Tips Nulis Ika Natassa


ika natassaHi guys! cukup lama kita ga ngisi section meet the writer, kali ini senang banget bisa mendapat kesempatan interview dengan Ika natassa. Mungkin banyak dari kalian yang sudah mengenal nama ini bahkan sudah punya bukunya.
Yup benar Ika adalah penulis dari buku bestseller Divortiare dan A Very Yuppy Wedding, dua-duanya terbitan Gramedia. Cewe yang lahir di Medan tahun 1977, saat ini bekerja di salah satu bank di Indonesia dan pada tahun 2008 kemarin dinominasikan oleh Khatulistiwa Literary Award dalam kategori penulis muda berbakat.
Di interview di bawah ini, Ika akan sharing tentang buku-buku favoritnya, hal-hal yang menginspirasinya dalam menulis, bahkan berbagi sedikit tips bagi kamu-kamu yang pengen jadi penulis seperti Ika =). Allright, here is the interview
Sejak kapan suka buku?
sejak bisa baca hehe, dulu buku pertama yang gw baca setelah bisa baca agak lancar adalah komik tintin: kepiting bercapit emas. Dan sejak itu jadi kecanduan tintin. I just found it fascinating to learn about other cultures and other countries through books, every single page is like a window to the world. Membaca itu bagi gw adalah the closest thing that we can get to getting inside other people’s head, dalam hal ini bisa jadi masuk ke dalam kepala penulisnya, atau masuk ke dalam kepala karakter di buku itu.
Genre buku yang sering dibaca?
I’m a book geek, so I read anything, dan gw selalu berusaha baca lebih dari satu genre untuk secara terus menerus bisa shifting my way of thinking. Belakangan ini lagi suka baca buku yang bisa bikin gw ketawa dan buku yang berkaitan fotografi.
What’s your goal dalam bidang penulisan?
Buat gw menulis itu unik, karena writing is like being egocentric and tolerant at the same time. Egocentric karena gw pasti hanya menulis sesuatu yang gw suka dan menurut gw menarik, tolerant karena dalam proses menulis itu, gw harus bisa dengan pikiran terbuka menerima masukan, kritik, dan market acceptance atas suatu line of story atau genre. Ultimate goal gw sebagai penulis bisa dikatakan adalah di saat gw bisa menghasilkan karya yang gw pribadi suka, is critically acclaimed, dan diterima dengan sangat baik di pasar, dan saat ini gw merasa bahwa gw masih dalam proses belajar untuk bisa sampai ke titik itu.
Alhamdulillah, gw pernah dinominasikan sebagai penulis muda berbakat dalam khatulistiwa literary award tahun 2008. Buat gw itu penghargaan yang sangat besar atas side career gw sebagai penulis, dan gw jadikan sebagai tantangan untuk terus menghasilkan karya yang lebih baik dari sebelumnya.
Punya penulis favorit?
Gw suka penulis yang bisa mengacak-acak pikiran dan imajinasi gw, and that’s dewi lestari. Membaca setiap karyanya, mulai dari supernova 1, 2, 3, sampai filosofi kopidan rectoverso, seperti a roller coaster ride tanpa lampu di saat gelap gulita: gw sama sekali nggak punya bayangan kemana setiap halaman berikutnya akan membawa gw and I love it.
5 buku terfavorit?
Susah memilih hanya 5, secara gw punya at least 10 atau 20 buku yang selalu melekat di kepala gw. Tapi kalau boleh berbagi, berikut list-nya:
1. that extra half an inch by victoria beckham – siapa bisa menduga kalau posh spice bisa menulis ya? Gw sangat suka buku ini karena ibarat victoria sendiri sedang berdialog dengan gw, bercerita tentang pandangan pribadinya tentang fashion. And I love people who can make fun of themselves effortlessly without sounding self-centered, and she’s exactly like that.
2. pictures of naked people by jon stewart – gw suka comedians yang smart, witty, dan gw sangat suka dialog-dialog jon di the daily show of jon stewart. Waktu gw dengar bahwa dia menulis buku, gw langsung niat pesan di amazon hahaha. Dan sama sekali tidak mengecewakan. Buku ini berisi essay-essay dengan kelucuan khas jon, menggabungkan twisted reality dan fiction dengan real characters, mulai dari keluarga kennedy, princess diana, sampai mother theresa.
