Melek Finansial Para Yatim


Siapa sangka kalau anak-anak yatim di Darul Aitam itu ternyata adalah para pemilik saham beberapa usaha di kota wali ini? Padahal umumnya yang disangka masyarakat tentang anak-anak yatim adalah mereka ini termasuk golongan yang lemah dan biasanya hanya menjadi obyek pemberian.
Adalah bulekku, adik dari ayahku, yang merintis pendirian Darul Aitam ini dan mengembangkannya hingga sekarang.  Semacam pertanda atau hanya kebetulan saja, beliau memang gigih mengayomi anak-anak yatim sejak lama. Beberapa tahun kemudian, ternyata anak-anak beliau sendiri akhirnya juga menjadi yatim karena suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan di jalan raya.
Anak-anak yatim yang tinggal di Darul Aitam ini memang mendapat bantuan dari berbagai pihak. Tapi alih-alih menggunakannya hanya untuk kebutuhan dan konsumsi sehari-hari seperti makan, minum, pakaian dan SPP sekolah serta kebutuhan lainnya, bulek mengajak serta  anak-anak yatim ini menyisihkan sebagian uang mereka. Beliau mengenalkan anak-anak tak berayah dan sebagian juga bahkan tak beribu ini untuk menanamkan uang mereka dalam berbagai bidang pekerjaan.
Tentu saja tidak sekaligus langsung, tetapi satu demi satu lahan investasi ini mereka jabani dan lakoni bersama-sama. Dari persewaan tenda dan tetek bengeknya, sebuah klinik kesehatan, lembaga pendidikan PAUD dan TPQ, penjualan air minum mineral, serta persewaan angkutan/bak terbuka.
Anak-anak yatim itu sendiri tidak pernah mengira bahwa mereka akan menjadi pemilik saham dan sekaligus pemilik usaha-usaha tersebut bersama-sama. Mereka selalu diibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaannya, tetapi mereka tetaplah anak-anak yang lugu dan rendah hati. Tak ada sikap sombong dan bangga diri. Bahkan dengan lincah dan ceria serta riang gembira, mereka juga ikut mengangkut-angkut dan menata sendiri perlengkapan tenda, kursi-kursi  di tempat pesta yang menyewanya. Terutama jika sedang libur sekolah.
 Dengan adanya usaha-usaha mereka sendiri ini, mereka tidak lagi mengandalkan pemberian dari para dermawan karena mereka bisa membiayai hidup mereka sendiri. Bahkan sebagian penghasilan mereka kirim ke desa, untuk keluarga mereka di rumah yang masih kekurangan dan perlu bantuan.  Keberhasilan mereka ini bahkan memberikan inspirasi bagi masyarakat lainnya.

Sharing Kepenulisan di IAIN Semarang

Masih ingat postinganku tentang ngakalin fashion?
Nah, akhirnya aku mencoba mempraktekkannya kali ini. Atasanku itu baju lama, demikian juga blazernya serta hijabnya. Tapi kumodofikasi sedemikian rupa supaya tidak tampil seperti biasanya baju-baju itu kukenakan, dan taraaaa....not bad, guys. lumayanlah, jadi tampilan baru. 

Dan siaplah berangkat memberi sesi di kampus IAIN Semarang. Kali ini memberikan materi pelatihan kepenulisan cerpen sekaligus mendiskusikan cerpen-cerpen yang sudah dikirim oleh sebagian para peserta. Sesi berlangsung dari pukul 9 pagi sampai jam 12 siang. Setelahnya seperti biasa ditutup dengan sesi foto bersama. 
(Anyway, buku yang kupegang itu buku terbaru berjudul Gue  Takut Allah terbitan Diva Press. Teman-teman bisa dapatkan di toko buku terdekat ataupun via toko buku online)
Semoga yang sedikit ini bermanfaat dan berkah untuk semua.

