Lomba Cosplay

Lomba Cosplay 

Halo, DIVAmate!

Hayooo ... 14 Februari hari apa coba? Hari kasih sayang? Hampir benar, 14 Februari adalah juga HUT Penerbit DIVA Press yang ke-14. Cantik ya angkanya (kayak MinLev) tanggal 14, dan ulang tahun yang ke-14 juga. *abaikan MinLev*

Ada kuisnya nggak, Min? Ada dong, Mimin tau yang kalian mau. Kalian mau kecup jauh ala dahsyat dan hadiah buku dari MinLev dan MinCob, kan? Ngaku! Ngaku! *miminnya galak minta dilarung*

Jadi, kami sudah mempersiapkan total 56 buku untuk kalian menangkan. Total akan ada 14 pemenang yang masing-masing mendapatkan 4 novel GRATIS. Novelnya juga novel-novel pilihan. Ingat, pemenangnya ada 14 PEMENANG, LOH!  *capslock epic*

Caranya gimana tuh, Min? Sabar… sabar. Orang sabar dapat yang besar-besar eh disayang Tuhan maksudnya. Begini caranya:
  1. Bikin semacam fotonisasi atau karakterisasi atau mudahnya cosplay dari karakter-karakter yang ada di salah satu buku terbitan DIVA Press (fiksi atau nonfiksi) sambil nunjukin satu buku DIVA yang kamu punya. Kriteria yang diperhitungkan adalah kenekatan si pelaku (selama itu tidak terhitung perbuatan kriminal), kreativitas penggunaan atribut dari bahan-bahan seadanya, dan ekspresi muka yang nggak banget. Ampun-ampunan dah pokoknya.
  2. Kirimkan foto kacaumu aksimu ke email: mimin.divapress@gmail.com dengan subjek #FotoDIVAPress14 disertai biodata lengkap; nama, alamat, no HP, akun twitter, dan facebook. Jelaskan juga kamu menjadi siapa di hati Mimin buku apa (judul dan penulis).
  3. Akan dipilih yang layak jadi pacar Mimin 14 pemenang, masing-masing dapat hadiah 4 eksemplar buku-buku baru terbitan DIVA Press. Kuis berlaku mulai 22 Januari 2015 sampai 10 Februari 2015.
Semakin ganjil fotomu, semakin besar kesempatanmu dilempar jumroh eh untuk jadi pemenang. 

Yuk bikin cosplay dari novel Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku dan buku Gue Takut Allah.


#ComingSoon Antologi Inspiratif- Hebohnya Emak-Emak

#ComingSoon Antologi Inspiratif- Hebohnya Emak-Emak


Alhamdulillah aku dapat kabar gembira lagi. Antologi Inspiratif hasil lomba menulis di penerbit Indiva akhirnya terbit. Ini dia covernya. Unyu ya? :D

Judulnya Hebohnya Emak-Emak, dengan tagline Kerjaan Banyak, Semuanya Beres. Sudah kebayang kan kira-kira apa isinya.



Kelihatannya hanya biasa saja rutinitasnya. Ada yang di rumah saja dengan anak-anak dan pekerjaan rumah. Ah, itu sudah biasa. Ada juga yang pagi sampai sore bekerja, lalu sesampainya di rumah berkutat dengan urusan dapur dan anak-anak. Ah, itu sudah biasa juga. Banyak, kan, yang begitu? Hmm, tapi tunggu dulu. Ya, memang kelihatannya biasa saja. Ya, begitu-begitu saja. Bangun tidur, memasak untuk sarapan dan untuk makan seharian, memandikan anak, menemani main anak, menyiapkan suami yang hendak berangkat bekerja, bekerja pula keluar rumah, dan pekerjaan-pekerjaan lainnya. Terlihat biasa dan tak melelahkan sepertinya. Namun, tak tahukah bahwa rutintas itu melelahkan? Memerlukan energi berlipat-lipat, juga memerlukan perhatian yang tak kalah berlipat-lipat? Dan, di buku ini para ibu alias emak-emak mengisahkan bagaimana hebohnya rutinitas mereka. Tentang rempong dan ribetnya keseharian mereka. Tawa, sedih, tangis, rasa haru, semua ada. Kisah-kisah yang semoga bisa menginsiprasi para emak di mana pun berada

Emak-emak Rempong. Istilah ini sedang ngetren akhir-akhir ini. Rempong artinya banyak kerjaan. Tapi, meski banyak kerjaan, Emak musti lincah, biar semua beres. Buku ini, berisi kisah-kisah sejati para emak super rempong. Tetapi, biar rempong, kerjaan beres!


