama masa kepemimpinan Sultan Alaiddin Ali Riayat Syah IV Saidil Mukammil (1589-1604 M). Malahayati berhasil mengantarkan Aceh menjadi kerajaan yang disegani baik oleh kawan maupun lawan. Malahayati berhasil menjaga stabilitas Selat Malaka. Kehebatannya diakui oleh semua bangsa yang berhubungan dengan kerajaan Aceh. Nama Malahayati cukup membuat bergidik bangsa-bangsa adidaya saat itu.
Tapi saat ini, nama Malahayati tinggallah kenangan. Banyak orang yang tak mengenalnya. Namanya tenggelam ditelan zaman. Sungguh sangat menyedihkan, realitas pahlawan yang dilupakan oleh bangsanya sendiri. Padahal dialah Laksmana perempuan pertama di dunia. Dialah yang menggempur armada-armada Belanda dan Portugis. Di kala wanita-wanita barat belum mengenal emansipasi, Malahayati telah menjadi Laksmana dan memimpin beribu-ribu pasukan perang mengusir penjajah. Sungguh wanita hebat yang jarang tandingannya, baik di masa sebelumnya maupun masa sesudahnya. Malahayati……engkaulah pahlawan wanita sepanjang masa….
Gambar diunduh dari kompasiana dan widi80.blogdetik.com

FROM ZERO TO HERO

Eh sadar nggak sih kalau buku-buku best seller di Indonesia itu antara lain kebanyakan yang bertema From Zero To Hero. Macam Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara, Ibuk dll. 


Itu kemarin sih? Kalau yang sekarang dan ke depan, masih seperti itu nggak ya?

Ngomong-ngomong tentang From Zero To Hero, alhamdulillah satu tulisanku tentang ini yang nyangkut di sebuah lomba sudah rilis covernya lho. Judulnya SECOND CHANCE, semoga lekas tiba di toko buku terdekat kita ya :))



Hidup jelas tak sederhana. Siapa pun akan jadi pemenang, hero, jika ia memiliki kegigihan yang lebih. Maka istilah from zero to hero jelas tidaklah mengada-ada. Tolak klaim “Tulang miskin!” Gigih adalah kunci sukses. Ia adalah sunnatullah, hukum alam, hukum kausalitas. Gigih = sukses! Siapa pun kamu! 

Selamat membaca. Semoga bermanfaat dan menginspirasi ^_^

Oh ya, apakah kamu juga punya cerita tentang from zero to hero juga? Ayo share sini ya :))

Pasrah atau Ngoyo?

Pasrah atau Ngoyo?
Ini yang sering jadi  pertanyaan kita. Yuk kita tilik dari tinjauan para alim ulama/scientist terdahulu

Pemikiran Aliran Jabariyah dan Qadariyah

A. JABARIYAH

1. Asal-Usul Pertumbuhan Jabariyah

Kata jabariyah berasal dari kata jabara yang berarti memaksa, didalam al-munjid dijelaskan bahwa nama jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung arti memaksa dan mengharuskannya melakukan sesuatu.[1].Selanjutnya, kata jabara bentuk pertama setelah ditarik menjadi jabariyah memiliki arti suatu kelompok atau aliran (isme). Dalam bahasa inggris, jabariyah disebut fatalism atau predestination yaitu faham yang menyebutkan bahwa perbuatan manusia telah ditentukan dari semula oleh qadha’ dan qadhar tuhan[2].

Faham al-jabar pertama kali diperkenalkan oleh ja’d bin dirham kemudian disebarkan oleh jahm bin shafwan dari khurasan. Namu dalm perkembangannya, faham al-jabar juga dikembangkan oleh tokoh lainnya diantaranya an-najjar dan ja’ad bin dirrar.

Sebenarnya faham al-jabar sudah muncul jauh sebelum kedua tokoh diatas. Benih-benih itu terlihat dalam peristiwa sejarah berikut ini:

a. Suatu ketika nabi menjumpai sahabatnya yang sedang bertengkar dalam masalah takdir tuhan. Nabi melarang mereka untuk mendebatkan persoalan tersebut, agar terhindar dari kekeliruan penafsiran tentang ayat-ayat tuhan mengenai takdir[3].