WhatsApp Bantu Kami Persiapkan Kelas Inspirasi

WhatsApp Bantu Kami Persiapkan Kelas Inspirasi

Yang terbaru dan paling up to date mengenai peran teknologi komunikasi dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia, adalah pengalamanku kemarin. Kami berempat belas bergabung dalam kelompok 4 adalah salah satu dari tiga belas kelompok yang ada di Kelas Inspirasi Semarang. Sudah tahu mengenai Kelas Inspirasi belum? Kalian bisa baca sekilas di postingan sebelum ini

Berhubung kami dari beberapa kota yang berjauhan (Jakarta, Semarang, Demak, Magelang, Purwokerto, Jogja, Kudus dll) jadi kami tak bisa bertemu bersamaan untuk meeting dan semacamnya. Jadilah WhatsApp ini jadi senjata andalan komunikasi. Untung banget deh ada WhatsApp. Kami jadi merencanakan tentang opening ceremony, acara inti, pembagian jadual kelas, hingga closing seremony dan tetek bengek alat serta perlengkapan yang menjadi penunjang, ya lewat WA ini. Seru kan? dan deg-degan!

Kecepatan komunikasi dengan teknologi ini menjadikan kami seperti bertatap muka saja. Kami bisa sharing alias berbagi gambar, tulisan tangan, video, rekaman suara (saat mengarang yel-yel dan lagu 'kebangsaan') foto, desain grafis dan lain-lain.

Sehingga meski waktunya mepet sekali, lokasi berjauhan, beberapa keputusan bisa kita ambil sama-sama (baik secara musyawarah mufakat maupun voting)
Dus, berbekal komunikasi via WA dan sedikit briefing pendahuluan sebelumnya, kami pun berangkat untuk menginspirasi anak-anak SD ini. Terutama menularkan semangat meraih impian dan cita-citanya, membagikan pengalaman profesi kami dan mengajak mereka have fun sekaligus menanamkan konsep-konsep karakter yang dipesankan pak Anies Baswedan : Jujur, Mandiri, Pantang Menyerah, Kerja Keras, Tekun, Ulet, dan Rajin Belajar serta Berdoa.

Setelah kegiatan Kelas Inspirasi selesai toh komunikasi kami tetap berjalan terus via WA. Kami menindaklanjuti hari inspirasi itu dengan kegiatan-kegiatan berikutnya untuk SD yang bersangkutan, ataupun untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia melalui aktifitas dan gerakan lainnya.


Kelas Inspirasi



Kalau boleh dibilang, gerakan Kelas Inspirasi (alias KI)  ini grade duanya dari gerakan Pengajar Muda (lebih dikenal sebagai PM). Sama-sama diinisiasi oleh pak Anies Baswedan yang memang inspiratif itu, meski ada juga yang mengoloknya hanya bisa retorika belaka (dasar warga netizen twitter memang hobby-nya mengolok-olok, he2)

But, dalam kenyataannya gerakan yang diinisiasi pak Anies ini benar-benar bisa menggerakkan para profesional untuk paling tidak satu hari saja cuti dari kerja demi menginspirasi anak-anak di SD yang lumayan terpencil (meski masih dalam lingkungan kota kita)

Dus, akhirnya setelah pengarahan dan briefing secukupnya dan persiapan sekedarnya, kami cap cus berangkat ke SD Kusuma Bhakti di pinggiran rel di sudut utara Semarang. Wah, capeknya booook....
harus mengisi 6 sesi seharian itu, dan naik turun naik... hehehe... capeknya kerasa sampai berhari-hari. tapi juga senaaaang :))
dan tentu saja justru kita ini yang terinpirasi dari anak-anak itu dan juga kegiatan ini.


kesanku dan mas Seno Gumira Ajidarma atas novel baru Noura

Konflik yang intens dipadu kisah cinta yang tak biasa membuat novel ini sangat menyentuh. Such a great story! (Dian Nafi)

Buku ini akan menjawab harapan pembaca tentang fenomena baru yang lahir dari kombinasi dua gambaran stereotip Islam dan Papua (Seno Gumira Ajidarma)

Aki GS Astra Innovation Award

 

Syarat & Ketentuan

Peserta adalah Individu ataupun kelompok

  • Peserta merupakan individu dan/atau kelompok yang termasuk kategori Pelajar, Mahasiswa tingkat Sarjana (S1) dan Umum.
  • Setiap kelompok didaftarkan atas nama ketua kelompok, yang akan bertanggung jawab serta mewakili kelompok selama program ini berlangsung. Seluruh nama anggota wajib dicantumkan saat registrasi.
  • Peserta yang sudah mendaftarkan diri sebagai individu diperbolehkan mendaftar kembali sebagai peserta kelompok dengan status sebagai anggota (tidak diperbolehkan menjadi ketua).