Semoga teman-teman berkenan membeli dan membaca buku ini nantinya. 
Tentu ditunggu komentar-komentarnya yaaaa. 
Atau ada yang tertarik bikin #HebohnyaEmakEmak seri berikutnya bersamaku? ;)

#ngemilbaca Hidup, Bahagia Dan Cinta

#ngemilbaca Hidup, Bahagia Dan Cinta


Seneng banget kalau punya kesempatan barteran buku dengan sesama penulis. Karena di samping tidak harus repot ke toko buku, tidak usah mentransfer kalau beli online, juga selalu ada kesan khusus dalam perjalanan kita berbateran ini :)


Buku ini bertutur tentang kontemplasi dan renungan penulisnya atas kehidupan sehari-hari berkaitan dengan cinta dan bahagia. Dikaitkannya dengan kutipan dari penulis terkenal, potongan film, maupun hadits dan ayat Alquran. Tuturnya mengalir dan beberapa kutipan yang dipandang inspiratif dicetak lebih besar dan dibold. Meski beberapa tulisan di sana ada yang kurang panjang sehingga serasa kurang puas membacanya, ada yang sederhana sehingga rasa kebaruannya kurang, tetapi secara garis besar cukup mengingatkan kita kembali pada yang esensi.


Hmmm...jadi kepikiran membukukan beberapa tulisan-tulisan pendek yang semacam di buku ini deh. ahay...kapan-kapan ya, insya Allah...


KuisDN dalam rangka haul ke-7

KuisDN dalam rangka haul ke-7

Akhir bulan maulid tahun ini bertepatan dengan haul ke-7 almarhum ayahnya anak-anak. Saya membagikan 7 buku gratis untuk 7 orang melalui #KuisDN yang digelar selama 7 hari di twitter @ummihasfa.

Ini beberapa pertanyaan yang sudah berlangsung kemarin dan hari ini.

1/follow 2/sebut 2 judul buku baru Dian Nafi 3/ajak tmn2 4/beri hestek 5/jwbn ditunggu s/d 12 jan 2015 jam 23.55wib



1/follow 2/tulis 1 quote dlm buku 3/ajak tmn2 4/beri hestek 5/jwbn ditunggu s/d 18 jan 2015 jam 23.55wib


So....langsung capcus aja ke twitter untuk ikutan ya...

see you there ^_^

Harlah TPQ, Festival Maulid dan Launching Rumah Pintar

Harlah TPQ, Festival Maulid dan Launching Rumah Pintar

Di dalam bulan Maulid, saat hari kelahiran Rasullah SAW diperingati di seluruh dunia, kasus Charlie Hebdo mengemuka. Ada banyak pro kontra menyertainya. Sebagian malah menunjukkan kontraproduktif dengan masuk islamnya beberapa orang Perancis. Subhanallah..

Saat kejadian dan heboh internasional itu mengemuka dan membuat sebagian orang terkunci mulutnya sebab seperti berhati-hati dalam menyikapi serta mengambil tempat berdiri untuk bisa punya sudut pandang dan perspektif yang tepat, kita tetaplah umat yang meneruskan tradisi merayakan bulan cinta ini di lingkungan kita. Alhamdulillah
Di masjidnya para wali, di kota beranda Nabawi, kota kerajaan Demak, para remaja masjidnya yang berhimpun dalam remasade didukung takmir menyelenggarakan festival maulid. Ada lomba mewarnai, lomba rebana, dll. Rangkaian acara ditutup dengan pengajian akbar.
Alhamdulillah TPQ yang dirintis oleh almarhum bulikku berulang tahun yang ke-22. Berbarengan dengan harlah, sekaligus dirayakan maulid Nabi. Ada sedikit insiden ketika persiapan acara. Aku jatuh dari meja dan duh sakitnya tuh di sini...*sambil nunjuk tungkai kaki, sikut tangan kanan dan dada kanan. Alhamdulillah sudah pijet dua kali sih, meski sekarang masih njarem. hehe.. nggak apa-apalah, anggap aja intermezo. Dan tentu saja supaya banyak-banyak beristighfar, astaghfirullah.

