Mrs Ana : Kembaran Neneknya Anak-Anak



Sudah beberapa hari tinggal di Kabera, salah satu kompleks penginapan di Ubud, aku selalu melihat perempuan ini. Dia tinggal di seberang kamar kami. Jadi kalau aku membuka jendela samping cottage-ku, mataku bisa menikmati pemandangan teras cottage-nya. Rambutnya putih semua, dia suka membawa kerudung panjang yang dikenakan sebagai slayer. Tapi selama beberapa hari itu kami belum pernah saling menyapa. Karena aku hanya bisa mendapati punggungnya memasuki dalam cottage pas  tiap  aku lewat. Kalau sedang tampak depan, ndilalah aku sedang berada dalam kamar, terhalang jendela dan pepohonan yang tumbuh di samping cottage-ku.

Dus, sampailah kami di hari itu.

Setelah bermotor selama sejam menuju masjid untuk melakukan sholat Ied, kami harus berkendara sejam lagi untuk kembali ke cottage. Rasa lelah mendera, tapi akhirnya lega karena kami tidak meninggalkan ibadah sunnah di hari istimewa ini meski berada di pulau Dewata. 
Sesampai di teras, ternyata tetangga kami ini menyapa. Mrs Ana ini aslinya dari New Zealand, sudah beberapa kali ikut UWRF. Meskipun usianya sudah tua tapi masih asyik dan suka seseruan keliling dunia. Utamanya dia suka sekali berkunjung ke Indonesia. Bahkan beberapa minggu sebelum ke Ubud ini, dia melancong ke Semarang, Demak, Kudus, Jepara dan sekitarnya. Kalau lihat gayanya memakai kerudung gitu, aku jadi kepikiran jangan-jangan bu Ana ini tertarik menjadi muslimah. Yach, kalau usia makin  tua memang kedamaian yang dicari. Dan mungkin dia menemukannya dalam Islam, siapa tahu? Bersama Mrs Ana, kita merayakan Idul Adha pagi ini. Beliau banyak cerita perjalanannya. Dan anak-anakku serasa menemukan kembaran neneknya. 


Kalau mau tahu lebih banyak kisah seru bule di Bali, teman-teman bisa baca Eat, Play, Leave-nya Jenny Jusuf kayak yang kubawa dalam foto di bawah ini :)

0 komentar:

Posting Komentar