Ngeblog Buat Curhat

Ngeblog Buat Curhat



Tidak bisa dipungkiri bahwa blog adalah salah satu media yang efektif dan digemari untuk tempat curhat selain juga media sosial lainnya.

Apalagi jaman-jaman dulu banget, waktu belum ramai monetisasi blog kayak saat ini. Namun sekarang pun masih banyak orang yang menggunakan blog sebagai media curhat, katarsis dan semacamnya. Aku pun. Hehe..


Beberapa alasan yang menjadikan blog sebagai tempat lebih pantas untuk menceritakan  yang kita alami sehari-hari, antara lain:

1. Lebih Menjaga Privasi. karena nggak semua orang akan jalan-jalan ke blog. Nggak seperti time line di fesbuk atau twitter yang bisa dibaca banyak orang.

2. Kesannya Lebih Berkelas. Nggak terkesan alay kalau kayak kita curhat di twitter atau fesbuk.

3. Sebagai Ajang Latihan Menulis

4. Tidak Terbatas Karakter

5. Lebih Ekspresif

 
   

Nah, tapi apa nggak bahaya kalau curhat di tempat umum gini?
Eh, ada tips dan triknya dong. Mau tahu? Ini nih dibagikan sedikit cara curhat asyik di blog.

Bagaimana sih caranya curhat yang aman di blog?
1. Melalui Cerita Pendek

2. Menggunakan Nama Alias

3. Buat Posting Puisi

4. Set ke mode Private.
Pakai password.

5. Ngeblog Anonim

6. Pakai Metafora, Perumpamaan, Kiasan dan semacamnya.

7. Jangan Tag Atau Mention Siapapun


Kalau di blog ini, yang kucurhatin seputar dunia kepenulisan, writerpreneurship, parenting, education, love and relationship, travelling, fashion dan kadang pengalaman spiritual serta apa saja yang terlintas di kepala.

Kalau kamu, apa yang kamu curhatin?
Tips apa yang kamu gunakan agar curhatanmu aman dan asyik? :D

Saat Jembatan Kuning Runtuh

Saat Jembatan Kuning Runtuh





Saat mendengar kabar bahwa jembatan kuning runtuh, banyak hal yang segera melintas di kepala.

Aku jadi ingat saat tiga tahun lalu pergi ke Bali bersama anak-anak. Kami ke ubud waktu itu untuk rangkaian pesta UWRF Ubud Writer and Reader Festival. Dan sempat mampir Denpasar serta beberapa tempat wisata sekitarnya. Tapi sayang belum sempat ke jembatan kuning yang dikenal juga sebagai jembatan cinta ini.

Jembatan Kuning ini merupakan penghubung Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Klungkung, Bali. Jembatan tersebut  ambruk saat disesaki banyak orang. BNPB menyebut 8 orang tewas, dan 30 orang lainnya terluka.

Jembatan kuning memang menjadi magnet bagi wisatawan yang berlibur di Nusa Lembongan. Jarak tempuh menuju Nusa Lembongan dari dermaga pantai Sanur sekitar 30-45 menit perjalanan laut dengan speed boat.






Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1990-an ini kondisinya konon memang memprihatinkan. Sudah beberapa kali jembatan direnovasi karena pondasinya yang rapuh.

Banyaknya orang di jembatan disebut terkait dengan upacara hari Nyepi Segara. Pada hari tersebut, seluruh aktivitas di laut dihentikan sehingga jembatan jadi pilihan melakukan penyeberangan.


Bentuk jembatan kuning mengingatkanku pada jembatan Trans Barelang di Batam yang kukunjungi Mei lalu. Dan juga jembatan goyang yang menghubungkan Gayam Pedurungan dengan kampung kidul kali di Semarang. Alhamdulillahnya jembatan di pedurungan itu sudah diperbaiki menjadi lebih baik, lebih kuat. 











Saat Ibu Sakit


Saat Ibu Sakit

sumber: internet


“My Healthiness, My  Precious Moment” begitulah yang kita sering dengar. Meskipun kita berusaha untuk terus menjaga kesehatan, tak urung kita kadang mengalami sakit juga. Sudah sunnatullah, hukum alam. Dan kadang kala meski kita berasa sehat, namun seringkali keadaan psikis yang berat tiba-tiba atau secara perlahan-lahan menyerang fisik kita, dari dalam. Lalu tahu-tahu kita ambruk, sakit, tepar, terkapar.

