Sharing kepenulisan di SMA Muhammadiyah Purwodadi

Sharing kepenulisan di SMA Muhammadiyah Purwodadi



Masih ingat ceritaku tentang obrolan seputar Raditya Dika?

Nah, kali ini capek dan lelah juga sebenarnya menderaku. Sehabis menempuh perjalanan Semarang-Medan-Batam-Surabaya-Demak, paginya musti langsung cap cus pergi ke SMA Muhammadiyah Purwodadi untuk sharing kepenulisan lagi. 

Walaupun capek, tapi rasa hati senang. Seperti juga saat hampir letoy dan loyo di Medan, kali ini pun demikian. Namun sebagaimana juga waktu gumregah lagi saat bersua ratusan peserta muda di Medan, kali ini pun di Purwodadi rasa lelah langsung hilang. 

Yang ada energi yang terbarui dan terbarukan. 
Semoga berkah dan manfaat ya. Aamiin. 

Faber castell sebagai penyelenggara sebagaimana yang waktu itu di SMKN 3 Semarang, menjadi teman yang baik selama sesi sharing kepenulisan di SMA Muhammadiyah Purwodadi juga. 

Sukses untuk lombanya yang akan digelar akhir tahun ini ya :)




Man behind the microphone

Man behind the microphone


Stories come to the writers.
Even we ignore and try to forget it. Story still come and push us to write it.  Using us as a way to speak to the world.
Begitulah kira kira ungkapannya. 


Setelah jumpa Juli lalu,  eh nggak sengaja, ternyata November ini ketemu lagi.  pas sama2 sedang ngamen di Medan.

Bang  rizal armada nyanyi di pesta nikahan, aku ngisi pelatihan sociopreneur di kampus. Eh hotelnya deketan. 
Jadi sempat melihat lebih dekat lagi keakraban dan kekeluargaannya bareng Pasmada.

Jadi draft naskah #MBTM yang sempat terbengkelai karena ditinggal mengerjakan banyak PR lainnya itu akhirnya disentuh lagi. 

#ngamen #roadshow #socioteenpreneur #sociopreneursip #enterpreneurship #meetup #rizalarmada #armadaband #pasmada #star #seleb #band #fans #novel #UpcomingBook #ManBehindTheMicrophone #MBTM


The Same Spirit :Band & Socioteenpreneur

The Same Spirit of Band and Socioteenpreneur


Seru banget pas kemarin berkesempatan mengunjungi kota medan lagi dalam rangka roadshow buku Socioteenpreneur.

Malam sebelum hari H Acara malah aku sempat kumpul bareng band Armada, kru nya dan juga pasukan tempur Armada atau yang dikenal sebagai Pasmada.

Melihat langsung keakraban dan kekeluargaannya mereka. Lalu melihat bahwa spirit dan jiwa kekeluargaan, pertemanan, kebersamaan itulah yang sebenarnya juga menjadi modal pokok terpenting dalam Aksi socioteenpreneurship.
Sebuah band yang terdiri dari beberapa personil tak akan bertahan lama untuk terus bersama sama kecuali mereka saling menahan egonya masing masing dan menempatkan persahabatan serta kebersamaan di atasnya.

Gerombolan fans juga pasti mengalami gesekan gesekan di antara para fans itu sendiri maupun dengan band yang mereka idolakan.  Entah sebab kecemburuan, kekecewaan karena beda persepsi, Harapan dan kenyataan yang diterima dan sebab sebab lainnya.  Namun loyalitas, kesetiaan dan kasih yang sudah terpatri menjadi kunci dari keberlangsungan kebersamaan ini.

Dalam socioteenpreneurship juga demikian.  Sebuah upaya berwirausaha yang berbasis komunitas tentu bersinggungan dengan masalah masalah yang membutuhkan kelapangan dada, saling penegertian, saling membantu, saling menumbuhkembangkan dan saling mendukung satu sama lain demi mencapai visi misi bersama demi kepentingan sosial yang telah dirancang dan disepakati.
Tanpa spirit dan jiwa kebersamaan ini, tiada mungkin band dan socioteenpreneur bisa terwujud dan lahir serta bertahan.
Proud of you guys,
Armada
Pasmada
Dan 400 peserta seminar socioteenpreneur yang mudah mudahan menjadi socioteenpreneur yang tangguh dan sukses.  Aamiin

GalaDinner Di Resto Gallery Hotel Ciputra

GalaDinner Di Resto Gallery Hotel Ciputra


Sedih itu kita dapat kesempatan menikmati gala dinner di restauran bagus. Tapi datang sendirian karena jomblo dan langsung capcus sebab dari perjalanan jauh lintas pulau. Daaaann... seketika baru ingat di tempat, kalau kita lupa tentang table manner. Duluuuuu sekali sudah pernah belajar tentang itu, tapi karena ya jarang dipraktekkan, jadi tidak begitu ingat.





Karena itu boleh ya kita bagikan table manner di sin buat bekal teman-teman yang mungkin akan gala dinner juga. Maaf kalau belum bisa posting tentang bagaimana mengatasi kejombloannya. Hahaha. Mungkin kapan-kapan kita bahas khusus yang itu. Uhuy. 


