Muballigh Dan Kebaruan

Menarik sekali ketika semalam, alhamdulillah, Allah memperkenankan saya hadir di serambi masjid agung Demak untuk ikut merayakan Harlah NU ke-89 sekalian memperingati Haul Syeikh Abdul Qodir Jailani.

Ada dua pembicara yang mengisi taushiyah. Satu nama sudah seringkali tampil di Demak dan kami terbiasa dengan joke-jokenya yang bikin audience ger-geran dan tidak mengantuk. Layaknya banyak muballigh di negeri ini. satu lagi wajah baru.

Tadinya saya sempat bertanya-tanya dalam hati......oh siapa ya ini? kenapa kostumnya harus pakai turban, surban dan gamis ala Arab? (Belakangan saya kemudian baru sadar, oh iya ya, kan kita sedang haul Syeikh Abdul Qodir, jadi ya pantas saja kalau kostumnya begitu)

Dan ternyata, wow keren, beliau mengejutkan saya (dan audience lainnya tentu saja)
gaya tuturnya mengalir lincah, daya ungkapnya mengejutkan, penuh kebaruan.

Duh! harusnya ya memang seperti ini para mubaligh kita, musti bisa mencerahkan dan mencerdaskan.

nanti saya sambung lagi dan cerita tentang isinya ya...
sekarang musti melanjutkan nulis revisian dulu.

Ciaoooo....

0 komentar:

Posting Komentar