Khalifah umar bin khattab pernah menangkap seseorang yang ketahuan mencuri. Ketika dientrogasi, pencuri itu berkata” tuhan telah menentukan aku mencuri” mendengar ucapan itu, umar marah sekali dan menganggap orang itu telah berdusta kepada tuhan. Oleh karena itu, umar memberikan dua jenis hukuman kepada pencuri itu. Pertama, hukuman potong tangan. Kedua, hukuman dera karena menggunakan dalil takdir tuhan[4].

b. Pada pemerintahan daulah bani umayyah, pandangan tentang al-jabar semakinmencuat ke permukaan. Abdullah bin abbas, melalui suratnya memberikan reaksi kertas kepada penduduk syria yang diduga berfaham jabariyah.

Berkaitan dengan kemunculan aliran jabariyah, ada yang mengatakan bahwa kemunculannya diibatkan oleh pengaruh pemikiran asing, yaitu pengaruh agama yahudi bermazhab Qurra dan agama kristen bermazhab Yacobit[5].

2. Para Pemuka Jabariyah Dan Dokrin-Dokrinnya

Menurut Asy-Syahratsani, jabariyah dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, ekstrim dan moderat. Diantara dokrin jabariyah ekstrim adalah pendapatnya bahwa segala perbuatan manusia bukan merupakan perbuatan yang timbul dari kemauannya sendiri, tetapi perbuatan yang dipaksakan oleh dirinya. Misalnya, kalau seseorang mencuri, perbuatan mencuri itu bukanlah terjadi atas kehendak sendiri, tetapi timbul karena qadha’ dan qadhar tuhan yang menghendaki demikian[6].

Diantara pemuka jabariyah ekstrim adalah sebagai berikut:

a. Jahm bin shofwan, nama lengkapnya adalah Abu Mahrus Jaham Bin Shafwan. Ia barasal dari Khurasan bertempat tinggal di kuffah.

Pendapat jahm yang berkaitan dengan persoalan teologi adalah sebagai berikut ini;

1. Manusia tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Ia tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri, dan tidak mempunyai pilihan.

2. Syurga dan neraka tidak kekal. Tidak ada yang kekal selain tuhan.

3. Iman adalah ma’rifat atau membenarkan dalam hati. Dalam hal ini pendapatnya sama dengan aliran kaum Murji’ah.

4. Kalam tuhan adalah mahluk. Allah maha suci dari segala sifat dan keserupaan dengan manusia seperti berbicara, mendengar dan melihat.

b. Ja’ad bin Dirham, adalah seorang maulana bani hakim, tinggal di damaskus. Ia dibesarkan dalm lingkungan orang kristen yang senang membicarakan tentang teologi. Dokrin pokok Ja’ad secara umum sama dengan fikiran jahm Al-Ghuraby yang menjelaskan sebagai berikut;

1. Al-quran itu adalah mahluk, oleh karena itu dia baru. Sesuatu yang baru itu tidak dapat disifatka kepada Allah.

2. Allah tidak mempunyai sifat yang serupa dengan mahluk, seperti berbicara, melihat, dan mendengar.

3. Manusia terpaksa oleh Allah dalam segala-galanya.

Berbeda dengan jabariyah ekstrim, jabariyah moderat mengatakan bahwa tuhan memang menciptakan perbuatan manusia, baik perbuatan jahat maupun yang baik. Tetapi manusia mempunyai bagian dalamnya. Yang termasuk tokoh jabariyah moderat adalah sebagai berikut;

a. An-najar, nama lengkapnya adalah husain bin muhammad an-najar, para pengiktnya disebut An-Najariyyah atau Al-Husainiyah. Diantara pendapat-pendapatnya adalah sebagai berikut;

1. Tuhan menciptakan segala perbuatan manusia, tetapi manusia mengambil bagian atau peran dalam mewujudkan perbuatan-perbuatan itu. Itulah yang disebut kasab dalam teori Al-Asy’ry[7].

2. Tuhan tidak dapat dilihat diakhirat, akan tetapi ia menyatakan bahwa tuhan dapt saja memindahkan potensi hati (ma’rifat) pada mata sehingga manusia dapat melihat tuhan[8].

b. Adh-Dhiar, nama lengkapnya adalah Dhirar Bin Amr. Pendapatnya tentang perbuatan manusia sama dengan husein an-najjar, bahwa manusia tidak hanya merupakan wayang yang digerakkan dalang, manusia mempunyai bagian dalam perwujudan perbuatannya dan tidak semata-mata dipaksa dalam melakukan perbuatannya.