However, sakit di dada kena meja ini malah mengingatkanku pada almarhum bulik perintis TPQ ini yang menderita kanker paru sejak remajanya hingga wafatnya di usia 25 tahun. Allahummaghfirlaha warhamhaa... Subhanallah, tapi lihat saja TPQ yang beliau rintis dari hanya puluhan siswanya, sekarang berkembang hingga ada sekitar empat  ratus siswa dalam setahunnya.
Di akhir pekan yang sama, kakak dari almarhum bulikku melaunching dan membuka Darul Kayyis alias rumah pintar muslimat, yang telah beliau rintis dan persiapkan setahun terakhir. Saya dipasrahi memegang beberapa kelas pelatihannya terutama kelas kepenulisan. Bismillah...mohon doanya semoga lancar, sukses dan berkah. Amiin.

Gus, HangOut & Wawancara Media

dian nafi & novel Gus
Gus, HangOut & Wawancara Media

Sudah tahu kan kalau novel Gus sudah terbit dan bisa didapatkan di toko buku Gramedia?
Sila baca blurpnya di postingan sebelumnya ya ^_^



Seperti biasanya jika ada buku baru, saya selalu membawanya dalam kopdaran dengan teman-teman untuk berbagi kegembiraan dan kabar :)
Demikian juga kali ini begitu terbit  novel terbaru saya berjudul Gus yang bercerita tentang dinasti kepesantrenan, saya membawanya ke mana-mana untuk diperkenalkan (dan dibeli..hehe)


Nah, pas tengah pekan kemarin kebetulan mbak Ike dari Suara Merdeka menghubungi saya untuk wawancara komunitas kepenulisan yang menjadi keluarga baik saya selama empat tahun ini. Alhamdulillah, jadi begitulah ceritanya kami bergerak ke mall di pusat kota untuk kopdaran lagiiiii...

Hangout dengan geng selalu seru, apalagi kali ini sambil berbagi keseruan pada media.
Dan Gus pun menemani kami kali ini. Jadi seperti soft launching gitu ya ^_^
















Blusukan Ke Sarangnya Akademisi



Alhamdulillah wa syukurillah
Hari Rabu kemarin 14 Januari 2015 aku diberi kesempatan untuk sharing kepenulisan di Universitas Muria Kudus. Duh, duduk bareng dengan Profesor dan Doktor taraf internasional sebagai narasumber sempat bikin aku deg-degan. (*jujur) Tapi sekaligus menjadi semacam penyemangat dan pecutan buatku. Apalagi audience-nya juga para dosen yang sebagiannya sudah doktor juga. (sebagiannya lagi imut-imut banget dan beberapa brondong juga...*halagh)
Kalau mereka bisa sekolah tinggi sampai ke Ohio, Jepang, Jerman, Australia dan banyak tempat lainnya, hmmm mudah-mudahan kita juga bisa ya suatu saat :) *ngarep.
Workshop berlangsung dari jam 8 pagi hingga jam 2 siang. Dan para audience sangat antusias. Acara dibuka dengan tari kretek, membuatku teringat novel Gadis kretek-nya Ratih Kumala.
Kemudian ada penampilan unggulan dari tiga jurusan,












Lalu kita digiring menikmati beberapa makalah dan karya ilmiah milik para dosen yang dipamerkan hari spesial ini.



Selanjutnya beruntun pemaparan dari tiga nara sumber dan diskusi. Selagi menunggu giliranku give speech, tentu saja kumanfaatkan waktu untuk turut menyerap ilmu dari kedua narasumber lainnya. Alhamdulillah..what a wonderful day :)


Pulangnya juga dapat souvenir jenang Kudus selain bingkisan lain, dan....undangan untuk menjadi dosen tamu dalam kesempatan berikutnya. 
Thanks UMK for having me. See you again  :)



Alhamdulillah Mejeng Di Media Lagi


Alhamdulillah Mejeng Di Media Lagi


Alhamdulillah setelah di bulan Oktober 2014 profilku dimuat di Alinea TV, lalu bulan November 2014  profilku dimuat juga di media nasional Koran Sindo, awal tahun 2015 ini aku kembali wawancara dengan media. 
Kali ini dengan geng alias komunitas kepenulisan di Semarang. Suara Merdeka menayangkannya pada Minggu 11 Januari 2015 ini. Yeay!! 
Alhamdulillah tsumma alhamdulillah. 





