Writravellicious Goes To Candi View Hotel

 Writravellicious Goes To Candi View Hotel




Dasarnya memang senang jalan-jalan, maka aku tak mau melewatkan undangan dan kesempatan berkunjung ke salah satu hotel di Semarang. Ini untuk kedua kalinya  writravellicious menginjakkan kaki lagi lobby hotel Candi View. Kalau tak salah 2012 aku ke tempat yang sama untuk menghadiri workshop Tulis Nusantara.



Hanya saja memang berbeda mood, kemarin ini rasa sedang sangat gundah gulana. Sehingga saking tidak fokusnya dan kacaunya pikiran, aku sempat jatuh dari motor. Benar-benar near death experience. Untung mobil-mobil di belakangku sedang jalan pelan-pelan karena kondisi jalanan macet, sehingga alhamdulillah aku dan motor yang gleseran di jalanan tidak mengalami hal yang lebih parah lagi. Syukurlah motor masih bisa jalan, dan dengan tangan kaki penuh lecet aku meneruskan perjalanan. Dengan air mata terus menderas sepanjang jalan sampai ke venue. Luka dalam batinku mungkin lebih besar, sehingga luka fisik tak begitu kurasakan. Namun campuran keduanya mau tak mau membuat kondisiku benar-benar drop siang itu. Tapi langkah tak surut untuk acara hari ini.


 Beberapa teman menyambutku di teras hotel, juga di lobby. Mereka yang tahu aku sedang mengalami turbulence akhir-akhir ini memelukku, mencium pipi kanan kiriku, memastikan bahwa aku akan baik-baik saja. Sabar. Ikhlas. Semua badai pasti berlalu.

Ruangan sejuk lobby dan pemandangan interior Candi View yang mengalami  perubahan dibanding beberapa tahun lalu itu sedikit banyak mengalihkan perhatianku dari luka dan kecelakaan yang barusan kualami.


 Gunungan bersepuh emas itu masih ada di area entry menuju Rinjani Lounge. Sebuah aksen yang eye-catching. Beberapa endorsment tamu yang ditulis tangan di kain-kain yang diframe, tampak menghiasi dinding-dindingnya. Kenyamanan tamu bagaimanapun juga menjadi yang diprioritaskan oleh hotel berbintang dua ini.






Hohoho, sayangnya musik-musik yang diputar di Rinjani Lounge, ruang utama Candi View di lantai satu ini, memantik lagi kesedihan yang mendekam dalam jiwaku. Lagi-lagi air mata runtuh dan aku tak bisa menahan lajunya. Dari yang mingsek-mingsek sendirian sampai nangis ngguguk di punggung seorang sahabat perempuan, mungkin jadi pemandangan aneh buat teman-teman karena aku biasanya selalu ceria. But they know me, best sisters yang Tuhan kirimkan buatku, they let me cry. They let me release semua sesak dalam jiwaku.



Salah seorang guruku bilang, pergilah dengan teman-teman dan makan-makanlah yang enak-enak, supaya mempermudah proses penyembuhan segala rasa sakit. So we are here for that reason.

Ada menu andalannya iga bakar saus madu yang lezat banget. Kemudian ada udang lempit, creamy broccoli cheese, meatball tomato sauce.



Minumannya body cleanser juice yang bermanfaat membersihkan tubuh alias sebagai detox, bahannya antara lain sari buah semangka dan nanas. Ada juga yang namanya Rinjani Mix Juice yang isinya sari terong belanda dan susu.


Setelah puas menyicip semua menu yang dimiliki Hotel Candi View berikut penjelasan dari GM alias General Manager, Chef dan juga Manager Marketing-nya, kami pun dibawa naik ke atas untuk melihat langsung fasilitas yang ada.

Terdapat satu hall (Borobudur Hall) dan dua meeting room (Mendut dan Prambanan) untuk mengakomodasi berbagai keperluan. Restoran modern-nya berkapasitas 100 tamu untuk stand-up reception. Penawaran dan penjelasan dari manajer marketingnya tadi tentang resepsi pernikahan yang bisa diselenggarakan di tempat-tempat ini bikin mata makin mbrambang. Duh duh...gini banget ya cinta, pedih, ngenes, kalau perbincangan tentang ke arah membangun mahligai rumah tangga dengan calon pasangan menjadi sekedar wacana dan berakhir dengan perpisahan.


Pak Rivan, GM Candiview yang masih muda banget (25 tahun) mengantar sendiri para tamunya kali ini memasuki kamar-kamar di penginapan yang dirintis ayahnya.  Kami melewati lorong-lorong kamar yang dihiasi dengan aneka lukisan yang eksotis. Juga beberapa set meja kursi di pojok-pojok pertemuan antar lorongnya.






Candiview Hotel terdiri dari 41 kamar dengan 3 type kamar, Superior, Deluxe dan Junior Suite.  
Lokasinya yang berada di area Candi (Gajah Mungkur) membuat hotel ini berhawa  sejuk dan memiliki pemandangan indah yang bisa kita nikmati dari beberapa sudut balkonnya. Untung saja aku habis mengalami near death experience dalam perjalanan menuju ke tempat ini tadi. Karena kalau nggak, mungkin aku terpikir untuk terjun dari atas balkon yang seperti berada di atas tebing.






