Ketika Sebuah Korporasi Jatuh

Ketika Sebuah Korporasi Jatuh


Terlalu punya ekspetasi tinggi lalu tidak mengukur diri seringkali menjadi penyebab jatuh dan bangkrutnya suatu bisnis. Ketika dia kollaps, bukan sang pengusaha dan keluarganya saja yang kocar kacir, tetapi juga penanam saham di sana.

Beberapa orang melarikan diri, beberapa yang lain bunuh diri. Yang tinggal tapi bertahan dalam keterpurukan seringkali seperti tidak hidup tidak mati. Keluarga kekurangan, sementara para penanam saham dan pemberi piutang sudah pasti terus datang untuk menagih.

Hanya sedikit dan segelintir yang berhasil bangkit, entah untuk sekedar jalan kembali dan berhasil membayar hutang-hutangnya, atau malah bahkan ada yang kemudian melesat tinggi meraih kesuksesan yang tak terbayang sebelumnya.


Seorang pengusaha yang tangguh dan ulet dalam bekerja,  pasti bisa melewati tahapan pahit dalam proses mewujudkan visi dan misinya.

Ketika Anda mengalami situasi yang sulit dalam usaha Anda, semua akan terasa lebih mudah jika kondisi lingkungan Anda tetap positif. Namun itu semua belum tentu terjadi. Seorang pengusaha bisa saja merasa putus asa dan mengalami penurunan rasa percaya diri. Dari faktor eksternal, bisa saja tantangan tersebut berasal dari pihak keluarga. Belum tentu anggota keluarga 100% mendukung Anda. Apalagi jika pekerjaan Anda sebelumnya sangatlah mapan dan Anda lebih memilih memasuki dunia wirausaha. Kebangkrutan dapat menjadi sebuah titik lemah dimana anggota keluarga Anda bisa menggoyahkan semangat untuk terus maju.

Bila Anda mengalami putus asa saat mengalami kebangkrutan, beberapa saran di bawah ini akan bisa membantu Anda untuk bangkit dari kebangkrutan Anda.

1. Berkomunikasi dengan pengusaha yang pernah mengalami hal yang sama

Ketika Anda mengalami kebangkrutan, tetaplah berkomunikasi dengan banyak orang. Dan yang utama Anda juga harus mendekatkan diri kepada Tuhan agar bisa cepat bangkit. Kokohkan jaringan bisnis Anda karena saat genting seperti ini jejaring bisnis menjadi jaring pengaman yang bisa mengangkat Anda dari kebangrutan.

Akan lebih baik lagi jika Anda memiliki mentor atau setidaknya rekan yang sudah lebih banyak memiliki pengalaman dalam dunia wirausaha. Anda bisa mencoba untuk meminta sebagian waktu mentor atau rekan Anda untuk bisa mengobrol lebih dekat. Jika Anda dikenal sebagai pengusaha yang suka bekerja keras dengan reputasi yang baik, kebangkitan dari kebangkrutan hanyalah soal waktu. Apabila Anda pernah membantu beberapa rekan sesama pengusaha sebelumnya, Anda bisa meminta bantuan mereka untuk bangkit dengan cara yang sama-sama saling menguntungkan. Inilah manfaatnya jika Anda memiliki jejaring bisnis sehingga Anda tidak akan pernah sendirian menghadapi krisis.

2. Yakinkan diri bahwa badai pasti berlalu

Roda pasti berputar. Dalam kehidupan pasti ada perputaran antara masalah dan kebahagiaan. Semua masalah, termasuk kebangkrutan yang Anda alami pasti akan memiliki ujung dan ada penyelesaiannya. Pupuk terus sikap pentang menyerah dan pelihara kemampuan untuk berpikir jernih. Memang tidak mudah, namun inilah yang harus Anda lewati sebagai seorang pengusaha.

3. Minta bantuan pihak ketiga yang profesional

Agar masalah kebangrutan terselesaikan dengan tuntas, Anda bisa menyewa jasa tenaga profesional. Jenis jasa ini disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda. Misalnya jika Anda ingin menegosiasikan utang piutang, Anda bisa menyewa jasa penasihat hukum atau konsultan bisnis yang berpengalaman dan terpercaya. Semua ada proses dan keinginan secara instan akan menjadi bumerang bagi Anda.

4. Pertahankan perusahaan

Ketika perusahaan mengalami kebangkrutan, lebih baik seorang pengusaha berusaha mempertahankan sampai batas kemampuannya. Saat-saat seperti ini menjadi saat yang sesuai untuk menguji kesetiaan para karyawan. Selain itu, dengan mempertahankan perusahaan, masih terbuka peluang bagi Anda untuk menyelesaikan masalah keuangan (seperti utang piutang) yang menjadi sumber masalah utama kebangkrutan.

dari berbagai sumber

0 komentar:

Posting Komentar