Etika Makan
Manusia,semenjak jaman purba,mungkin telah mengenal etiket makan.Kebiasaan untuk berbagi hewan buruan di jaman dahulu kala telah menjelma menjadi ritual.

Dalam budaya nusantara, etiket jamuan makan juga dikenal dalam beberapa budaya.Ragam kuliner Minang disajikan dalam "makan basamo" ada juga yang menyebut makan bajamba, begitu juga dengan kuliner budaya Jawa Tengah/Jogjakarta nasi tumpengnya.
Bagi anda yang berkecimpung di dunia bisnis, tidaklah aneh jika sekali waktu diundang relasi atau rekan kerja untuk santap malah di sebuah restoran atau hotel.Dan menjadi sebuah kenyataan jika kiblat etika makan banyak berkiblat ke Eropa (Perancis, Inggris) dan Amerika Serikat.
Berikut ditampilkan etika makan yang berlaku dan menjadi kebiasaan di Eropa dan Amerika.


  • Saat memulai
Tuan rumah atau penjamu akan memperilahkan duduk,persilahkan wanita disebelah anda untuk duduk terlebih dahulu.Tarikan kursi untuk nya, dan bantu saat duduk.
Setelah wanita dan anak-anak duduk, anda bisa untuk ikut duduk di tempat yang disediakan.
Ambil serbet atau napkin yang diletakkan dimeja atau diatas pirin,lipat menjadi 2.Boleh segitiga atau persegi panjang,dan letakkan di pangkuan anda.Fungsi dari napkin ini agar makanan yang jatuh ke pangkuan tidak mengotori celana atau gaun anda.Jangan tautkan serbet di kerah anda hingga menjuntai seperti mainan.
Makanan akan disajikan dari sisi kanan anda, jadi pastikan sisi kanan atas meja bersih dari benda-benda pribadi : tas tangan, gadget atau kotak hadiah untuk penjamu.Benda-benda pribadi tersebut menyulitkan waiter saat meletakkan piring.

Anda tidak diperkenankan meletakkan siku di meja.Batas tangan yang boleh bersentuhan dengan meja adalah pertengahan antara pergelangan tangan dan siku.

Saat makan, bukan dengan membungkuk dan mulut anda yang menghapiri sendok.Namun sendok yang mengarah ke mulut anda.

Penggunaan perlengkapan makan :sendok, garpu dan pisau mulai dari urutan terluar hingga terdalam.Soup spoon atau sendok sup biasanya diletakan di bagian atas dan bisa digunakan untuk menyantap sup sebagai hidangan pembuka

Jika anda bingung dengan banyaknya sendok dan garpu,jangan malu untuk bertanya kepada waiter yang menyajikan makanan, tentang perlengkapan yang digunakan.Dibeberapa tempat, perlengkapan makan disiapkan berbarengan dengan makanan yang disajikan, untuk menghindari kebingunan.Sebaiknya tunggu tuan rumah untuk mempersilahkan menikmati urutan makan, mulai dari makanan pembuka hingga makanan pencuci mulut.
  • Saat menyantap
Biasanya pramusaji akan mengantarkan roti, pilih salah satu dan letakkan pada piring roti.Jangan pindahkan roti dari atas piring,cuil roti dalam ukuran kecil.Dan dengan pisau roti yang sudah disiapkan olesi dengan butter atau margarine.Jangan mencocokkan roti dalam makanan hidangan utama.

Ketika sup disajikan,perhatikan kekentalan sup.Untuk sup kental,semacam cream soup,anda bisa menyedok dari luar ke dalam.Namun untuk sup encer, seperti Clear Chicken Soup, sebaiknya menyendok dari dalam keluar agar tidak memercik ke baju.Jangan terlalu penuh.Apabila sup dirasa terlalu panas,diamkan sebentar di sendok sup.Jangan meniupnya,karena sup bisa terpercik dan mengenai sekitar anda.

Ketika makanan utama disajikan, biasanya berupa daging atau steik,potong dengan pisau steik yang disediakan.Perkirakan ukuran potong kecil untuk sekali suap.Ketika memasukkan potongan daging steak kemulut, ujung garpu menghadap kebawah.

Jangan menambahkan garam atau lada ke makanan sebelum dicicipi atau dimakan sedikit.Hal tersebut dianggap menghina koki yang memasakkan makanan.Ada beberapa makanan yang punya tata cara sendiri 
1. Artichoke
Makannya bisa langsung dicabut dengan tangan
2. Caviar
Jangan sekali-sekali pakai alat makan yang terbuat dari metal karena bisa merusak rasa caviar itu sendiri. Biasanya disediakan alat yang terbuat dari cangkang kerang mutiara.
3. Tiram (yang sudah dibuka setengah cangkangnya)