Apakah Menikah Lagi Artinya Tidak Terhormat?

Apakah Menikah Lagi Artinya Tidak Terhormat?


..........itu adalah salah satu kutipan dari novel terbaruku.


Berikut Blurp dan Kutipan Novel Gus 


Mafazi, Gus di sebuah pesantren yang digadang-gadang sebagai calon pemimpin pesantren, sama sekali tidak berambisi untuk memegang tampuk kepemimpinan. Ia sebisa mungkin berupaya untuk tak sering-sering berada di pesantren dan menggunakan waktu kuliahnya sebagai alasan untuk melarikan diri.
Sama sekali tak pernah ia bayangkan, tiba-tiba Uminya sakit dan meninggal. Lalu Mafazi dihadapkan pada pilihan yang tak ia sukai; mau tidak mau ia harus bertanggung jawab atas posisinya sebagai anak laki-laki satu-satunya.
 Satu persatu, masalah datang menghampirinya; Abahnya menikah lagi serta datangnya seorang putra dari istri Abahnya yang bisa mengancam kedudukannya sebagai ‘pangeran’ di pesantren itu. Mafazi pun cemburu, apalagi ternyata Harun, putra tiri Abahnya itu tak hanya cakap tetapi juga memiliki pengetahuan agama yang mumpuni dan berpotensi menjadi pesaingnya sebagai putra mahkota dan pesaing dalam memperebutkan hati seorang gadis.



**

Berikut beberapa kutipan dalam novel #Gus :

Lagi pula hadiah apa yang pantas untuk seseorang yang sepertinya sudah punya segalanya. 

Apakah seharga itu kedudukan Kyai dan Nyai? Ditukar dengan materi dan kemewahan? 

Berbagai kalimat penghiburan pun terlahir meski dirinya sendiri juga merasakan hancur hatinya saat melihat puing-puing sisa kebakaran

Betapa Tuhan suka bercanda. Kehidupan ini, kematian ini. Secepat kilat ditebasnya pemikiran untuk menggugat atau mencibiri Tuhan atas candaNya yang membuatnya masygul sekejap.

Pesantren yang Laili ampu tak ayal adalah buah setelah perjuangan selama bertahun-tahun. Perjuangan dan doa yang tak mengenal lelah dan payah.

Selalu ada yang mengintai di balik suatu keberhasilan. Apapun itu. Tahu-tahu mendompleng dan menggerogoti seperti benalu.

Sedemikian hebatnya pengaruh kasih beliau pada masyarakat yang dulu membencinya. Dan tidak menampik kenyataan bahwa penerimaan mereka itu juga terkait dengan keajaiban tangan beliau meningkatkan taraf kehidupan di bumi yang tadinya miskin dan seperti tak punya tujuan dan harapan.

Selain mengajarkan Alquran dan ilmu agama, mereka juga musti mengajarkan ketrampilan dan berbagai usaha kecil.

Ulfa  memang mempunyai jiwa entrepreneurship di samping mewarisi rasa cinta pada kyai ulama dan ilmu dari sang kakek.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat ini selain memberikan kesibukan positif juga memberikan tambahan pemasukan.

Kamar di lantai dua pada rumah pavilion inilah yang menjadi kerajaan kecil bagi Mafazi.

Kemiskinan dan kefakiran mendekatkan seseorang kepada kekufuran dan kekafiran. Dan kiranya jika kemiskinan itu dientaskan, mereka menjadi lebih tegak berdiri dan keyakinannya kembali.

Jika ada yang mengejar jawabannya lebih jauh, Laili menjawab ini semua adalah berkah Alquran juga guru-gurunya dulu.

Hanya yang sering berinteraksi intens dengan beliau saja yang tahu beberapa rahasia lainnya.

“Kamu tahu Mafazi,” ujar Laili suatu ketika, “sesungguhnya rahasianya adalah pada Alquran itu sendiri.”

Ketegasan yang sebenarnya menyembunyikan kasih sayang, perhatian, dan doanya di sebaliknya.

