Bahagia Bertambah Kala Dibagikan

Bahagia Bertambah Kala Dibagikan


Teman-teman pasti setuju, kalau ternyata bahagia justru makin bertambah saat dibagikan. Karena itulah saya senang berbagi kebahagiaan.  Kebetulan sekali Dia menganugerahi saya dengan banyak inspirasi kebahagiaan. Dari mana saja? Banyak sekali pintu dan jalannya. Antara lain dari guru dan mentor saya yang rajin menelpon setiap pagi untuk menanyakan progress perkembangan tulisan-tulisan saya. Dia seperti matahari yang tak henti menyinari meski musim berganti.  Juga guru-guru saya yang lainnya yang baik hati dan dermawan, yang selalu ada setiap kami butuhkan. Tabik. 

belajar dari mas Yanusa dan bli Putu Fajar Arcana di workshop kompas

Inspirasi itu berupa ilmu, pengalaman berharga, kasih sayang, kehangatan dan mungkin juga doa-doa yang tulus. Mereka adalah orang-orang yang berkecimpung di dunia kepenulisan dan buku, tergerak oleh passion dan cinta akan literasi. 

belajar dari mas Tasaro, mbak Prima dan Orizuka
Bahkan inspirasi itu juga berupa semangat untuk bersama-sama menanamkan sifat baik bagi generasi masa depan bangsa, sehingga bisa menanggulangi korupsi di negeri tercinta ini. 

belajar nulis buku anak dari pakarnya. Hasil tulisan kami dicetak KPK serta dibagikan ke seluruh Indonesia


Secuil ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan dari beberapa tempat itu saling kami bagikan via grup fesbuk, grup WA dan grup BBM. Juga lewat sharing menulis di kampus, pesantren dan komunitas-komunitas. 

berbagi di kampus

berbagi di komunitas

buku puisi yang kami tulis bersama ini hasil penjualannya diperuntukkan korban bencana alam wasior, merapi dan mentawai

berbagi di televisi
berbagi di radio

berbagi di pesantren


berbagi di kampus yang digawangi oleh penerbitan

Baahkan tak jarang menyempatkan diri untuk berbagi dan berbahagia bersama sahabat dengan cara kopdaran. Setidaknya sebulan sekali untuk saling berbagi cerita dan kebahagiaan. Suka duka dan berbagi solusi juga. 

berbagi tips menulis
berbagi cerita dan merencanakan acara-acara

Kalau sedang mujur, ada saja media yang turut datang lalu meliput acara sharing kami ini. Alhamdulillah. Tentu saja kebahagiaan dan inspirasi ini semakin menular ke lebih banyak lagi orang.  Semakin besar berkah dan manfaatnya. Aamiin.




Serunya lagi, kalau acara diadakan pada hari Minggu atau hari libur, saya dan teman-teman juga bisa membawa buah hati kami. Sehingga kami bisa sekalian bahagia bersama keluarga


Anak-anak pun turut serta berbahagia bersama-sama

Bahkan kami juga jalan-jalan bareng sahabat dan keluarga keluar kota. Ke Solo, mengunjungi kampung batik Laweyan, mencicipi sego kucing di tiga tjeret juga mengunjungi relasi-relasi. 


jalan-jalan ke Solo bareng sahabat dan keluarga


Kebahagiaan itu terus merambah ke mana-mana. Teman-teman yang lama tak jumpa, teman masa sekolah dan kenalan lainnya, biasanya kemudian menelpon atau sms setelah melihat penampakan di media. Saling bertukar kabar dan cerita. Demikian juga saudara dan keluarga yang mungkin karena kesibukan kadang tidak sempat bertukar sapa, tetapi saat membaca kabar bahagia yang ditularkan via media jadi menyempatkan diri untuk turut berbahagia yang disambung dengan cerita-cerita yang kembali mengakrabkan. 

Alhamdulillahi robbil alamiin. 
Jadi benarlah ungkapan bahwa Bahagia Bertambah Kala Dibagikan.

Dan yang terbaru, bahagia itu semakin lengkap ketika dalam sebuah acara yang ternyata menambah keakraban yang tadinya teman dan kenalan menjadi sebuah keluarga besar yang hangat,  kita bahkan bertemu kembali dengan teman-teman yang  telah bertahun-tahun lamanya tidak berkabar.






#Kuis Kreasi Quote Graphic Novel GUS ( DL 5 MEI 2015)

#Kuis Kreasi Quote Graphic Novel GUS


Terima kasih ya teman-teman yang sudah mengirimkan kreasinya dengan twitpic dan mention twitter @ummihasfa

Nah! masalahnya sekarang si novel Gus ini iri, kok MatahariMataHati dibikinin kuis GraphicQuote, sedangkan Gus belum pernah?

Oh oh oh, puk puk si Gus :D
Jadi sekarang waktunya untuk membuat kreasi QuoteGraphic ya teman-teman.

Caranya, beli novel Gus dan pilih quote yang kamu sukai. Kemudian dengan kreasimu, buatlah gambar dengan quote dari novel Gus.
Mudah kan?




