Dear, Suamiku

Yeay!!! Buku baru lagi...


Seneng dan sekaligus sedih sih tadi dapat mention-an dari pak bos yang ngabari kalau buku antologi curhat istri pada suami sudah terbit.

Senengnya punya 'anak' lagi. (Kan tulisan/buku adalah anak-anak yang lahir dari rahim 'sastra' kita)

Sedihnya pas baca huruf, kata dan untaian kalimat dalam halaman yang terbuka itu. Yang mungkin kutulis dalam keadaan 'trance' sehingga kadang tidak sadar saat menuliskannya. Ketika membaca lagi, bergulat rasa yang muncul saat menulisnya dan juga rasa  pada masa-masa jauh ke belakang yang menjadi sebab tulisan ini mewujud.

Kemudian aku sadar bahwa benar bahwa writing is tracing. Setelah dulu awal-awal, tulisan menjadi terapi bagiku menyembuhkan banyak luka dan trauma. Di pertengahan, tulisan menjadi semacam menafsir ulang peristiwa-peristiwa, mendapat sudut pandang baru akan segala sesuatu. Dan ke sini-sini, tulisan menjadi semacam penanda jejak, menuliskan sejarah dan semacamnya.

Rasa-rasanya meski ada banyak sekali kesulitan dan ujian  untuk bisa menulis semakin bagus dan istimewa, saya tak akan menyerah. Bismillah. Semoga Allah senantiasa meridloi langkah-langkah saya belajar ini. Dan buku-buku baru menjadi semacam penyemangat untuk terus maju.

0 komentar:

Posting Komentar