Kita Dalam GenggamanNya

Kita Dalam GenggamanNya


Apa yang lebih baik daripada mendapatkan kesadaran yang hakiki? Sepertinya dari banyak momen di lebaran kali ini, mungkin yang barusan terjadi seharian kemarin ini adalah Momen Lebaran yang #LebihBaik 

Kenapa menyebutnya sebagai momen lebaran padahal agak jauh dari hari Raya Idul Fitri? Karena momen ini masih ada dalam bulan Syawal, dan sesungguhnya justru membawa diri ini lebaran. Lebih lebar. Juga lebar alias usai dan selesai.

Mungkin kata-kata dan untaian kalimat tak akan cukup menggambarkan bungkahan perasaan dan juga tingginya pelajaran kehidupan yang kudapat. But I'll try to tell the story. Semoga kita semua mendapatkan ibrah dan pelajarannya yang berguna. Aamiin.

Pagi kemarin dengan harapan membuncah, kaki melangkah keluar rumah. Ada banyak agenda hari ini yang harus dilalui, meski baru saja sembuh dari sakit flu selama beberapa hari sejak Idul Fitri.

Belok dulu ke mart beli kado buat dedek bayi. Terus ke radio gajah mada FM, nge-drop buku baru Bidadari Surga Pun Cemburu untuk jadual talkshow berikutnya.


So excited sebab beberapa waktu lalu  sempat juga sharing tentang novel Matahari Mata Hati. Sama-sama terbitan Tiga Serangkai.


(Bukunya bisa teman-teman dapatkan di toko buku Gramedia, Togamas, Tisera dll. teteup promo ya:D)

Dari radio, sebenarnya mau mampir ke tobuk Gramed untuk sidak dan foto-foto seperti biasanya kalau ada rilis buku baru, tapi kayaknya musti irit energi dan perhatikan waktu, jadi cap cus ke RS Hermina. Alhamdulillah bisa nengok 'keponakan' baru dan teman alias saudara komunitas tersayang. Dan pagi itu melihat lalu tetiba sadar bahwa kita segedhe ini sekarang ternyata dulu waktu lahir masih harus latihan ngenyut dulu utk bisa melangsungkan kehidupan. ya Allah. Subhanallah.
Betapa besar karuniaNya pada kita ya. Subhanallah.

Lanjut ke terminal berikutnya, agenda paling penting yang sudah dinanti selama beberapa tahun, sudah dijanjikan dalam dua bulan terakhir ini. Nggak percaya sebenarnya bahwa hari ini akan tiba.

Tapi ternyata memang untuk  menuju sebuah pertemuan agung, Dia takkan memberi jalan mudah. adakah kita bersedia menempuhi ujian, cobaan dan rintangannya? Jadilah siang itu kita menyisir jalanan. sembari sepanjang jalan terus kontemplasi dan intropeksi. Kadang-kadang kita mengkhawatirkan hal-hal prithilan, sementara hal yang lebih urgen malah terlewatkan. Inilah Life Lesson, pelajaran kehidupan.

Sehingga akhirnya takdir bicara, alhamdulillah bertemu dan belajar langsung dari maestronya. Sang suhu. The Aristocrat Lady. Ibu NH Dini.

another serendipity, Ibu NH Dini, speechless
Subhanallah, banyak sekali pelajaran tentang menulis ataupun tentang kehidupan yang kami dapat hari itu dari ibu NH Dini. Terima kasih telah berkenan menemui, menginspirasi dan menumbuhkan kesyukuran dalam diri kami, Eyang :)

Trus karena nggak mau melewatkan hadiah voucher nonton, akhirnya  penghujung hari itu ditutup dengan Surga Yang Tak Dirindukan. Dan yang tadinya sempat apriori dengan tulisan mbak Asma Nadia, hari ini apriori terjawab, bahwa ceritanya bagus kok dan inspiratif.

Sudah sore, capek, masuk angin (karena tadi sok-sokan makan ala-ala food combining tanpa nasi), energi terkuras (juga pikiran sebab stress:D) akhirnya balik menempuhi tiga perempat jam perjalanan pulang dalam keadaan teleeeer. Ya Allah, aku pasrah deh. pasrah. ikhlas. dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar karena teler. (jadi inget cerita temanku yang pernah kena narkoba dan fly sambil berkendara di jalan, mungkin kayak gitu juga rasanya)

antara sadar dan tidak sadar, antara hidup dan perasaan akan mati, akhirnya alhamdulillah masuk rumah dan blek sek, langsung tepar. Ya Allaaaah....alhamdulillah.

life, healthy, destiny, happiness, sadness, opportunity, serendipity, sick, consciousness, unconsciousness, all isn't in our Hand. Allah.HU.

kita ini dalam genggamanNya, dalam genggamanNya, dalam genggamanNya. nafas,hidup,kesadaran,perjalanan,sehat,sakit,takdir-takdir.

Ya Rabb Ya Rabb. Irhamnaa irhamnaa wa tub alainaa.


Seharian itu betapa banyak pelajaranNya secara langsung, memaksa diri menandaskan kesombongan, menihilkan ego. kita ini bukan siapa-siapa tanpaNya.

Dan betapa banyak orang-orang baik di sekitar kita, atas kebaikan mereka, hari-hari indah dan kesempatan-kesempatan berharga itu hadir dalam kehidupan,memberi banyak pelajaran. Sungguh karunia terbesarNya adalah persahabatan dan juga kesadaran-kesadaran yang Dia hadirkan dalam kehidupan kita.

Twit gus Mus pagi ini menggaris bawahi pelajaran kehidupan. Menurut imam Ghazaly, orang yang paling bodoh ialah orang yang paling kuat keyakinannya tentang kebaikan dirinya.

Kita (tadinya dengan sombong) mengkhawatirkan orang yang sepuh mungkin akan kelelahan, tahunya kita yang muda justru yang teler. xixixi.

Jadilah ini Momen Lebaran yang #LebihBaik  yang semoga membawa kita menjadi lebih lebar (kesadaran, kesabaran dan pengertian juga keikhlasannya) juga lebar (usai tuntas memahami makna-makna yang bertebaran dalam kehidupan dan peristiwa yang kita lalu) Ujung-ujungnya semoga membawa diri kita menjadi insan yang lebih baik. Aamiin.





0 komentar:

Posting Komentar