Upload kreasimu. Bisa via twitter dan mention @ummihasfa. Bisa juga di instagram dengan mention IG DianNafi jangan lupa untuk beri tagar #QuoteGUS


Hadiahnya 2 buah buku untuk 2 orang yang terpilih.

Ditunggu s/d 5 Mei 2015 jam 24.00 WIB ya:)


Jangan lupa follow twitter @ummihasfa dan instagram Dian Nafi.

Ajak juga teman-teman yang lain:)
Quote novel GUS juga bisa dilihat di :https://www.goodreads.com/work/quotes/43101880-gus

Novel GUS bisa dibeli di toko buku Gramedia, Togamas dll. Bisa juga beli online via email ke pemasaran@prenadamedia.com

Oh ya, ini ada contoh Kreasi Gambar Quote yang dibuat teman-teman untuk novelku sebelumnya berjudul Just In Love.





Novel Gus Juga Bisa Dibeli Via Online Lho

Novel Gus Juga Bisa Dibeli Via Online Lho

Terima kasih ya teman-teman yang sudah membeli, membaca dan bahkan mereview novel Gus.
Beberapa reviewnya sudah diposting juga lho di blog ini :)

Buat teman-teman yang kesulitan cari novel Gus di toko buku terdekat rumahnya, bisa beli via toko buku online.
Berikut beberapa di antaranya:

bukabuku
bukuapa.com
prenada atau email pemasaran@prenadamedia.com
gramedia online








Oh ya, untuk buku-bukuku yang lain bisa dibeli via toko buku online juga.

Mau Dapat Iphone5 ?

Mau Dapat Iphone5 ?


Nih ikutan lomba ini nih :)



HIJRAH sebuah Anugrah penuh Hikmah Sahabat sekalian, marilah kita sejenak meluangkan waktu untuk memahami makna Hijrah, karena tanpa pemahaman tidaklah mungkin juga bagi kita untuk mensyukurinya apalagi menjalankannya dengan baik sesuai hidayahNya.
Makna Hijrah secara tata bahasa adalah “tarku” atau “meninggalkan”. Bisa juga diartikan perpindahan dari satu ke yang lain. Lebih dalam lagi makna dari Hijrah, khususnya dalam agama Islam, telah banyak dikaji oleh berbagai kalangan mulai dari Nabi hingga ulama ulama. Misalnya,
Para Ulama mengemukakan makna hijrah secara syar’i sebagai perpindahan dari negeri kaum kafir atau kondisi peperangan ke negeri muslim, perpindahan dari negeri orang zalim kenegeri orang-orang adil dengan maksud untuk menyelamatkan agama atau meninggalkan negeri yang diperangi (daarul harbi) menuju negeri Islam (daarul Islam).
Kedalaman makna Hijrah sungguh tak terkira karnanya Hijrah merupakan anugerah Allah yang tiada tara pada kita, umatNya dan itulah sebabnya kali ini kami dan sahabat sahabat dari Garuda Keadilan mengajak sahabat sekalian untuk mulai memahami makna Hijrah dalam arti sesederhana mungkin dan sesuai dengan pemahaman pribadi masing masing dari kita, sebagai langkah awal menuju pemahaman yang lebih dalam lagi.

Mengapa Hijrah merupakan hadiah dari Allah? Kiranya kita tidak melupakan janji janji Allah bagi orang yang melakukan Hijrah sekecil apapun.
1. Diberikan keluasan Rezeki di dunia
2. Dihapuskan amal buruk mereka dan diampuni kesalahan-kesalahan mereka
3. Ditinggikan kedudukan dan derajat mereka disisi Allah swt
4. Kemenangan yang besar

Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda ”Hijrah tidak pernah terputus hingga terputusnya tobat. Dan tobat tidak akan terputus hingga matahari terbit dari barat” Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati tempat hijrah yang luas di muka bumi ini dan rezki yang banyak.

Hijrah adalah Bentuk Penyelamatan Diri Menuju Allah SWT.

Dari renungan singkat di atas, kiranya cukup sudah alasan kita untuk mengetahui dan memaknai lebih dalam lagi arti Hijrah serta Insyallah melakukannya bukan untuk diri kita sendiri tetap demi kebesaranNya dan karena rasa syukur dan cinta kita pada Dia yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Seberapa kecilnyapun pemahaman kita akan Hijrah Insyallah akan menjadi awal yang luar biasa sebagai landasan menuju pemahaman yang lebih luas dan dalam lagi. Kalau tidak sekarang kapan lagi? Kalau bukan kita siapa lagi?


Supaya Irit Ongkir

Supaya Irit Ongkir


Enggak jelas siapa yang pinjam, tahu-tahu bukuku Cerita Cinta Kota tidak ada di lemari manapun dalam rumahku ataupun rumah ibu. Tidak ada dalam tas manapun. Duh, siapa nih yang pinjem tapi tidak ngembaliin?

