We Can Learn How To Life From Art

We Can Learn How To Life From Art




After walking through one of hardest part of  my life, suddenly God send me to this class. And I learn a lot from  it, the journey, the destiny, the lesson, the art, and also the life.

Here are some insights that I get from nowadays lessons.  Sorry if i write it randomly. (and also the pictures hehe :D)




 There are four days total I take for this art design class.
And every day I get different lesson. Not just from senshei in the class, but also whereas I was on the journey coming to and back from the venue.


 If we follow the wrong river, we won't reach the right destination




When our design draft on the clean white canvas doesn't make us enough satisfied, we still can erase&replace it w/ other appropriate design

Sometimes taking long enough time before deciding which painting we want to apply is better than just paint to become number one who arrive




Which is more annoying feeling,unsatisfied with the draft design in the beginning but trying hard to fix it and make best result w/ effort?

Or soon erase it and replace w/ more appropriate design draft even it take longer time to make us more satisfying w/ the further execution?

But if we're lucky enough, there's another opportunity to restart it from beginning in new canvas coz the previous media/tool isn't correct



 Wearing stand out clothe sometimes make you get remarkable rather than any one else. It represents of your much caring about yourself&others

People can't just judge others coz everyone has own journey,obstacles,limitations,struggling. We shouldn't become irritating of that blaming




It's actually challenging if we enter some place becoming as nobody knows us. We can get refresh, renewal,&undistracted become new person


 What actually can mess our new life/painting even we re-start it all from new clean beginning canvas?

We should learn from all previous mistakes.& applying all good lessons, best attitudes&performance for better results in the future 

Sabar,syukur,jujur,ikhlas,niat,sungguh2, pakai pertimbangan tapi juga taking action,bekerja sama dg baik, saling menghargai&do it all w/love

&also too much fears only bring negative impact to our life. Takut kehilangan hanya akan membuat kita akhirnya kehilangan. So much pain 





Canvas must be firmly on frame,so it's easier to paint on it.Memegang teguh nilai2&ikuti aturan2 akan memudahkn kt melukis hidup as designed



Sometimes simple drawing design is better for us to make it completely executed and finished rather than other complex design

Some people choose to be paralyzed and love complex design coz they think they're born for that. But they still can move & change the line

Life is full of choice. And we still can choose more simple life after we're tired with previous complex one

& mungkin spt itulah akhir perjalanan seorang petualang, berhenti&berlabuh di tempat yg bukan apa2, bersama org yg bukan siapa2 




Kdg kita hrs melakukan perjalanan menuju tempat yg sama berukangkali, utk tahu bahwa ada cara & jalan yg berbeda2 utk bisa sampai

Ada jalan yg umum sering ditempuhi byk org shg akhirnya crowded,ada jalan yg lebih lapang tp hrs memutar&utk ke sana butuh perjuangan berat

Sampai akhirnya ktk dlm perjalanan balik,kt menemukan bahwa ada cara yg klhtnnya lbh mudah utk bisa sampai ke jalan yg memutar&lengang itu

Tapi cara itu sebenarnya beresiko. Then we realize that whatever way & road we choose, we face unique tests&troubles that we can't avoid

tapi pas tadi mau lewat jalan beresiko itu, pas jatahku ke belakang malah dihadang polisi, disuruh lewat jalan biasa. Yach, nasib

So the way to handle it is just enjoying the journey,dg sabar,ikhlas, jujur,niat baik,sungguh2,tawakal,insya Allah sampai. amin 







Yang baik itu penuh perjuangan - shensei

Writravellicious Goes To Candi View Hotel

 Writravellicious Goes To Candi View Hotel




Dasarnya memang senang jalan-jalan, maka aku tak mau melewatkan undangan dan kesempatan berkunjung ke salah satu hotel di Semarang. Ini untuk kedua kalinya  writravellicious menginjakkan kaki lagi lobby hotel Candi View. Kalau tak salah 2012 aku ke tempat yang sama untuk menghadiri workshop Tulis Nusantara.