 Demikian pula yang sempat terjadi beberapa waktu lalu pada ibuku. Biasanya beliau selalu sehat meski aktifitasnya memang banyak dan padat sekali. Kalau sakit pun biasanya hanya berupa masuk angin yang bisa segera sembuh dengan kerokan dari tukang pijat langganan keluarga kami.

Namun tahu-tahu akhir minggu itu kami semua dibuat cemas oleh keadaan beliau yang tiba-tiba drop. Kami semua menyadari mungkin ini merupakan akumulasi dari capek dan payahnya kondisi beliau yang terus menerus beraktifitas sepanjang waktu selama puluhan tahun tanpa mengenal kata lelah. Serupa baterai yang tak pernah habis. Atau kalau dalam ungkapan jawa-nya seperti nggak punya udel alias pusar. Ya memang demikianlah ibu kami.

Nah, kebetulan sekali beberapa bulan terakhir kami dan terutama ibu mengalami ujian dan musibah. Masalah yang cukup pelik dan berat. Meski begitu, ibu tampak kuat dan tabah. Membuat para putra putri dan juga saudara-saudara kami yang lain merasa bahwa everything will be gonna be okay.

Nyatanya dugaan kami sedikit keliru. Saat permukaannya tampak baik-baik saja, rupanya bagian dalam fisik ibu sesungguhnya tidak kuat. Mungkin karena akumulasi kelelahan ditambah psikis yang mau tak mau cukup  terganggu dengan permasalahan belakangan itu.

Jumat sore itu kami semua memang pergi ke Rembang menengok saudara yang barusan pindah rumah. Menginap di sana, lalu Sabtunya rekreasi ke pantai. Sabtu siang mengejar waktu supaya bisa ikutan simakan alquran di acara haul Saudara juga di Demak.

Sabtu  itu  pasti sudah kelelahan sekali ibuku. Lha wong kami yang muda-muda aja sudah langsung letoy. Eh hari Ahad masih disambung ikut acara haul pengajian di tempat yang sama. Ibu sudah kelihatan pucat sekali. Sehingga beliau tiduran saja di rumah bulikku, tidak mengikuti seluruh prosesi pengajian. Lhah kok pulang pengajian, minta diantar adikku menjenguk teman ibu yang sakit di rumah sakit. So ibu yang sebenarnya sudah sakit semakin terpapar oleh berbagai penyakit.

Begitulah Ahad malam itu sebenarnya beliau sudah mau ambruk, tapi Senin masih nekat berangkat ke kantor. Dus di kantor ya sudah kayak orang mau semaput. Pulang kantor Senin malam itu langsung tepar. Adikku bungsu langsung telpon adikku yang dokter. Dari Semarang adikku langsung datang dan memberi penanganan. Ibu tak mau dirawat inap di rumah sakit karena kebayang repot dan tidak nyamannya. Sehingga beliau dirawat inap di rumah. Gejala Thypus demikian vonisnya.

Aku dan adik-adikku pun bergantian merawat beliau selama beberapa minggu itu. Hadeuh bisa kebayang rasa cemas dan khawatir yang mencengkeram dada tiap melihat beliau kesakitan dan kadang sesak nafas.






Alhamdulillah dengan kasih sayangNya dan juga kemauan ibu untuk segera sembuh, akhirnya minggu-minggu perawatan itu pun berlalu dengan baik.

Ibu rutin dan patuh minum obat yang diresepkan oleh adikku. Selain juga terus menjaga asupan makanan dan gizi. Pengalaman sakit ini menjadi pelajaran bagi kami semua.

Dan berbagai pengetahuan tentang sakit, kesehatan serta obat-obatan pun menjadi tambahan masukan bagi kami. Termasuk berbagai vitamin yang tadinya kami tidak kenali.

Rupanya ada juga  Theragran-M Vitamin yang bagus untuk Mempercepat Masa Penyembuhan. Produk ini juga merupakanVitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit. 

Alhamdulillah setelah beberapa minggu masa pemulihan, kini ibu bisa beraktifitas lagi seperti semula. Berangkat kantor pagi-pagi sekali dan pulang kantor sore-sore banget, tidak lagi masalah buat beliau. Akhir pekan beliau juga kembali disibukkan dengan berbagai aktifitas. Baik pengajian  dawis, RT, RW, masjid maupun pengajian tingkat kota. Belum lagi memenuhi undangan-undangan dari mana-mana. Tentu saja dengan tetap melihat kondisi tubuh serta lebih menjaga kesehatan agar jangan sampai ambruk lagi.