Angkat dengan tangan kiri, kemudian ambil tiram dengan garpu tiram dengan tangan kanan.
4. Soup
disendok menjauhi badan biar ga nyiprat ke badan.
5. Risotto
Risottonya diratakan dipiring,Makan dari pinggir ke tengah piring
Jika ragu, dan tidak tahu cara menyantap sebuah hidangan, jangan malu untuk bertanya ke waiter yang menyajikan hidangan tersebut.Misal, cara memecah kulit lobster.Atau minta bantuan waiter untuk melakukannya dengan pelengkapan yang disediakan.
  • Selama Jamuan Berlangsung
Biarkan tuan rumah yang memulai percakapan.Senyumlah dengan santai saat bercakap-cakap.Jangan mengunyah sambil berbicara.Kondisikan gadget anda dalam posisi silent atau getar.Dan tidak diperbolehkan memainkan gadget saat mekan malam.
Apabila hendak ke kamar kecil, ijinlah ke penjamu anda dengan mengucapkan “maaf” atau “sorry” atau “pardon me”.Selesai makan,letakkan sendok garpu di piring dengan posisi lurus.Bisa tertelungkup atau telentang.
Selesai setiap hidangan appetizer, soup, main course, dessert , cutlery (dinner knife, dinner fork, dinner spoon, dessert knife, dessert fork, soup spoon) menghadap arah jarum jam 5.Piring yang telah kosong akan diambil dari sisi kiri anda,agak geserlah ke sisi kiri piring yang telah kosong untuk memudahkan waiter mengambilnya. Mengeser piring ke sisi kiri juga tanda bagi waiter bahwa piring tersebut bisa diambil dari meja.Biarkan remah-remah makanan yang jatuh dimeja dibersihkan oleh waiter.
Jika ada daging yang menyangkut di gigi, jangan mencongkelnya di depan umum.Cobalah dorong dengan ujung lidah anda.Jika tidak berhasil, ijinlah ke penjamu untuk ke restroom atau toilet.Berkumurlah di wastafel atau congkel serpihan daging tersebut dengan tusuk gigi.

Menutup dengan Elegan
Jamuan makan, biasanya ditutup dengan makanan pencuci mulut.Bisa berupa es krim,kue-kue manis atau buah potong.Anda juga bisa memilih secangkir kopi atau teh hangat sebagai penutup.


Apabila anda sebagai tuan rumah jamuan, datanglah 30 menit sebelum acara berlangsung.Dan pastikan semua tertata rapi.Kenali Restaurant Captain yang bertugas melayani meja anda.Jika yang anda jamu dirasa penting, tidak ada salahnya anda meminta Restaurant Manager yang bertugas (On Duty Manager) untuk menemui anda untuk membicarakan kelancaran jamuan santap makan.Ingat, anda adalah tuan rumah yang bertanggungjawab atas tamu-tamu anda.

Jangan panik jika ada gelas atau piring yang jatuh.Biarkan waiter yang bertugas merapikan. Sebaiknya tersenyumlah dan lontarkan gurauan kecil agar tamu anda tidak mendapat malu.Gunakan kalimat bercanda, misal "Bisnis kita pasti lancar, soalnya masalah ikut pecah sama gelas yang jatuh tadi "

Anda harus menunggu semua tamu pulang sebelum melakukan pembayaran.Lebih baik gunakan Kartu Kredit/Kartu Debit agar tidak repot saat membayar.Bill akan diletakkan dalam wallet/dompet yang diantar ke meja anda

Hal-hal lain yang bisa diperhatikan saat diundang Jamuan Makan :
  • Datang tepat waktu.
  • Sampaikan keluhan atau permintaan kepada pelayan dengan sopan.
  • Menjaga etiket sama dengan menjaga privasi
  • Berterus terang diawal kepada penjamu, misal anda alergi seafood tolak dengan halus saat tuan rumah menawari seafood.Demikian juga atas larangan agama anda, anda tidak diperbolehkan menyantap makanan dari hewan tertentu.
  • Jika anda diajak bersulang oleh tuan rumah, lakukan dengan antusias.Jika anda,atas dasar agama atau kepercayaan tidak minum dengan alkohol,lakukan dengan gelas yang berisi minuman bersoda.
    Jangan bersulang dengan air bening/air mineral kepada tamu berkewarganegaraan Jepang.Bersulang dengan air bening, pada perang dunia ke-2 merupakan ritual yang dilakukan oleh pilot kamikaze atau pilot bunuh diri.
  • Jangan bergunjing.
  • Aktiflah bercakap-cakap di meja makan.
  • Jangan mengambil perlengkapan makan yang sudah jatuh kelantai. Selaiknya, minta perlengkapan baru kepada waiter yang bertugas.
  • Ucapkan terima kasih kepada penjamu.
  • Siapkan uang cash untuk tip.







Rijsttafel (dibaca "rèisttafel") merupakan cara penyajian makanan berseri dengan menu dari berbagai daerah di Nusantara yang berkembang dari kolonial Hindia Belanda yang mengadopsi kebiasaan makan menggunakan menu utama dengan nasi. Cara penyajian ini populer di kalangan masyarakat Eropa-Indonesia, namun tetap digemari di Belanda dan dihidupkan lagi di Indonesia pada masa kini.
Rijsttafel pada dasarnya adalah konsep penyajian makanan lengkap ala restoran di Eropa, yang diawali dengan makanan pembuka (appetizer), lalu makanan utama, dan diakhiri dengan makanan penutup. Titik berat ditujukan pada cara penyajian dan kemeriahan. Dalam rijsttafel, makanan yang disajikan bukanlah masakan Eropa melainkan masakan Nusantara, masakan "hibrida" barat dan Nusantara, serta —sebagian kecil— menu Barat. Yang terakhir ini biasanya yang berkaitan dengan menu beralkohol, seperti anggur atau gin.Menu yang disajikan dengan cara ini bervariasi, tergantung selera. Menu standar biasanya melibatkan nasi goreng, rendang, opor ayam, sate (babi), dilengkapi dengan kerupuk dan sambal.



sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/511e40900b75b4324e000001/tentang-table-manner--table-food-services--etiket-jamuan-makan/

Jamuan formal terdiri dari beberapa menu
  • Hidangan Pembuka (Appetizer).
  • Sebelum hidangan pembuka disajikan biasanya diatas meja disediakan roti sebagai panganan, Anda bisa makan roti ini dengan tangan. Hidangan pembuka biasanya juga terdiri dari dua macam, Hot Appetizer dan Cold Appetizer.
  • Hot Appetizer biasanya Sup. Aduklah sup itu perlahan, jangan dipangku ditangan Anda, biarkan tetap diatas meja. Jangan sekali-kali meniup sup. Gunakan sendok sup yang sudah disediakan, biasanya lebih kecil.
  • Cold Appetizer bisa berupa salad, ambil garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan, sekali lagi pilihlah alat makan yang disediakan, biasanya lebih kecil dari alat makan hidangan utama. Janagn ragu-ragu mengelap mulut Anda bila ada sisa makanan disana. Jangan mengelap dengan satu tangan.

Hidangan Utama (Main Course)

Bila hidangan utama sudah tiba, jangan salah kalau Anda sedang diundang jamuan makan ala internasional, umumnya ada dua cara menyantap hidangan utama. Hidangan utama sering berupa daging, steik atau sea food. Bila menggunakan ala Amerika biasanya daging dipotong lebih dahulu baru disantap menggunakan sendok dengan tangan kanan. Cara Eropa lain lagi, biasanya langsung dipotong dengan pisau di tangan kanan lalau memakan dengan garpu di tangan kiri.

Hidangan Penutup (Dessert)

Puas menyantap hidangan utama, saatnya Anda menikmati hidangan penutup. Hidangan penutup umumnya berupa makanan atau minuman dingin, seperti cocktail, ice cream atau jus. Jangan makan hidangan penutup langsung setelah Anda menghabiskan makanan utama. Berilah waktu untuk perut Anda. Setelah dirasa cukup dan hidangan penutup sudah siap, amkaan Anda bisa menyantapnya. 

Bila hidangan penutup Anda berupa minuman yang ada hiasan diatasnya. Makanlah hiasannya atau sisihkan terlebih dahulu. Baru minum isinya.

Tata Cara Makan Table Manner

A. Serbet
B. Piring utama
C. Mangkok sop dan tatakannya
D. Piring roti dan mentega dengan pisau roti
E. Gelas air
F. Anggur putih
G. Anggur merah
H. Garpu ikan
I. Garpu utama
J. Garpu salad
K. Pisau utama
L. Pisau ikan
M. Sendok sop
N. Sendok makanan pencuci mulut dan garpu kue

sumber: http://www.caramakan.com/2014/08/Tata-Cara-Makan-Table-Manner.html
 


Raditya Dika Capek, Sakit Atau Jaim

Raditya Dika Capek, Sakit Atau Jaim

Suatu ketika saat saya mengisi sharing kepenulisan di SMK Semarang, si mbak dari Brand yang tahun kemarin mengusung Raditya Dika untuk event yang sama bercerita, kalau Raditya Dika lebih banyak diamnya kalau di luar panggung. Beda dengan saya katanya, karena mau diajak ngobrol dan tanya apa saja.

Saya tersenyum dan nyeletuk, ya kan Raditya Dika-nya seleb jadi jaim juga mungkin, atau irit tenaga atau mungkin sedang capek.

Hehe, iya juga mungkin, sahut si embak.

Saya kalau nggak sedang sakit atau nggak enak badan, memang lebih senang beramah tamah. Baik dengan pihak penyelenggara, panitia, brand sponsor ataupun peserta dan yang lainnya. Tapi kalau pas sedang agak nggak fit, sering juga lebih senang diam dan hemat energi.



Menjadi pembicara atau public speaker atau nara sumber atau apapun sebutannya itu, memang tak mudah.

Bukan saja karena kita harus punya kemampuan presentasi yang mumpuni, kemampuan menguasai audience juga kreatif dalam penyampaian di berbagai kesempatan yang berbeda, tetapi juga lebih dari itu. Kita seringkali dituntut untuk tetap 'on' terus sebelum maupun sesudah 'manggung'.

Jadi bukan hanya saat sedang perform, tetapi juga sesudah acara, yang kadang-kadang musti terus tersenyum demi berfoto bersama audience, maupun beberapa peserta secara bergantian. Melayani pertanyaan tambahan, satu persatu dengan sabar dan seterusnya.

Pra acara sendiri juga harus begitu. Ramah dan siap ditanya apa saja.

Lebih dari itu, untuk bisa menjadi performer yang baik, kita juga harus siap dalam sikap, attitude, bahasa tubuh, pilihan kata dan penyampaian juga yang tak kalah penting adalah fashion dan performance yang oke.