Hanya saja memang berbeda mood, kemarin ini rasa sedang sangat gundah gulana. Sehingga saking tidak fokusnya dan kacaunya pikiran, aku sempat jatuh dari motor. Benar-benar near death experience. Untung mobil-mobil di belakangku sedang jalan pelan-pelan karena kondisi jalanan macet, sehingga alhamdulillah aku dan motor yang gleseran di jalanan tidak mengalami hal yang lebih parah lagi. Syukurlah motor masih bisa jalan, dan dengan tangan kaki penuh lecet aku meneruskan perjalanan. Dengan air mata terus menderas sepanjang jalan sampai ke venue. Luka dalam batinku mungkin lebih besar, sehingga luka fisik tak begitu kurasakan. Namun campuran keduanya mau tak mau membuat kondisiku benar-benar drop siang itu. Tapi langkah tak surut untuk acara hari ini.


 Beberapa teman menyambutku di teras hotel, juga di lobby. Mereka yang tahu aku sedang mengalami turbulence akhir-akhir ini memelukku, mencium pipi kanan kiriku, memastikan bahwa aku akan baik-baik saja. Sabar. Ikhlas. Semua badai pasti berlalu.

Ruangan sejuk lobby dan pemandangan interior Candi View yang mengalami  perubahan dibanding beberapa tahun lalu itu sedikit banyak mengalihkan perhatianku dari luka dan kecelakaan yang barusan kualami.


 Gunungan bersepuh emas itu masih ada di area entry menuju Rinjani Lounge. Sebuah aksen yang eye-catching. Beberapa endorsment tamu yang ditulis tangan di kain-kain yang diframe, tampak menghiasi dinding-dindingnya. Kenyamanan tamu bagaimanapun juga menjadi yang diprioritaskan oleh hotel berbintang dua ini.






Hohoho, sayangnya musik-musik yang diputar di Rinjani Lounge, ruang utama Candi View di lantai satu ini, memantik lagi kesedihan yang mendekam dalam jiwaku. Lagi-lagi air mata runtuh dan aku tak bisa menahan lajunya. Dari yang mingsek-mingsek sendirian sampai nangis ngguguk di punggung seorang sahabat perempuan, mungkin jadi pemandangan aneh buat teman-teman karena aku biasanya selalu ceria. But they know me, best sisters yang Tuhan kirimkan buatku, they let me cry. They let me release semua sesak dalam jiwaku.



Salah seorang guruku bilang, pergilah dengan teman-teman dan makan-makanlah yang enak-enak, supaya mempermudah proses penyembuhan segala rasa sakit. So we are here for that reason.

Ada menu andalannya iga bakar saus madu yang lezat banget. Kemudian ada udang lempit, creamy broccoli cheese, meatball tomato sauce.



Minumannya body cleanser juice yang bermanfaat membersihkan tubuh alias sebagai detox, bahannya antara lain sari buah semangka dan nanas. Ada juga yang namanya Rinjani Mix Juice yang isinya sari terong belanda dan susu.


Setelah puas menyicip semua menu yang dimiliki Hotel Candi View berikut penjelasan dari GM alias General Manager, Chef dan juga Manager Marketing-nya, kami pun dibawa naik ke atas untuk melihat langsung fasilitas yang ada.

Terdapat satu hall (Borobudur Hall) dan dua meeting room (Mendut dan Prambanan) untuk mengakomodasi berbagai keperluan. Restoran modern-nya berkapasitas 100 tamu untuk stand-up reception. Penawaran dan penjelasan dari manajer marketingnya tadi tentang resepsi pernikahan yang bisa diselenggarakan di tempat-tempat ini bikin mata makin mbrambang. Duh duh...gini banget ya cinta, pedih, ngenes, kalau perbincangan tentang ke arah membangun mahligai rumah tangga dengan calon pasangan menjadi sekedar wacana dan berakhir dengan perpisahan.


