TRIVIA: Novel-novel Pesantren

TRIVIA: Novel-novel Pesantren


Sepanjang perjalanan menjadi pembaca,  ada beberapa novel pesantren yang pernah mengisi hari dan kehidupan. Di antaranya karya kang Abiek alias Habiburrahman El Shirazy, mbak Abidah El Khaliqy dll. Kalau mbak Asma Nadia menulis pesantren impian itu apa memang sudah pernah nyantri atau belum, saya juga kurang tahu.

Btw, saya datang kemudian. Belakangan. Telat.
Tapi alhamdulillah kemudian disadarkan mbak Gina S Noer setelah saya sempat kesasar ke sana kemari dari 2009-2013 itu. Mbak Gina yang istrinya mas Salman Aristo ini mengarahkan saya untuk mengambil rel cerita kepesantrenan ini. Dan di sinilah saya sekarang. Bismillah.



Dua karya saya berlatar pesantren yang terbaru adalah GUS dan MATAHARI MATA HATI.
berikut beberapa perbedaannya:

tokoh novel usia anak kuliahan mau lulus
tokoh lulus SMA mau kuliah.

tokoh novel cowok2 alias gus2
tokoh novel cewek2 alias ning2

di novel yang wafat ibunya(dan ayahnya nikah lagi) 
di novel yang wafat ayahnya(dan ibunya tetap sendiri)

novel #Gus bercerita tentang seorang gus yang berkecukupan namun gamang dalam menerima estafet kepesantrenan
novel #MatahariMataHati bercerita tentang ning2 yang punya keinginan tinggi tapi terhambat keterbatasan.



Kedua novel ini bisa teman-teman dapatkan di toko buku Gramedia, Togamas, Tisera dll.
Selamat membaca :)

