Ada Surga Di Rumahmu

Ada Surga Di Rumahmu

Aku mungkin juga seperti para ibu yang lain, pergi ke bioskop membawa anak-anak nonton ASDR karena ingin yach....ingin mereka lebih baik pada kita sebagai ibunya. *cleguk*
iya nggak sih? :D
secara kalau cuma cerewet menasihati mereka saja, kayaknya agak-agak susah mereka cerna. mudah-mudahan dengan nonton ASDR ini mereka insyaf (halagh:D)

tapi kenyataannya lain, 
yang agak-agak kena sih si bungsu ini nih. mungkin karena ia perempuan atau sama-sama gemini kayak aku yang mudah 'terpengaruh' yang manis-manis macam film. 
tapi si sulung, mungkin karena laki-laki dan merasa kehidupannya bahkan lebih pedih daripada cerita di ASDR, jadi nggak peduli-peduli amat. Biasa-biasa saja. Malah sibuk sendiri, meski ngakak juga kalau pas ada adegan lucu. 

jadi dalam gedung bioskop, dua anakku ini nggak ada nangis-nangis atau haru-harunya. Aku sendiri yang berlinang air mata, secara aku ini memang agak cengeng kalau pas nonton film atau baca buku (mungkin pelarian kali ya :D)



Kalau filmnya sendiri ya lumayan. 
Ternyata salah satu produsernya (alias yang ngeduitin dan bikin film ini jadi) adalah ustadz AlHabsyi (yang mungkin ngeduitin juga buku yang diterbitkan dengan judul yang sama)
Beliau juga main jadi kyai/ustadz di situ. 

Husein Idol lumayan mainnya. Hmm..tapi gaya berpakaian dan bahasa tubuhnya agak-agak mirip reza Rahardian yan jadinya :p


Alih-alih pingin mengajak orang-orang ke BASIC, mencintai dan menyayangi ibu sebagai  sorga, kok jadinya malah MINIMALIS ya? 

misalnya saat mencontohkan pengusaha yang mengumrohkan banyak orang, tapi mengabaikan ibunya. terus keputusan Ramadan (Husein Idol) untuk balik dan tidak jadi casting. Setting di daerah yang sederhana, trus jadi tidak ke mana-mana. Hmmm...artinya surga itu murah kok, gampang, mudah, sayangi dan cari ridlo ibu saja, tak perlu ke mana-mana. minimalis :))
Hehe..btw, alhamdulillah akhirnya karena ridlo ibu, Ramadan akhirnya dipanggil jadi ustadz ke Jakarta dan dishot TV seperti keinginannya dulu supaya terkenal. But sekarang malah dengan status yang lebih terhormat, sebagai ustadz. 



2 komentar:

  1. Film yang sangat menginspirasi ya, Mbak.. Aku jadi lebih kuat niatnya untuk membahagiakan Mama ku :D

    BalasHapus
  2. wah, alhamdulillah. berarti pesannya sampai padamu :)

    BalasHapus