Pak Rivan, GM Candiview yang masih muda banget (25 tahun) mengantar sendiri para tamunya kali ini memasuki kamar-kamar di penginapan yang dirintis ayahnya.  Kami melewati lorong-lorong kamar yang dihiasi dengan aneka lukisan yang eksotis. Juga beberapa set meja kursi di pojok-pojok pertemuan antar lorongnya.






Candiview Hotel terdiri dari 41 kamar dengan 3 type kamar, Superior, Deluxe dan Junior Suite.  
Lokasinya yang berada di area Candi (Gajah Mungkur) membuat hotel ini berhawa  sejuk dan memiliki pemandangan indah yang bisa kita nikmati dari beberapa sudut balkonnya. Untung saja aku habis mengalami near death experience dalam perjalanan menuju ke tempat ini tadi. Karena kalau nggak, mungkin aku terpikir untuk terjun dari atas balkon yang seperti berada di atas tebing.






Alih-alih terjun, aku menikmati pemandangan kota yang bisa dilihat dari balkon ini. Juga laut yang ada di kejauhan sana. Serta langit bersih. Seandainya sedang sendirian, mungkin aku akan berteriak agar lapang dadaku. Untung banyak teman di sekelilingku, jadi aku bisa menahan diri untuk tidak melakukan kegilaan itu.


Saat memasuki kamar dengan bed yang empuk dan aksen backdropnya yang manis, teman-teman langsung pada teriak ketika melihat handuk yang dibentuk jadi dua angsa bertautan. Eaaaa... love is in the air, langsung berasa cinta berayun-ayun dan mengawang-awang di udara.


Umumnya fasilitas yang ada di kamar tipe Superior, tipe Deluxe dan tipe Junior Suite sama, hanya ukuran ruangannya yang berbeda.Fasilitasnya antara lain AC, air panas dan dingin di kamar mandinya, housekeeping, room service 24 jam, LED TV, in-room cable TV, free wifi dan ada semacam meja kerja di salah satu bagiannya.



 Kamar mandinya compact banget. Membagi ruangannya menjadi area untuk shower, toilet  duduk dan wastafel desain simpel elegan dengan aksen cermin ber-frame warna menyala di atasnya. Dindingnya keramik dengan motif menyerupai anyaman, bertekstur tentu saja, dan konsisten memakai warna hitam putih. Monochrome yang kini lagi in, trendy.


Yang menarik adalah adanya konsep minimalis, black white yang elegan yang diusung dan jadi benang merah sejak kita memasuki hotel ini sampai ke bagian paling privatnya, yaitu kamar mandi.

See? Pola geometris hitam putih yang menjadi simbol dari classy living, classy choice - tagline dari Candi View ini- ada di lift-nya, aksen dekat pintu masuk kamar, bahkan cover bantal dalam kamarnya.

Penataan ruangnya yang kompak, memanfaatkan setiap sudut termasuk negative space-nya lumayan dapat acungan jempol. Sehingga alurnya terasa nyaman, dan kamar yang dekat dengan ruang luar mendapatkan view yang bagus.



Penggunaan material kayu untuk furniture berikut finishingnya membuat kamar-kamar ini juga terasa alami dan manusiawi. Layar televisi yang cukup lebar dan penempatannya yang built in dalam board kayu tipis menempel di dinding, justru menjadi aksen yang manis. Selain tentu saja nyaman buat kita menontonnya sambil tiduran.


Puas berkeliling ke kamar-kamar dan fasilitas di hotel ini, kami balik lagi ke lantai bawah dan aku sempat tertegun di bawah lukisan Budha dan sekawanan ikan koi yang ada di dinding koridor antar kamar. Ya Rabb, mungkin aku butuh terus berenang seperti ikan koi bersama teman-temannya agar tak terasa pahitnya kehidupan. Tapi mungkin juga aku butuh menepi sejenak seperti Budha, agar luruh segala sakitku. Mungkin menginap dan berkontemplasi di  hotel Candi View yang feel so homy ini bisa menjadi salah satu alternatifnya.