Semoga Allah terus memberikan kesehatan dan perlindungan serta rahmat kasih sayangNya pada ibu. Aamiin aamiin ya robbal alamiin.


"Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho."

Mengejar Logam Mulia



Mengejar Logam Mulia



Sudah lama sekali sejak aku melepaskan dan menjual semua perhiasan emasku kecuali anting yang kupakai dan tentu saja cincin kawin dari almarhum suami. Saat itu ibu datang dan memberikan sebuah penawaran sekaligus seperti sebuah ultimatum.
“Ini adikmu dan istrinya sudah mendaftarkan diri untuk pergi haji. Hari ini katanya batas pendaftaran terakhir. Suamimu sudah meninggal. Jadi kalau kamu bermaksud pergi haji dan bisa ditemani adikmu, sekarang saatnya kamu harus daftar,” tegas ibu berkata. Beliau memang selalu begitu gayanya.
Haduh. Dua puluh juta ya untuk dapat seat-nya? Pikirku cepat. Dapat dari mana ini. Tabunganku jumlahnya belum mencapai angka segitu. Ibu lalu mengusulkan agar aku melepas semua perhiasan emas yang kupunya dan kusimpan agar bisa menutupi kekurangan dari jumlah tabungan uang yang kupunya. Dus, akhirnya seluruh perhiasan emas pun berpindah tangan. Ibu membelinya sesuai jumlah yang tertera di surat-surat pembelian emas itu. Agak sayang juga sebenarnya karena sesungguhnya aku sudah membelinya beberapa tahun lalu. Yang artinya kalau dijual dengan cara lain, harganya bisa lebih tinggi. Tapi aku tidak punya pilihan. Waktunya sudah mepet banget. Akhirnya kulepas. Dan alhamdulillah satu seat haji pun bisa ditutup saat itu. Syukur lagi setahun kemudian aku bisa pergi haji bareng adikku dan istrinya. Tanpa menunggu bertahun-tahun. Baru setelah periode itu, ternyata kemudian orang musti menunggu bertahun-tahun untuk bisa pergi haji.
Sisa kekurangan tujuh belas juta untuk dilunasi selama setahun setelah seat seharga dua puluh juta itu alhamdulillah juga bisa kubayarkan. Subhanallah memang benar janjiNya. Ketika kita sudah berniat betul untuk memenuhi panggilanNya berhaji dan umroh, Dia jadikan semuanya menjadi mudah.
Dalam setahun itu aku mendapatkan banyak sekali orderan desain arsitektur. Wow, dalam setiap minggunya saja minimal satu order desain. Satu bulan aku mengerjakan empat buah desain. Jadi belum sampai setahun, kekurangan tujuh belas juta itu pun bisa aku bayar. Plus masih ada uang untuk bekal saku perjalanan, serta bekal untuk anak-anak yang kutitipkan pada ibu di tanah air selagi aku berhaji.
Tapi ya begitu, setelah selesai hajatnya berhaji, ternyata jalannya rejeki tidak sederas waktu mau pergi berhaji waktu itu. Hehehe. Memang ya Allag maha Adil dan maha Tahu.
Makanya ketika aku tahu ada berbagai promo alfamart terbaru aku jadi tertarik. Apalagi ada yang hadiahnya logam mulia. Wuaaah.... siapa yang tidak tertarik, coba? Aku langsung tergiur.
Eh tapi pas lihat brosurnya lebih jauh, kok harus beli susu untuk ibu hamil dulu ya? Hehehe kan aku belum hamil lagi karena belum menikah lagi #eaaaa
Dus, bagaimana dong?
Ternyata pilihan program alfamart terbaru ini banyak banget. Jadi aku bisa juga menjajal program lainnya yang belanjaannya bisa sesuai dengan yang aku butuhkan. Iya kan?
Ada beli pulsa dapat hadiah. Siapa yang tidak membutuhkan pulsa hari gini ya kan? Lha wong biasanya juga beli pulsa. Tiap saat butuh pulsa. Eh lha ini beli pulsa kok dapat hadiah. Hayuk lah, mariiii.
By the way, aku masih tertarik dan tergiur dengan hadiah logam mulia aka emasnya itu loh. Jadi sekarang lagi celingak celinguk siapa kiranya yang bisa dibelikan susu untuk ibu hamil. Dan aku teringat istri seorang teman baik yang lagi hamil. Wah kasih ke dia saja ya. Sip kan?! :D