3. supernova 1: ksatria, puteri, dan bintang jatuh by dewi lestari – mungkin gw agak subjektif secara dewi adalah penulis favorit gw, tapi dia menjadi penulis favorit gw setelah membaca buku ini, which I think is by far the smartest indonesian fiction I’ve ever read. Dan mungkin satu-satunya buku yang pernah gw baca lebih dari 5 kali, cover to cover.
4. traveler’s tale by adithya mulya, ninit yunita, alaya setya, dan iman hidajat – gw suka membaca buku yang membuat gw wondering around in my head, dan buku ini lebih dari sekedar membawa gw merasakan perjalanan tokohnya di berbagai negara, tapi juga membawa gw merasakan apa yang dirasakan setiap tokohnya, ya itu tadi: getting inside their heads.
5. love letters of great men – edited by ursula doyle – buku yang nggak sengaja gw temukan di borders saat sedang melangkah ke pintu keluar, I picked it off the shelf and took only two seconds to decide to get back to the cashier and buy it. Kita selalu bisa belajar banyak dari bagaimana cara seseorang mengungkapkan perasaan dan pemikirannya di atas kertas, dan fascinating sekali membaca surat cinta yang pernah ditulis oleh para pria yang namanya pernah mewarnai sejarah, mulai dari napoleon bonaparte, ludwig van beethoven, sampai charles darwin dan victor hugo.
3 buku terakhir yang dibeli?
An inconvenient truth by al gore (dari dulu pengen baca), the prince (principe) by niccolo machiavelli (gw beli setelah membaca backcovernya: one of the greatest and best-known philosophical and political tracts ever written), dan my stupid boss by chaos@work (seorang teman ngasih tau blognya dan gw nggak bisa berhenti ketawa, langsung beli buku ini begitu keluar, a great read in the waiting rooms).
Lagi nulis buku apa sekarang?
Gw lagi nulis buku fiksi lagi, muncul idenya saat tahun lalu gw berkesempatan berada di tengah-tengah keriaan balap formula 1 pertama di malam hari di singapur. mudah2an bisa selesai pertengahan tahun ini. Dan insya Allah bisa lebih baik dari 2 buku gw sebelumnya.
Tell us a little bit about yourself?
Suka bingung kalau ditanya begini. Kalau dalam satu kalimat (dari hal-hal yang pernah gw lakukan dan sampai sekarang masih gw lakukan): a practical joker, a writer, a banker, a painter, a shopaholic, an extrovert, and an aspiring photographer all rolled into one hahaha.
Dapet inspirasi menulis darimana aja?
Limitless. Terkadang dari buku yang gw baca, terkadang dari percakapan gw dengan teman, terkadang dari sesuatu yang gw lihat di public place, terkadang dari lagu, dan terkadang dari kejadian yang gw alami atau yang terjadi di sekeliling gw. The hardest part, though, is gathering that inspiration into a sentence and the next sentence and the next sentence in writing.
Gw paling suka quote-nya john mayer tentang menulis (he wrote his own songs):the point of the entire game is to write without questions or fear. If it’s not good, who cares?? I’ll have good songs and I’ll have bad songs in life, but if I fear ‘bad’ songs I won’t be able to write anything from an honest place.
Punya tips buat pembaca blog kutukutubuku yang ingin jadi penulis =) ?
Be limitless. Terkadang penulis pemula, bahkan gw sendiri, sering terjebak dalam paradigma di mana kita menemukan satu inspirasi, tapi merasa sangat terhambat saat ingin menuangkannya dalam tulisan karena pre-judgment bahwa it’s not good enough. Kuncinya adalah terus menulis – di blog, di diary, di coret-coretan – setiap kita menemukan setitik inspirasi itu. Dan nggak masalah jika ide yang ada di kepala kita hanya pada kalimat pertama atau paragraf pertama. Write it down. The rest of the page will come smoothly after it (kalau merasa kurang smooth, tinggal menstimulasi kreativitas dengan hal-hal yang menyenangkan bagi masing-masing orang, bisa sambil nongkrong ngopi di mana, sambil mendengarkan musik yang kita suka, atau terkadang menulis di tengah-tengah keramaian juga bisa menstimulasi inspirasi dengan mengamati gelagat orang di sekeliling kita.
sumber : blog kutrubuku

0 komentar:

Posting Komentar