Seperti Cinta, Perjalanan Nasib Cerita Juga Berbeda-beda

Seperti Cinta, Perjalanan Nasib Cerita Juga Berbeda-beda


Begitulah kira-kira gambarannya atas perjalanan anak-anak yang lahir dari rahim ocehan dan tarian jemariku. Yang hadir dari percikan hasrat, uneg-uneg, dan juga sebagian besarnya hasil olahan curhat orang-orang yang ada di sekitarku.

Mayasmara misalnya, lahir dari cinta yang menggebu-gebu, hasrat yang bertalu-talu. Saking menggebunya dan mengejar momen UWRF waktu itu sehingga dia lahir dan mbrojol lewat terbitan sendiri. Dan sambutannya lumayan meriah dan memuaskan. Alhamdulillah.

Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku; ia tadinya suara-suara cemas dalam kepala, juga keprihatinan. Menjadi berwujud ketika sebuah penawaran datang dari Diva untuk mengembangkannya menjadi tulisan panjang. Dalam 3-4 bulan pertama sejak kehadirannya, terjual sekitar delapan ratus eksemplar. Sebuah pencapaian yang sangat berarti bagiku. Alhamdulillah.


Lelaki Kutunggu Lelakumu; tak bisa kupungkiri hadir karena kegemasanku akan para lelaki yang seolah pasif dan menjadi pesimis cinta. Hei, para lelaki!, teriak kami (para perempuan), bola itu ada di tangan kalian. Gelindingkan, dan biarkan kami memilih untuk menangkap (atau melepaskannya). Semacam itulah.


Mesir Suatu Waktu; kepulangan adikku dari Al Azhar Mesir langsung kusambut dengan ajakan menulis novel duet. Kamipun berjibaku dengan banyak cerita yang mengalir, terutama saat-saat kerusuhan waktu itu. Naskahnya terdiam untuk beberapa saat. Dan lalu mendapat kesempatannya terbit ketika memenangkan PSA1 di Grasindo.


Segitiga, Ada Cerita Dalam Setiap Sudutnya; keinginan memadukan cerita cinta segitiga dengan segitiga konflik kepentingan LSM, pengusaha dan pejabat, lahirlah novela ini.


Just In Love; cerita ini datang dari pengalaman magang arsitekturku selama di Klaten. Dia tadinya adalah serpihan-serpihan yang jadi draft di NanoWrimo. Tapi kemudian  mewujud utuh untuk pertama kalinya sepulang aku dari ikut salah satu akademi menulis yang diadakan di Puncak Bogor. Tapi karena dianggap kurang remaja, alias lebih pas untuk Young Adult, jadi dia dilepaskan dari tujuan awalnya. Terkirimlah dia untuk PSA2 setelah beberapa kali revisi yang melelahkan, dan alhamdulillah terpilih kembali. Dan akhirnya hadir menemani pembaca.


Luv; kegelisahan-kegelisahan yang membungkah akhirnya pecah dalam novela ini. Tentang kelebihan energi dan hasrat. Tentang jerat masa lalu. Tentang lagi-lagi gesekan antara tradisi dan modernitas.


Miss Backpacker Naik Haji; tiada yang lebih menakjubkan kecuali menuliskan kembali pengalaman-pengalaman spiritual yang pernah singgah dalam kehidupan kita. Demikianlah dia mengalir bersama rindu akan haromain. Keinginan  untuk mengunjunginya lagi, suatu saat, entah kapan. Diterbitkan oleh grup Mizan membawaku bersinggungan dengan banyak orang di sana. Membawa pada pengalaman-pengalaman spiritual baru.


Sarvatraesa; kisah yang lahir tersebab cuitan-cuitan 140 karakter yang kubagikan di twitter, yang kudapatkan saat aku menemukan kembali dia yang sempat menghilang dari peredaran. Aku hampir mati saat mengerjakannya, karena ada pihak yang menekanku secara psikologis waktu itu. But alhamdulillah, i'm saved. Ada janji untuk menuliskan Sarva 2. Nanti. Setelah aku dapat cerita komplitnya sepanjang perjalanannya di Eropa. Wish me luck.


Gus; dia tadinya gagasan yang muncul jauh hari, tetapi kemudian mendapatkan pemicu untuk tumbuh dan berkembang saat bertemu mbak Gina S Noer. Dia yang mendorongku untuk meniti rel khusus, menulis cerita-cerita yang erat kaitannya dengan kepesantrenan. Saat itu Gus merupakan salah satu dari tiga outline yang kuajukan. Yang satunya kini sedang digodok di penerbit Jakarta. Satunya  lagi sedang digodok di penerbit Jogja. Nah yang satu ini Gus, memperoleh kesempatan pertamanya karena waktu itu aku dijawil penerbit Kaki Langit Kencana. Sehingga aku pun bergegas mengembangkan outline tersebut. Alhamdulillah, Gus pun mewarnai hutan literasi ini.


Matahari Mata Hati;  sempat singgah di tempat lain namun waktu itu memang kurang matang sehingga dia kembali ke folderku. Lalu kukirim untuk lomba novel di Tiga Serangkai. Dan meskipun tidak menang, tapi aku dihubungi penerbit yang tertarik untuk menerbitkannya. Dan jadilah hari ini MHMH ada di tengah kita semua. Alhamdulillah.

Whoaaah...serasa melahirkan kembali ketika aku menuliskan nasib perjalanan mereka ini. Lain hari aku akan cerita kisah buku-buku yang non fiksi ya. (Insya Allah)

Oh ya, beberapa cerita dalam bentuk novel yang kuceritakan barusan bisa menjadi pilihanmu untuk ber-selfie ria.(dan berkesempatan mendapatkan hadiah). Simak caranya di postingan tentang ketentuan kuis #Selfie  ya.




NB: Jika kesulitan mendapatkan buku-buku tersebut di toko buku terdekatmu, sila sms/wa ke 085701591957 . Insya Allah akan kami bantu :)

Lomba foto selfie

Hai, terima kasih ya teman-teman yang sudah membeli dan membaca tulisan dan buku-bukuku. Sebagai wujud terima kasih dan sekaligus menyambut ultahku, ini ada event foto selfie berhadiah total senilai  1 juta rupiah untuk 3 pemenang. 
Caranya gampang kok.
Kamu tinggal upload foto kamu dan bukuku di Blog atau Facebook atau twitter atau instagram.
Syarat dan ketentuannya  simpel aja. Simak ya....
1. Follow akun twitter dian nafi di @ummihasfa  atau Like FB page: Dian Nafi  atau follow instagram Dian Nafi
2. Beri testimoni buku yang kamu pakai buat selfie (atau boleh juga tulis quote yang kamu sukai).
Contoh: “Matahari Mata Hati, novelnya bikin aku nangis. Dapet banget pesan2nya. Quote2nya bikin semangat”

3. Foto diupload di Facebook dengan menandai akun FB Dian Nafi atau mention foto ke Twitter @ummihasfa atau mention ke instagram Dian Nafi dengan hastag #selfieDN
Deadline 15 Juni 2015
Hadiahnya paket buku senilai 1 juta rupiah untuk 3 pemenang.
Gimana? Asyik kan? 
Yuk ikutan!

  

0 komentar:

Posting Komentar