Teman-teman juga bisa menepi di tempat sejuk ini.
Berikut informasi lengkap Candiview Hotel Semarang.
Alamat: Jalan Rinjani No 12, Candi Baru Semarang, Jawa Tengah Indonesia.
Nomor Telepon: (024) 8508541.
Email: info@candiview.com
Website & Reservasi: www.candiview.com

Neo Letto dan Ulil-nya Gus Mus (Mereka Yang Kembali Pulang)

Neo Letto dan Ulil-nya Gus Mus (Mereka Yang Kembali Pulang)


Pagi ini pikiran berlompatan dari dan menuju banyak hal. Tentang tanggal 17 yang semestinya anniversary, jumat, purnama, gerhana penumbra, masa ovulasi, kegilaan yang mungkin, dan damai serta keseimbangan juga rodhiyatan mardhiyyah. lalu kejengahan melihat status dan postingan mereka yang mestinya dalam posisinya sebagai yang terhormat tetapi malah menunjukkan ke-ndesoa-annya, disusul jemari yang memilih memencet album letto menemani kerjaan hari ini, membawa cetusan ilham coretan kali ini. Bahwa kita semua pada akhirnya akan kembali ke asali. ke mula dari mana kita berada. Meski kita melanglang buana, melakukan berbagai penjelajahan dan petualangan demi pencarian jati diri dan penampilan eksitensi diri, in the end kita akan kembali pulang.

Seperti  sabrang damar panuluh aka neo letto yang setelah keberhasilannya dalam musik dengan gengs-nya, akhir-akhir ini kembali bergabung dengan ayahnya, Cak Nun, untuk menghidupkan maiyahan.

Bukannya Cak Nun belum mengajak di jaman dulu tentu saja, tetapi bahwa Noe (atau Neo sih?) bergabung kali ini bisa kita lihat karena kemauannya sendiri. Atas panggilan jiwanya, bahwa dia butuh. Bahwa di wadah yang dirintis dan dibangun bapaknya itu toh tidak bertentangan dan bahkan sejalan dengan suara dan perjuangannya.

NAmun tentu saja keberhasilannya selama ini bersama Letto tanpa ada kontribusi dan bayang-bayang nama bapaknya, merupakan bekal tersendiri bagi kepercayaan dirinya. Dan ini membuatnya bisa berdiri tegak dengan dagu terangkat tetapi tidak juga dalam tatapan sombong karena dia telah merasakan pahit manisnya perjuangan dan jatuh bangunnya usaha.




Ulil  Abshar Abdalla adalah contoh lain berikutnya. Islam liberalis yang kemudian mendapatkan banyak pro kontra itu sebenarnya merupakan upayanya untuk keluar dari cangkang dan bayang-bayang nama besar mertuanya, Gus Mus.

Namun bisa kita lihat sekarang, seiring bertambahnya usia, semakin terpanggilnya dia pada rel kebijakan dan hikmah, akhirnya toh ia kembali. Mengajarkan AlHikam-nya Ibnu Athoillah merupakan salah satu sinyal bahwa dia sama sekali tidak keluar jalur kok selama ini. In my humble opinion loh ya.


Islam liberalnya itu ya sebagai wadah kritisnya saja. Tapi dia bukan orang lain. Dia masih dalam rel. Dan sekarang dia kembali pulang. Mengambil salah satu referensi salaf yang juga sangat kusukai, AlHikam. Tentu saja dengan keluasan pengetahuan, wawasan serta pikiran kritisnya, AlHikam justru akan sangat menarik dalam penyajian dan penguraiannya.

Tabik buat gus Sabrang dan gus Ulil!


