Dari hari ke hari

Aku dapat novel MahbubDjunaedi ini dari Majalah Sastra saat bikin kuis di haribuku kemarin. 

Tulisan lama, novel pemenang dkj 1974 tapi masihkeren dan kontekstual hingga saat ini. Konon sebagai novel sejarah yang penting, novel ini juga menjadi bacaan yang direferensikan untuk anak anak smp dan sma.ada di sana, menceritakan tentang perjuangan dari 1942 sampai 1949.ada persetujuan linggarjati, meja bundar, dst.

Dengan sudut pandang mahbub kecil, 9 tahun hingga 15tahun, penceritaannya begitu subtil, halus, mendetail, sehingga seolah olah kita bisa menyaksikan, mendengar, merasakan langsung apa yang dialami mahbub kecil saat itu.

Dan yang membuat novel ini terasa begitu dekat denganku, aku baru ingat bahwa om ku di jakarta saat pertama datang dari daerah,  pak mahbub djunaedi inilah yang menampung dan juga mengayomi serta mendidiknya. Subhanallah. Mudah mudahan aku sempat menggali dari om lebih dalam tentang ini dan mungkin menulis cerita tentangnya, entah dalam tulisan pendek alias cerpen atau panjang alias novel yang sekaligus menceritakan perjuangan om hingga sukses saat ini.

Balik ke DHKH MahbubDjunaedi,  novel ini tidak tebal lho, hanya 180 halaman saja tapi karena sedemikian padatnya kalimat dan paragrafnya, sayang jika membacanya secara skip skip. Jadi sebenarnya memang gak masalah novel itu tebal atau tipis. Karena kayak perempuan di titik nol itu juga tipis lho, tapi keren!

0 komentar:

Posting Komentar