Blogger news

Searching...

Yang Bangkit Dari Bangkrut #3: Perry Tristiantono

Yang Bangkit Dari Bangkrut #3: Perry Tristiantono


Raja Factory Outlet (FO) Perry Tristiantono juga pernah berganti-ganti usaha pada tiga tahun pertamanya mengelola bisnis sendiri. Setelah itu bisnisnya terus membaik. Seperti ditulis majalah Warta Bisnis beberapa waktu lalu, pada tahun 1990, setelah mencoba usaha di bidang T-shirt dan perusahaan rekaman ia mencoba membuka toko jins di kawasan Cihampelas Bandung dengan menggunakan merek Blue Note. Saat itu bisnis jins memang sedang booming di Cihampelas dan ia pun kecipratan berkah. Perry sampai menambah tokonya menjadi enam.

Tapi booming bisnis jins di kawasan itu segera meredup. Untungnya Perry menangkap lebih dulu kecenderungan itu. Tahun 1992 ia mencari terobosan dan menemukan peluang saat melihat penetrasi gerai Indomaret yang gencar ke pelosok. Dalam pikirannya, pembukaan gerai Indomaret sudah pasti melalui survei pasar. Jika mengikutinya ia akan menemukan pasar baru. Maka ia pun mendirikan gerai jins di samping Indomaret. Ternyata strateginya benar. Perry sampai memiliki 17 gerai saat itu.

Tahun 1995 ia menemukan celah lain. Menurut dia, saat itu banyak produsen pakaian bermerk yang selalu melebihkan produksinya. Sisa produksi berupa pakaian berkualitas yang reject untuk diekspor itulah yang kemudian dibeli Perry dengan harga murah dan dipajang di gerainya. Inilah awal rintisannya membangun FO. Dengan berani ia meminjam modal sampai Rp 250 juta ke Bank Danamon. Dengan modal itu ia mendirikan FO dengan nama Big Price Cut. Sejak itulah nama Perry disebut-sebut sebagai jagoan di bisnis FO. Suksesnya lalu diikuti pengusaha lain karena ternyata bisnis FO cukup menggiurkan. 

Belakangan, Perry mendapat julukan sebagai “Raja FO” karena banyaknya FO yang ia dirikan. Sekarang bisnisnya tak hanya di FO. Tahun lalu, antara lain, ia mencoba bisnis makanan dengan mendirikan Rumah Sosis. Kepakan sayap bisnisnya yang luas itu tak akan terjadi jika ia sudah mengalah saat pasar mempermainkannya dulu.

0 komentar:

Posting Komentar

 
badge