Blogger news

Searching...

#ngemilbaca TITIK NOL Agustinus Wibowo

#ngemilbaca TITIK NOL Agustinus Wibowo


Sudah lama banget sebenarnya buku ini menggelitik saya. Berulang kali melihatnya sliweran di time line. Saya bahkan di event yang sama waktu Agustinus Wibowo membedah buku ini di festival UWRF alias Ubud Writers Readers Festival.

Tapi tangan kayaknya belum juga tergerak untuk membeli karena tebal banget dan mahal sekali. Sampai kemudian datang kesempatan itu. Beli berapa buku gramedia, gratis satu buku, atau gimana saya agak lupa-lupa ingat.

Pokoknya tahu-tahu buku ini akhirnya sampai ke tangan saya. Daaan.. yach bagus.

Berselang-seling dia menceritakan hari-hari ibunya sakit, sekarat, dengan perjalanannya ke berbagai negara.

Kita dibawa berjalan dan menjelajah daerah-daerah di Tibet (saya jadi ingat Alfa di Supernova Gelombang-nya Dewi Lestari) ke India dan banyak tempat lain.

Ada perpaduan antara travelling dan penghayatan serta kontemplasi/perenungan Agustinus akan kehidupan (dan kematian)

Romansanya pun tergambar di sini, meski tak banyak. However hubungan hati lelaki dan perempuan memang sedemikian kompleksnya. Dan di sini tersajikan satu jenisnya yang yach kalau buat mereka yang sudah sering baca kultwit dokter Ryu Hasan di twitter, bisa menerima kenyataan bahwa memang manusia didesain sedemikian rupa oleh Tuhan dengan segala kompleksitasnya. Antara cinta, nafsu, simpati, empati, gairah dan seterusnya.

Cara penyajiannya sempat menginspirasi saya dalam tata cara bagaimana novel Man Behind The Man mungkin bisa disajikan.





0 komentar:

Poskan Komentar

 
badge