18 CARA KUATKAN MENTAL

18 CARA KUATKAN MENTAL

Ketika sampai sore kemarin, tangisanku kembali pecah setelah beberapa waktu kutahan, dan  anak-anakku jadi bingung serta bertanya-tanya, aku jadi sadar bahwa tak boleh selamanya aku dalam situasi yang menyedihkan seperti itu. Kesehatan mentalku dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental mereka juga. Lalu pagi ini atas pertolonganNya, aku menemukan sebuah artikel yang semoga membantuku melewati masa-masa sulit ini, dan mungkin akan berguna jika kubagikan di sini untuk menolong teman-teman yang mungkin sedang melalui saat-saat yang sama sukarnya.

1. Menjaga stabilitas emosional
Mengikuti emosi yang sedang melanda jiwa atau menolaknya sama sekali mungkin adalah cara yang kurang bijaksana. Terlalu larut bisa tenggelam, berlari darinya cuma menunggu masa untuk menjadi bom waktu yang lebih menghancurkan. Jadi jaga stabilitas aja. Ya nangis pas ingin nangis, secukupnya Setelahnya berdiri lagi dan mengerjakan tugas-tugas yang harus dikerjakan.

2. Perspective. Kadang yang membuat kita makin terpuruk adalah karena sudut pandang kita yang salah. Nggak semestinya kita melihat dunia ini sebagai hitam dan putih, ekstrim salah dan ekstrim benar. karena dunia ini berwarna. bisa jadi kita semua tidak salah, tapi sedang sama-sama belajar.

3. Siap untuk berubah.

 
4.  Melepaskan. Jangan merasa bersalah berlebihan atau bertanya 'kenapa saya' sebaiknya fokus pada apa yang bisa kita kontrol dan apa yang sebaiknya kita lakukan ke depan.



5. Kekuatan di bawah tekanan. Jaga agar tetap tahan dalam menghadapi tekanan negatif dengan membentuk kapasitas kita dalam menghadapi situasi penuh tekanan.

6. Siap untuk banyak tantangan. Pastikan punya banyak sumber daya, siapkan diri untuk berbagai macam situasi yang mungkin penuh twist, kejutan dan hal-hal tak terduga.


7.Fokus.  JAga perhatianmu pada hasil jangka panjang sehingga tetap tangguh dalam menghadapi tantangan yang nyata maupun yang mungkin akan hadir.

 

8. Sikap yang benar menghadapi kemunduran.  Efek samping tak diinginkan, kegagalan, komplikasi dll mungkin tak terhindarkan. Ambil pelajaran dari sana sehingga bisa membantu kita ke depannya dan move on, terus bergerak.


9. Validasi diri.  Jangan risau ingin menyenangkan orang lain apalagi semua orang. Upayakan saja apa yang benar dan baik untuk dirimu.



10. Sabar.  Jangan mengharapkan hasil secara langsun atau buru-buru sebelum masanya berbuah. Selagi bekerja keras, lihat semuanya sebagai bagian sebuah proses yang sedang berlangsung.



11. Kontrol. Hindari memberikan tenagamu pada orang lain. Kamulah yang mengontrol tindakan dan emosimu. Kekuatanmu ada pada kemampuanmu mengelola cara merespon apa yang terjadi.


12. Penerimaan.  Jangan komplain atau mengeluh pada hal-hal yang kita tidak punya kontrol akannya. Ingat bahwa satu hal yang bisa kontrol adalah respon dan sikap kita, gunakan dengan efektif.


13. Miliki daya tahan dalam menghadapi kegagalan. Lihat kegagalan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan perbaikan, bukan alasan untuk menyerah. Teruslah berusaha sampai kita melakukannya dengan benar dan baik.

14. Teguh dan tetap positif.  Jangan biarkan dirimu jatuh, terpuruk. Jangan biarkan orang lain mengacaukan hidupmu.



15.  Kepuasan. Jangan buang waktu untuk iri pada mobil, rumah, pasangan, pekerjaan atau keluarga orang lain. Syukuri apa yang kita punya. Fokus pada apa yang kita sudah dan akan bisa capai.

