Tolikara, Kepedulian Dan Toleransi Kita

Tolikara, Kepedulian Dan Toleransi Kita


Ketika kasus Tolikara mengemuka, aku langsung ingat novel yang pernah ku-endorse bareng mas Seno Gumira Ajidarma. Judulnya Cinta Putih Di Bumi Papua. Tapi demikianlah novel, ia seolah tidak punya daya di tengah kemriuk para oknum yang suka menggoreng dan membakar masyarakat kita.

Secara sepintas lalu sudah kelihatan sih sebenarnya kalau semua itu pastilah didalangi oleh para pembuat makar dengan segala kepentingannya. Karena sesungguhnya di bumi Papua yang asli, seluruh pemeluk agama yang berbeda sesungguhnya saling menghormati, saling menghargai dan bertoleransi.

Dengan adanya peristiwa ini, timeline twitter jadi ricuh banget. Bacanya sampai bingung. Dan akhirnya memilih tidak berkomentar apapun. Pada saat-saat seperti ini, tulisan para tokoh yang terpercaya sajalah yang akhirnya kita lirik. Sebab lihat saja apa yang dianalisa oleh salah satu lembaga pengamat media.

http://www.remotivi.or.id/kabar/161/Insiden-Media-di-Tolikara

Pak Faisal Basri merangkumkan untuk kita beberapa hal:
Sejauh ini agaknya pernyataan Menteri Agama dan Menteri Sosial yang "lempeng". Menteri Sosial lebih banyak berbut nyata dan cepat. Sedangkan lainnya: begitulah???? seperti terbaca di bawah ini.
5.  Datang ke Tolikara, Mendagri: Ini Bukan SARA, Tapi Masyarakat yang Emosihttp://news.detik.com/berita/2971924/datang-ke-tolikara-mendagri-ini-bukan-sara-tapi-masyarakat-yang-emosi


0 komentar:

Posting Komentar