Dus, nggak mungkin dong aku nggak punya arsip bukuku sendiri. jadi terpaksalah diriku beli buku ini. Sudah nggak ada lagi di toko buku, jadi akhirnya kubeli via online ke temanbuku.com 

Dan supaya irit di ongkos kirimnya, sekalian saja beli 1 kg. Ada bukunya gus Candra Malik, mas Sudjiwo Tedjo dan Miss Backpacker Naik Haji, karena kebetulan ada teman yang nitip beli buku ini.

Jadi gitchu...
tips hari ini adalah...silakan sekalian belanja buku yang banyak kalau beli online, biar irit ongkir :D





Kata Siapa Bekerja Dari Rumah Itu Asyik?


Kata Siapa Bekerja Dari Rumah Itu Asyik?

Bekerja dari rumah itu tidak asyik....tapi asyik bangeeet.
Kita bisa mulai kapan saja. Bangun dini hari sehabis tahajud, mau langsung kerja? Bisa banget. Tinggal duduk di depan laptop, tak tik tak tik jadi tulisan.

Musti siapin anak-anak dan mengantar sekolah dulu, sehingga kerjaan harus dihentikan sebentar? Bisa banget. Nggak akan ada yang ngomel-ngomel. Pun  ketika mereka pulang sekolah dan butuh kita ada di dekat mereka, semua bisa kita lakukan kalau kita bekerjanya dari rumah.

Serunya lagi kalau pas anak-anak liburan dan pengen jalan-jalan keluar kota beberapa hari. Kalau kerjanya di kantor, duh pasti susah deh ijinnya. Kalau cuti, kan ada batasan harinya juga. So, tersebab bekerja dari rumah, kesenangan-kesenangan macam itu bisa kita capai dengan puol.

Ada kebebasan waktu. Sedangkan kebebasan finansial yang seperti Kyoto tawarkan selama ini, hmm..itu sih tergantung seberapa cerdas, seberapa keras dan seberapa beruntungnya kita. Hehe :D


Oh ya, aku ingin punya buku Asyiknya bekerja dari rumah karena ingin tahu ada kiat-kiat  apalagi selain dari apa yang selama ini sudah pernah kubaca dan kuketahui. pengalaman orang lain pasti akan menjadi tambahan masukan yang inspiratif. iya kan?

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis “Asyiknya Bekerja dari Rumah”

Being Hybrid, Magnet Cinta & Sakit Kepala

Being Hybrid, Magnet Cinta & Sakit Kepala

Sungguhpun kelihatannya mudah membuat rumah, karena aljunuudun mujannadah, jiwa-jiwa yang punya frekuensi yang sama akan saling bertemu, menggetarkan  dan berharmoni, tetapi jika tak cukup punya cinta untuk dibagi, ketahanan untuk beristiqomah dan kreatifitas untuk berinovasi, maka magnet menuju rumah yang dibangunpun bisa melemah.

dari leu ke hasfa ke cendol ke kf, dari iidn ke iics ke baw ke sp, dari ke kobimo ke titiktemu ke akl, dari keb ke gr, dari nba ke sintesa ke akm, kita semuanya ini pada dasarnya adalah hybrid.

dan menjadi hybrid, cinta yang menyetia kepada perubahan, sesungguhnya disadari atau tidak disadari merupakan tools alias alat untuk senantiasa bergerak, mengalir, sehingga tidak sakit kepala.

seorang teman, dari penuturan teman-teman yang kemarin menjenguknya, mengalami semacam alzheimer, (atau menurut pengakuan si sakit, gejala kanker otak) tersebab terlalu banyak di depan monitor, mengetik, mengedit, ngopi, lembur,  bekerja yang terforsir, dan mungkin juga kegoncangan jiwa serta ketidakseimbangan hidup sebab menjomblo terlalu lama. mungkin pola makan yang kurang seimbang juga berperan di sana.

tersebab akhir pekan yang penuh romantika dan juga cerita sedih itu, jadi semakin sadar untuk menjaga kesehatan. keep woles ya teman-teman, keep woles...
yang penting sehat dan penuh cinta.


Menziarahi Cinta

Menziarahi Cinta


Bagian yang paling menakjubkan dari sebuah perjalanan tanpa pretensi, adalah kita mendapatkan kejutan-kejutan dan hadiah-hadiah yang tak terkira sebelumnya.

Bertemu kembali dengan teman-teman yang selama ini berada di belakang layar untuk membantu kelahiran bukumu adalah sesuatu yang sungguh istimewa. Ketulusan, ikhlas dan senyum manis yang menyapa, apa yang lebih hebat darinya?
Serasa pulang. Demikianlah mungkin yang disebut dengan rumah.

Wajah-wajah yang tak asing, yang pernah duduk bersama berbagi cerita dan pengalaman denganmu di pendopo Ambarawa juga datang, ada Mutiara dan Arinda.

Akhirnya ketemu dan foto dengan si Rara imut-nya mas Endik, dan ngobrol seputaran skenario bla bla bla.

