Pak Habibie Idola Banyak Generasi


Pak Habibie Idola Banyak Generasi




Siapa yang tak kenal pak BJ Habibie. Sejak dari aku kecil, nama beliau telah sedemikian harumnya. Bahkan beliaulah yang menjadi katalisator, inspirator bagi anak-anak, remaja bahkan mereka yang dewasa untuk memiliki pencapaian seperti beliau. Aku termasuk salah satu yang berhasil beliau 'kompori' dan 'picu' sehingga bercita-cita ingin menjadi teknokrat waktu itu. Meski kemudian masuk fakultas teknik juga di Universitas Diponegoro, bukan jurusan pembuatan pesawat terbang tapinya hehe, jurusannya Arsitektur. Yach...hampir sama lah ya, pak Habibie merancang pesawat terbang, aku merancang rumah tinggal dan bangunan serta lingkungan artifisial. Hehe..maksa dot com.


Di antara beberapa aktifitasku jaman dulu yang juga menjadi contoh terpengaruhnya diriku atas sosok pak Habibie adalah terlibatnya aku dalam beberapa proyek penelitian aka riset. Hasil penelitianku itu aku kirim ke lomba LIPI di Jakarta. Meski dua kali ikut dan dua kali tidak menang, tapi aku senang karena aku mendapatkan piagam dari LIPI yang ditanda tangani oleh pak Habibie sebagai Menteri Riset dan Teknologi aka Menristek waktu itu.



Adalah pertemuanku dengan mbak Gina S Noer, istrinya mas Salman Aristo yang menjadikan kekagumanku pada pak Habibie makin menjadi-jadi. Mbak Gina berkomunikasi langsung dengan pak Habibie secara intens dalam rangka menovelkan dan mem-filmkan kisah-kisah beliau. Baik saat anak-anak, remaja, sampai dengan dewasa, berkiprah, berkeluarga hingga meninggalnya sang istri.

Subhanallah. Betapa langkanya manusia semacam pak Habibie ini. Bukan saja intelektualnya tinggi dan jauh di atas rata-rata orang, tetapi juga spiritual dan relijiusitasnya tinggi sekali. Daaan kesetiannya kepada istri sungguh sangat teruji dan menginspirasi banyak pasangan, termasuk mbak Gina sendiri dan mas Salman Aristo.



Pertemuan dan perbincangan dengan mbak Gina via online ataupun kopdar, akhirnya membawa ideku akhirnya mewujud menjadi sebuah novel yang baru saja terbit. Judulnya Mengejar Mukti.  Spiritnya sama juga dengan apa yang selama ini pak Habibie telah ajarkan kepada kita, bahwa mengejar kemuliaan, kesuksesan, pencapaian tidak bisa hanya dengan sekedar omong doang, mengandalkan status orang tua, tetua ataupun orang-orang yang ada di belakang, di atas dan sekitar kita. Tetapi harus kita sendiri yang cancut tali wondo, bergerak, berkarya, berbuat sesuatu, setidaknya untuk kemandirian diri kita, dan kalau bisa untuk sebanyak-banyaknya orang, untuk negara, untuk umat. Yang kesemuanya itu pada mula dan akhirnya merupakan wujud dari pengabdian dan penghambaan diri kita kepada Allah SWT. 



Kesederhanaan dan kerendah hatian serta kebeningan jiwa pak Habibie bisa kita tangkap dalam setiap momen. Baik yang terekam dalam televisi, koran, media massa, media online maupun lainnya. Wajahnya yang senantiasa tersenyum, tertawa, ramah menghadirkan kesejukan dalam hati kita. Seolah inilah contoh nyata bagaimana seseorang semestinya mengaplikasikan dan mengamalkan Alquran dan ajaran serta nilai agama dalam keseharian.

Alangkah indahnya.

Teman-teman bisa menikmati lebih jauh sosok beliau yang menginspirasi tersebut melalui event yang akan datang ini. "Pameran foto Habibie dan gebyar  aneka lomba yang diselenggarakan berbagai komunitas yang tergabung dalam  Friends Mandiri Museum. Pameran ini dibuka untuk umum mulai 24 Juli 2016  hingga 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua - Jakarta Barat"

Datang ya...dan serap energinya serta take his influences in our life! :)

0 komentar:

Posting Komentar