Alih-alih terjun, aku menikmati pemandangan kota yang bisa dilihat dari balkon ini. Juga laut yang ada di kejauhan sana. Serta langit bersih. Seandainya sedang sendirian, mungkin aku akan berteriak agar lapang dadaku. Untung banyak teman di sekelilingku, jadi aku bisa menahan diri untuk tidak melakukan kegilaan itu.


Saat memasuki kamar dengan bed yang empuk dan aksen backdropnya yang manis, teman-teman langsung pada teriak ketika melihat handuk yang dibentuk jadi dua angsa bertautan. Eaaaa... love is in the air, langsung berasa cinta berayun-ayun dan mengawang-awang di udara.


Umumnya fasilitas yang ada di kamar tipe Superior, tipe Deluxe dan tipe Junior Suite sama, hanya ukuran ruangannya yang berbeda.Fasilitasnya antara lain AC, air panas dan dingin di kamar mandinya, housekeeping, room service 24 jam, LED TV, in-room cable TV, free wifi dan ada semacam meja kerja di salah satu bagiannya.



 Kamar mandinya compact banget. Membagi ruangannya menjadi area untuk shower, toilet  duduk dan wastafel desain simpel elegan dengan aksen cermin ber-frame warna menyala di atasnya. Dindingnya keramik dengan motif menyerupai anyaman, bertekstur tentu saja, dan konsisten memakai warna hitam putih. Monochrome yang kini lagi in, trendy.


Yang menarik adalah adanya konsep minimalis, black white yang elegan yang diusung dan jadi benang merah sejak kita memasuki hotel ini sampai ke bagian paling privatnya, yaitu kamar mandi.

See? Pola geometris hitam putih yang menjadi simbol dari classy living, classy choice - tagline dari Candi View ini- ada di lift-nya, aksen dekat pintu masuk kamar, bahkan cover bantal dalam kamarnya.

Penataan ruangnya yang kompak, memanfaatkan setiap sudut termasuk negative space-nya lumayan dapat acungan jempol. Sehingga alurnya terasa nyaman, dan kamar yang dekat dengan ruang luar mendapatkan view yang bagus.



Penggunaan material kayu untuk furniture berikut finishingnya membuat kamar-kamar ini juga terasa alami dan manusiawi. Layar televisi yang cukup lebar dan penempatannya yang built in dalam board kayu tipis menempel di dinding, justru menjadi aksen yang manis. Selain tentu saja nyaman buat kita menontonnya sambil tiduran.


Puas berkeliling ke kamar-kamar dan fasilitas di hotel ini, kami balik lagi ke lantai bawah dan aku sempat tertegun di bawah lukisan Budha dan sekawanan ikan koi yang ada di dinding koridor antar kamar. Ya Rabb, mungkin aku butuh terus berenang seperti ikan koi bersama teman-temannya agar tak terasa pahitnya kehidupan. Tapi mungkin juga aku butuh menepi sejenak seperti Budha, agar luruh segala sakitku. Mungkin menginap dan berkontemplasi di  hotel Candi View yang feel so homy ini bisa menjadi salah satu alternatifnya.

Teman-teman juga bisa menepi di tempat sejuk ini.
Berikut informasi lengkap Candiview Hotel Semarang.
Alamat: Jalan Rinjani No 12, Candi Baru Semarang, Jawa Tengah Indonesia.
Nomor Telepon: (024) 8508541.
Email: info@candiview.com
Website & Reservasi: www.candiview.com

18 komentar:

  1. Salut dg ketegaran mba Dian. Ikut senang mba Dian ada di lingkaran kehangatan persahabatan yg menyembuhkan. Tulisan ini adalah pernikahan antara sentuhan personal dan tanggung jawab profesional.

    BalasHapus
  2. Semangat mbaa, badai pasti berlalu, daku percaya mba dian baka tersenyum ceria lagi yaaa, semoga menang mbaaa :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiiin ya robbal alamiin. terima kasih mak :)

      Hapus
  3. Beda emang klo yg ngereview anak arsitektur.bahasanya asyik bgt. Semangat mbak badai paati berlalu.. u'll see rainbow soon enough :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahay..makasih, mbak. aamiin ya robbal alamiin

      Hapus
  4. Peluk Mba Dian :* Semoga segera teratasi gundah gulananya ya mba... Nginep sini yuuukk bareng2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. matur suwun. asyiiik nginep bareng-bareng, ayuuuk :D

      Hapus
  5. Wah sempet ngalamin yang nggak enak ya mbak...Alhamdulillah lumayan terobati dgn acara visitnya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mbak. alhamdulillah. doain yaa :)

      Hapus
  6. Peluk Mba Diii, semangat yuk mbaaak, ada sejuta cinta yg menanti di ujung jalan dari sosok baru :*

    Kamar hotelnya emang bikin baper sih, nyaman banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. balas peluk, mbak Hid. aamin aamiin. matur suwun, mbak :)

      Hapus
  7. semangat selalu Kakak
    terjatuh itu perlu untuk tahu bagaimana mempertahankan kebangkitan itu suatu keharusan #halah apa sih ahahhaha
    semoga menang Kakak, pilumu terobati dengan menginap hahaha
    asal ojo terjun ya

    BalasHapus
  8. duh mbak ... kok bisa jatuh sih, mbok ati-ati kalo di jalan ...
    Semoga turbulencenya cepat kelar yaa mbak, dan makin joss nulis lagi ...

    enaaak ik, dolan liputan dan makan-makan gitu ... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe aamiin aamiin ya robbal alamiin, matur suwun ya :D

      Hapus