Ribet kan? Tapi seru sih :D



KAU GADAIKAN MOTORKU

KAU GADAIKAN MOTORKU
Cerpen Oleh :  Dian Nafi


Aku hampir menjerit ngeri melihat perubahan raut wajahnya. Matanya melotot marah, seakan hampir lepas dari rongganya. Terus terang aku tidak pernah melihat mas Faisal seberang ini. Kudekap anak perempuan mungilku demi meredakan amarahnya.
Dan sepertinya cukup berhasil. Mas Faisal menarik nafas panjang dan perlahan mengendurkan semua urat sarafnya yang tegang beberapa menit tadi. Bisa kurasakan debar keras dalam dadaku pun turut mereda seiring mas Faisal menyandarkan punggungnya ke sofa ruang tamu kami.

“Saya pergi mengajar dulu, mas,” pamitku cepat-cepat mumpung dia dalam keadaan gencatan senjata.
“Hm..”
Hanya dehem kecil dengan serak sisa kemarahan terdengar lewat bibirnya yang semakin menghitam sebab semakin sering merokok.
Jemari tangannya memberi isyarat padaku supaya pergi cepat dari hadapannya sembari matanya tertutup rapat. Aku beringsut pelan mendekatinya masih dengan anak perempuanku di gendongan. Kucium penuh takdim punggung tangan mas Faisal sembari hatiku membisikkan permintaan maaf. Karena jika kusuarakan, pastilah yang kudapatkan justru guntur yang lebih hebat.
Dia mengibaskan tanganku dengan segan. Tapi aku tak kuasa marah, tak mampu sakit hati. Hanya perih, pedih. Bisa kurasakan betapa mas Faisal menahan sendiri kemarahannya yang besar kepadaku. Sesuatu yang aku sendiri mungkin tidak bisa melakukannya. Tetapi ya, kuakui, mas Faisal adalah salah satu lelaki hebat itu. Yang tidak kuasa menyakiti wanita, terlebih lagi padaku, istrinya.
Kutinggalkan rumah dengan hati yang rusuh. Anak perempuanku masih pulas tidur dalam pelukanku. Langkahku terayun gontai menuju kompleks pesantren mertuaku. Pagi ini aku terpaksa datang sendiri mengajar ke PAUD yang kurintis bersama mas Faisal karena salah satu guru yang kami tunjuk berhalangan hadir.  

**

“Mbak Alin sakitkah? Kok pucat banget?” tegur bu Dani, salah satu guru lain.

Memang di kelas, meski aku berusaha bersenang-senang dengan anak-anak didikku, tetapi sebenarnya hatiku masih terpancang pada kemarahan mas Faisal.

“Memang agak pusing,” aku berusaha menghindar dari pertanyaan lebih jauh lagi. Tak boleh seorangpun tahu masalah kami bagaimanapun beratnya.

“Istirahat saja, mbak. Saya yang lanjutkan ya? Biar dua kelas saya gabung,” bu Dani menawarkan diri dan aku mengangguk.

Kuangkat anak perempuanku yang tadi ikut asyik bermain dengan anak-anak PAUD lainnya. Dan kubawa ke rumah ibu mertua yang ada dekat lokasi madrasah.

“Faisal sudah berangkat kerja?” ibu mertua menyambutku di terasnya dengan pertanyaan yang sudah kuduga sebelumnya.
 Anak perempuanku mencium tangan neneknya dengan tergesa lalu membrosot dari gendonganku dan dengan langkah-langkah kecilnya masuk ke dalam rumah. Disambut oleh mbak pondok yang sedang piket.

“Tadi belum, bu,” kutekan nada suaraku agar tidak mencurigakan, sembari mencium punggung tangan mertuaku.
“Oh, pantesan. Biasanya dia selalu ke sini dan pamit aku dulu tiap kali berangkat kerja,” kalimat ibu mertua ini sudah kuhafal betul.

Dan memang itulah salah satu kelebihan mas Faisal. Dia sangat sayang dan menghormati ibunya. Dan seperti itulah dia mengajarkan padaku tanpa kata, sehingga dengan sendirinya aku menghormati dan mencintai ibu mertuaku seperti mencintai ibuku sendiri.
Dari ujung gang terlihat motor mas Faisal mendekat ke teras tempat aku dan  ibu mertua mengobrol di atas lincak.

“Mi, saya nanti mungkin nggak pulang rumah. Mungkin lembur,” pamit mas Faisal pada ibunya sembari mencium takdim tangan ibunya.
Glek! Kutelan ludahku, serasa ada yang tercekat di tenggorokanku. Apakah ini masih terkait dengan kemarahannya barusan pagi ini.

“Kok lembur-lembur segala kenapa? Kalau tidak perlu dilembur mbok yo ora usah lembur, kasihan istri anakmu ki lho kalau di rumah sendirian,” ibu mertua yang juga mengasihiku seperti anaknya sendiri, memeluk bahuku.
Tapi kangmas Faisal-ku bahkan tidak menatap wajah dan mataku sama sekali. Masih bisa kurasakan kemarahan itu, tapi dia tidak tega menyakitiku, betapa pedihnya menahan perasaan yang semacam ini.