16. Ulet. Jangan menyerah.

17. Kompas dalam yang kuat. Jangan khawatir pada yang hilang. Tetaplah jujur dan benar serta sejati pada nilai-nilaimu.

18. Jaga agar tetap punya standard tinggi. Jangan jadi bloon :D

Dan tentu saja, jangan lupa berdoa memohon pertolongan, hidayah dan kasih sayangNya. semoga kita diberi kekuatan dan kesehatan mental, maghfiroh, dan kehidupan baik di dunia dan akhirat. Aamiin.


Selamat mencoba ya. Mari saling mendoakan untuk ketangguhan mental kita dan hidup yang lebih baik di masa depan. Aamiin 






3 Musketeers Go To TMII

3 Musketeers Go To TMII


Berlibur bareng anak-anak adalah momen yang sangat menyenangkan meski juga merepotkan. Sehingga setiap kali ada kesempatan bepergian yang memungkinkan untuk membawa mereka turut serta, pasti aku senang sekali. Seperti kemarin waktu ke Batam Singapura, mereka sebenarnya ingin ikut juga, sayangnya waktu itu mereka belum punya paspor. Semoga di lain kesempatan, bepergian keluar negeri bersama anak-anak bisa diwujudkan. Aamiin.


Perjalanan dan liburan yang sudah kami lakukan bersama-sama bisa dibaca di beberapa postingan dalam blog ini.  Beberapa di antaranya adalah perjalanan selama seminggu di Bali. Bisa dibaca dalam serial postingan 3 Musketeers Go To Ubud. Lalu perjalanan seminggu dari kota ke kota di Jawa Timur, dari Banyuwangi-Surabaya-Mojokerto-Tuban. (3 Musketeers Go To Jawa Timur)

 Liburan bareng anak-anak yang cukup sering adalah ke Jakarta. Setidaknya setahun sekali ada acara liburan ke Jakartanya. Selain karena cenderung mudah transportasinya, juga karena ada banyak saudara tinggal di Jakarta dan sekitarnya. (3 Musketeers Go To Jakarta)

Nah, yang kemarin ini kami liburan lagi ke Jakarta. Sekaligus menghadiri acara kondangan sepupu yang dapat orang TMII. Jadi dari sejak hari Kamis sampai hari Minggu itu kami ada di hotel desa wisata TMII dan tentu saja jalan-jalan sampai puas di dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah.


Sebuah kendaraan wisata milik TMII mengantar kami semua berkeliling. Senang sekali dan capek pokoknya. Hehe. Berhubung luas banget kan tempatnya. Semua wahana kami coba dan naiki. Kecuali karena sangat excited, juga karena gratis. Ahay.

Karena saking banyaknya saudara yang datang dari berbagai daerah, jadi rombongan dibagi dalam tiga tempat penginapan. Sebagian di hotel utama, sebagian lagi di dormitory dipisah antara yang cowok dan cewek.


Sore itu aku janjian dengan teman untuk ketemuan di Tamini Square. Sehingga kutinggal kedua anakku  dengan sepupu-sepupu mereka di hotel utama. Rupanya menjelang maghrib, anak perempuanku pergi dari hotel utama menuju dormitory yang untuk cewek guna mencariku. Dia lupa kalau tadi aku sudah pamitan pergi ke Tamini Square. Menerjang hujan lebat tanpa payung, begitu ceritanya, dia sampai di dormitory yang jaraknya tiga ratusan meter dari hotel utama. Dan tidak berhasil menemuiku karena aku memang sedang keluar kawasan TMII. Dia balik lagi ke hotel utama dan menerjang hujan lebat lagi. Astaghfirullah.

Pas aku balik dari Tamini Square, barulah dia bercerita. Dan bisa ditebak, malam itu badannya panas dan mulai batuk-batuk. Haduh...rasanya sedih banget. Pas kami semua jalan untuk keluar makan bareng-bareng di Bakso Lapangan Tembak dekat TMII, dia kelihatan lemas dan nglempuruk gitu. Duuuh....

emaknya tetap selfie selfie, padahal anaknya nglempuruk demam :D


Pulang dari makan-makan, aku segera kerokin badannya sebagai pertolongan pertama sebagaimana yang ibuku selalu ajarkan secara turun temurun.