Warga Negara Indonesia dan berada di wilayah Indonesia

  • Dibuktikan dengan KTP serta keterangan lain jika dibutuhkan

Harus menggunakan Aki GS Astra sebagai bagian dari inovasi

  • Jenis dan jumlah inovasi per (akun) peserta tidak dibatasi selama menggunakan sumberdaya Aki GS Astra.
  • Inovasi yang tidak menggunakan Aki GS Astra akan didiskualifikasi.

Ciri-ciri Aki GS Astra asli

Inovasi yang diajukan dapat berupa konsep atau prototype

  • Setiap inovasi yang didaftarkan melalui sistem online maupun offline harus dilengkapi dengan dokumen perancangan. Kelengkapan dokumen tersebut akan diverifikasi oleh panitia sebelum masuk ke tahap penilaian.
  • Dokumen perancangan terdiri dari konsep, gambar dan/atau foto, serta rencana anggaran biaya.
  • Konsep inovasi yang lolos ke tahap 15 besar akan dibuat menjadi prototype dengan biaya dari GS Astra maksimal senilai Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).
  • Inovasi yang lolos ke tahap 15 besar dan sudah berupa prototype juga akan digantikan biayanya maksimal senilai Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah), meski biaya yang telah digunakan lebih dari nilai tersebut.

Berupa inovasi orisinal milik peserta

  • Orisinalitas konsep dan prototype merupakan komponen penilaian utama, dan merupakan hak dewan juri.
  • Peserta yang lolos tahap 21 besar wajib menandatangani pernyataan orisinalitas inovasi yang diikutsertakan dalam program ini dan/atau tidak melawan atau bertentangan dengan hukum.

Diutamakan belum pernah terekspos media Nasional

  • Inovasi yang pernah dipublikasi oleh media lokal dapat diikutsertakan dalam program ini selama belum populer, diproduksi secara massal dan/atau ditiru berbagai pihak.

Semua konsep dan prototype yang dikirim ke program ini tidak diperkenankan untuk diikutsertakan kembali dalam kegiatan serupa atau yang mempunyai kemiripan dengan program GS Astra Power of Innovation Awards

  • Berlaku sampai dengan program GS Astra Power of Innovation Awards selesai, per periode (tahun) dimana peserta turut serta.
  • Setelah program GS Astra Power of Innovation Awards selesai, peserta dapat menggunakan kembali konsep yang dibuatnya baik untuk kepentingan pribadi, maupun kegiatan lain.

Hak atas kosep dan prototype yang lolos ke tahap 15 besar otomatis beralih kepada PT Astra Otopart Tbk

  • Peserta membuat pernyataan yang ditandatangani diatas materai bahwa konsep, prototype, serta hak komersil menjadi milik PT Astra Otoparts Tbk.

Tidak berlaku untuk karyawan PT Astra Otoparts Tbk Group dan Tempo Media Group

  • Peserta yang di kemudian hari terbukti sebagai karyawan PT Astra Otoparts Tbk atau Tempo Media Group akan didiskualifikasi.

Keputusan dewan juri GS Astra Power of Innovation Awards bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.




CARA MENDAFTAR

Peserta menyetujui dan menaati syarat dan ketentuan kompetisi.

Peserta harus melakukan pendaftaran online untuk dapat bergabung dalam kompetisi GS Astra Power of Innovation Awards.

  • Dalam mengisi formulir pendaftaran, peserta harus mengisi semua kolom profil dan detil inovasi dengan tanda asterix (*) agar proses pendaftaran dapat diterima.
  • Peserta yang telah berhasil melakukan pendaftaran online akan mendapatkan email pemberitahuan bahwa pendaftaran telah sukses.
  • Peserta dapat login kembali untuk merubah isi dalam profil peserta serta mengirimkan kelengkapan inovasi.
  • Jika semua persyaratan telah lengkap, inovasi Anda akan di moderasi oleh tim seleksi.
  • Jika inovasi Anda diterima, maka Anda akan menerima email pemberitahuan bahwa inovasi Anda telah disetujui dan diteruskan ke tim juri. Sejak ini detil inovasi Anda tidak dapat lagi diubah.
  • Jika inovasi Anda ditolak, maka Anda akan menerima notifikasi email bahwa inovasi Anda telah ditolak. Anda dapat kembali login lalu mengubah inovasi Anda untuk kembali dimoderasi.