“Yo wis, yo wis. Kalau memang harus lembur yo ora opo-opo. Nanti malam kamu sama anakmu tidur di sini saja kalau begitu,” tukas ibu mertua cepat demi melihat mas Faisal tidak merespon pertanyaannya.

Ah, ibu mertua yang sungguh pandai membaca gelagat dan bahasa tubuh anak bungsunya. Aku merasa terberkati berada di antara kedua orang yang kasih mengasihi ini. Namun juga sekaligus waspada. Jangan sampai karena ketidakpekaanku atas kehalusan budi dan kepandaian menahan emosi yang mereka miliki, aku jadi mendapat boomerang.

**

“Nggak di situ ya? Aduh jadi di mana nih?” dengan gusar kututup telpon.

Aku tidak mau menginap lagi di rumah mertua setelah kemarin sudah bermalam di sana. Kupikir mas Faisal malam ini pulang dan tidak lembur lagi. kutelpon beberapa temannya untuk mengetahui keberadaannya tetapi hasilnya nihil. Setelah lelah semalaman mencoba mencari ke mana-mana dan tidak juga berhasil, akhirnya aku kelelahan dan tertidur.
Pagi hari saat terbangun, langsung mencoba menghubungi nomornya lagi seusai sholat subuh. Masih tidak aktif. Menghubungi teman-temannya lagi, masih tidak terlacak. Aku semakin resah, tapi tidak ingin membuat ibu mertuaku turut gelisah. Jadi aku bertahan di dalam rumah.
Baru agak siang kemudian baru kulihat lagi wajah mas Faisal yang kurindukan, kusut dan layu.

“Mas dari mana saja. Semalaman kucari-cari,” berondongku dengan gaya khas istri pencemas dan rewel.
“Kamu masih peduli tho sama aku? Aku pikir aku sudah tidak penting lagi,” ketus jawabannya, tapi tak menembus hatiku yang penuh rasa sesalan dan dibuntal kerinduan juga cemas semalaman.

“Oh ya, motormu kugadaikan,” dengan nada tidak merasa bersalah sedikitpun mas Faisal menyampaikan berita tidak mengenakkan.
“Hah? Kok pakai menggadaikan motor,” aku melirik ke teras dan baru sadar bahwa dia tadi pulang dengan tidak mengendarai sepeda motornya sendiri.
Entah dengan siapa tadi dia sampai ke rumah.

“Pilihannya cuma itu. Aku kemarin nembung pinjam uang kamu buat nutup material, tidak kamu kasih. Jadi terpaksa motor kutitipkan teman selagi aku belum bisa membayar material yang kuangkut ke proyek,” jelasnya setelah menyruput teh tubruk yang kusiapkan sejak pagi seperti biasanya.
“Sampai kapan?” sahutku cepat.
“Ya, sampai terminnya turun dan aku bisa bayar. Wis, aku kesel, ngantuk,” lalu tanpa mandi ataupun berganti baju, mas Faisal meninggalkanku yang masih ternganga.

**

“Ini motormu.”
Aku kali ini dibuat ternganga lagi karena malamnya mas Faisal sudah datang dengan motor pemberian ibuku lagi. Yang tadi sesiang masih kusesali kenapa sampai digadaikan.

“Lho kok sudah bisa diambil? Kata mas tadi….” 
Belum lagi kuselesaikan kalimatku, mas Faisal sudah menyambarnya, “ aku ora tego awakmu, nduk. Tadi aku ngobrol lagi sama temanku dan dia melepaskan agunan ini. Diriku jaminannya.”
Ada getar kurasakan dari nada suaranya yang membuat air mataku menitik.

Tidak perlu menunggu ijin, aku menghambur ke dalam pelukannya. Membenamkan wajahku ke dalam dadanya yang bidang dan luas, seluas kesabarannya akanku, istri yang tak pernah dia sakiti seberapa pahitpun kadang aku memperlakukannya.

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen “Pilih Mana: Cinta Atau Uang?” #KeputusanCerdas yang diselenggarakan oleh www.cekaja.com dan Nulisbuku.com



Paris Attack, Friday The 13th Dan Persahabatan

Paris Attack, Friday The 13th Dan Persahabatan

Kami tengah berada dalam riuh dan euforia Reuni di kampus teknik arsitektur undip tembalang ketika insiden itu terjadi. Sehingga apa yang tengah me viral di Media sosial fesbuk, twitter dan lainnya terkait penggantian profile avatar dengan bendera perancis serta debat kusir yang menyertainya terkait isu terrorism, Islami phobia, toleransi, humanity dan semacamnya tak sempat kami tangkap di saat yang sama. Dus kami juga tidak ikut ikutan melakukan.


Pas kami balik dari euforia dua hari Reuni itulah baru kami baca. Dan syukurnya keadaan sudah agak mendingin.


Sementara Islam dan bukan Islam, fanatic dan bukan fanatic, yang percaya adanya konspirasi dan yang tidak, intinya yang saling beehadapan itu saling menuding dan mengobarkan bara kebencian, kami yang dua puluh tahun tak bersua, menikmati cinta yang masih mekar dan bertumbuh dalam diri kami. Melintas batas segala perbedaan, suku, agama dan status sosial.