Dalam tiga jam perjalanan itu mereka tidak hanya berbincang dan bercakap akrab, tetapi juga bergantian mendaras hafalan Alquran.

Kemewahan pun tak urung meliput diri keluarganya.

Sebuah ketakutan membayangi hatinya. Apakah perjuangan ibunya ini akan pelan-pelan berakhir

Tetapi mungkin sekali ada yang memang perlu diluruskan dari sikap atau pilihannya dalam menampilkan diri dan status.

Banyak kepemilikan yang kemudian diganti menjadi atas nama pesantren. Karena semua kendaraan ini adalah inventaris pesantren, jadi sebaiknya dinamakan atas pesantren. Dan ditulis di mobilnya buat pengingat semua bahwa kami ini hanyalah pemegang amanat

Lelaki tua itu mengubah gaya semi kediktatoran yang dulu diterapkan almarhumah diganti menjadi gaya musyawarah dan kebersamaan

Meski seberapa pahitpun kadang mendiang istrinya memperlakukannya, namun kasihnya saja yang kini Sahlan rasakan. Betapa tegar dan kokohnya mendiang istrinya itu, sehingga dia bahkan berada di depan dirinya.
Apakah semuanya akan mati juga bersama matinya sang perintis. Membayangkan semua itu kembali hatinya teriris dan matanya mengalirkan tangis.

Meski berada dalam asuhan yang tegas dan keras, tapi tidak pernah kekurangan kasih sayang

Ini bukan masalah tega atau tidak tega. Siapa yang tega duluan? Jelas-jelas Laili telah meninggalkan dirinya bersama anak-anak terlebih dulu dari dirinya. Bukankah itu artinya Laili yang lebih dulu tega.

Ibumu sudah tenang sekarang di perIstirahatannya. Sedangkan ayahmu masih harus menjalani kehidupan berat dan sulit ini. Dia butuh pendamping,

Kalau ayahmu sanggup dan bisa, pasti dia tidak dengan berat hati meminta ini pada kita semua
Apa kalau ayah menikah lagi itu artinya tidak terhormat

Dia lebih memilih menghindari konfontrasi karena justru di situlah titik kekuatan dan kemenangannya menghadapi orang-orang

Mereka tidak berdiri di atas penderitaan siapapun. Mereka bersama tidak untuk melukai siapapun.

Peran dan tugas itu kan tampak dari luarnya saja seperti kehormatan, status dan jabatan penting. Tapi sejatinya kan itu pelayanan kepada umat.

Meski saudara tirinya tak hadir di ruangan itu, tapi dia seperti merasakan bayangan dan auranya.

Dia belum pernah mendengar ayat yang sering didengarnya itu dikupas dari sudut pandang ini.

Orang beriman dituntut memberi kesempatan orang lain bergabung.

Bila menginginkan derajat ganda, maka jadilah pribadi yang berkelengkapan ganda. Punya iman dan punya ilmu.

Untuk bisa diandalkan dan siap diserang mendadak seperti tadi, dia pun harus menjadi unggul.

Tak mudah baginya memuji seseorang begitu saja yang sesaat lalu masih dipandangnya remeh

Tanpa bekal apapun ia pergi, hanya restu dan doa.

Restu orang tualah yang menjadi jalan lapang bagi keberhasilan usaha apa saja yang dirintis anaknya.

Lantunan Alquran yang menggetarkan jiwa setiap saat di pesantren inilah yang kemudian mengikis sedikit demi sedikit kemaksiatan dan kejahiliyahan yang dulu mencekam dusun tersebut. Mereka yang dulunya gelap mata dan memusuhi Laili berbalik menjadi murid dan saudara yang melindungi.

Bagaimanapun untuk menjalani peran, seseorang termasuk dirinya harus punya kapasitas yang sesuai. Yang harus diupayakan dan  diperjuangkan.

Untuk melaksanakan tugas besar dan berat memang harus sinergi, bersama-sama.

**

Novel Gus bisa teman-teman dapatkan di toko buku Gramedia, atau beli online via bukabuku atau gramedia online. Bisa juga via 085701591957.