JOKO

JOKO

Tania mempererat pelukan  ke pinggang Adit yang melaju kencang menembus jalanan menuju pegunungan yang dingin. Memang inilah hal yang dulu membuat perempuan manis itu menerima lelaki berparas lembut itu sebagai suaminya. Mimpi bahwa mereka akan berboncengan di atas dua roda dan mengunjungi banyak tempat, melalui banyak perjalanan. Jadi begitu tadi pagi Adit  mengajak Tania mengunjungi rumah sahabatnya, Joko, di daerah pegunungan, senyum perempuan itu terus mengembang. Dia menganggap ini sebagai perjalanan pertama mereka ber-honey moon setelah menikah  sebulan lalu. Selama itu mereka lebih sering gagalnya. Setiap dalam perjalanan pulang dari kantor, Tania sempat selalu merasa ketakutan akan merasa sakitnya dimasuki. Tapi mereka merasa harus melewati dan melakukannya, karena toh mereka suami istri. Bukankah fitrahnya mereka seharusnya berhubungan.
Harapannya TUMBUH dan REKAH. Semoga di daerah dingin ini segala sesuatunya akan lebih lancar. Tapi usai makan malam dan bercengkerama bersama ibu dan adik-adiknya Joko, Tania kembali sendiri dalam kamar yang temaram. Kenapa Adit tak juga kunjung memasuki kamar yang disediakan untuk mereka. Perempuan itu bangkit dari duduknya yang mulai gelisah dan mengintip keluar kamar. Seperti umumnya rumah pedesaan, suasana sangat sepi. Mungkin ibu dan adiknya Joko sudah padha tidur. Sayup dari kamar yang berada di seberang kamar tamu, terpisah oleh ruang tamu yang panjang, Tania bisa mendengarkan suara Adit dan Joko yang berbincang-bincang. Mungkin karena mereka  lama tak berjumpa, jadi ingin saling bertukar cerita. Tania mengingat-ingat sendiri apakah dia juga punya sahabat yang kental seperti Joko bagi Adit.
Pagi-pagi Tania terbangun dan baru sadar bahwa semalam dia melewatkan kebiasaan yang sebulan terakhir ini dia jalani. Berbaring di sebelah suami.  Sepertinya Adit ketiduran  tidur di kamar Joko setelah sesore  dan semalaman berbincang-bincang. Pantas saja waktu itu Joko yang diajak Adit ke rumah Tania waktu mereka masih dalam masa perkenalan dan pacaran. Sudah berkali-kali ngapeli tetapi tak kunjung melamar,  rupanya Adit ingin Joko menilai dulu apakah Tania gadis yang pas untuknya. Kebetulan sekali waktu Joko datang dulu itu pas barengan ada  cowok lain datang mengunjungi Tania. Kontan Adit kelimpungan dan merasa kecolongan, lalu justru Jokolah yang nembungke minta ke ibunya Tania agar Adit bisa diterima sebagai calon menantu. Mengingat hal itu, tak urung terbersit rasa terima kasih di hati terdalamnya. Kecurigaan pun Tania KUBUR dalam-dalam.
**
Tapi pelan-pelan rasa terima kasih dan kesabaran berubah menjadi kesal ketika berkali-kali  kemudian Adit sering sekali pergi dengan Joko. Ada saja alasannya. Yang menagih hutang ke teman di luar kota lah, yang berbisnis bareng lah, yang mengunjungi teman sakit lah dan banyak alasan lainnya yang membuat Tania jengkel.
Joko lagi. Joko lagi.
Yang lebih menjengkelkan adalah kepergian Adit bersama Joko kelilingan kota untuk banyak pekerjaan ataupun keluar kota untuk tujuan penagihan-penagihan itu mengurangi jatah Tania untuk bisa bersama-sama suaminya. Hubungan mereka yang memang tadinya belum begitu erat terasa semakin hambar.
“Mbok kalau ada meeting, pertemuan atau rapat-rapat gitu di rumah kita aja,” usul Tania suatu kali.
Bisa melihat jeleger penampakan suaminya di rumah tentu akan lebih menentramkan hatinya tinimbang harus setiap malam cemas menunggu-nunggu kedatangan Adit yang tak jelas pukul berapa tiba di rumah.
“Iya, deh,” jawab Adit.
Rupanya permintaan Tania benar-benar dipenuhi. Hari itu Joko datang ke rumah mereka. Biasanya Adit dan sahabatnya itu memang janjiannya di luar rumah.
Tania yang merasa proposalnya diterima pun menyambut kedatangan sahabat suaminya dengan pelayanan istimewa. Berbagai menu masakan dan panganan tersaji, juga bermacam jenis minuman.
Rapat dua sahabat itu ternyata berlangsung sampai larut malam. Dan seperti biasanya bersambung obrolan di kamar tamu. Tania tak kuat lagi menahan kantuknya sehingga kemudian tertidur setelah berjam-jam menunggu Adit masuk ke kamar mereka.
Pagi-pagi saat terbangun, tetiba sebuah pikiran buruk menyerang kepalanya. Dia jadi teringat cerita mertuanya saat pertama kali dia datang sebagai pengantin baru.
“Oalah, untung akhirnya Adit mau nikah sama kamu ya. Dulu itu aku sampai sempat tanya sama Yu Rah lho,” cetus ibunya Adit.
Yu Rah adalah pemilik warung yang rumahnya bersebelahan dengan rumah yang ditempati Tania dan Adit sekarang.
“Apa  Adit masih normal, Yu? Bisa naksir cewek? Kok disuruh nikah tapi nggak berangkat juga,” lanjut ibunya Adit bercerita.
“Kamu pernah lihat Adit dekat dengan siapa, Yu? Biar aku lamarkan, karena dia dijodohkan dengan siapapun kok tidak mau. Padahal umurnya sudah 33 tahun.”
Yu Rah tidak bisa memberi banyak informasi yang dibutuhkan. Tetapi ibunya Adit berhasil membujuk anaknya itu untuk berkunjung ke rumah Tania yang masih kerabat jauh. Dan ternyata mereka berjodoh.
Kemarin-kemarin Tania menganggap cerita ini sebagai sebuah bentuk sanjungan kepadanya yang berhasil membuat hati  dan hidup Adit bersandar. Tetapi hari ini cerita itu seakan menjadi sebuah sinyal dan tanda yang entah mengapa mengganggu kedalaman hati Tania.
Perempuan itu meski hatinya serasa mengeropos tetapi berusaha menegarkan langkahnya.  Berjalan tanpa bersuara ke arah kamar tamu. Ambang pintunya tertutup tirai, tapi daun pintu tidak terkunci. Dengan menahan debar dan deru di dadanya yang mulai menyalakan api, Tania berhenti sebentar di depan pintu. Kecurigaannya sejak tadi makin membesar  ketika pagi datang tapi Adit dan Joko tak juga bangun dan keluar kamar. Dia sempat mengira keduanya tentu masih belum lepas dari kebiasaan para pemuda yang suka kebluk alias bangun kesiangan. Namun keingintahuan  yang tinggi membuat Tania tak mau lagi menunggu.
Langkah Tania memelan tapi dengan pasti dia sampai di dalam kamar. Dan terpaku.  Matanya menangkap pemandangan aneh. Apa normal jika dua pria yang bersahabat tidur bersisian dengan posisi  yang begitu akrab. Intim. Tak perlu mengucek mata untuk melihat Adit dan Joko tidur dengan posisi seperti sendok. Adit tampak  merangkul erat Joko dari arah belakang. Dan mereka sama-sama masih lelap dengan wajah yang tersenyum…..bahagia?
Jangan-jangan…
Tania menahan diri dari keinginan membangunkan mereka. Dia berharap keduanya terbangun dan terkejut mendapatkan perempuan itu telah berada di depan mereka. Menangkap basah keduanya, bermesraan? Tapi atas dasar apa? Toh mereka masih berpakaian lengkap meski keduanya hanya memakai kaos singlet dan sarung.
Tapi keduanya tidak terbangun juga. Membuat hati Tania serasa remuk. Dia perlahan-lahan keluar lagi dari kamar tamu dengan sejuta tanya dalam kepala. Kecurigaan lain menyusul, kenapa Joko juga tak juga menikah padahal usianya sudah tiga puluh lima tahun.
Jangan-jangan…
Perempuan itu terpikir untuk menggugat Adit. Tapi lalu Tania ingat, dulu sekali waktu dia pernah menindih seorang anak perempuan.

(1001 kata)





Gadis-gadis Pesantren

Gadis-gadis Pesantren





Sikha, Ami Dan Mayana
Yups, inilah tiga gadis yang ada dalam novel Matahari Mata Hati.

Ada Yana yang meski menjadi bintang di sekolah tapi hanya jadi pion di keluarga besar yang lebih menghargai mereka yang pinter kitab & hafidz Quran

Ada Sikha yang setelah pulang nyantri belasan tahun &ingin kuliah tapi terpaksa jadi asisten ibunya di pesantren karena tak ada biaya

Ami (hafidzoh) keterima di fakultas kedokteran tapi tidak punya biaya. ibunya mati-matian mencarikan jalan keluar untuknya.sehingga Sikha jealous abis

ibunya Yana yang punya biaya, ingin Yana masuk kedokteran,Yana malah maunya ke arsitektur. perang dingin dipicu trauma&dendam pun terjadi.

kamu pilih yang mana?
yang nriman tapi sebenarnya menyimpan iri&dibakar kecemburuan
atau yang pemberontak 
atau yang pengejar gemintang?

atau justru ? ibunya Sikha&Ami single parent yang bertekad mewujudkan impian orangtua untuk mendirikan pesantren, berjuang untuk umat meski diri sendiri & keluarganya hidup kekurangan& dalam keterbatasan? 


