Yang Bangkit Dari Bangkrut #2: Jemmy Suhadi

Yang Bangkit Dari Bangkrut #2: Jemmy Suhadi


Jemmy Suhadi benar-benar terpukul begitu barang dagangannya habis saat kerusuhan melanda Jakarta, Sabtu, 27 Juli 1996. Kerusuhan itu bahkan hampir merengut nyawanya dan sejumlah karyawannya seandainya ia tak secepatnya mengevakuasi mereka dengan menjebol genting dan meloncat ke pekarangan rumah di sebelah.

Sore itu, toko musik Chic's Musik di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, yang didirikannya, mulai digedor-gedor sekelompok orang yang memanfaatkan kerusuhan yang melanda Ibu Kota. Tiga gedung di sampingnya sudah mulai dilalap api. Orang-orang di depan tokonya makin beringas. Sejurus kemudian tatkala hari makin gelap, sejumlah orang mulai memboyong aneka alat musik dari dalam tokonya. Tak lama api ikut merajalela dan tokonya pun ludes. 

Semua barang dagangan itu, kata Jemmy, merupakan titipan pemasoknya dengan sistem konsinyasi. Yang makin memukulnya, saat itu industri asuransi Indonesia belum mengenal asuransi kerusuhan sehingga tak ada asuransi untuk barang-barang yang dijarah. Kerusuhan yang menimpa tokonya menelan kerugian sampai sekitar Rp 1 miliar dan kini berubah jadi utang bagi Jemmy. Seandainya saja seluruh hartanya yang berupa rumah dan mobil ia jual, paling hanya terkumpul Rp 250 jutaan, tak cukup untuk menutupi utang tersebut. Dengan kondisi seperti itu Jemmy tengah menuju kebangkrutan. 

Tetapi keajaiban terjadi. Tahu bahwa toko Jemmy ludes para pemasoknya datang menyemangatinya agar bangkit. Jemmy yang terpukul kemudian menyewa toko baru di Jalan Pemuda, Jakarta Timur. Tak sampai tiga bulan, 1 Oktober 1996, toko Chic's Musik baru pun berdiri dengan jumlah barang dagangan yang justru lebih banyak dibanding yang habis terbakar itu. Menurut Jemmy, nilainya sekitar Rp 1,5 miliar. “Ini Tuhan yang mengatur,” ujarnya. Sejak itulah Chic's Musik berkembang pesat. 

"Bangkit dari kubur, barangkali bisa cocok diberikan pada kondisi seperti yang pernah di alami Jemmy".  

 Pada kondisi tersebut bisnis Jemmy sudah hampir mati. Siapa menduga ia bisa bangkit secepat itu dan kini menjelma menjadi perusahaan alat musik dan pendidikan musik besar di Indonesia. Jumlah cabangnya sudah sembilan dengan ribuan murid yang pernah belajar musik di berbagai cabangnya. Tak banyak pengusaha Indonesia yang bisa bangkit seperti itu tatkala kebangkrutan sudah di depan mata. 

Kunci kebangkitan Jemmy karena ia sudah menanam bibit bagus saat mengelola bisnis sebelum kejadian tersebut. Ia dikenal jujur dan gigih mengelola bisnis. Tanpa bekal itu tak mungkin para pemasoknya mau mendorongnya lagi untuk membangkitan bisnisnya yang hancur dan mau menitipkan barangnya di toko Jemmy.

0 komentar:

Posting Komentar