Kematian Dan Cinta Yang Terasa

Kematian Dan Cinta Yang Terasa


Seperti biasanya aku mengirim ucapan selamat ulang tahun pada teman-teman via fesbuk dan twitter. Sampai kemudian hari ini sempat terhenti di satu nama.

Kawan di kampus arsitektur dulu. Meski dia nasrani, tapi kami dekat. Seperti juga kami sesama teman-teman satu angkatan. Dia adalah model cowok yang tinggi, besar dan pelindung. Sehingga cewek-cewek mungil kayak aku adalah teman-teman yang menurutnya musti dilindunginya.
begitulah.

Orangnya baik, santun, ramah, murah senyum, suka bercanda, cerdas, berasal dari keluarga yang sangat berada, tetapi tidak sombong.

Begitulah kami mengenangnya.

Aku termenung di berandanya, dan tak kuasa untuk menulis ungkapan kerinduan yang pasti dirasakan oleh banyak teman-temanku juga. Tiga tahun berlalu, tapi rasa kehilangan itu masih ada.

Di berandanya, aku malah menemukan ungkapan kerinduan orang-orang terdekatnya. Dan yang mengalirkan tangis tentu saja ungkapan istrinya yang masih menuliskan sepi, rindu, kangen, kehilangan, kesetiaan, harapan, dan banyak rasa yang tak tertuliskan tapi terasa.

Dan aku baru menyadari, aku tidak sendirian.
Dan dia yang pergi, dengan segala kebaikannya, akan tetap tinggal.

Kami semua hanya menunggu waktu untuk tiba giliran menuju keberangkatan yang pasti jadualnya.



0 komentar:

Posting Komentar