Dapatkan  novel  terbitan Tiga Serangkai di toko buku Gramedia, Togamas, Tisera dll. Selamat membaca ya :)


Menyejukkan Sekaligus Menutrisi

Menyejukkan Sekaligus Menutrisi


Senang sekali ada teman yang berbaik hati membeli, membaca dan mereview sekaligus bikin giveaway untuk novel Gus. semoga kebaikan dan barokah melimpah selalu untuk teman-teman yang telah sedemikian tulus dan baik hati. Aamiin.

Berikut catatan dari twins universe. cekidot ya....

Butuh bacaan yang menyejukkan sekaligus menutrisi? Memilih buku ini sebagai bacaan pasti tepat, karena Twinners akan diajak bertualang ke dunia pesantren yang inspiratif.

***

Judul: Gus
Karya: Dian Nafi
Penerbit: Kaki Langit Kencana
Editor: Khanifah
Tebal: iv + 198 halaman
ISBN: 978-602-8556-37-8
Blurb:

Mafazi, Gus di sebuah pesantren yang digadang-gadang sebagai calon pemimpin pesantren, sama sekali tidak berambisi untuk memegang tampuk kepemimpinan. Ia sebisa mungkin berupaya untuk tak sering-sering berada di pesantren dan menggunakan waktu kuliahnya sebagai alasan untuk melarikan diri.
Sama sekali tak pernah ia bayangkan, tiba-tiba Umminya sakit dan meninggal. Lalu Mafazi dihadapkan pada pilihan yang tak ia sukai; mau tidak mau ia harus bertanggung jawab atas posisinya sebagai laki-laki satu-satunya. Satu per satu, masalah datang menghampirinya; Abahnya yang menikah lagi serta datangnya seorang putra dari istri Abahnya yang bisa mengancam kedudukannya sebagai "pangeran" di pesantren itu. Mafazi pun cemburu, apalagi ternyata Harun, putra tiri Abahnya itu tak hanya cakap tetapi juga memiliki pengetahuan agama yang mumpuni dan berpotensi menjadi pesaingn dalam memperebutkan hati seorang gadis.

***

Yang sesungguhnya membuat Mafazi makin muak. Apakah seharga itu kedudukan Kyai dan Nyai? Ditukar dengan materi dan kemewahan? --Halaman 7.

Gus mengisahkan tentang keluarga pendiri pesantren Kharomah dengan latar tempat Magelang. Ada Sahlan dan Laili, suami istri perintis pesantren tersebut. Lalu anak-anak mereka yaitu Mafizi, Nurul, dan Wahdah. Di bab-bab tengah muncul Safina dan anaknya--Harun. Penulis tidak berlama-lama membuat pembaca menunggu untuk menikmati entakan konflik. Selepas prolog dan bab pertama yang sebenarnya bisa disatukan saja, konflik besar langsung dihidangkan. Kebakaran melanda pesantren, api melalap pondok besar hingga hangus hampir tak bersisa. Setelah itu berbagai konflik datang bertubi-tubi, salah satunya kematian Laili yang mengubah keadaan keluarga mereka. 

Gus memiliki pengisahan yang bergulir dinamis. Semua anggota keluarga memiliki porsi penceritaan yang pas, sekalipun itu Laili yang sebenarnya di bab-bab awal sudah tiada. Penggunaan alur maju mundur membuat tokoh Laili terus hidup. Beberapa adegan dalam novel ini sukses membuat haru biru. Gus terasa realistis karena semua tokohnya tidak sempurna, membuat pembaca merasa dekat. Bagian-bagian romansanya dijabarkan dengan halus tetapi terasa indah. 

Tanamlah padi maka akan tumbuh padi, bahkan rumput juga tumbuh. Kalau menanam rumput, jangan harap akan tumbuh padi juga. --Halaman 57-58.
Jika kita berbuat sesuatu untuk Allah, untuk tujuan akhirat maka tidak saja akhirat yang kita dapat tetapi juga duniawinya. Tetapi jika kita bertujuan untuk dunia maka jan harapkan akan mendapat balasan ukhrowinya. --Halaman 58. 

Gus kaya akan pesan moral yang dengan lihai disampaikan penulis karena pembaca tidak akan merasa digurui. Menggunakan kalimat-kalimat quotable menyejukkan sekaligus memberi pengetahuan keislaman. Sepanjang novel, bertebaran istilah-istilah pesantren yang mudah dipahami. 

***

Mau novelnya? Yuk, ikutan giveaway-nya. Caranya:
1. Follow akun penerbit Kaki Langit Kencana @KakiLangitKCNA
2. Jawab pertanyaan ini di komentar postingan resensi. Pertanyaannya, "Apa sih yang kamu lakukan untuk menunggu buka puasa?"
3. Giveaway berlangsung dari tanggal 16-26 Juni 2015
4. Satu pemenang diumumkan tanggal 27 Juni di akun twitter @TwiVers


sumber : http://www.twivers.com/2015/06/resensi-novel-gus-karya-dian-nafi.html

Kuis Matahari Mata Hati

Kuis Matahari Mata Hati

Hai...
Sudah tahu kan kalau novel Matahari Mata Hati terbitan Tiga Serangkai sudah edar di toko buku Gramedia,  Tisera, Togamas, dll?

Nah, ada satu novel Matahari Mata Hati gratis untuk 1 orang pemenang kuis Matahari Mata Hati. 
Simak ketentuannya ya :)


1. Buatlah flash fiction bertema Mata Hati
2. Cerita antara 100 - 150 kata
3. Publish di blog/note facebook (jangan lupa dibikin public ya settingnya), sertakan cover novel Matahari Mata Hati
4. Setorkan tulisan kamu via twitter dengan format #FFMataHati judul link @ummihasfa
5. Saya tunggu flashfiction kamu maksimal tanggal 25 Juni 2015 pukul 23.59 WIB


Gampang kan?
Yuk nulis!