Mengenai ru’yat tuhan diakhirat, Dhirar mengatakan bahwa Tuhan dapat dilihat diakhirat melalui indera keenam.

B. QADARIYAH

1. Asal-Usul Kemunculan Qadariyah

Qadariyah berasal dari bahasa arab, yaitu dari kata qadara yang artinya kemampuan dan kekuatan. Adapun menurut pengertian terminologi Qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh tuhan. Aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta bagi segala perbuatannya.

Seharusnya, sebutan qadariyah diberikan kepada aliran yang berpendapat bahwa qadar menentukan segala tingkah laku manusia, baik yang bagus maupun yang jahat. Namun, sebutan tersebut telah melekat kaum sunni, yang percaya bahwa manusia mempunyai kebebasan berkehendak.

Menurut Ahmad Amin, qadariyah pertama kali dimunculkan oleh Ma’bad Al-Jauhani dan Ghailan Ad-Dimasyqy. Ma’bad adalah seorang taba’i yang dapat dipercaya dan pernah berguru pada Hasan Al-Basri. Adapun Ghailan adalah seorang orator berasal dari Damaskus dan ayahnya menjadi maula Usman bin Affan.

2. Dokrin-Dokrin Qadariyah

Dalam kitab al-milal wa an-nihal, pembahasan masalah Qadariyah disatukan dengan pembahasan dokrin-dokrin mu’tazilah, sehingga perbedaan antara kedua aliran ini kurang begitu jelas[11].

Qadariyah pada dasarnya menyatakan bahwa segala tingkah laku manusia dilakukan atas kehendaknya sendiri. Manusia mempunyai kewenangan untuk melakukan segala perbuatan atas kehendaknya sendiri, baik berbuat baik maupun berbuat jahat. Olah karena itu, ia berhak mendapat pahala atas perbaikan yang dilakukannya dan berhak pula memperoleh hukuman atas kejahatan yang diperbuatnya.

Fahan takdir dalam pandangan qadariyah bukanlah dalam pengertian takdir yang umum dipakai oleh bangsa arab ketika itu, yaitu faham yang menyatakan bahwa nasib manusia telah ditentukan terlebih dahulu. Dalam perbuatan-perbuatannya, manusia bertindak hanya menurut nasib yang telah ditentukan sejak azali terhadap dirinya.

Dengan pemahaman seperti ini, kaum Qadariyah berpendapat bahwa tidak ada alasan yang tepat untuk menyandarkan segala perbuatan manusia kepada tuhan. Dokrin-dokrin ini mempunyai tempat pijakan dalam dokrin islam sendiri. Banyak ayat Al-quran yang dapat mendukung pendapat ini. Misalnya dalam surat Al-Kahfi ayat 29, yang artinya;

Dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir".(Qs.Al-Kahfi:29)

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.(Qs.Ar-raad:11)

“Barangsiapa yang mengerjakan dosa, Maka Sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri”.(Qs.An-Nisa’:111)

A. Kesimpulan

Tuhan adalah pencipta segala sesuatu, pencipta alam semesta termasuk di dalamnya perbuatan manusia itu sendiri. Tuhan juga bersifat Maha Kuasa dan memiliki kehendak yang bersifat mutlak dan absolut. Dari sinilah banyak timbul pertanyaan sampai di manakah manusia sebagai ciptaan Tuhan bergantung pada kehendak dan kekuasaan mutlak Tuhan dalam menentukan perjalanan hidupnya? Apakah Tuhan memberi kebebasan terhadap manusia untuk mengatur hidupnya? Ataukah manusia terikat seluruhnya pada kehendak dan kekuasaan Tuhan yang absolut?.

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut maka muncullah dua paham yang saling bertolak belakang berkaitan dengan perbuatan manusia. Kedua paham tersebut dikenal dengan istilah Jabariyah dan Qadariyah. Golongan Qadariyah menekankan pada otoritas kehendak dan perbuatan manusia. Mereka memandang bahwa manusia itu berkehendak dan melakukan perbuatannya secara bebas. Sedangkan Golongan Jabariyah adalah antitesa dari pemahaman Qadariyah yang menekankan pada otoritas Tuhan. Mereka berpendapat bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya.


sumber : dari berbagai sumber




















DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Harun, Teologi Islam: Aliran-aliran, Sejarah analisis perbandingan, UI Press, Jakarta, 1986.