Duduk sederet dengan teman-teman yang membersamaimu dan anak-anakmu waktu jalan di Ubud, ada Puput Gresik dan Mel Tangerang. (eh mana, foto-fotonya? :D)

Juga sebelahan duduk dengan Furqon yang ternyata tinggiiii buanget dan Cakeb (cah kebumen, maksudnya:D) yang selama ini cuma bisa mention-an di twitter dan ceweknya Vivi, salah satu hasil percomblangan KF yang berhasil. Jiaaaah:D

Akhirnya bersua dan berpelukan hangat dengan salah satu soul-mate-ku mbak Endang, yang jauh-jauh dari Madura. Dan kangen-kangen-an dengan gerombolan unsa,  dang aji, denny, mbak Jazim dari Surabaya. (duh, dan jadi sedih gegara dengar kabar sakitnya m dasa yang dulu menemukan dan menyebabkan kami semua ini nyemplung dan tersesat di rimba kepenulisan)

Seneng akhirnya ketemu dan foto bareng kembarannya evi (yang waktu itu ketemu di puncak pas NBA1) mbak eva yang jauh-jauh datang dari Bandung, padahal kita sudah lama kenal di fb dan barteran jaman masih mayasmara dulu itu.

Dan kamu yang manis, yang mengantarku sampai ke ujung jalan. Kurasa mungkin di dunia pararel yang lain, kita adalah sepasang kekasih. Mungkin.




nb: Wuohhh, dan dapat bingkisan buanyaaak bukuuuuu dari yang punya hajat, Love you. Love you. Love you. Much much much love :))


Menziarahi Guru-Guru

Menziarahi Guru-Guru

Untuk pertama kalinya kemarinaku bersua dan belajar langsung dari dua maestro yang selama ini baru bisa kukagumi dari kejauhan.  Mas Joni Ariadinata dan Mas Raudal Tanjung Banua.

Guru yang satunya yang tak kalah penting, tentu tak asing bagi kita, bapaknya anak-anak KF, pak Edi yang baik hati dan dermawan. Ada yang baru dari beliau yang kutangkap dari uraiannya saat ultah KF kemarin, get another job. Kita bisa jadi penulis, tapi jangan lupa bahwa tetaplah bekerja dan berkarir di samping menulis.

Hal yang sama disampaikan juga oleh mas Joni. Yakin ingin menjadi penulis? Cobalah cari saja pekerjaan lainnya. Jadi perawat, misalnya. Atau guru.

Mas Raudal sama juga. Secara implisit, beliau hendak bilang kalau seandainya saja tak ada upaya-upaya untuk menjaga kegairahan kepenulisan dan kesusastraan, sesungguhnya api ini bisa padam.

Sebab itulah perlawatan-perlawatan ini menjadi penting.  Ziarah dan berpikir ulang menjadi berarti.  Dunia kepenulisan yang sekarang bahkan dilirik oleh para artis sehingga menjadikan karir sebagai penulis ini sedemikian prestise, toh tetap saja membutuhkan dukungan lain.
NO, tentu saja bukan kapitalisme atau industri, tetapi langkah-langkah riil dalam kehidupan yang justru akan memberi nyawa dalam tulisan-tulisan yang akan kita lahirkan.







Menziarahi Rumah

Menziarahi Rumah

Rumah adalah Rumah
ketika kau datang, wajah-wajahnya kau kenal
senyum dan  sapanya menghangatkan
pelukannya menentramkan.

Rumah tetaplah Rumah
ketika kau pergi ke mana-mana
pintunya selalu terbuka saat kau ingin pulang
men-charge energi dan mereguk cinta.

Rumah selamanya adalah Rumah
ketika kau melangkah pergi
rindu memanggil untuk kembali
dan selalu menanti perjumpaan lagi di lain hari


Jogja, 26 April 2015
ultah ke-2 KF



Kalau Dapat Duit 10 Juta


Kalau Dapat Duit 10 Juta

Kalau Dapat Duit 10 Juta untuk beli tiket pesawat dan hotel, saya akan pergi liburan seminggu ke Medan. Mungkin berangkatnya sekitar tanggal 27 Mei untuk memulai liburan ini. Kenapa tanggal 27? Ehm, entahlah, simbah-simbahku suka banget dengan tanggal yang berakhiran dengan angka 7. *walah*


Kenapa ke Medan? Karena diriku belum pernah ke sana. Pengen banget mengunjungi Istana Maimun yang terkenal itu. Ingin melihat danau tobanya yang indah. Ingin melihat langsung dari dekat keberagaman budaya yang ada di sana, dan berbagai adat istiadatnya yang menakjubkan.

Itinerary perjalanan
Tiket pesawat liburan ke Medan


Lion SRG-KNO (3 orang)

Harga Dasar Dewasa (x1):RP  1.049.000
Harga Dasar Anak (x2):RP  2.098.000
PPN:RP  344.700
Passenger Service Charge (PSC):RP  210.000
Biaya Tambahan Normal:RP  60.000
Harga Normal Total:RP  3.761.700
Harga untuk Anda:RP  3.631.500

Citilink KNO-SRG (3 orang)

Harga Dasar Dewasa (x1):RP  1.330.131
Harga Dasar Anak (x2):RP  1.995.196
PPN:RP  362.531
Passenger Service Charge (PSC):RP  345.000
Harga Normal Total:RP  4.032.858

































Tiket pesawat pulang pergi Semarang-Medan  sudah ditangan. Total biaya tiket pesawat Rp 7.631.000 sudah termasuk airport tax, makanan dan bagasi 20 kg.