Resep Kebahagiaan

Resep Kebahagiaan

Siapa yang tidak mau bahagia?
Saya pun mau bahagia. Bahagianya saya ketika menemukan resep bahagia ini. Dan saya pun bahagia tuk membagikannya untuk teman-teman supaya kita bisa berbahagia bersama-sama.

قواعد السعادة السبع لأمير المؤمنين علي بن ابي طالب عليه السلام
Prinsip-prinsip kebahagiaan menurut Amirul Mu'minin Ali bin Abi Thalib:
1 -لَا تكْرَه أَحَدا مهما أَخْطَأ فِي حَقِّك
1. Jangan membenci siapapun meski dia melanggar hakmu
2 -لَا تَقْلَق أَبَدا مَهْمَا بَلغْت الْهُمُوْم
2. Jangan panik meski deritamu memuncak.
3 -عِش فِي بَسَاطَة مَهْمَا عَلَا شَأْنُك
3. Hiduplah sederhana meski statusmu tinggi.
4 -تَوَقَّع خَيْرَا مَهْمَا كَثُر الْبَلَاء
4. Berharaplah kebaikan meski bencanamu bertubi.
5 -أعْطِ كَثِيْرَا و لَو حُرِمْت
5. Berikan sebanyak mungkin meski kau sedang kesulitan.
6 -ابْتَسِم و لَو الْقَلْب يَقْطُر دَما
6. Senyumlah meski hatimu mengucurkan darah (karena perih).
7 -لَا تَقْطَع دُعَاءَك لِأَخِيْك الْمُسْلِم بِظَهْر الْغَيب
7. Jangan hentikan doamu untuk saudara muslimin meski dia jauh darimu.

Yuk bahagia yuk!

10 Wisata Religi Dan Spiritual Di Indonesia


10 Wisata Religi Dan Spiritual Di Indonesia

Walaupun reliji dan spiritual berbeda, tetapi ada juga tempat wisata di Indonesia yang sekaligus menawarkan keduanya. Apa saja tuh? Yuk kita kunjungi satu per satu.

1. Masjid Agung Demak

Sudah pasti nomor satunya Demak, tanah tumpah kelahiranku dan juga nenek moyangku.
Ya kan?  Cukup tiga puluh menit dari kota Semarang (kalau nggak macet), kita bisa sampai ke Masjid Agung Demak. (yang letaknya hanya sepelemparan batu dari rumahku)

Sudah padha tahu kan ya? Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Dan masjid Agung ini adalah salah satu peninggalannya yang tersisa. Dengan arsitekturnya yang sederhana dan njawani justru masjid ini sangat merbowo alias berwibawa. Ada banyak orang yang mengaku merasakan kedamaian dan kekhusyukan luar biasa saat sholat dan berdoa dalam masjid Agung ini. Subhanallah.
Di sekitaran kompleks masjid, terdapat makam raja-raja dan auliya. Termasuk Sultan Fatah Sayyidin Panatagama, raja pertama kerajaan Demak.





2. Makam Sunan Kalijaga

Agak ke timur kota Demak, sekitar sepuluh menit perjalanan, kita akan sampai ke Makam Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur ini punya gelar  antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman. Ada satu versi masyarakat Cirebon yang menyampaikan bahwa nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali. Sunan Kalijaga  menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, dan mempunyai tiga orang putra: R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi  Sofiah.





3. Masjid Menara Kudus Dan Makam Sunan Kudus
Nah, lebih ke timur lagi dari kota Demak, kita akan sampai di  Masjid Menara Kudus yang terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Terdapat makam Sunan Kudus dan puluhan makam di kawasan itu, termasuk pula makam putra Sunan Kudus yaitu Pangeran Palembang. Makam Sunan Kudus sendiri terdapat di tengah-tengah bangunan induk berbentuk joglo.
Beliau lahir dengan nama Jaffar Shadiq. Merupakan putra Sunan Ngudung yang merupakan panglima perang Kesultanan Demak Bintoro, dan Syarifah, adik dari Sunan Bonang. Sunan Kudus diperkirakan wafat pada tahun 1550. Sunan Kudus pernah menjabat sebagai panglima perang untuk Kesultanan Demak,dan dalam masa pemerintahan Sunan Prawoto. Beliau juga menjadi penasihat bagi Arya Penangsang. Selain sebagai panglima perang untuk Kesultanan Demak, Sunan Kudus  menjabat sebagai hakim pengadilan bagi Kesultanan Demak.
Pada tahun 1530, Sunan Kudus mendirikan sebuah mesjid di desa Kerjasan, Kudus Kulon, yang kini terkenal dengan nama Masjid Agung Kudus. Arsitekturnya mengadaptasi bangunan Hindu sebagai bentuk akulturasi budaya sebagai cara dakwah beliau. Peninggalan lain dari Sunan Kudus adalah permintaannya kepada masyarakat untuk tidak memotong hewan kurban sapi dalam perayaan Idul Adha. Hal ini untuk menghormati masyarakat penganut agama Hindu. Sehingga kurban sapi diganti dengan memotong kurban kerbau. Pesan beliau ini masih banyak ditaati oleh masyarakat Kudus hingga saat ini.