Syahrastani, Al-Milal wa An-Nihal, Al-Dar Al-Fikr: Beirut.

Watt, Montgomery. W. Islamic Philoshopy and Theology: An Extended Survey. Harrassowitz: Edinburg University, 1992.




[1]luwis ma’luf, al-mufid al-lughah wa al-alam, beirut, dar Al-Masyriq, 1998. Hal 78.

[2]harun nasition, teologi islam: aliran-aliran sejarah analisa perbandingan, UIPress, cet V.Jakarta, 1986, hal 31.

[3]aziz dahlan, sejarah pemikiran perkembangan dalam islam, beunneubi cipta. Jakarta.1987 hal 27-29.

[4]ali musthafa al-ghurabi, tarikh al-firaq al-islamiyah, kairo, 1958, hal 15

[5]sahiludin a. Nasir, pengantar ilmu kalam, rajawali, 1991, jakarta, hal 133

[6]ibid,nasution, hal 286-287

[7]ibid,asy-syahrastani, hal 89

[8]nasution, teologi, hal 3

Just In Love

Alhamdulillah, kemarin saya sudah dapat bocoran cover novel Just In Love terbitan Grasindo.

Jiwa kemudaan kami membuatnya selalu bergolak. Tetapi  nilai yang keluarganya ajarkan, membuatnya selalu berusaha membatasi diri. Membuat benteng–benteng pertahanan. (Yudhistira)

Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Bagaimana menamakannya. kurasa ini bukan cinta. Tapi tentu saja juga bukan nafsu, aku tidak seburuk itu. Katakan padaku, adakah kau tahu apakah ini, Yudhistira ? (Kemala)

Cantik–cantik kalau tidak punya etika, sama saja dengan nol puthul. Kosong! (Samuel)


Tentu saja aku tidak sehina itu, menukar rasa kasihku yang putih dengan nikmat sekerat daging yang pasti berakhir penyesalan berkepanjangan. (Yudhistira)

Cinta memang buta. Tidak mengenal merah, hijau ataupun abu–abu. Mereka bertemu di kota yang eksotis itu dan saling jatuh cinta. Apakah perjalanan cinta mereka akan mulus?
Ataukah juga disabotase seperti proyek renovasi interior yang tengah dikerjakan Kemala bersama timnya? Bahkan tidak cuma disabotase, dijebak dan dikurung tapi dia juga dituduh mencuri. Siapakah yang mensabotasenya dan kenapa?

**

Nantikan novelnya di toko buku Gramedia dan toko buku lainnya ya :)

Warm Evening ~ Talkshow di Gramedia Pandanaran


Alhamdulillah, sore ini berbagi lagi di Gramedia Pandanaran Semarang. 
Kali ini tentang bisnis, keajaiban rejeki, mompreneur. 
Plus sharing kepenulisan, karena si mbak host-nya excited banget pingin tahu tentang kepenulisan dan seluk beluknya. hehe. Pun teman-teman audience yang hadir. 

Dapatkan buku-buku ini di toko buku Gramedia dan lain-lain. 