Batas waktu pendaftaran online adalah 17 Oktober 2014

  • Semua peserta yang belum melengkapi profil maupun detil inovasi akan menerima email pemberitahuan.
  • Inovasi yang tidak lengkap sampai dengan 17 Oktober 2014 pukul 23.59 WIB otomatis dinyatakan gugur.

Inovasi yang lolos ke tahap 30 besar, 21 besar dan 15 besar akan mendapatkan email pemberitahuan dari panitia.


Pemenang akan diumumkan melalui situs GS Astra Power of Innovation Awards pada Desember 2014, serta melalui email.


Peserta yang karena satu dan lain hal tidak berhasil melakukan pendaftaran online dapat mengirimkan formulir pendaftaran yang telah diisi lengkap bersama dokumen inovasi ke PO BOX GS ASTRA
JKT 10000 paling lambat 7 Oktober 2014 (cap pos).


Formulir pendaftaran offline dapat diambil di lokasi-lokasi roadshow program GS Astra Power of Innovation Awards atau melalui hotline panitia,


TEMPO MEDIA GROUP
Gedung Cahaya
Jl. Palmerah Utara III No. 9 Slipi
Jakarta Barat 11480
Telp. (021) 53660242 ext. 440 dan 449

Give Away Mereka Menggugat, Inspirasi Nama Bayi, Xali dan Aku Baik-Baik Aja

Hai hai hallooo...
Ketemu lagi di acara bagi-bagi buku gratis alias give away ^_^
Teman-teman bisa langsung klik nih di goodreads buat dapetinnya :)
Ini dia, cekidot :

Aku Baik-Baik Aja >> https://www.goodreads.com/giveaway/show/108426-aku-baik-baik-saja
(intip ulasan/sinopsis bukunya  di sini >> http://diannafi.blogspot.com/2014/07/aku-ra-po-po.html   )

Inspirasi  Untaian Nama Bayi >> https://www.goodreads.com/giveaway/show/108425-untaian-nama-bayi
(intip ulasan/sinopsis bukunya  di sini >> http://diannafi.blogspot.com/2014/08/new-book-inspirasi-untaian-nama-bayi.html  )

Mereka Menggugat >> https://www.goodreads.com/giveaway/show/108424-mereka-menggugat
(intip ulasan/sinopsis bukunya  di sini >> http://diannafi.blogspot.com/2014/08/mereka-menggugat.html   )

Xali >> https://www.goodreads.com/giveaway/show/108423-xali
(intip ulasan/sinopsis bukunya  di sini >>  http://diannafi.blogspot.com/2014/07/proses-kreatif-penulisan-novela-xali.html )

Buku-buku tsb bisa didapatkan di toko buku terdekat kamu juga lho. Dan bisa dibeli via toko buku online.
Selamat menikmati ya ^_^


No Plastic

Sudah mau Oktober lagi, it means UWRF alias Ubud Writers Readers Festival akan digelar lagi. Rasanya ingin kembali terbang ke Bali untuk ikutan seperti tahun kemarin. Sayangnya ada undangan mengisi beberapa kelas dan pelatihan di Semarang pada waktu-waktu tersebut.

Kilas balik ke UWRF 2013, ada sebuah sesi di even for Youth and Children yang membekas banget dan kami (aku dan anak-anak) lakukan sampai saat ini. Untuk mencegah pemanasan global (global warming) yang lebih jauh, maka sejumlah relawan membuat gerakan No Plastic. Jadi untuk mengurangi penggunaan plastik, kami diajarkan (dan diberikan) kantong kain yang bisa dilipat dan dibawa ke mana-mana. Kami tinggal membuka lipatan dan memakainya sebagai kantong belanjaan dan kantong apa saja (haha..bukan kantong dora emon lho ya).

Dus, kantong itu kubawa ke mana-mana. Jadi kalau belanja di mana saja, selalu menolak plastik yang disediakan/diberikan penjualnya. Kami memasukkan barang belanjaan ke kantong 'ajaib' itu. hehe.


Boleh lho kalau gerakan ini dilakukan teman-teman juga. Boleh dibagikan dan disebarluaskan juga ke teman-teman yang lain. Belum punya kantong ajaibnya? Hmmm...coba bikin sendiri dari kain atau beli juga ada deh kayaknya. Atau kalau pas datang ke even kan suka dapat totebag, iya kan? Nah, bisa dipakai tuh.