That Near Death Experience


That Near Death Experience












Mana yang lebih menyakitkan dari keempat pesan yang dikirimkan orang yang kamu kasihi?
‘Kita jangan chat lagi’.
Atau ‘Selalu mengganggu saja’.
Atau ‘Urusan kita sudah selesai’.
Atau ‘Kamu Cuma bawa perasaan’.
May bahkan sempat membagikan polling lewat time line twitter-nya, dan ‘kita jangan chat lagi’ serta ‘kamu Cuma bawa perasaan’ mendapatkan prosentase yang sama.
Bisa bayangkan keempat-empatnya May terima dalam satu kali pesan, dalam sekali duduk? Dari Raho yang selama puluhan tahun ini memuja dan mengejarnya. Lalu semua berantakan perlahan-lahan. Serasa May dijatuhkan dari langit tingkat tujuh ke dasar sumur lapis tujuh. Brak.
May tak bisa menyembunyikan rasa  gundah gulananya. Semua perbincangan ke arah membangun mahligai rumah tangga dengan Raho kini  menjadi sekedar wacana dan berakhir dengan perpisahan.
Sehingga saking tidak fokusnya dan kacaunya pikiran, siang itu saat hendak ke venue untuk keperluan liputan dan review sebuah residensi serta dua tempat kongkow, May sempat jatuh dari motor. Benar-benar near death experience.
Untung mobil-mobil di belakang May sedang jalan pelan-pelan karena kondisi jalanan macet. Sehingga alhamdulillah May dan motor yang gleseran di jalanan tidak mengalami hal yang lebih parah lagi. Syukurlah motor masih bisa jalan, dan dengan tangan kaki penuh lecet May memaksa diri untuk meneruskan perjalanan. Dengan air mata terus menderas sepanjang jalan sampai ke venue. Luka dalam batinnya mungkin lebih besar, sehingga luka fisik tak begitu dia rasakan. Namun campuran keduanya mau tak mau membuat kondisi May benar-benar drop siang itu. Tapi langkah tak surut untuk acara hari itu.
Pulang dari liputan tiga tempat hari yang naas itu, May terpekur lama di atas matras senamnya sembari mengoleskan obat ke bagian-bagian kaki serta tangannya yang terluka. Bagaimana kalau kejadiannya tidak seperti itu. Tiba-tiba dia ingat bahwa baru si sulung saja yang sudah sempat dia ikutkan asuransi. Sedangkan si adiknya alias si bungsu belum dia daftarkan untuk ikut asuransi. May sendiri belum ikut asuransi apapun.
Tangannya dengan cepat menghidupkan laptop yang ada di meja kecil dekat matrasnya. Dengan cetakan jemarinya menuliskan sebuah alamat situs yang beberapa waktu lalu sempat dia dapatkan dari seorang teman. Konon katanya ada banyak pilihan macam-macam asuransi kesehatan
Matanya dengan perlahan-lahan membaca profil dan mempelajari satu demi satu item yang ditawarkan pada laman tersebut.
Rupanya Futuready adalah broker asuransi online pertama di Indonesia yang memegang lisensi resmi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), pada bulan Juni 2015. Futuready memilih produk-produk asuransi terbaik dari perusahaan-perusahaan asuransi yang ada di Indonesia, lalu menawarkannya kepada pembaca atau calon klien dengan informasi yang cukup  ringkas, jujur, dan sepertinya tidak memihak.
Laman itu juga bisa rupanya juga menyajikan berbagai bacaan yang mengedukasi. Pembahasannya seputar asuransi dan proteksi, kesehatan, keuangan, Futurepedia, Futurexpert, dan Futurator.
May melihat sementara jenis asuransi yang bisa dicari dan dibeli adalah kesehatan, kecelakaan, dan perjalanan. Dia melihat dan mempelajari macam-macamasuransi kesehatan lalu memilih salah satu.  Di sisi kiri tampilan yang muncul, dia memasukkan tanggal lahir dan jenis kelamin. Lalu dia memasukkan jenis pembayaran premi yang dia kira-kira mampu. Pilihannya bebas,  antara satu juta rupiah dan dan lima juta rupiah, ataukah lebih dari lima juta rupiah. May meng-klik “Tampilkan”. Dan  di sebelah kanan pun muncul jenis-jenis asuransi yang kira-kira cocok dengan pilihannya. May membaca ulang dan mempelajarinya kembali sebelum akhirnya meng-klik untuk melanjutkan salah satu langkah yang dia rasa perlu dalam etape kehidupannya saat ini.