Selamat membaca dan menikmati Gus ^_^
Kutunggu twitpict dan reviewnya :)

#ngemilbaca Ciuman Di Bawah Hujan

#ngemilbaca Ciuman Di Bawah Hujan

Lan Fang, siapa yang tidak kenal nama ini?
terutama sekali setelah dia mati muda, semakin banyak saja orang yang mengenalnya.




Nah, kalau kesanku dengan yang ini berbeda dengan kesanku pada tulisan mbak AE (postingan sebelum ini). Aku mendapat kesan tulisan mbak AE yang dulu sama bagusnya dengan yang tulisannya masa kini. Lan Fang, entah bagaimana tulisannya di novel yang terhitung baru ini tidak banyak berbeda dengan tulisannya yang pernah kubaca waktu itu (reinkarnasi) Hmmm... tidak sesastra yang kusangka, sebagaimana yang anggapanku tentang Lan Fang selama ini.

Meski blurp-nya sepertinya berbau politik, tetapi ceritanya drama percintaan juga lho. Ya, menye-menye juga sih. Bagusnya ada selipan novel yang ditulis tokoh utamanya, disajikan dalam novel ini. (jadi ada novel dalam novel gitu) nah novel selipan ini yang meneropong kehidupan TKW, sehingga jadi ada muatan sosialnya.

Oh ya, lagi-lagi gaya dan thought tentang reinkarnasi itu ada lagi lho. Jadi seolah-olah tokoh utamanya ini pernah mengalami kejadian di kehidupan sebelumnya dengan kekasihnya, yang dalam kehidupan sekarang ini dia cari dan  rindukan.

#ngemilbaca Dicintai Jo

#ngemilbaca Dicintai Jo

Sudah jadi tekadku untuk punya paling tidak satu saja buku penulis Indonesia, terutama yang terkenal. Dengan penulis baru, biasanya aku dapat melalui barteran, sedangkan buku-buku penulis kawakan biasa kudapatkan pas ada pameran atau bazar buku (sehingga harganya miring, kayak buku Dicintai Jo ini juga:D) Kalau tidak ada di bazar/pameran, barulah aku beli di toko buku. hehehe..

Hanya saja seringkali karena buku yang di bazar/pameran adalah terbitan lama, maka isinya tidaklah sebagus buku  terbaru penulis tersebut. Sebab kemampuan kan berkembang seiring waktu dan semakin terasah setelah melalui penulisan banyak karya sebelumnya. So, tadinya kukira demikian juga dengan Dicintai Jo, kusangka pastilah tidak sebagus tulisan Alberthiene Endah yang terbaru (yang pernah kubaca di perpustakaan ataupun mengintip di toko buku). Tetapi ternyata bagus kok, lincah mengalir ceritanya, mendorong kita membaca sampai habis.

Meskipun sudah tahu kalau novel ini antara lain menceritakan tentang lesbian tetapi tidak menyurutkan langkah untuk membacanya. Karena ada banyak hal positif juga yang bisa diperoleh di sana.

Asyiknya membaca novel metropolitan dan lajan kota itu antara lain kita jadi belajar tentang fashion dan style busana yang  pas dan kita butuhkan untuk even-even tertentu. Juga tentang manner/adab dalam pergaulan, meeting, lobbying dll. Tips dan kiat kerja, networking, dll. Bagaimana untuk fight dan eksis di kota besar dsb.

Aku meng-highlight beberapa kalimat yang AE tulis dalam novel. Terutama bagaimana dia membuat detail adegan, detail ekspresi karakter-karakternya, selain juga setting-nya. Sebagaimana kita ketahui, detail adalah kunci dalam story crafting.

 Sempat ketawa dan geli sendiri ketika AE menggambarkan salah seorang teman tokoh utamanya (Santi Arifin) yang Don Juan, memacari banyak cewek dari yang setingkat CEO sampai yang OB. Malah keinget si siapa tuh mantan pacarnya pedangdut goyang itik, yang katanya punya 630 mantan pacar. OMG! Haghag

Kejutan demi kejutan diluncurkan AE dalam novel ini sampai dengan klimaksnya. ternyata oh ternyata cowok yang diincar Santi adalah seorang gay.

Tragedi. Begitulah. novel ini drama sosial. suka banget dengan cara mbak AE bercerita. Two thumbs up :)

Semakin Takut, Semakin Berani

Semakin Takut, Semakin Berani
(Moral Generasi Muda sebagai Modal Bangsa)

By Dian Nafi


Bicara anak muda, berarti juga bicara keberanian. Karena ada darah menggelegak dan hormon-hormon yang seakan bisa kapan saja meledak di dalam usia peralihan antara anak-anak menuju dewasa ini. 