Yuk selamatkan bumi kita dari pemanasan global ^_^

Ngakalin Fashion

kalau ditanya suka dukanya jadi penulis, ya banyak sekali. tapi di antaranya adalah suka pusing kalau pas ada even dan kehabisan stock baju. artinya bukan benar-benar habis, tapi baju-baju itu sudah pernah kita pakai pada even terdahulu. jadi kalau dipakai lagi berulang-ulang kok kayaknya gimanaaaa gitu ya.

http://diannafi.blogspot.com/2013/02/rangkaian-promo-buku-101-bisnis-online.html

http://diannafi.blogspot.com/2013/10/even-diskusi-buku-miss-backpacker-naik.html
http://diannafi.blogspot.com/2013/12/sharing-nikmat-dunia-nulis.html
http://diannafi.blogspot.com/2013/09/even-bedah-novel-dan-sharing-kepenulisan.html
http://diannafi.blogspot.com/2013/09/even-bedah-novel-dan-sharing-kepenulisan.html
http://diannafi.blogspot.com/2013/10/even-diskusi-buku-miss-backpacker-naik.html

http://diannafi.blogspot.com/2014/08/blog-post.html


kalau kata temanku yang hijaber fashionista kemarin pas kita ketemu dan sempat hang out separuh hari, yang penting buat memperbarui dandanan dengan ngakalin fashion yang sudah kita punya adalah dengan memakai jilbab/kerudung yang sama sekali lain dengan yang biasa kita padu padankan dengan baju itu. lebih oke lagi memang kalau kerudungnya sama sekali baru alias belum pernah kita pakai.

Oke deh, kita akan coba ya. Mudah-mudahan berhasil :)))

Bakal Film Baru Adipati Dolken


Oh ya, kalau ngefans Adipati sebenarnya masih setingkat di bawahnya Reza Rahardian ya. Apalagi setelah tahu ternyata Adipati (mungkin) pernah khilaf dan agak bebas pergaulannya. Sedangkan Reza kan kayaknya lebih sopan dan bagus perilakunya. (Hehehe...gayane ngomongin moral :D)


Nah! Ceritanya Adipati berkunjung ke kotaku Senin lalu untuk take shooting buat film terbarunya. Judulnya Kukejar Cinta Sampai Negeri Cina. produksi Star vision, sutradaranya mas Faisal Bustomi.  Si Eriska Rein ini yang jadi pemeran pasangannya.

Tapi kata adikku, aku nggak boleh ceritain sinopsisnya di sini, soalnya bisa spoiler. Halagh. Baiklah. jadi aku tidak akan menceritakannya. Tonton saja di bioskop tanggal 4 Desember 2014 mendatang.

Seharian itu aku jadi melihat langsung bagaimana pengambilan adegan-adegan dalam film. Berkenalan dengan para pemain dan kru filmnya. Tanya ini tanya itu, belajar (gratis) mumpung ada kesempatan. hehe.

Fashion For Writers

Waduh, pusing deh aku.
Pasalnya untuk kelas inspirasi yang akan diselenggarakan seminggu lagi, diharapkan kita memakai kostum yang sesuai dengan profesi kita. Nah, sebagai penulis agak-agak susah kan ya nentuinnya. Memangnya fashion yang gimana yang paling sesuai buat penulis?
Karena itulah aku browsing untuk inspirasi. Dan inilah beberapa yang kudapatkan. Cekidot :)

Apakah kamu punya referensi atau ide lainnya. Share sini ya...... tengkyu :)