Buku-buku terbitan Gramedia ini bisa juga didapatkan melalui >>




Tips Nulis Alberthine Endah

da beberapa tips nulis dari Mbak AE nih. Semoga berguna. :)
Mulailah dengan gagasan matang, karena tanpa itu Anda hanya akan menjadi pelamun tanpa arah di depan komputer. Catat gagasan Anda dan tajamkan.
Buatlah satu kata mutakhir dalam setiap paragraf, dan buatlah satu kalimat pamungkas dalam setiap beberapa paragraf. 
Jika sudah terbiasa, Anda akan menghasilkan kalimat-kalimat jenius dalam tulisan Anda. 
Buatlah outline jika tak bisa menulis spontan. Cara paling mudah membuat novel adalah membuat outline dalam bentuk pointers untuk setiap bab.
Buat rundown konflik, mulai dari pembuka, permasalahan sampai ending dan atur polanya dalam beberapa bab. 
Jangan pernah bercita-cita menulis seperti gaya orang lain. Bangun karakter tulisan dengan gaya Anda saja.
Menulis dengan rileks, tanpa ketakutan akan menghasilkan tulisan ‘hidup’ yang bahkan akan membuat Anda tercengang: ternyata Anda bisa menulis! 
Siapkan waktu dengan niat, sediakan hati dan pikiran yang jernih, dan menulislah segera. Setiap halaman adalah sejarah dalam karier menulis Anda.
Banyak ide tapi bingung mana yang harus ditulis? Pilih ide yang paling Anda kuasai detailnya.
Bentuk gagasan cerita dengan memastikan alasan terbesar kenapa Anda memilih ide itu. Uraikan plot, alur, bila perlu dengan karakter tokoh-tokohnya.
Semakin matang dan detail gagasan Anda, semakin Anda merindukan laptop untuk segera menulis. Dijamin. 
Menulis itu mengasah mata hati. Jika Anda sudah punya kepekaan yang tajam, bahkan suara angin pun bisa jadi cerita. 
Banyak pengalaman menelaah kisah manusia sanggup menajamkan rasa. Sangat membantu tulisan menjadi ‘filmis’. 
Berlatihlah membuat kalimat sederhana yang bermakna ‘dalam’, dan bukan membuat kalimat rumit untuk sesuatu yang dangkal. Sebuah tulisan yang baik adalah tulisan yang mudah dicerna, mengalir  dan memiliki bobot makna. Itu jauh lebih sulit daripada kalimat rumit yang ‘kosong’ 
Membuat cerpen adalah latihan yang baik untuk memulai novel. Bayangkanlah bila setiap lekuk cerita dalam sebuah cerpen Anda kembangkan dengan eksploitasi deskripsi suasana, dialog dan narasi. Mungkin cerpen yang sudah Anda tulis sekarang berpotensi menjadi sebuah novel.
Novel, walaupun fiktif haruslah menciptakan trust di hati pembaca. Jadi, jangan mencoba berbohong dengan deskripsi yg ngawur. Membuat deskripsi suasana yang ‘hidup’ dalam novel adalah perlu. Latih kepekaan detail pandangan Anda dengan rajin mengamati hal-hal kecil.
Denyut nyata perasaan adalah rahasia terpenting sebuah tulisan untuk bisa menyentuh hati pembaca. Sertakanlah hati setiap kali Anda menulis. 
Dialog memegang peranan sama pentingnya dengan narasi di dalam novel. Jangan berbasa basi tanpa arti. Jangan cuma kejar target halaman!  Buatlah dialog berkarakter dan tidak artifisial. Makin natural dialog, semakin baik. 
Anda perlu melihat dunia untuk bisa menulis ‘kaya wawasan’. Jika pergaulan Anda terbatas, banyak baca dan nonton acara TV dan film. Tulisan yang kita buat adalah saripati kekayaan pikiran kita. Cerita yang sederhana pun memerlukan kekayaan pengalaman untuk membuatnya ‘berbobot’. 
Bingung mengatur dimensi waktu dalam penulisan fiksi? Luwes saja….. Dimensi waktu adalah kebebasan Anda sebagai penulis. Jadi jangan terjebak lagi untuk menuliskan kisah secara urut day by day. Dalam novel Anda bisa menuliskan peristiwa 1 jam dalam berlembar-lembar halaman, dan rentang waktu setahun dituliskan hanya dengan satu kalimat.
Jangan hanya fokus mencari uang, dan bermotivasi menulis hanya untuk uang. Tapi carilah peluang. Itu akan lebih menjaminkan masa depan.
Pencapaian prestasi bukanlah pemberhentian. Setelah mencetak prestasi, bergeraklah lagi untuk mencapai prestasi-prestasi berikutnya. 
Banyak orang ‘jalan di tempat’ karena terikat dalam kebanggaan yang berkepanjangan pada sebuah prestasi. Yuk, nulis lagi!
Berpikirlah wajar untuk menghasilkan sesuatu yg natural dalam novel Anda. Berpikirlah out of the box utk menghasilan sesuatu yg berbeda. Kombinasi dua cara berpikir itu akan menghasilkan karya yang berkarakter bila gagasan cerita Anda juga kuat. 