4. Sunan Muria atau Raden Umar Said

Sekitar 30 kilometer arah utara dari KMMK (Kompleks Masjid Menara Kudus) kita bisa sampai ke makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe.
Sunan Muria dilahirkan dengan nama Raden Umar Said atau Raden Said. Beliau  adalah putra dari Sunan Kalijaga dan  Dewi Soejinah (putri Sunan Ngudung). Nama Sunan Muria sendiri diperkirakan berasal dari nama gunung (Gunung Muria), yang terletak di sebelah utara kota Kudus, Jawa Tengah, tempat beliau dimakamkan.


5. Maulana Malik Ibrahim.

Makamnya terdapat di desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur. Maulana Malik Ibrahim juga disebut sebagai Sunan Gresik, atau terkadang Syekh Maghribi dan Makdum Ibrahim As-Samarqandy. Maulana Malik Ibrahim diperkirakan lahir di Samarkand di Asia Tengah, pada paruh awal abad ke-14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah Jawa terhadap As-Samarqandy, berubah menjadi Asmarakandi.Sebagian cerita rakyat, ada pula yang menyebutnya dengan panggilan Kakek Bantal. Maulana Malik Ibrahim adalah wali pertama
yang membawakan Islam di tanah Jawa. Maulana Malik Ibrahim juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia banyak merangkul rakyat kebanyakan, yaitu golongan yang tersisihkan dalam masyarakat Jawa di akhir kekuasaan Majapahit. Misinya ialah mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Pada tahun 1419, setelah selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, Maulana Malik Ibrahim wafat. Maulana Malik Ibrahim adalah sosok penyebar agama Islam di tanah Jawa dan merupakan wali tertua dari kesembilan wali. Bangunan  Makam Maulana Malik Ibrahim mempunyai kekhasan tersendiri, hal ini terlihat dari bahan batu nisan dan gaya tulisan Arab. Batu Nisan terbuat dari marmer dengan gaya Gujarat.


6 Sunan Ampel atau Raden Rahmat
Makam Sunan Ampel terletak di dalam komplek masjid Jami Ampel di Surabaya. Sunan Ampel bernama asli Raden Rahmat adalah putra Maulana Malik Ibrahim, Muballigh yang bertugas dakwah di Champa, dengan ibu putri Champa. Jadi, terdapat kemungkinan Sunan Ampel memiliki darah Uzbekistan dari ayahnya dan Champa dari ibunya. Sunan Ampel adalah tokoh utama penyebaran Islam di tanah Jawa. Di depan makam ada dua pintu gerbang besar bergaya Eropa. Makamnya terpisah dari makam lainnya dan diberi pagar teralis dari besi setinggi 110 cm. Di arah kaki (bagian selatan) ada pintu yang dapat dibuka dan ditutup yang dilengkapi dengan kunci gembok. Jiratnya disusun empat tingkat dan nisannya bagian atas berbentuk seperti daun teratai. Pada sisi  jirat bagian selatan dituliskan keterangan diri tentang Sunan Ampel dalam aksara Latin.

7. Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim
Makam Sunan Bonang terletak di Bonang adalah desa di kecamatan Panyingkiran, Majalengka, Jawa Barat.  Sunan Bonang dilahirkan pada tahun 1465, dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Dia adalah putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Bonang adalah sebuah desa di kabupaten Jepara. Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 M, dan saat ini makam aslinya berada di Desa Bonang. Namun, yang sering diziarahi adalah makamnya di kota Tuban. Lokasi makam Sunan Bonang ada dua karena konon, saat beliau meninggal, kabar wafatnya beliau sampai pada seorang muridnya yang berasal dari Madura. Sang murid sangat mengagumi beliau sampai ingin membawa jenazah beliau ke Madura. Namun, murid tersebut tak dapat membawanya dan hanya dapat membawa kain kafan dan pakaian-pakaian beliau. Saat melewati Tuban, ada seorang murid Sunan Bonang yang berasal dari Tuban yang mendengar ada murid dari Madura yang membawa jenazah Sunan Bonang. Mereka memperebutkannya.


8.Sunan Drajat atau Raden Qasim
Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari surabaya maupun Tuban lewat Jalan Dandeles ( Anyer - Panarukan ), namun bila lewat Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaran pribadi. Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470. Nama kecilnya adalah Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Dia adalah putra dari Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan  Bonang.Ketika dewasa, Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Paciran, Lamongan. Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya. Setelah menguasai pelajaran islam beliau menyebarkan agama islam di desa Drajad sebagai tanah perdikan dikecamatan Paciran. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi.

9. Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin
Beliau dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik. Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Ia lahir di Blambangan tahun 1442. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden Ainul Yaqin dan Jaka Samudra.

10. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah
Kawasan Perziarahan makam Sunan Gunung Jati  terletak di desa Astana kecamatan Cirebon Utara, sekitar 6 km dari Kota Cirebon yang di lintasi jalur Cirebon Indramayu. Kawasan ini telah di kenal luas,bahkan hingga ke mancanegara. kawasan ini potensial untuk di tingkatkan menjadi obyek wisata utama,dan tempat ziarah di Cirebon pada khususnya dan untuk pengunjung luar juga pada umumnya, di samping tetap melestarikan sebagai tempat peziarahan.
Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah putra Syarif Abdullah putra Nurul Alam putra Syekh Jamaluddin Akbar. Di titik ini (Syekh Jamaluddin Akbar Gujarat) bertemulah garis nasab Sunan Ampel dan Sunan Gunung Jati. Ibunda Sunan Gunung Jati adalah Nyai Rara Santang, seorang putri keturunan keraton Pajajaran, anak dari Sri Baduga Maharaja, atau dikenal juga sebagai Prabu Siliwangi dari perkawinannya dengan Nyai Subang Larang. Makam dari Nyai Rara Santang bisa kita temui di dalam klenteng di Pasar Bogor, berdekatan dengan pintu masuk Kebun Raya.

Yuk, kita kunjungi semuanya dan  hirup aroma semerbak relijiusitas dan spiritualisme-nya!

Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka blog competition yang diadakan oleh #TravelNBlog

Beda Relijius Dan Spiritual


Beda Relijius Dan Spiritual

Selamat Hari Jumat!
Sudah lama tahu kalau relijius itu beda dengan spiritual. Btw, pagi ini iseng banget googling tentang ini, dan ketemulah aku dengan artikel di smart FM ini. 

Cekidot ya... semoga berguna :)

Ada 5 perbedaan antara religius dengan spiritual:
1.Orang religius adalah orang yang percaya bahwa Tuhan itu ada. Sedangkan orang spiritual adalah orang yang percaya bahwa Tuhan itu hadir. Orang melakukan perbuatan tidak baik karena ia berpikir Tuhan hanya ada, tapi tidak hadir. Sedangkan orang spiritual berpikir bahwa Tuhan ada di manapun dia berada.

2.Orang religius adalah orang yang merasa paling suci dan paling benar. Orang spiritual adalah orang yang melihat semua orang adalah setara, semua punya kelebihan dan kekurangan.

3.Orang religius adalah orang yang mudah melihat perbedaan, dan sensitf dengan perbedaan. Orang spiritual adalah orang yang  mudah melihat persamaan, mau menerima perbedaan, mau mendengarkan orang lain.

4.Orang religius adalah orang yang hanya mementingkan simbol-simbol agama dan ritual agama saja. Orang spiritual adalah orang menyembunyikan ibadahnya dari orang lain, dan  mempraktekkan keagamaannya dimanapun dan kapanpun   .  

5.Orang religius adalah orang yang baik dalam urusan ibadah saja. Orang spiritual adalah orang yang baik dalam semua urusan, karena menganggap semua urusan adalah ibadah.

Tanpa spiritual, ibadah yang dilakukan hanya menjadi ritual semata. Ritual agama diperlukan, tapi harus dilakukan dengan kesadaran dan cinta kepada Tuhan.  Religius adalah cara untuk meraih spiritual. Kita bisa menjadi spiritual tanpa melakukan hal-hal yang religius. Tapi hal itu tidaklah lengkap, karena beragama tanpa ibadah tidaklah lengkap. Untuk menjadi orang yang spiritual kita harus ingat dengan esensi dan hakekat kita ada di dunia ini, dan mencari makna dari setiap yang kita lakukan. Mari menjadi orang yang religius dan spiritual!
Oh ya, btw ini dua novelku yang pinginnya relijius dan spiritual sih. hehe
Dapatkan di toko buku terdekatmu ya. Hatur nuhun

sumber: http://radiosmartfm.com/smart-happiness/10067-orang-religius-atau-orang-spiritual.html

Benih

Benih

Benih
Aku  tahu kita pernah sama-sama menunggu waktu ini tiba. Saat mata kita saling mencuri pandang. Langkah kita perlahan saling mendekat. Senyum kita saling menyapa. Mulut kita terkunci tetapi hati bicara. Yang sama-sama tak pernah kita duga adalah kita sama-sama tak tahu ujung dari jalan setapak yang sempat kita lalui. Dengan benih yang kita sama-sama temukan di sana, apa yang hendak kita lakukan padanya. Menyimpannya saja? Menyirami dan merawat serta melihatnya tumbuh? Atau justru membuangnya?

Benih itu perlahan bergerak menjauhi keduanya. Dia kembali ke setapak saat mereka menemukannya dulu. Dia menelusup kembali ke dalam bumi. Yang tak berdasar. 



RIP Angelina

RIP Angelina

Ada banyak kata yang tak bisa terucap ketika peristiwa ini meluluhlantakkan hati kita semua. 
Dari kejadiannya yang membuat beberapa perempuan yang pernah mengalami hal yang sama di masa kecilnya, mungkin menyelinap dalam hati kecilnya sebersit kesyukuran bahwa mereka dulu tidak harus terbunuh juga. 

Pelecehan yang dialami Angelina adalah juga yang dialami Yana di novel Matahari Mata Hati terbitan Tiga Serangkai. Adalah juga yang dialami Dewi Angelina Sukamto yang karakternya kutulis jauh-jauh dari sebelum hari ini. Dia adalah salah satu dari 24 karakter di Pestifale Gigir Perigi yang kuceritakan waktu itu bersama kelas BEWF 2015

Dan waktu kejadiannya, Sya'ban, adalah waktu yang sama dengan saat terbunuhnya salah seorang sahabat kami tercinta di kampus. Sampai sekarang rasanya kaki masih gemetar, dan ada ngilu seperti ada yang menyayat tajam di dalam dada. 


astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah



Inilah Industri

Inilah Industri

Kemarin itu ada dua event yang berlangsung di hari yang sama. Rayakan Indonesiamu yang digelar Mizan  dan Penghargaan Cerpen Terbaik yang digelar Kompas.

Eh ini mah masih mending, karena yang satunya siang, satunya lagi malam. Jadi buat hybrid macam aku, bisa sana-sini kalau saja aku pas di Jakarta. ehehe. Untung deh anakku pas test jadi aku musti di rumah , so ora iso pencilakan dhisik.

Tanggal 12 Juni ini ntar gantian di Jogja yang ada acara tumpuk-tumpukan kayak gitu. Jadi memang masing-masing lembaga aka corporate sama-sama berlomba-lomba bikin event. Yes. bagus banget.

Di Semarang, tanggal 13 Juni juga tumpuk-tumpuk tuh acara. Seandainya saja bisa membelah diri, mungkin bisa sana-sini. Ufh. Soalnya event yang satu di ujung gunung barat, satunya lagi di ujung gunung timur. Bakal ngos-ngosan juga kalau ngejar semua-mua.