Tetapi kalau terlalu berani sehingga hampir tak punya rasa takut pada siapapun, kemudian sampai keblabasan tidak takut pada Allah, nah ini yang berbahaya. 

Karenanya para generasi muda ini perlu mendapatkan banyak ilmu dan pemahaman mengenai hal ini. Jangan sampai mereka, tersebab derasnya arus informasi yang disertai penyesatan nyata maupun tersamar, menjadi lupa akan hakikat dari kehidupan dan keberadaan mereka di dunia ini. Lalu menganggap agama dan ketuhanan serta relijiusitas sebagai usang. Sekali-kali jangan. Kita harus waspada akan hal ini. 

Sebelum terlambat, yuk kita ajak dengan penuh kasih sayang para  generasi muda penerus bangsa ini untuk kembali belajar dan mendalami agamanya kembali. Mengenal Ilahnya, Allah Rabbul Izzati yang telah memberikan pedoman sedemikian jelasnya berupa Alquran dan tauladan yang nyata-Rasulullah SAW. 


Insya Allah ketika generasi muda semakin tinggi tingkat ketakutannya pada Allah, maka ia akan semakin berani dalam menghadapi segala tantangan kehidupan ini. Karena tidak ada beban dosa, beban maksiat. Bahkan yang hadir adalah keyakinan bahwa Yang Maha Kuat akan selalu menemaninya dalam berkarya, berinovasi dalam rangka  memakmurkan bumi dan memberi manfaat pada sebanyak-banyaknya orang/umat. 


Novel #Gus (Now Available at Gramedia)

Novel #Gus (Now Available at Gramedia)

Alhamdulillah...

Sudah padha tahu belum kalau  novel terbaruku #Gus sudah beredar di toko buku Gramedia.
Go grab it ya:)

nih dia blurpnya :

Mafazi, Gus di sebuah pesantren yang digadang-gadang sebagai calon pemimpin pesantren, sama sekali tidak berambisi untuk memegang tampuk kepemimpinan.
Ia sebisa mungkin berupaya untuk tak sering-sering berada di pesantren dan menggunakan waktu kuliahnya sebagai alasan untuk melarikan diri.

Sama sekali tak pernah ia bayangkan, tiba-tiba Uminya sakit dan meninggal. Lalu Mafazi dihadapkan pada pilihan yang tak ia sukai; mau tidak mau ia harus bertanggung jawab atas posisinya sebagai anak laki-laki satu-satunya.

Satu persatu, masalah datang menghampirinya; Abahnya menikah lagi serta datangnya seorang putra dari istri Abahnya yang bisa mengancam kedudukannya sebagai ‘pangeran’ di pesantren itu.


Mafazi pun cemburu, apalagi ternyata Harun, putra tiri Abahnya itu tak hanya cakap tetapi juga memiliki pengetahuan agama yang mumpuni dan berpotensi menjadi pesaingnya sebagai putra mahkota dan pesaing dalam memperebutkan hati seorang gadis. 

**


tonton trailernya di sini >>  https://www.youtube.com/watch?v=OFpM2Rx-zYc&feature=youtu.be
dan sneak peeknya di sini >> http://diannafi.blogspot.com/2015/01/blurp-dan-kutipan-novel-gus.html





Generasi Copy Paste Blog Tour

Generasi Copy Paste Blog Tour

Assalamualaikum

Menyambut terbitnya Generasi Copy Paste, saya dan Hasfa Publishing mengadakan GenCopas Blog Tour. Program ini didukung oleh lima blogger dan berlangsung selama lima hari berturut-turut selama Januari 2015. Kami akan membahas GenCopas di lima blog pada lima waktu berbeda setiap harinya. Tema berganti-ganti sehingga akan ada banyak info seru tentang GenCopas dan ada bagi-bagi buku juga.

Silakan komen di postingan ini. Sebut nama dan link blog-mu ya.
Kami akan pilih lima blogger yang akan ikut serta dalam program ini. 

Yuk daftar, ditunggu s/d tgl 11 Januari 2015!