Blogger news

Searching...

Ngemilbaca lelaki harimau

Ngemilbaca lelaki harimau

Heran juga ya kok aku tidak tetpancing untuk membaca bagian belakang sendiri dari novel ini. Padahal sudah menduga bahwa alasan pembunuhan yang dilakukan oleh margio pasti ditulis di ending novel ini.

Mungkin banyak Pembaca lain juga mengalami. Sebab kita terhipnotis, tepatnya eka Kurniawan berhasil menghipnotis kita untuk membaca dan tak melewatkan satu katapun.  Setelah sempat dulu membaca seperti dendam, rindu harus dibayar dengan Tunas, memang terasa karya yang ini lebih halus craftingnya.  Nggak main main sama sekali.  Really good job.  Nggak heran kalau diterjemahkan ke banyak bahasa. 

Ada suasana kampung yang kental, latar belakang kejadian tempat seperti histrography.  Penggambaran karakter yangsedemkian detail, Tiga dimensi dan kita bisa merasa kan nilai nilai kemanusiaan diunggah di cerita ini secara tidak berlebihan.  Terasa pas, pada tempatnya,plausible. 

Dan yang menjadikan cerita ini secara keseluruhan Apik dan kuat konsepnya, karena kita bisa merasakan ada paradox di sana.  Margio yang kesannya berantakan dan urusan, justru mengagungkan, memurnikan cinta dan memuliakan wanita. Sedangkan lelaki yang meniduri ibunya kelihatannya stabil, mapan, keluarga terpandang, terhormat, justru sedemikian bejat dan menghinakan wanita. 

Kenyataan bahwa dia adalah calon mertua jika margio jadi mempersunting anak perempuan nya, tidak lagi ada dalam pikiran margio sebab dia tentu saja lebih mencintai ibunya yang ternyata diperdaya.

Dan yang paling menghentak mengejutkan adalah ternyata keinginan mmebunuh itu datangnya tiba tiba. Tdk terencana.  Dia, kerentek atau intention utk mmebunuh itu sebab dipicu oleh satu kalimat, yang tak pernah diduga datangnya. 

4 komentar:

  1. Review yang unik Mbak Dian .. keren ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. hatur nuhun, mbak Mugniar :)

      Hapus
  2. Harus belajar nge-review dari mba Dian nih. Keren dan analisanya cermat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiaaah, aku juga masih harus banyak belajar. hiks.
      ayo belajar bareng mbak Wati :)

      Hapus

 
badge