Blogger news

Searching...

18 CARA KUATKAN MENTAL

18 CARA KUATKAN MENTAL

Ketika sampai sore kemarin, tangisanku kembali pecah setelah beberapa waktu kutahan, dan  anak-anakku jadi bingung serta bertanya-tanya, aku jadi sadar bahwa tak boleh selamanya aku dalam situasi yang menyedihkan seperti itu. Kesehatan mentalku dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental mereka juga. Lalu pagi ini atas pertolonganNya, aku menemukan sebuah artikel yang semoga membantuku melewati masa-masa sulit ini, dan mungkin akan berguna jika kubagikan di sini untuk menolong teman-teman yang mungkin sedang melalui saat-saat yang sama sukarnya.

1. Menjaga stabilitas emosional
Mengikuti emosi yang sedang melanda jiwa atau menolaknya sama sekali mungkin adalah cara yang kurang bijaksana. Terlalu larut bisa tenggelam, berlari darinya cuma menunggu masa untuk menjadi bom waktu yang lebih menghancurkan. Jadi jaga stabilitas aja. Ya nangis pas ingin nangis, secukupnya Setelahnya berdiri lagi dan mengerjakan tugas-tugas yang harus dikerjakan.

2. Perspective. Kadang yang membuat kita makin terpuruk adalah karena sudut pandang kita yang salah. Nggak semestinya kita melihat dunia ini sebagai hitam dan putih, ekstrim salah dan ekstrim benar. karena dunia ini berwarna. bisa jadi kita semua tidak salah, tapi sedang sama-sama belajar.

3. Siap untuk berubah.

 
4.  Melepaskan. Jangan merasa bersalah berlebihan atau bertanya 'kenapa saya' sebaiknya fokus pada apa yang bisa kita kontrol dan apa yang sebaiknya kita lakukan ke depan.



5. Kekuatan di bawah tekanan. Jaga agar tetap tahan dalam menghadapi tekanan negatif dengan membentuk kapasitas kita dalam menghadapi situasi penuh tekanan.

6. Siap untuk banyak tantangan. Pastikan punya banyak sumber daya, siapkan diri untuk berbagai macam situasi yang mungkin penuh twist, kejutan dan hal-hal tak terduga.


7.Fokus.  JAga perhatianmu pada hasil jangka panjang sehingga tetap tangguh dalam menghadapi tantangan yang nyata maupun yang mungkin akan hadir.

 

8. Sikap yang benar menghadapi kemunduran.  Efek samping tak diinginkan, kegagalan, komplikasi dll mungkin tak terhindarkan. Ambil pelajaran dari sana sehingga bisa membantu kita ke depannya dan move on, terus bergerak.


9. Validasi diri.  Jangan risau ingin menyenangkan orang lain apalagi semua orang. Upayakan saja apa yang benar dan baik untuk dirimu.



10. Sabar.  Jangan mengharapkan hasil secara langsun atau buru-buru sebelum masanya berbuah. Selagi bekerja keras, lihat semuanya sebagai bagian sebuah proses yang sedang berlangsung.



11. Kontrol. Hindari memberikan tenagamu pada orang lain. Kamulah yang mengontrol tindakan dan emosimu. Kekuatanmu ada pada kemampuanmu mengelola cara merespon apa yang terjadi.


12. Penerimaan.  Jangan komplain atau mengeluh pada hal-hal yang kita tidak punya kontrol akannya. Ingat bahwa satu hal yang bisa kontrol adalah respon dan sikap kita, gunakan dengan efektif.


13. Miliki daya tahan dalam menghadapi kegagalan. Lihat kegagalan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan perbaikan, bukan alasan untuk menyerah. Teruslah berusaha sampai kita melakukannya dengan benar dan baik.

14. Teguh dan tetap positif.  Jangan biarkan dirimu jatuh, terpuruk. Jangan biarkan orang lain mengacaukan hidupmu.



15.  Kepuasan. Jangan buang waktu untuk iri pada mobil, rumah, pasangan, pekerjaan atau keluarga orang lain. Syukuri apa yang kita punya. Fokus pada apa yang kita sudah dan akan bisa capai.

16. Ulet. Jangan menyerah.

17. Kompas dalam yang kuat. Jangan khawatir pada yang hilang. Tetaplah jujur dan benar serta sejati pada nilai-nilaimu.

18. Jaga agar tetap punya standard tinggi. Jangan jadi bloon :D

Dan tentu saja, jangan lupa berdoa memohon pertolongan, hidayah dan kasih sayangNya. semoga kita diberi kekuatan dan kesehatan mental, maghfiroh, dan kehidupan baik di dunia dan akhirat. Aamiin.


Selamat mencoba ya. Mari saling mendoakan untuk ketangguhan mental kita dan hidup yang lebih baik di masa depan. Aamiin 






2 komentar:

  1. perspektif, ya biar kita sudah bertahan adakalanya yang membuat tersudut justru cara pandang yang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, betul banget. dan sudut pandang hanya akan jadi sudut pandang kalau tidak kita pakai buat memandang ya

      Hapus

 
badge