Btw yang menarik dari industri ini antara lain aku melihat sebenarnya beberapa penulis yang akhirnya baru diketemukan media X, penerbit Y, dst bahkan termasuk yang semalam memenangkan perhargaan cerpen terbaik Kompas itu sesungguhnya sudah pernah ditemukan awal kalinya dan bukunya diterbitkan oleh si Bapak keren kita yang mengenalkan kata konslet otak dan mencret itu. Keren mah memang si bapak. Aku sudah pernah merasakan sendiri bagaimana stroom-nya yang besar, yang hanya dengan 'energi tak tampak'nya bisa menggerakkan kita mencari, menemukan ide, lalu bergegas dan lancar menuliskan cerita yang ada dalam kepala kita. Salut.


terus saja

terus saja


terus saja hujani pagi dengan racauan cintamu
terus saja basahi ranting jiwaku dengan embun rindumu

biar tumbuh benih yang terlanjur kita temukan di setapak waktu itu
biar kembang
biar mekar

biarkan saja durinya melukai kita
karena bunga tanpa duri pastilah palsu

terus saja
biar

atau baiknya tinggalkan kisah ini segera
karena yang mekar di antara kita pasti akan layu jua

mana yang akan lebih membawa luka



Gurami Lempung Bakar Di Pemancingan Brubus


Gurami Lempung Bakar Di Pemancingan Brubus

Pertama kali ke pemancingan Brubus dulu waktu lebaran tahun 2010. Pas tahu ternyata pemiliknya pernah haji pada tahun 2009, tahun yang sama dengan kami, aku dan adik-adikku (ada kisahnya di Miss Backpacker Naik Haji) kami jadi lebih sering berkunjung ke sana.

Tempatnya lumayan asoy. Tidak terlalu jauh dari pusat kota, tapi juga tidak bising dan langsung pepet dengan sawah dan sungai. Alami, natural dan menenangkan.



Belakangan kemudian aku baru tahu kalau dari semua pemancingan di kota wali, Brubus inilah yang paling nikmat masakannya. Baik bakaran dan gorengan ikannya, maupun sambalnya. Favoritku selain pecel lele (yang memang masakan kesayangan sejak aku masih orok) adalah nila bakar.




Tapi sesungguhnya andalan Brubus yang legendaries adalah gurami garang asem dan bakar lempung. Kedua menu itu konon menjadi masakan yang paling banyak dipesan. Cara pembuatan gurami bakarnya adalah melapisi  kulit ikan dengan lempung lalu dibungkus daun pisang. Setelah terbungkus, baru dibakar yang di dalamnya diberi lempung.  Ketika daun terkelupas bersama lempung, berarti ikan telah matang. Makanan ini terasa berbeda dengan bakar biasa. Apalagi ketika disajikan dengan bumbu asem manis.


Kedua jenis masakan tersebut memiliki bumbu khusus yang tidak ditemukan di rumah makan lain. Keistimewaan ikan ternyata karena mempunyai kandungan minyak hewani yang cukup banyak. Minyak tersebut membuat seluruh dagingnya terasa gurih dan semua bumbu merasuk ke dalam daging.

Setiap porsi garang asem ikan gurami Rp 17.500/porsi, sedangkan bakar lempung Rp 30.000/kg.


Buat Yang Jago Film

Buat Yang Jago Film


Nih, ada lagi lomba buat yang jago bikin film.

Indonesian Short Film Festival 2015 adalah ajang festival film pendek yang diselenggarakan oleh SCTV sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ulang tahun SCTV yang ke-25.Bagi SCTV, ajang seperti ini bukanlah yang pertama. Tercatat sebelumnya SCTV pernah sukses menggelar Festival Film Independen di tahun 2001-2003.

PENDAFTARAN
1. Periode kompetisi film pendek di Indonesian Short Film Festival tanggal 15 April - 27 Juni 2015.
2. Kategori yang dilombakan adalah Drama, Thriller, Komedi, Action, Animasi.

3. Film berwarna dengan format Standar Definition (PAL: 720 x 576) atau High Definition (1080 pixels) berdurasi 5-15 menit

4. Pendaftaran dilakukan dengan upload ke Vidio.com:

- Trailer durasi 30 detik  dengan format judul: ISFF 2015 (spasi) judul (spasi) trailer

- Film pendek durasi 5-15 menit dengan format judul: ISFF 2015 (spasi) judul (spasi) full


KETENTUAN
1. Panitia akan melakukan seleksi terhadap seluruh film yang didaftarkan ke www.vidio.com akan diseleksi menjadi 100 judul terpilih (maksimum 20 judul setiap kategori) untuk kemudian dipilih 50 judul finalis (maksimum 10 judul setiap kategori) di setiap kategori film pendek yang dilombakan. Setiap peserta masuk dalam tahapan terpilih maupun final akan mendapat pemberitahuan melalui email dari panitia Indonesian Short Film Festival 2015.

2. Penilaian masing-masing kategori kompetisi akan dilakukan oleh para juri kredibel yaitu Monty Tiwa, Dennis Adhiswara, Acha Septriasa, dan Sidi Saleh.

3. Semua izin yang diperlukan  untuk pendaftaran film pendek, yang berkaitan dengan termasuk tetapi tidak terbatas pada pencipta/pemegang hak cipta, talent, musik, bunyi, suara, gambar, dan klip yang digunakan dalam film pendek yang didaftarkan, apabila ada, merupakan tanggung jawab pendaftar sepenuhnya.