Yachhh....lumayan masih ada sisa Rp 3.589.000,-. Tapi masih cincay deh. Eh nginepnya nggak usah cemas, ada saudara yang tinggal di sana. 3.589.000,- inginnya buat oleh-oleh saja.
Hahay :D
Tapi karena janjiannya harus buat booking hotel, baiklah kita alokasikan ke jalan yang benar. Dan ini dia yang kita dapat....

Rincian Pemesanan

Orinko City

Free Breakfast
Durasi:5 malam
Check-in:
Kam, 28 Mei 2015
Check-out:
Sel, 02 Jun 2015
Tipe kamar:
Deluxe Twin
Jumlah kamar:1 kamar
Tamu per kamar:2 tamu

Rincian Harga

Harga Kamar (x1)
(Detail)
Rp 1.896.695
Biaya Pemulihan PajakRp 398.305
Traveloka FeeGRATIS
Total
Rp 2.295.000

Yeay!!!
Masih sisa 1,2 juta-an. Lumayan lah buat beli oleh-oleh :D
Uh oh, mungkin oleh-oleh, mungkin juga habis buat jalan ke mana-mananya selama di Medan. Iya kan? Karena untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di sana pastilah butuh dana transportasi dan juga makan-makannya. Hehe.

Selama lima hari di Medan, semoga bisa mengunjungi tempat-tempat terkenal di sana. Istana Maimun, Masjid Raya, Danau Toba, Danau Lau Kawar, Hill Park,  Tjong Afie Mansion, Wisata Tangkahan yang ada gajahnya, Bukit Lawang, Air Terjun Sibolangit, Kampung Keling-nya orang-orang India di sana, Kampung Pecinan, Penangkaran Buaya Asam Kumbang, Danau Linting, daerah pegunungan Brastagi.


Kesan menggunakan Traveloka App
Wuih, ternyata  Traveloka App ringan banget, cepet, meski sebenarnya sinyal di tempatku nggak begitu kenceng. Gampang menggunakannya, sehingga tidak harus pakai 'help' ataupun Q&A.  Desainnya juga  minimalis dan mudah dimengerti. Proses pemesanan tiket pesawat maupun hotel ternyata cuma  butuh empat langkah, daaan....tidak harus isi banyak data. Oh ya, konon harga yang ditampilkan di Traveloka App lebih murah dibanding di website.



Tantangan Nulis Fiksi Ilmiah

Tantangan Nulis Fiksi Ilmiah


Bok!
Baru kemarin diriku tertantang bikin novel Korea-Korea-an dan sekarang belum selesai ditulis. Eh ini ada tantangan baru lagi. Anak-anak kelas nulis BEWF sedang merencanakan antologi alias omnibook.
Daaan....musti fiksi ilmiah alias science fiction.

Uhuyyyy...
Akhirnya apa yang selama ini hanya ada dalam bayang dan anganku saja, akan mendapatkan ruang menebar benih untuk tumbuh. Terus terang tertantang sekali. Dan untuk tantangan ini, musti banyak-banyak baca science fiction nih.

Wah, buku-buku fiksi ilmiah (sebagian barteran, sebagian hadiah) yang selama ini berdebu di almariku bakalan segera tersentuh dan terbaca.

Thanks BEWF yaaaa..


Reading Spot #WorldBookDay

Reading Spot #WorldBookDay


Nggak lengkap dong kalau hari buku tidak dirayakan dengan membaca buku. Lha wong tidak hari buku saja kita selalu baca buku. iya kan? minimal pasti baca Alqur'an tiap bakda maghrib.
eh itu kan buku juga, kitab maksudnya, alias kitab suci.

Kalau manfaat baca buku nggak usahlah dibahas, sudah banyak yang tahu dan paham serta merasakan sendiri. Kadang karena kepicikan atau kekurangpahaman kita  pernah menganggap seseorang dengan karakter begini begitu itu buruk, kita memandangnya dengan remeh dan semacamnya. Lalu kita baca buku tentang seseorang yang sejenis begitu, dan di sana terurai kisah lengkapnya, latar belakangnya mengapa dia begini begitu, dan seterusnya. So jadilah kita kemudian menengok ke belakang, ke lubuk hati, ke prasangka-prasangka dan mungkin cacian yang pernah kita sandangkan pada seseorang yang mirip dengan karakter novel itu, dan kemudian kita menyesal.

Ah..

Begitulah sebuah buku membukakan lebih luas, lebih dalam, mata hati, selain juga cakrawala pandang kita.


Balik ke soal membaca, tempat atau sudut atau spot-nya bisa sangat berpengaruh pada kenyamanan kita. Meski tidak punya tempat khusus, karena bisa membaca di mana saja, tetap pencahayaan yang terang dan dudukan yang enak selalu menjadi incaran.

Dulu, saya punya kebiasaan membaca di bawah pohon asam sembari menunggu anakku pulang sekolah. Tapi sejak mereka tidak perlu dijemput lagi, aku meninggalkan pohon asam itu sendiri.