Andai dunia hanya dipenuhi dengan cinta :)

Jadi Juri Lomba Menulis Untuk Guru Paud

Jadi Juri Lomba Menulis Untuk Guru Paud

Alhamdulillah Sabtu kemarin saya berkesempatan hadir kembali di kompleks kampus Sekolah Islam Terpadu Harapan Bunda Semarang.

Kalau beberapa waktu lalu saya datang untuk memberi pelatihan menulis di SMP IT Harapan Bunda, kali ini saya diberi amanah untuk menjadi juri lomba menulis utk guru paud korda semarang.


Seru campur gemes pas jadi juri lomba menulis untuk guru paud korda semarang kemarin ini.

Gemes karena ide-idenya sebenarnya lumayan, tapi ya menulis kan memang nggak mudah. 

Seru karena ada yang ilustrasi Bukunya justru dikerjakan oleh anak didik, murid PAUD nya sendiri.  
So talented 

Thanks for Jaringan Sekolah Islam Terpadu for having me:) 

#JSIT #paud #teaching #writing #competition #lomba #menulis #guru #sdit #kbit #paudit #talent #juri

Brand, Logo Dan Identitas Kita

Brand, Logo Dan Identitas Kita


Kesadaran banyak orang sekarang akan pentingnya brand dan logo, membuat makin maraknya berbagai sign dan simbol kita temukan di mana-mana. Menakjubkan bahwa akhirnya makin banyak yang menyadari keunikan dan diferensiasi dirinya dibanding orang lain. Bukan  lebih baik, atau lebih benar atau semacamnya, tetapi semata-mata memang kita masing-masing berbeda-beda. Bukan untuk saling memusuhi, menyerang seperti yang sekarang banyak terjadi, baik atas nama konspirasi ataupun tidak. Tetapi berbeda, untuk saling melengkapi. 

More than that, logo dan brand adalah salah satu pengingat bahwa kita harus menjaga nama baik,menjaga mutu dan kualitas, menjaga identitas. 





Sharing Dan On air Di Radio Imelda FM

Sharing Dan On air Di Radio Imelda FM



Pagi itu jadi seru banget karena kalau dulu hanya dengar  Imelda via radio, ternyata punya kesempatan  mengunjungi langsung tempatnya dan cuap-cuap  di sana. Sayangnya nggak sempat ketemu Imelda 13, mas Budi Satya, penyiar favoritku yang suaranya nge-bass banget dan menggoda iman. Halagh :D




Pagi itu kami memperbincangkan kepenulisan, komunitas, suka dukanya, seru-seruannya  dan juga buku-buku kami. 

Terima kasih ya Imelda FM. 
Keepin Rock Always:))

Jiwa Muda Dalam Tubuh Yang Menua

Jiwa Muda Dalam Tubuh Yang Menua

Bingung mau nulis apa untuk menceritakan kehebohan, keseruan, sekaligus kehangatan yang tercipta kemarin saat reuni di kampus arsitektur Undip.

Tadinya rencananya mau ditulis berseri. Karena banyaknya ide yang mencuat di kepala. Tetapi PR masih menumpuk, jadi sementara ide masih ditulis dalam coret-coretan aja. Mungkin ntar keluarnya malah semacam kumpulan cerita inspiratif atau kumpulan cerpen atau novel deh kayaknya:D

Untuk sekarang ceritanya singkat aja.
menjadi tua ternyata tidak sebegitu menyedihkan kok. asal bahagia. happy.
lalu cinta itu, persaudaraan itu, sesuatu yang jika diceritakan mungkin malah akan merusak rasa dan kesejatiannya. Yaaaa, jadi diresapi aja, dirasakan, disyukuri, dihikmati, dibawa disimpan untuk terus menghidupi.

Terus.....

Halagh, gaya-gaya aja ketawa ketiwi pas ketemuan. Serasa masih muda seperti berbilang tahun yang lalu. Padahal sampai rumah langsung tepar, pijetan dan kerokan.
Hahahaha.




Kopdar Dan Sharing Kepenulisan With Gengs

Kopdar Dan Sharing Kepenulisan With Gengs


Sudah jadi agenda bulanan komunitas dan geng untuk bisa kopdar alias kopi darat dan sharing kepenulisan.

Kemarin kami ngumpul di Tea House Java Mall. Sayang sekali toko buku Gramedia Java Mall sudah tutup sehingga kami tak lagi bisa berkunjung ke tempat yang biasanya menjadi ampiran/persinggahan  sebelum dan sesudah jalan ke venue sekitaran sana.



Buku terbaruku yang baru saja terbit berjudul Muslimah Kudu Happy pun kubawa serta. Teman-temanku muslimah yang selalu kelihatan happy bisa jadi inspirasi buat teman-teman pembaca yang lain lho. Ini contohnya. Ahaha. 
Kami berkumpul, bertukar cerita, bertukar tawa, saling mendukung, mencari solusi atas banyak permasalahan yang kami alami. Baik dalam berkarir, berumah tangga, parenting, bertetangga, bergaul, dan banyak peran yang kami (sebagai muslimah) jalankan dalam kehidupan. 


Materi sharing kali ini adalah tentang seperti apa dan bagaimana tips dalam menyampaikan sharing kepenulisan di sekolah, kampus, komunitas dan lain-lainnya. 