Satu hal yg harus Anda cermati: jangan berpikir menjadi orang lain dengan melakukan plagiat gaya tulisan. Jangan menghina diri sendiri!
Saat terjatuh adalah poros dari lahirnya jutaan energi. The power of hurt mampu melesatkan kekuatan dan merubah keadaan. Lagi sedih? Tulis aja! 
Buat deskripsi yang filmis, mudah dan nikmat diimajinasikan pembaca, dan bangun karakter tokoh dengan dalam. Caranya: fokus hanya pada beberapa tokoh inti saja. Jangan melebar ke mana-mana. Ingat, siapa tokoh utama dalam ceritamu? 
Ada banyak jalan menuju penulis. Tapi jalan tercepat adalah dengan membuka laptop dan tulislah segera. Do it now. Banyak calon penulis hanya menyimpan ide di angan-angan, dan menunda menulis dengan alasan ‘menanti waktu yang tepat’. Ini bisa jadi penghalang abadi.
Mendadak stuck dan tak ada jalan keluar utk meneruskan cerita? Rileks. Isi waktu jeda dgn menikmati apa yg sudah Anda tulis. Bangun imajinasi dengan cara-cara yg memungkinkan, nonton film, baca novel, interaksi pergaulan. Berpikirlah out of the box utk menjadi istimewa. Jangan berpuas diri dgn sesuatu yang standar. 
Do the best and money will follow. If you think just for money, you can’t get a good way to work.
Yang terpenting, jujurlah pada diri sendiri saat menulis. Jangan pernah menghina diri dengan meniru. Plagiat itu menjijikkan. 
Satu lagi: Ide boleh saja sederhana, tapi olahan imajinasi dan kata-kata Anda akan membuatnya istimewa.   
**
Biografi adalah sejarah perjalanan hidup seseorang, menceritakan kehidupan seseorang, pesan kehidupan seseorang yang sarat dengan emosi.
Dalam buku biografi kita dapat menemukan nilai-nilai yang dimiliki seseorang yang membuatnya dari nothing menjadi something.
Yang diperlukan seorang Biografer:
1. Wawancara
2. 5 W + 1 H. Siapa tokoh ini, bagaimana tokoh ini. Dalam hal ini Biografer perlu dalam keadaan emosi yang prima sehingga tidak mudah tersinggung.
3. Menulis konfigurasi perasaan seseorang.
4. Peka, care, empati pada orang lain.
5. Lagi dan lagi, kepekaan rasa.
Tokoh yang menarik untuk dibuatkan biografinya:
1. Memiliki kekayaan hidup, memiliki sesuatu yang perlu dicontoh, contoh hidup yang bisa ditiru, berjuang dari nothing to something.
2. Memiliki human interest.
3. Punya agenda. Agenda nara sumber dan agenda penulis.
Contoh: saat penulisan biografi Pak Probosutejo, agenda Pak Probo dalam penulisan biografinya adalah menggambarkan hubungan Probosutejo dan Pak Harto yang hangat.
Penulis memiliki agenda ingin tahu versi kisah PKI dari sudut rumah Pak Harto.
Hal teknis penulisan biografi:
1. Browsing data tentang Tokoh, nanya-nanya orang-orang dekatnya, dan wawancara langsung dengan tokoh.
2. Waktu wawancara dengan Tokoh sekitar 1.5 jam setiap bertemu.
3. Pancinglah cerita Tokoh. Agar bisa “dapat” feel nya, pertemuan dengan Tokoh bisa 2 kali seminggu.
Saat ini sedang trend biografi yang based on true story. Hak cipta penulisan buku biografi ada di tangan penulis. Terbuka lebar peluang untuk menjadi Penulis Biografi, dalam hal ini Mbak Alberthiene Endah terpaksa banyak menolak permintaan menulis biografi karena jadwal yang terlalu padat. Kesempatan untuk penulis-penulis biografi baru, kawan!
Dari twitter @AlberthieneE :
Mungkin di sekitar kamu banyak orang hebat yang tersembunyi. Yang berjuang keras dan meraih pencapaian berarti. Mereka tokoh untuk buku!
Saya (Alberthiene Endah) mau sharing sedikit tentang bagaimana kita bisa jeli menangkap sesuatu yang luar biasa dari sosok-sosok yang tidak populer :
1. Bertumpulah pada kisah, pada naik turun perjuangannya yang mampu merenda sebuah kisah menakjubkan.
2. Fokus pada hal-hal yang membuatnya kecewa di masa lalu, dan perasaan-perasaannya pada saat sengsara. Gali emosinya.
3. Yang terpenting buat pemetaan perjuangannya. Kapan dia merasa ambruk, kapan kebangkitan datang, kapan putus asa, dan kapan pencerahan datang.
4. Bayangkanlah kamu sedang membuat novel yang memerlukan konstruksi konflik. Terapkan itu pada kisah nara sumber. Dia pasti punya cerita
5. Jangan abaikan deskripsi. Itu jiwa yang penting dalam kisah nyata. Bila perlu, ajak dia lagi ke tempat-tempat bersejarah dalam hidupnya.
6. Perlu banyak membaca biografi atau buku-buku yang berbasis kisah nyata agar kita bisa menghirup roh penulisan yang berdasarkan fakta.