Menyambut Makhluk Mungil Yang Manis


Menyambut Makhluk Mungil Yang Manis






May menggigit bibirnya. Pedih banget. Dia kira pertemuannya kembali dengan Raho kali ini akan berakhir bahagia. Setelah dulu mereka gagal bersatu karena May dijodohkan, dan akhirnya Raho terpaksa mencari pendamping lain, kini mereka berharap akhirnya akan bersama lagi. Tetapi seperti lagunya Jose Marichan yang berjudul Beautiful Girl, that is destiny’s game. Takdir ternyata kembali mempermainkan mereka. 

Rencana Raho untuk minta ijin ke istrinya untuk juga mempersunting May gagal di tengah  jalan. Setelah sang istri dikira sakit-sakitan, ternyata kemudian di belakang hari ketahuan kalau sedang mengandung bakal anak ketiga mereka. 

Berita kehamilan sang istri ini tentu saja mengubah konstelasi semesta. May serasa dijatuhkan dari langit ketujuh. Ambruk. Remuk. 

Lalu seperti sebuah cahaya yang turun dari langit, kejadian ini menjadi sebuah ephipany bagi May.  Dia jadi ingat kejadian serupa beberapa tahun lalu. Saat almarhum suaminya juga main mata dan main hati dengan teman sekolah menengahnya dulu setelah mereka ketemuan di reunian, May sempat mengalami goncangan. Di tengah goncangan itu, kemudian ternyata ketahuan kalau May hamil anak kedua. Perasaan jengkel pada ‘pengkhianatan’ suami, May tumpahkan pada calon orok dalam perutnya, bahkan sampai kemudian lahir dan bertumbuh. Bahkan setelah sepeninggal suaminya, May masih menyimpan ketidaksukaan pada anak yang dikandung dalam masa yang tak bersahabat itu. Baru beberapa tahun terakhir ini sajalah kebencian itu perlahan meredup. 

May tak ingin apa yang pernah dia alami ini, akan menimpa istri Raho. Lelaki yang baru bisa menumbuhkan rasa cinta di hati May setelah penantian dua puluh tujuh tahun sejak SMP ini, bagaimanapun telah menjadi bagian dari hidupnya. May merasa bahwa calon orok yang dikandung istri Raho adalah anaknya juga. Bakal makhluk mungil ini semestinya menjadi yang terkasih.
May menghitung hari. Kira-kira bulan depan bayi itu akan lahir. Semoga sehat dan tak kurang suatu apapun. Mata May menelusuri laman-laman di internet. Sepagian ini dia berseluncur dan mencari kado apa yang tepat untuk diberikan pada sang bayi nantinya. 

Pandangannnya tertumbuk pada salah satu gambar saat dia searching. Segera dia klik, dan terbukalah laman katalog perlengkapan bayi yang menampilkan banyak sekali pilihan. Wow, bagus-bagus. Cantik-cantik. Sangat menarik. Baik model maupun warna-warnanya. 

May mengklik satu per satu item daftar perlengkapan bayi baru lahir dan menimbang-nimbang mana yang paling dia sukai. Dia dan Raho sama-sama suka kopi, buku, jalan-jalan, sambal, buah, musik, olah raga. Apa ya? 

Sampai akhirnya hatinya tertambat pada satu perlengkapan bayi berwarna oranye. Yang kayaknya pas banget buat dipakai Raho saat mengasuh bayi mungilnya nanti sambil jalan-jalan. Harganya cukup terjangkau buat kantong May. 

Perempuan itu segera meng-klik pilihan hatinya dengan cepat, sebelum pikirannya sempat berubah. Setitik air mata tak terasa menetes dan membasahi pipinya. Tak ada sesal. Tak ada benci. Dia merasa semua kejadian ini telah Dia gariskan sedemikian rupa agar dia bisa memahami posisi almarhum suaminya waktu itu, memahami posisi teman sekolah menengah almarhum suaminya yang saat itu entah bagaimana bisa menjadi perempuan yang ada di tengah mereka. Saat ini ketika May berempati dan bersimpati pada istri Raho, sesungguhnya dan hakikatnya dia  sedang berempati dan bersimpati pada posisinya waktu itu. Semua tak lepas dari takdir dan kuasa-Nya. Hanya itu yang dia yakini sepenuhnya. No. reserve.