Kebahagiaan Memberi



Kebahagiaan Memberi

Hari ini ketika peringatan hari Kartini datang lagi. Aku teringat akan ibu NH. Dini. Tak ayal lagi beliau adalah salah satu Kartini masa kini. Bagaimana tidak? Di usianya yang sekarang lebih dari delapan puluh tahun,  beliau masih sehat, semangat dan terus berkarya. 

Saat berjumpa dalam peringatan ulang tahunnya yang ke-80 pada beberapa waktu lalu, kelihatan  sekali energi beliau masih besar. Dan kata-kata serta kalimat-kalimatnya lantang. Bahwa semua yang beliau lakukan adalah wujud dari  hasratnya untuk terus berbagi. Karena beliau mendapatkan kebahagiaan saat memberi. 

Aku jadi teringat pada ujaran kakak iparku suatu ketika. Saat itu kami membincangkan adik perempuanku yang dengan sabar membimbing salah satu muridnya di sekolah yang mengalami dislexia dan semacamnya. Secara privat, adikku mengajarinya di rumah kami, tanpa bayaran. Kata kakak iparku, sikap dan sifat dermawan serta tulus adikku inilah yang akan membawa keberuntungan baginya. Suatu saat dia akan bisa menjadi orang besar. 

Memang kalau dilihat dengan seksama, orang-orang besar yang ada sejak dulu sampai kini pun adalah mereka yang berjiwa besar, dermawan, tulus dan suka berbagi. Sebab semakin bahagia mereka setelah memberi, makin besar energinya. Dan lagi makin banyak orang mendoakan karena berhutang kebaikan kepadanya. 

Semoga kita menjadi orang yang demikian ini. Meski mungkin  perjuangan, pengorbanan dan tantangannya akan berat karena melawan egoisme, nafsu, apriori, prasangka dll. Semoga kebahagiaan memberi  juga akan menjadi bagian dari diri kita. Aamiin. 


2 komentar:

  1. Menjadi manusia berjiwa besar, dermawan memang membutuhkan mengasah diri sendiri terus-menerus

    BalasHapus