**

PERSONAL
  • Mood saya saat ini?
    Saya selalu senang kalau keluar rumah. Rasanya ada roh remaja yang tidak pernah hilang dari diri saya. Jiwa kekanak-kanakan membuat saya senang tertawa. Tapi kalau sudah dapat mood nulis, di rumah saya bisa di dalam kamar saja seharian. Nggak keluar sama sekali. Karena sebagai penulis, kalau sudah datang mood nulis bisa lancar berlembar-lembar. Saya tidak mau menyia-nyiakan saat itu.
  • Suka di kamar saja, cari inspirasi atau hibernasi?
    Hehehehehe, itu tidak setiap hari saya lakukan. Kalau dapat inspirasi saja, saya bisa tahan berhari-hari di kamar. Karena menulis biografi atau novel nggak seperti menulis artikel, kita butuh emosi, data yang akurat.
  • Saat yang paling membahagiakan?
    Apa yang saya alami dalam hidup saya sekarang ini sudah jadi rasa syukur. Sejak saya menulis buku Krisdayanti, tawaran untuk menulis buku biografi tidak pernah berhenti. Dan itu saya nggak marketing-in diri. Tawaran itu yang datang pada saya. Ibaratnya tulisan sayalah yang menjual kemampuan menulis saya.
  • Saya menangis kalau?
    Kalau sedang menulis yang bikin saya terharu. Tapi itu bukan menangis sedih. Saya memposisikan diri sebagai tester pada tulisan saya sendiri kalau sedang menulis. Kalau ada bagian sedih sekali, yang seharusnya membuat orang terharu kemudian saya tidak menangis berarti ada yang salah dengan tulisan saya.
  • Saya terharu jika?
    Terakhir yang membuat saya terharu, saat saya diminta pidato di depan presiden, wakil presiden, dan para menteri. Itu pidato tanpa persiapan. Saat launching buku Bu Any, saya diminta bersiap di belakang panggung oleh petugas protokoler. Saya terharu begitu saya bicara, saya melihat semua hadirin yang datang itu pejabat penting di Indonesia. Bukan saya bangga atau sombong ya, saya teringat pada orangtua saya saat itu. Membayangkan kalau mereka masih hidup pasti akan tersenyum bangga melihat saya berpidato. Itulah yang membuat saya terharu.
    Ada lagi momen yang membuat saya terharu, saya biasa main ke kantor Xanana Gusmao di Dili saat masih menjabat presiden. Saya sudah sering datang ke sana dengan suami. Tapi suatu ketika kami datang ke kantornya, beliau pamit keluar sebentar. Kami tidak tahu mau kemana beliau. Waktu kembali, beliau membawa selendang khas Dili. Ternyata beliau membeli selendang itu ke pasar sendiri. Saya dan suami dikalungi selendang, sebagai bentuk penghormatan tamu. Wah, saya terharu sekali. Bayangkan presiden turun ke pasar sendiri untuk membeli selendangnya.
PROSES KREATIF
  • Awal mula memutuskan menjadi penulis?
    Saya sudah jadi wartawan selama 17 tahun. Pengalaman menulis itu yang akhirnya membuat saya yakin menjalani hidup saya sekarang. Saya ingin rekan-rekan wartawan ada yang mengikuti jejak saya. Pernah suatu ketika wartawan tanya, kenapa saya jadi komersil. Saya rasa ini bukan soal komersil. Saya ingin memperjuangkan bahwa jadi penulis itu nggak harus miskin. Menulis itu bekerja dan memeras otak, tidak selayaknya dibayar murah.
  • Menulis curhat artis butuh berapa lama?