Untungnya bulikku yang jadi ketua panitia acara pernikahan sekaligus liburan keluarga ini membawa lengkap obat-obatan yang dibutuhkan. So aku pakai obat yang dipercaya banyak orang. Karena  Tempra Cepat Menurunkan Demam , jadi aku minumkan supaya anakku bisa fit dan ceria kembali untuk kegiatan esok harinya.


 Alhamdulillah, keesokan harinya anakku segar dan bisa kembali jalan-jalan menikmati liburan ini dengan ceria. Kami mengunjungi taman burung yang sangat luas. 
anakku sudah ceria lagi


Kami semua, bukan saja anak-anak, juga belajar banyak hal di museum komodo,


Dan meski pada liburan sebelumnya sudah mengunjungi tempat ini, tetap saja liburan kali ini kami kembali menikmati keagungan ciptaanNya di wahana air,  ikan dan serangga. Anakku sudah tertawa-tawa riang bersama sepupu-sepupunya.


Di penghujung hari itu, kami juga menyempatkan diri untuk menonton film edukatif yang menghibur di Keong Emas. Kalau liburan setahun lalu, film yang diputar tentang dinosaurus, kali ini tentang laut dan habitatnya di Indonesia timur.



Senang sekali anak-anak bisa menikmati liburannya dengan sehat dan ceria.  Demikian juga saat perhelatan resepsi di Gedung Sasono Utomo, kami semua benar-benar menikmati upacara dan rangkaian acaranya yang melestarikan tradisi dan budaya Jawa. Liburan kali ini sungguh berkesan dan menghangatkan hati.

Nggak sabar untuk bisa liburan lagi bareng anak-anak di musim liburan berikutnya :)


"Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho."




Kelebihan dan Kekurangan Investasi Rumah dan Apartemen





Kelebihan dan Kekurangan Investasi Rumah dan Apartemen





Investasi di bidang properti masih menjadi pilhan favorit bagi banyak orang. Hal ini disebabkan karena kebutuhan akan tempat tinggal merupakan kebutuhan primer yang mutlak dipenuhiUntuk itu, tak heran jika bisnis properti Indonesia banyak diminati berbagai kalangan. Meski demikian, nyatanya sebagian orang masih bingung menentukan investasi pada bidang ini. Jadi, mana investasi yang lebih baik, investasi rumah atau apartemen? 
Sebelum mulai berinvestasi, sebaiknya pertimbangkan dulu kelebihan dan kekurangan produk investasi yang akan Anda pilih. Nah, jika Anda saat ini masih ragu dalam memilih investasi rumah atau apartemen, simak kelebihan dan kekurangan masing-masing produk investasi berikut:
Kelebihan Investasi Rumah
1. Dapat diperluas
Jika Anda menginginkan jenis investasi di bidang bisnis properti Indonesia yang dapat diperluas atau diperlebar, membeli rumah merupakan pilihan yang tepat. Rumah dapat diperluas secara horizontal jika masih ada area yang tidak terpakai. Sebaliknya, jika tidak ada lahan sisa, Anda dapat menambah area rumah dengan cara memperluasnya secara vertikal atau menjadi bangunan bertingkat.

2. Investasi jangka panjang
Secara umum, investasi rumah disebut sebagai investasi jangka panjang. Periodenya bahkan bisa mencapai 20-30 tahun. Untuk itu, investasi rumah sangat cocok untuk mereka yang ingin mempersiapkan masa pensiun. Jika tidak ditinggali sendiri, rumah tersebut bisa disewakan per tahun. Anda juga dapat menjualnya ketika memerlukan dana dalam jumlah yang besar untuk kebutuhan mendesak nantinya.