Sebagai gantinya, seorang teman menghadiahkan aku satu kursi nyaman yang disebut peanut-bug di ultahku tahun lalu. Alhamdulillah. Pengennya sih tahun ini ada yang menghadiahkan mobil gitu. Aamiiin.... (Walah :D)
*ultahku bentar lagi lho*

By the way, berikut beberapa reading spot yang kudapat lewat mbah google





Writing Spot #WorldBookDay

Writing Spot #WorldBookDay

Hai hai....
selamat hari buku ya..
sudah baca buku apa hari ini?
atau sudah nulis apa aja?

setelah beberapa waktu lalu aku tertarik dengan fashion for writers, kali ini kepincut mengulik writing spot-nya para penulis.

Cekidot yang aku dapatkan ya ^_^





Asyik dan seru ya?
Gimana dengan writing spot-mu?
Karena bagaimanapun writing spot menunjang mood dan energi. Iya kan?

Pengumuman Give Away Kreasi Quote Graphic Novel Matahari Mata Hati

Pengumuman Give Away Kreasi Quote Graphic Novel Matahari Mata Hati


Terima kasih ya teman-teman yang sudah mengirimkan kreasinya dengan twitpic dan mention twitter @ummihasfa dengan hestek #QuoteMHMH

Berikut dua orang yang beruntung dapat buku gratis:

1. GesthaRD
2. Fitania

Selamat ya!!


Oh ya, masih berlangsung giveaway MHMH di goodreads nih http://diannafi.blogspot.com/2015/04/giveaway-novel-matahari-mata-hati-di.html




#ngemilbaca the unvisible way

#ngemilbaca the unvisible way

Aku menemukan buku ini dalam cara yang kuanggap sedikit absurd dan misterius. Teraih oleh tangan  begitu saja saat melihatnya di pameran buku Semarang kemarin.

Sebuah memoir yang ditulis seseorang yang tinggal di London, tetapi setelah melalui berbagai permasalahan dalam hidupnya, kemudian pergi ke Turki, juga beberapa belahan dunia lain untuk mencari kesejatian.

Gaya tuturnya menarik, seperti novel, deskriptif dan filmis.

Karena mungkin  memang spiritualisme secara universal, jadi dia mengutip dari Islam, Kristen dan juga ajaran lain. Perjalanan membawanya berdamai dengan diri sendiri, mendapat jawaban dari yang dia ingin dan harapkan, bertemu calon istrinya dan berakhir dengan adegan saat dia membersamai salah seorang gurunya dalam sakaratul maut.


#ngemilfilm Belajar Sejarah Dari Tjokro


#ngemilfilm Belajar Sejarah Dari Tjokro

saat Tjokro&Tn Rinkes menepi dlm perjalanan,spy bs sholat dulu, jd inget shbt dktku yg kristen. itu adegan kami semasa kuliah dulu.

yg baca novel namaku Matahari by bs lht penampakan si Matahari yg legendaris di

ternyata itu msh keturunan Kyai Hasan Besari. belajar sejarah dg cara menyenangkn ya via nonton

ternyata salah satu produsernya adl jd penggemar letto &jamaah musti nonton


demi apa? jd pengen ke Yaman. secara Yaman disebut beberapa kali di film maupun

garis wajah Tjokro muda ingatkanku pd wjh muda. sosok Kusno(Sukarno muda)ingatknku pd adik iparku. *cocok jd presiden,le:D

dan baru sadar kemarin kalau Reza Rahadian yang benar, dan bukannya Rahardian seperti yang selama ini kusangka.

Dan kata anakku itu Rahadian, ada DIAN nya.
owalah, nok nok, kamu kok ngerti kalau mbokmu ini nge-fans sama mas RR :D



oh ya, di twitter ada yang complain, kok nggak nyebutin Kartosoewiryo sebab di sana ada kost-kostannya Tjokro? Kok nggak detail tentang perpolitikannya ataupun madzhab si Tjokro ini, kok nggak masa mudanya ditampilin, dst dsb, dia nyalah-nyalahin mas Garin gitu, tapi no mention. 

Oh hallowww, bukannya kalau cerita itu scrip writer yang bikin ya? dalam hal ini kayaknya eric supit dan ari syarif kalau nggak salah. kok dia nyalahin mas Garin sih? *nggak terima*

hehe:D

btw, yang agak  nge-ganjel buat gue sih (eh nggaya banget pakai gue-gue segala) 
kok kayak fragmen kepotong-potong ya (padahal ini sebenarnya kalau buat aku nggak masalah, aku juga dulu begitu, tapi sejak ada yang komentar kenapa ceritaku seperti fragmen kepotong-potong aku jadi komentar begini deh ke cerita orang lain. huh, dasar komentator suka pengaruhi gaya orang lain ngomentarin juga)

terus, pas adegan antara Tjokro menemui warga untuk menjelaskan apalah apalah, sementara istrinya sekarat di dalam rumah, itu...hiks..nggak tegaaa..kok bisa? apa iya begitu kejadiannya? pasti enggak kan ya? tapi kenapa musti dibikin begitu? mau mempertentangkan bahwa demi rakyat, Tjokro 'mengorbankan' diri dan keluarganya? jangan begitu juga kali.