HADIAH
- Film terbaik masing-masing kategori akan ditayangkan di SCTV sebagai bagian dari rangkaian HUT SCTV ke-25 pada tanggal 18-22 Agustus 2015.
- Pemenang masing-masing kategori Film Pendek Terbaik yang dilombakan akan menerima hadiah uang sebesar Rp. 25.000.000,00, dan untuk Film Pendek Favorit sebesar Rp. 15.000.000,00.
- Pemenang akan menerima piala dan piagam penghargaan dari SCTV.
- Film terbaik akan direkomendasikan kepada para produser film Indonesia untuk dibuat dalam versi film panjang
- Film pendek yang terpilih akan dibuat dalam format film televisi.
- Pemenang akan mendapatkan penawaran kontrak ekslusif sebagai film maker di www.vidio.com.
- Hadiah dan penghargaan akan diberikan kepada pemenang pada acara HUT SCTV Ke-25 tanggal 24 Agustus 2015, dan disiarkan secara live di SCTV. Pemenang akan dihadirkan dengan biaya transportasi dan akomodasi dari Panitia Indonesian Short Film Festival 2015.

Pengumuman dilakukan pada program Inbox dan penyerahan hadiah diberikan pada program HUT SCTV Ke-25 tanggal 24 Agustus 2015 live di SCTV.


* Dengan mendaftarkan film pendek pada Indonesian Short Film Festival 2015, berarti pendaftar telah mematuhi peraturan yang ditetapkan di Syarat dan Ketentuan ini.
**Keputusan panitia dan Tim Juri Indonesian Short Film Festival 2015 adalah mutlak, final, dan tidak dapat di ganggu gugat.


Serunya MIWF 2015

Serunya MIWF 2015


Meski tahun ini belum sempat ke Makasar dan menghadiri MIWF, tapi seru juga mengikutinya via time line twitter. Terpujilah mereka yang suka rela mengaliri TL dengan livetweet.

Dan kalau dilihat-lihat, ternyata para penggagas festival sastra ini para perempuan lho.
Ada bu Janet dengan UWRF nya, mbak Lily dengan MIWF nya dan mbak Okky dengan ALF-nya,

Jadi kita tunggu saja ya, siapakah perempuan berikutnya yang menyusul mereka? :)





Bertajuk Knowledge and Universe, tahun ini MIWF mengangkat cendekiawan hebat asal Makasar yang legendaris. (Meski bagi kita yang di luar Makassar tentu saja nama ini baru terdengar)

Seru dan keren juga kan, acara sastra tapi menengahkan ilmuwan dan cendekiawan.
Karena hidup memang harus seimbang.

Btw, di grup fesbuk kemarin pas aku woro-woro acara ini dan sekaligus promo novel Gus yang kebetulan juga diusung ke MIWF, teman-teman antusias mau datang dan selfie bareng Gus.

Mari kita tunggu jepretan mereka. Eh kamu yang di Makassar dan sekitarnya, kutunggu juga ya review dan komentarnya atas novel Gus.

Selamat membeli dan membaca Gus :)


Another Book With My Endorsment

Another Book With My Endorsment


Ini ada satu lagi buku yang salah satu endorsment-nya minta dariku. Uhuk.
Sebelumnya ada beberapa novel dan buku juga. Sudah pernah kuposting di blog ini. (Biasanya jadi ter-detect di related posting kan ya. Hehe)

Pas launchingnya juga dapat undangan, tapi sedang barengan ada acara lain jadi nggak bisa datang.


Ada yang mau di-endorse lagi buku atau novelnya? 
Silakan....monggooo...


Islamic Book Fair Di Braga Bandung

 Islamic Book Fair Di Braga Bandung


Wah, ada event ini lagi. Terakhir ke Islamic Book Fair Bandung ya pas masuk seleksi dan dapat undangan workshop KPK & PBA yang akhirnya menghasilkan buku Tunas Integritas itu.

Wow, sudah lama sekali ya. Ada yang mau ngajak saya ke Bandung lagi mungkin?
He3. ngareeep.'

Btw, kali ini pamerannya berlangsung 1-7 Juni 2015.
Be there ya! ^_^




Dan jangan lupa beli buku-bukuku yang ada di sana, baik yang lama maupun yang baru. Pokoknya borong semua deh. Mumpung diskon. Iya kan? Namanya juga pameran. 
Nah ini cover dua novel terbaru. Gus terbitan Kaki Langit Kencana (Prenada Media) dan Matahari Mata Hati terbitan Tiga Serangkai.

Go grab it! 




Novel Gus di Makasar International Writer Festival

Novel Gus di Makasar International Writer Festival


Sedih banget tho karena belum bisa ikut datang ke Makasar untuk ikut berpesta dan berfestival di MIFW. Hiks hiks. Tapi yakinlah bahwa hidup ini sebenarnya sudah adil seadil-adilnya. Karena toh kalau harus pergi ke sana, apa iya tega ninggalin anak-anak yang sedang bergulat dengan test di sekolah? Sebagai ibu yang baik kan musti nemani mereka belajar. Iya kan?
Aaamiin....

Btw, alhamdulillah insya Allah novel Gus tetap bisa ikut berpesta di MIWF.
So....buat teman-teman di Makasar dan sekitarnya, dan siapapun yang datang berfestival di MIWF 2015, sila datang ke pamerannya MIWF, tepatnya booth penerbit Kaki Langit Kencana dan dapatkan novel Gus di sana ya.

Terus...jangan lupa ikutan kuis #SelfieDN  DL 15 Juni 2015.

Oh ya, festival berlangsung dari 3-6 Juni 2015.
So don't miss it!


btw, tetap terus berharap, smoga suatu saat bisa ke MIWF berikutnya, berkunjung ke Makasar dan menghirup keeksotisannya. Aamiin.

Oh ya, yang sebenarnya sih saya ternyata sudah ikut ambil bagian dari MIWF, karena Dee Coaching Clinic di beberapa kota itu sesungguhnya merupakan event satelit dari MIWF ini. Yeay, alhamdulillah.