Always love you all guys. Group hugs ^_^

Sharing Kepenulisan Di PPPA Darul Quran Asuhan Ustadz Yusuf Mansur

Sharing Kepenulisan Di PPPA Darul Quran Asuhan Ustadz Yusuf Mansur

Subhanallah walhamdulillah
Memang Dia-nya yang Maha mendengar segala bisikan dan keinginan. Baru saja saya melihat video di you tube tentang pesantren penghafal Alquran dan kepikiran apakah anak saya nantinya akan mondok di sana saja, eh tiba-tiba ada undangan agar saya mengisi sharing kepenulisan di sana.

Subhanallah.



Tempatnya luas banget. Sejuk, teduh, nyaman, rapi, lapang, begitulah kesan pertama yang kita dapatkan ketika kaki menjejak di kompleks PPPA Darul Quran ini.


Kondisi tapak di daerah pegunungan yang naik turun bahkan dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga bangunan arsitektur dan fasilitas pendukungnya malah tampil cantik dan eksotis.seperti jembatan yang menghubungkan dari jalur utama pesantren ke area sekolahan/kampusnya ini. 


Daaan....santri-santrinya sebagaimana santri-santri umumnya memiliki adab yang baik, akhlaqul karimah, akhlaq santri. mereka juga mengaplikasikan dan mempraktekkan bagaimana melayani, berkhidmat terhadap tamu ataupun terhadap sesama teman mereka sendiri, 


Kebersihan dan kerapian yang sama-sama dijaga ini ternyata bukan polesan yang tampak sebagai pencitraan di you tube saja, tetapi memang demikian adanya di tempatnya yang nyata. Asli.

Tersedianya tempat sampah yang cukup tentu saja sangat mendukung program ini.


Masjid yang menjadi area utama di pesantren manapun letaknya ada di bagian paling depan. Bentuknya paling menonjol. Kubah hijaunya bikin kita jadi kangen kubah hijau di masjid Nabawi.

Allahummaa ballighnaa hajja baitikal harom wa ziyarota nabiyyika Muhammad. Aamiin. MArroh ba'd marroh.

Teman-teman yang memang datang untuk belajar menulis dan menjadi jurnalis ini merupakan sebagian dari total 250 santri PPPA Darul Quran Jawa Tengah ini. Yang asal rumahnya terjauh adalah dari papua. Wow.




Yang difasilitasi untuk tinggal, nyantri dan sekolah di sini baru santri-santri putra saja. Yang putri belum ada. Mungkin ke depan, akan ada juga kompleks untuk santri putrinya, maupun untuk bangunan SMA-nya. Semoga berkah dan lancar.


Hari Minggu adalah juga hari kunjungan atau sambangan. Para orang tua dan keluarga datang menggelar tikar di banyak sudut, berkumpul dengan anaknya yang nyantri. Makan dan bersend gurau layaknya orang yang sedang piknik.


 Sejuk, adem dan ketentraman di bawah pepohonan hijau serta suasana pesantren yang khas membuat kita betah dan rasanya nggak ingin bergegas pulang. Tapi langit makin mendung ketika sesi pelatihan dan juga ramah tamah berakhir, sehingga kaki bergegas melangkah meninggalkan tempat barokah ini. Semoga ada kesempatan berkunjung kembali. Aamiiin


What's your most favorite time?




What's your most favorite time?

kalau saya, Most Fave Time-nya adalah Jalan-Jalan Sambil Kerja atau kerja sambil halan-halan. uhuy...:)



Alhamdulillah Oktober lalu,  akhirnya saya selamat mendarat di Medan, setelah deg-degan khawatir penerbangan dibatalkan karena kabut asap yang memang sedang membungkus sebagian besar bumi Sumatera dan Kalimantan.



Bandara Internasional Kuala Namu yang masih kempling karena baru banget ini menyambut saya, membuat saya ternganga-nganga oleh kecantikan arsitekturnya. Subhanallah. Bahkan bandara Ahmad Yani kalah jauh deh. Lha wong Bandara Cengkareng dan Halim juga kalah ama Bandara ini :)


Allah yang Maha mendengar segala doa dan bisikan juga keinginan memperjalankan hamba naif dan dhoif ini ke salah satu masjidNya. MAsjid AlMahsun Medan yang terkenal, yang selama ini baru bisa saya lihat via kalender dan foto-foto. Subhanallah indah  banget masjidnya. Pantas saja menjadi kebanggaan orang-orang Meda dan jadi destinasi utama kota ini.



Dari masjid AlMahsun, perjalanan berlanjut ke Istana Maimun yang legendaris. Kalau AlMahsun didominasi  putih dan biru, sedangkan Istana Maimun bernuansa kuning keemasan. Kedua bangunan ini ada miniaturnya loh di Bandara Kuala Namu yang cantik tadi.  


Hari berikutnya saya kesampaian naik bentor, alias becak montor , the most unique and authentic transportation of the city. 




dan juga seseruan naik kereta bandara yang baru ada  pertama  kali di Indonesia loh.
keretanya cantik secantik pramugarinya juga. eh pramugari kan buat pesawat, kalau buat kereta apa ya istilahnya?