Apa Kabar Lumpur Lapindo

Kasus hukum kerap menjadi masalah yang tidak terhindarkan dari kehidupan kita. Beberapa kasus biasanya berakhir dengan baik, buruk, atau justru tidak terselesaikan. Kasus yang tidak terselesaikan biasanya adalah kasus besar yang melibatkan berbagai pihak. Seperti kasus lumpur Lapindo yang terjadi pada akhir bulan Mei 2006 yang hingga kini, belum ada penyelesaiannya.
Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo adalah peristiwa jebolnya tanggul di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. yang menyebabkan banjir lumpur panas. Kejadian ini berlokasi di Kecamatan Porong, yang terletak sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Pada awalnya, lumpur hanya menggenangi empat desa dengan ketinggian 6 meter. Namun banjir lumpur meluas dan hingga Agustus 2006, telah menggenangi 16 desa di tiga kecamatan. Jumlah warga yang diungsikan pun mencapai angka ribuan jiwa. Tidak hanya rumah warga yang tidak dapat ditinggali, sejumlah tempat pendidikan, rumah ibadah, kantor pemerintahan, sampai pabrik pun terpaksa ditutup. Atas semua kerugian ini, apakah warga hanya bisa diam dan pasrah tanpa menuntut keadilan?
***
Seorang bapak membangkitkan semangat warga dengan pidatonya di tempat pengungsian. Dia meminta para warga untuk bersama-sama menuntut keadilan atas semua kerugian yang ditimbulkan oleh pihak Lapindo. Namun, ternyata ada dua hukum yang berlaku di negeri ini. Pertama, hukum perundang-undangan yang “ditulis dengan tangan kanan”. Kedua, hukum uang yang “diberikan dengan tangan kiri”. Semangat kebenaran dan keadilan yang dikoarkan ternyata tidak seutuhnya berjalan mulus. Ada pihak yang menghentikan pidato bapak tersebut dan berjanji akan memberikan jaminan asal para warga bersedia mengungsi keluar pulau. Tentu usul tersebut ditolak dan si bapak tetap menuntut “dikembalikan” desanya.
Pihak yang tidak mau disebutkan namanya itu pun beralasan bahwa perusahaan sudah berupaya tiga kali menghentikan semburan lumpur, tetapi tetap gagal. Belum lagi, biaya untuk membuat tanggul setinggi gunung yang memakan biaya sangat besar, bisa membuat perusahaan bangkrut. Jadi, pihak tersebut justru meminta negara untuk memberikan ganti rugi, bukan mereka. Mereka juga membuat kebijakan-kebijakan yang membingungkan dan kesepakatan hukum hitam di atas putih. Pengajuan yang awalnya adalah ganti rugi, berubah menjadi jual beli.
Keadaan pun berubah 180 derajat. Para warga terpecah, ada yang ingin mempertahankan desanya, ada yang ingin meminta ganti rugi dengan menjual mahal tanahnya, ada pula yang ingin relokasi. Sayang, beberapa warga telah gelap mata karena sejumlah uang yang dijanjikan perusahaan untuk membeli tanah warga. Para warga lupa, bahwa pihak yang diuntungkan adalah yang membeli, bukan yang dibeli. Lantas jika sudah begini, siapa yang harus bertanggung jawab?
***
Kisah di atas hanya satu dari tujuh kisah inspiratif tentang hukum yang terangkum dalam buku Mereka Menggugat. Ketujuh cerita ini adalah cerita pemenang Sayembara Penulisan Kisah dari Dunia Hukum yang diselenggarakan oleh Penerbit Visimedia Pustaka. Tidak disangka, sebuah kasus hukum dapat menginspirasi para penulis buku ini.

mereka-menggugatJika hukum berbicara, kita semua sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, apakah semua hukum itu berujung pada keadilan? Buku Mereka Menggugat memuat kisah- kisah inspiratif dari dunia hukum tentang orang-orang yang haknya tertindas. Keadilan bukan hanya milik segelintir orang, rebutlah!

sumber : http://www.visimediapustaka.com/hukum-praktis/435-apa-kabar-lumpur-lapindo

Kamu Pernah Mimpi Buruk?



Kamu pernah mimpi buruk?
Seburuk apa mimpimu?
Pernahkah mimpi buruk itu bukanlah mimpi, tapi sesungguhnya terjadi di alam nyatamu?


**

Aku adalah Kasumi, sebuah nama yang artinya adalah kabut. Seperti itulah dirinya, berkabut pilu dan kematian jiwa sementara raganya masih ada. Baginya semua ini seperti mimpi buruk. Nama Isao, sepupu dari garis ayahnya itu, sebenarnya berarti kehormatan. Dengan pernikahan ini, semakin terhormatlah dia, semestinya. Tapi Kasumi menyimpan kisah yang perih dan menyakitkan tentang Isao. Pedihnya masih terasa sampai kini, dan entah sampai kapan.


Ini dia kumcer yang dulu sempat kuceritakan dalam postingan sebelumnya >> http://diannafi.blogspot.com
/2014/07/kumcer-kabut-kasumi-comingsoon.html

saat ini sudah bisa teman-teman dapatkan via
https://t.co/l8YW6FQ16F
http://t.co/Ozb9Qj43gc 

yang mau dapat versi dengan tanda tangan bisa sms/wa 085701591957 ya :)