oh, siapa yang musti dikomplain? sutradara atau script writer? plis give me clue 

GiveAway Novel Matahari Mata Hati Di Goodreads

GiveAway Novel Matahari Mata Hati Di  Goodreads


Jiaaah, yang namanya syukuran ya banyak-banyak bersyukur. Termasuk bagi-bagi buku.
(Tapi ntar direview ya kalau sudah terima dan baca :D)


Nah insya Allah akan ada satu eksemplar novel baru Matahari Mata Hati untuk kamu yang beruntung.
DL nya 30 Mei 2015 sih, tapi kalau kamu nggak buruan klik, ntar bisa kelupaan atuh :D
Jadi buruan klik ajah!

Wish you luck :))

Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui


Review Novel Gus  oleh Indra Muhardiman

Mafazi, Gus di sebuah pesantren yang digadang-gadang sebagai calon pemimpin pesantren, sama sekali tidak berambisi untuk memegang tampuk kepemimpinan. Ia sebisa mungkin berupaya untuk tak sering-sering berada di pesantren dan menggunakan waktu kuliahnya sebagai alasan untuk melarikan diri. Sama sekali tak pernah ia bayangkan, tiba-tiba Umminya sakit dan meninggal. Lalu Mafazi dihadapkan pada pilihan yang tidak ia sukai; mau tidak mau ia harus bertanggung jawab atas posisinya sebagai anak laki-laki satu-satunya. Satu persatu, masalah datang menghampirinya; Abahnya yang menikah lagi serta datangnya seorang putra dari istri Abahnya yang bisa mengancam kedudukannya sebagai "pangeran" di pesanten itu. Mafazi pun cemburu, apalagi ternyata Harun, putra tiri Abahnya itu tak hanya cakap tetapi juga memiliki pengetahuan agama yang mumpuni dan berpotensi menjadi pesaingnya sebagai putra mahkota dan pesaing dalam memperebutkan hati seorang gadis.

***

"Gus", sebuah novel karya seorang "pecinta purnama, penikmat hujan", yaitu Dian Nafi. Novel ini dilihat dari covernya sangat unik berwarna hitam, tidak banyak tulisan-tulisan, hanya judulnya dan pengarangnya saja. Terlihat siluet dua buah bangunan seperti bangunan pesantren. Perpaduan warna hitam dengan sedikit warna hijau sangat pas sekali, tetapi sedikit menimbulkan kesan seram bagi saya :D .

Masalah yang terjadi pada novel ini membuat novel ini tidak monoton, sehingga pembaca tidak akan merasa bosan untuk membaca berlama-lama. Masalah yang pertama yatu terbakarnya pondok pesantren, lalu meninggalnya Laili (ibunya). Tetapi masalah yang paling saya suka ketika perdebatan antara Sahlan(ayahnya) dan saudara iparnya dengan anak-anak Sahlan yaitu Nurul, Wahdah, dan Mafazi mengenai keinginan Sahlan untuk mempunyai istri baru yang bernama Safina. Perdebatannya sangat mempengaruhi emosi saya, saya tidak bisa membayangkan jika saya berada di posisi  mereka.

Tokoh Mafazi, menjadi tokoh sentral dalam novel ini, Mafazi digambarkan sebagai anak bungsu dari pemilik pesantren, yang dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Sehingga, akibat dari perlakuan manja itu menjadikan Mafazi seorang yang berkepribadian malas. Sifat malas Mafazi berbanding terbalik dengan saudara tirinya, Harun. Harun yang pandai, pintar agamanya, dan sabar ini selalu mendapat perhatian lebih dari orang-orang di sekitarnya, termasuk ayah Mafazi sendiri. Hal itu menimbulkan kecemburuan Mafazi terhadap Harun, sehingga apapun yang diperbuat Harun selalu mendapat bentakan dari Mafazi. Namun Harun tetap sabar menghadapinya. Seiring berjalannya waktu, Mafazi mulai menerima kehadiran Harun dalam lingkungan keluarganya. Begitulah gambaran kisah Mafazi dalam novel "Gus" ini.

Dalam novel ini terdapat kutipan yang sangat menarik hati saya, kutipan tersebut yaitu:"Tanamlah padi, maka akan tumbuh padi, bahkan rumput juga tumbuh. Kalau menanam rumput, jangan harap akan tumbuh padi juga" (hal. 57-58). Maksudnya, jika kita berbuat sesuatu untuk tujuan akhirat, maka tidak saja akhirat yang kita dapat, tetapi duniawinya juga. Tetapi, jika kita bertujuan untuk duniawi, maka jangan harapkan akan mendapat balasan ukhrowinya.

Novel ini bukan hanya sebagai buku yang menghibur pembacanya saja, tetapi juga sebagai buku yang sarat pendidikan agama, seperti yang terdapat pada halaman 138 sampai halaman 145. Jadi, jika membeli novel ini, "seru"-nya dapat, ilmunya juga dapat, sebagaimana peribahasa: "Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui."