3. Harga tanah semakin meningkat
Tak bisa dipungkiri, setiap tahun harga tanah akan semakin meningkat. Apalagi untuk rumah dengan lokasi yang strategis dalam kawasan bebas banjir. Mahalnya harga rumah yang meningkat ini dipicu oleh permintaan masyarakat yang semakin tinggi sementara ketersediaan lahan semakin terbatas. 
Kekurangan Investasi Rumah
1. Biaya perawatan cukup besar
Dengan memilih rumah sebagai produk investasiAnda harus siap dengan biaya perawatannya yang cukup besar. Ketika Anda tidak mau menempatinya dan menunggu calon pembeli atau penyewa, rumah tetap perlu dirawat agar kualitas dan ketahanannya tetap terjaga. Lakukan beberapa perawatan seperti membersihkannya dari hama rayap atau semut, memperbaiki kebocoran, memperbaharui cat, dan lain sebagainya. Dengan menjaga tampilan dan kondisi rumah, secara tidak langsung Anda juga menjaga agar harga rumah agar tidak turun.

2. Membutuhkan waktu lama dalam pemasaran
Memasarkan rumah biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan memasarkan apartemen. Hal ini dipengaruhi karena banyaknya pertimbangan yang bisa menarik calon pembeli seperti tren yang berlaku dan lokasi yang strategis. Karenanya, sebagai pelaku bisnis properti Indonesia, pertimbangkan pula lokasi properti Anda agar investasi tersebut selalu menguntungkan.
Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan berinvestasi rumah, sebaiknya Anda juga perlu membandingkannya dengan sebuah apartemen. Berikut uraiannya:
Kelebihan Investasi Apartemen
1. Fasilitas lengkap
Untuk memudahkan penghuninya beraktivitas, umumnya apartemen sudah memiliki fasilitas lengkap. Fasilitas seperti restoran, mini market, kolam renang, pusat kebugaran, atau taman biasanya disediakan oleh pihak pemiliki apartemenSebagai investor, Anda akan dimudahkan dalam pemasaran karena semua kebutuhan calon pembeli atau penyewa apartemen telah disediakan.

2. Investasi jangka menengah
Apartemen dalam bisnis properti Indonesia termasuk dalam kategori investasi jangka menengah karena pemasarannya relatif lebih mudah daripada rumah. Dalam beberapa tahun terakhir, peminat apartemen pun semakin banyak. Apalagi jika apartemen tersebut berada di lokasi strategis seperti dekat dengan perkantoran, pusat perbelanjaanhingga kampus. Tentunya peluang apartemen Anda untuk disewa juga semakin besar.

3. Tersedia jasa keamanan dan kebersihan
Rata-rata setiap apartemen telah disediakan jasa keamanan dan kebersihan. Semua fasilitas itu disediakan oleh pengembang sehingga penghuni apartemen tetap merasa aman dan nyaman. Biasanya, sistem keamanan di apartemen juga lebih ketat dibandingkan dengan sistem keamanan rumah biasa yang ada di lingkungan masyarakat atau di  lingkungan perumahan.
Kekurangan Investasi Apartemen 
1. Individualisme
Penghuni apartemen biasanya akan cenderung bersikap individualisme. Para penghuni apartemen juga seringkali tidak saling mengenal antara satu dengan yang lainnya. Mereka jarang bersosialisasi dan umumnya menggunakan apartemen sebagai tempat beristirahat saja.

2. Adanya peraturan yang wajib dipatuhi
Kebanyakan apartemen memiliki banyak aturan yang harus dipatuhi oleh penghuninya, seperti dilarang berkebun, dilarang membawa binatang peliharaan, dan lain sebagainya. Hal inilah yang kadang membuat penghuni merasa kurang bebas mengekspresikan keinginannya.
Nah, itulah perbandingan berinvestasi rumah dan apartemen. Mengenai mana yang lebih menguntungkan dalam bisnis properti Indonesia, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masingSemoga bermanfaat!