Dekadensi Moral: Air Kopi Vs Air Putih

Keprihatinan dan masukan solusi atas kondisi masyarakat Indonesia saat ini yang memerlukan teladan dalam melakukan dakwah Islam karena dekadensi moral.


Dekadensi Moral: Air Kopi Vs Air Putih

oleh Dian Nafi


Ngeri dan miris banget ya mendengar dan menyaksikan banyaknya kejadian kekerasan, pembunuhan, tawuran, korupsi sampai dengan pelecehan yang dilakukan di negeri tercinta ini. Sampai-sampai tidak tega dan bergegas mematikan televisi saat berita-berita seperti itu disiarkan.


Bagaimana ceritanya kok Indonesia bisa separah ini? Yang mencengangkan kemudian waktu kita sempat membaca link yang diunggah di twitter dan kemudian menjadi perbincangan, tentang negara lain yang justru lebih islami dibanding negara kita yang notabene penghuninya kebanyakan muslim. Indonesia? peringkat 140 dari seluruh negara di dunia. Wow! How come? Bagaimana mungkin?

Persoalannya mungkin karena kebanyakan kita hanya menyentuh aspek-aspek ritual semata, belum diimplementasikan dalam setiap langkah dan tindakan.

Keprihatinan ini tidak boleh berhenti hanya prihatin saja. Tetapi harus juga diiringi dengan masukan solusi atas kondisi masyarakat Indonesia saat ini yang memerlukan teladan dalam melakukan dakwah Islam karena dekadensi moral.


Bagaimana solusinya?

Seumpama air kopi yang hitam dalam sebuah gelas, bagaimanakah agar hitam dan butheknya itu hilang. Antara lain caranya adalah dengan menuangkan air putih sebanyak-banyaknya ke dalam gelas, sehingga yang hitam itu meluber keluar gelas dan hanya tersisa yang bening saja di dalam gelas.

Jadi seyogyanya bukan malah yang negatif ditayangkan terus menerus dalam berbagai media, termasuk pemberitaan pelecehan seksual dan semacamnya yang malah bisa ‘menginspirasi’ para penonton. Tetapi justru tauladan yang baik, kisah-kisah positif yang inspiratif harusnya lebih banyak disajikan dalam tontonan media massa ataupun bacaan-bacaan. Dalam seni budaya serta berbagai aspek lainnya.

Siapa yang harus menjadi teladan? Semoga bagian masyarakat. Terutama public figure yang memiliki banyak penggemar. Alhamdulillah, saat ini sudah mulai beberapa figur dan tokoh yang melakukannya.

Kita kenal ada Gus Mus (KH. Mustofa Bisri), Cak Nun (Emha Ainun Najib), Anies Baswedan dan masih banyak lagi. Siapa yang tidak kenal artis Inneke Koesherawati yang telah hijrah dari ‘kekurangbaikan’ menuju ‘kecemerlangan muslimah’. Disusul oleh Dewi Sandra dan lainnya. Bagaimanapun hadirnya mereka ini memancing umat untuk mengikuti jejak mereka dalam berhijab. Benar ini mungkin baru permukaan, tapi insya Allah dan mudah-mudahan dari sana mereka semua berangkat menuju pemahaman Islam yang lebih dalam, implementasi dalam kehidupan sehari-hari juga menuju hakikat sebagaimana yang Allah kehendaki dari kita, penghambaan padaNya.

Menyitir yang pernah disampaikan Gus Mus saat Festival Mahrojan Wali-Wali Jawi beberapa bulan lalu, kita sebagai ahlussunnah wal jamaah, sudah semestinya mengambil pelajaran dari Walisongo dalam mengajak dan mendidik umat. Agar tercapai kembali Indonesia Mercusuar Dunia seperti yang dulu pernah diraihnya. Cara-cara yang dipilih mustilah yang bijaksana, tidak memaksa, tidak menakut-nakuti.


Ada banyak sekali sekarang media yang telah menyajikan berbagai informasi dan bahkan bahtsul masail bagi umat. Beberapa alternatifnya adalah Media Islam Terdepan Voice of Moslem Website resmi Nahdlatul Ulama yang menyajikan Dakwah teduh dan cinta tanah air. Bahkan ada juga yang berbentuk audiovisual layaknya TV seperti Streaming dakwah Islam terlengkap

2 komentar:

  1. iya mba..ngenes banget lihat kondisi bangsa, takut juga sama masa depan anak2 di rumah :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. PR orang tua jaman sekarang makin berat ya :(

      Hapus