    Tergantung ya, karena menulis biografi tidak sama dengan tulisan yang lain. Ada banyak unsur yang harus diselesaikan. Misalnya, saat mendengarkan cerita atau mengikuti orang yang sedang saya tulis, saya harus perhatikan mood-nya. Ngobrol dengan suasana enak, harus perhatikan emosinya juga. Kalau nulis buku KD itu saya selesaikan 14 hari. Chrisye bisa sebulanan, kan bicaranya juga sudah tidak lancar, jadi saya harus bisa menangkap maksud MasChrisye dengan hati-hati.
  • Proses paling membutuhkan waktu?
    Ya mendengarkan cerita dan mengikuti kegiatan yang mau ditulis biografinya. Harus sabar ya, orang mendengarkan cerita biasa juga mesti sabar kok. Tapi saya bersyukur karena pekerjaan saya sebagai wartawan selama 17 tahun sudah mengajarkan saya banyak hal tentang cara mendengarkan orang bercerita. Pekerjaan menulis biografi itu seperti menggabungkan psikiater dan writer jadi satu.
  • Buku curhat 100 persen naskah asli atau ada rekayasa untuk memaniskan bacaan?
    Banyak yang menanyakan hal tersebut, terutama pas ketemu sama aku langsung. Namun, sebagai penulis saya tentu tidak otomatis menulis apa adanya. Saya perlu menulis yang bisa dicerna pembaca. Tidak semuanya ditulis, karena menulis biografi sangat bergantung pada subjeknya.
    Pembaca ada yang ingin ceritanya sama dengan apa yang diharapkannya. Kalau yang ditulis nggak mau diceritakan kisahnya, kita nggak bisa maksa. Misalnya saat dengan Mas Chrisye, beliau sangat terbuka saat bicara karir. Tapi saat bicara keluarga, beliau menolak. Ada pembaca yang protes, tapi bagi saya, saya nggak bisa memaksa.
    Kalau saya menambahkan kata-kata, itu juga larinya ke kepentingan pembaca. Seperti Mas Chrisye, prosesnya berlangsung pada tahun akhir kehidupannya. Pada waktu sebulan sebelum ajal, beliau sudah sulit berkata-kata. Tapi saya bisa menterjemahkan maksudnya apa, karena itu saya tambahkan kata-kata saya sendiri dalam biografi. Agar penonton paham juga apa maksudnya.
  • Menjadi terkenal di tengah keterkenalan sahabat?
    Ah, saya tidak suka dengan keterkenalan. Saya takut jadi sombong. Tapi tidak bisa saya pungkiri banyak orang yang mengenal saya, saat jalan ke mal misalnya. Mereka ada yang suka nyeletuk, 'Kok AEnggak serius ya, nggak seperti tulisannya. Itu kadang membuat saya tidak nyaman. Saya memang suka mengenakan celana pendek kemana-mana. Penampilan kekanak-kanakan. Pembaca ada yang nggak terima dengan itu. Mungkin itu dampak jadi terkenal.
    Yang jelas saya suka ketika saya bisa jadi diri sendiri dan nyaman bekerja. Saya bersyukur sampai saat ini orang-orang yang bekerja dengan saya tidak keberatan dengan penampilan saya apa adanya.
  • Cita-cita menulis biografi siapa?
    Anggun, menurutku dia satu-satunya artis dari Indonesia yang mampu go internasional. Di Paris kalau ada fashion show dia dapat row paling depan. Kalau di Paris itu berarti sudah bukan orang main-main. Itu yang mebuat aku salut sama Anggun. Semoga suatu saat ketemu kesempatan untuk menulis biografinya.
  • Rencana membuat film berdasar buku yang sudah terbit?
    Rencananya sih, buku Mas Chrisye akan dibuat film. Tapi saya sebenarnya suka dengan menulis saja. Kalau film itu lebih kompleks. Banyak materi yang bersinggungan. Mesti diskusi sama sutradara, produser.
(dari berbagai sumber)