Novel Mengejar Mukti Is Coming

Novel Mengejar Mukti Is Coming

Alhamdulillah setelah proses penulisan yang lumayan lama, proses tunggu dan juga revisi yang lumayan melelahkan, akhirnya Novel Mengejar Mukti Is Coming! Yeay!


Ini dia alternatif covernya!


Blurp:

Mukti resah karena kakaknya-Ayu- tak kunjung menikah. Konon karena ada semacam curse alias kutukan sebab mereka masih keturunan wali.  Meski Mukti sudah sering mendengar mbah Haqi bicara tentang 'mereka adalah keturunan wali' ini tiap tahunnya saat acara halal bihalal keluarga. Tapi selama ini Mukti menganggapnya sebagai omong kosong. Sampai kemudian Roro-cewek yang ditaksir Mukti - ternyata lebih memilih Gus, seorang putra kyai. Dia merasa terbanting. Mukti jadi kepikiran seandainya ia benar keturunan wali, hal itu tentu akan membuatnya punya nilai bargaining.

Antara ingin membuktikan apakah benar ia keturunan wali, dan hasrat ingin mencemooh Mbah Haqi yang sombong dan arogan sebab mungkin keyakinan beliau selama ini salah, Mukti berangkat mencari tahu.

Tapi ternyata hal ini tak mudah. Ia memulai dari daerah dan kota sekitar tempat tinggalnya, kota Demak. Sampai ke Semarang, Kudus, Tuban, Surabaya, Banyuwangi hingga Mojokerto.

Ada banyak halangan, kejutan, kekecewaan serta masalah-masalah yang dihadapinya. Ia tak sadar menghabiskan waktu sedemikian lama untuk mencari pembuktian akan sesuatu yang entah. Mengejar 'Mukti' status-kramat gandul dan semacamnya, sesuatu yang dia anggap sebagai kemuliaan, sampai ia melewatkan waktu dan kesempatan berharganya yang lain.

Apakah dia mendapatkan apa yang dicari dan dikejarnya? 

**


Mohon doa ya semoga lancar prosesnya dan laris manis berkah bukunya. Aamiin.

oh ya, teman-teman juga bisa stalking teaser dan quotenya serta kabar apa saja berkenaan dengan Mukti via:
twitter @mengejarmukti
blog mengejarmukti.blogspot.com

Semoga suatu saat bisa difilmkan. Aamiin. 


2 komentar:

  1. Trus kalo keturunan wali bakalan sulit dapet jodoh gitu ya mba.. Kenapa harus mengejar mukti? Gak mba ayu nya hehehe.. Semangat buat buku nya ya mba, semoga next time bisa di film kan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, begitu konon di cerita ini. hehe. terima kasih Asti.

      Hapus