Tanya Yang Mendapat Jawabnya

Tanya Yang Mendapat Jawabnya


Kenapa Rizal Armada?
Pertanyaan itu suatu ketika mungkin sempat tercetus dari kepalaku. Selain fakta bahwa dulu aku mengenal namanya dan nama band-nya dari cerita salah seorang temanku yang  beberapa tahun lalu bikin event untuk Armada kelilingan Sumatra, apalagi yang membuatnya istimewa?
Oh, oke, beberapa lagunya memang enak dan suaranya bagus. Tapi kan ada banyak yang lebih bagus juga dari dia.

Pertanyaan itu menghilang sendirinya seiring waktu. Senyampang dengan perjalananku menemui orang-orang hebat lainnya. Aku berhasil menemui mas Sabrang Noe Letto, menyerap energinya saat dia mau manggung.  Demikian juga dengan mas Eros SO7, energinya bahkan lebih besar. Aku sampai jejingkrakan saat berhasil menyerapnya.  Dua band ini, Letto dan SO7 punya fingerprint, yang khas, unik, dan fenomenal. Oh ya, Armada pun punya fingerprint, kekhasannya sendiri.  Meski beberapa orang ada juga yang kurang suka, sebab mungkin bukan seleranya.

Lalu ketika aku berhenti bertanya, jawaban itu justru mewujud.
Ingat ceritaku tentang sahabat penaku semasa SMA, dan yang membuatku ingin mengunjungi kotanya? ternyata Rizal itu dari sana asalnya, Palembang.
Empek-empek adalah makanan favoritku, dan ternyata Rizal barusan buka usaha kuliner empek-empek di Kemang.
Pacarku waktu kuliah yang kuabadikan kisahnya dalam novel Lelaki Pertama berbintang Carpicorn 1 Januari, dan ternyata Rizal lahir 4 Januari.
Vespa adalah kendaraan pacarku yang kuabadikan kisahnya dalam novel The Old City And The Young Man, yang antar jemput aku ke kantor waktu itu, ternyata kendaraan Rizal hariannya adalah vespa juga.
Rizal pengen banget punya anak (adopsi) sebelum nikah karena ingin punya tanggung jawab lebih tinggi dalam kehidupannya, dan aku kan sudah punya dua anak. Iya kan? Walah...ngaco deh.
Oh ya, ternyata juga kakek nenek kami sama-sama dari Solo. Dan kami ternyata sama-sama sekolah teknik bangunan.
Btw, ternyata Rizal humoris banget, jenaka abis. So warm and lovable :D



saat tanya menemukan jawabnya (photo courtesy by Slams)





0 komentar:

Posting Komentar