Unsur "Bahasa Jawa" pada novel ini sangat kental sekali, hal tersebut sedikit membingungkan saya, karena saya tidak paham Bahasa Jawa. Selain itu, alur ceritanya sedikit terlalu cepat. Tokoh Mia seharusnya sedikit diceritakan di awal atau di tengah cerita, tidak langsung di akhir. Namun, kekurangan tersebut tidak mengurangi keluarbiasaan novel ini.

Buku ini sangat cocok bagi semua kalangan untuk dibaca di waktu senggang. Buku ini juga cocok untuk mengobati mood yang sedang down.

sumber :https://www.facebook.com/notes/indra-muhardiman/review-novel-gus/708995665889049

Kartini-Kartini Di Matahari Mata Hati #KartiniFever

Kartini-Kartini Di Matahari Mata Hati  #KartiniFever


Nggak terasa tiba-tiba sudah Kartinian lagi.
So, kayaknya ini waktu yang tepat buat memberi bocoran sedikit tentang siapa saja yang ada di dalam (upcoming) novel Matahari Mata Hati

Mereka adalah kartini-kartini dengan gayanya masing-masing, kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri.

Ada Sikha, yang lama mondok di pesantren, ulet dan gigih kalau pas ada dalam situasi yang mengharuskannya demikian. suka banget masak.

Ada Ami, yang ngebet banget pingin jadi dokter, meski ibunya sebenarnya tidak mampu membiayai.


Ada Mayana atau Yana, yang didorong banget sama ibunya (yang notabene 'the have') untuk menjadi dokter tapi dia malah menolak keras karena punya cita-cita dan keinginan sendiri.


Terus ada Isti, ibunya Sikha dan Ami, yang (tanpa sadar) mengorbankan banyak hal untuk bisa mewujudkan idealisme dan keinginan para leluhurnya.

Tunggu kehadirannya di toko buku terdekat ya :))


Pengumuman GiveAway Promo Novel Matahari Mata Hati

Pengumuman GiveAway Promo Novel Matahari Mata Hati


Terima kasih teman-teman yang sudah ikutan #GiveAway dalam rangka menyambut bakal lahirnya Novel Matahari Mata Hati via fesbuk maupun instagram. Karena itu ada dua buah buku gratis ya.

Dari fesbuk, yang beruntung dapat hadiahnya  adalah.......*drum scroll*....mbak Hidayah Sulistyowati. Selamat ya.

Dan..yang dari instagram, pemenangnya adalah......*drum scroll lagi*....jreng jreng...mbak Ziyamaisa.
Selamaaat....

Thanks a lot for participation.
Kita sama-sama tunggu novel Matahari Mata Hati di toko buku terdekat ya. Doakan semoga manfaat berkah dan laris manis :))

Oh ya, yang sekarang masih berlangsung ada GiveAway via instagram atau twitter, untuk syarat & ketentuannya sila klik ini.  Buruan ya, karena hari ini alias 20 April 2015 DL-nya!
Selamat berkreasi!

Thinking Out Loud

Thinking Out Loud

Hei..
sudah lihat video untuk lagunya Ed Sheeran yang bertajuk Thinking Out Loud?
Oke, sementara waktu kita abaikan bagaimana di sana aurat diperlihatkan dan gerakannya mengundang syahwat ya? Mari kita bahas bagaimana indahnya komposisi dan kolaborasi, antara lagu, syair, tari/dancing, setting, berikut lampu-lampu dan pengambilan gambar/videonya.

see?

siapakah yang paling brillian menurut kalian dalam video ini?
koreografer tarinya?
atau editor videonya?

ahay...

btw, keep produce ya teman-teman (utamanya juga nasihat buat diri sendiri)
masterpiece bukan sesuatu yang tidak mungkin, tapi memang perlu perjuangan, kerja keras, pengorbanan dan juga doa. yang terus menerus dan pantang menyerah.

ayo saling menyemangati dan saling mendoakan, yuk! :)



Nggak Bisa Move On Atau Memanfaatkan Titik Momentum Yang Telah Lalu?

Nggak Bisa Move On Atau Memanfaatkan Titik Momentum Yang Telah Lalu?


Haiii...
catatan alias uneg-uneg kali ini tidak untuk menghakimi atau menuduh ya, apalagi meremehkan. Sama sekali bukan. Jadi mohon dicatat :D

cukup pengantar pendeknya, sekarang mari masuk ke dalam inti gerundhelan dalam kepala.

Sudah tahu kan kalau mbak Helvy bikin gerakan patungan buat bikin film Mas Gagah?
Nah, yang kepikiran (sampai dengan saat ini) adalah kenapa Mas Gagah? Kenapa bukan sesuatu yang baru?

Apa ini memanfaatkan momentum dulu itu (plus fans yang kini pasti makin beranjak usianya) atau karena memang tak ada cerita baru (yang sama monumentalnya) untuk bisa dibuat film?

Bagaimana menurutmu?


#IdealVsPragmatis
#UnegUneg