Tipe Kekasih Yang Kuidamkan

Tipe Kekasih Yang Kuidamkan




Seperti apa Tipe Kekasih Yang Kuidamkan?

Tentu saja yang penuh kasih, penyayang, bertanggung jawab, mencintai aku dan anak-anakku dengan tulus. Sebab dengan ketulusan dan keikhlasan saja, semua beban yang berat akan terasa ringan.

Bertakwa pada Tuhannya, sehingga takut berbuat dosa. Bersama kekasih yang demikian, tentulah hati merasa tentram, tidak khawatir dikhianati dan dikecewakan. Dia yang selalu bersama Tuhannya, berakhlaq mulia, pastilah menghargai perempuannya.

Mapan secara sosial, finansial sehingga mendukung dan atas ridlo serta pertolonganNya, membawa aku dan anak-anakku terbang menggapai cita-cita yang tinggi.  Seorang yang gigih, pekerja cerdas dan keras, menjadi panutan bagiku dan anak-anakku dalam menempuhi kehidupan yang penuh tantangan ini.

Dengan kesabaran dan juga kasihnya yang tak bersyarat, semoga dia mampu menghadapi kerumitanku yang suka kadang bikin bingung orang karena paralyzed everything. Dia yang paham sekali aku seperti apa, alias knowing me so well, akan mampu secara sadar menghadapi aku dan bukannya ikut stress. Hehehe..


Apalagi ya?
Sementara itu dulu ya....kapan-kapan aku tambah deh. Hehehe..




Pitutur Sunan Kalijaga

Pitutur Sunan Kalijaga 




Tidak bisa kita tampik bahwa para pejuang, mujahidin di setiap masanya punya peninggalan peninggalan yang berarti. Terlebih lagi pelajaran pelajaran yang tak ternilai harganya.
Di antaranya adalah yang bisa kita baca dari pesan Kanjeng Sunan Kalijaga untuk kita semua.
DASA PITUTUR  (10 Nasihat Sunan Kalijaga)
---------------------------------------------------
1. Urip Iku Urup.
Hidup itu Nyala! Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita. Semakin besar manfaat yang bisa kita berikan, tentu akan lebih baik.
2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto Dur Hangkoro.
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, serakah, dan tamak.
3. Suro Diro Joyo Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti.
Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati, dan sabar.
4. Ngluruk tanpo Bolo, Menang tanpo Ngasorake, Sekti tanpo Aji-Aji, Sugih tanpa Bondho.
Berjuang tanpa perlu membawa massa; menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan, kekayaan atau kekuasaan, keturunan; kaya tanpa didasari kebendaan.
5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan.
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri! Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu!
6. Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman.
Jangan mudah terheran-heran ! Jangan mudah menyesal ! Jangan mudah terkejut-kejut ! Jangan mudah kolokan atau manja!
7. Ojo Katungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman.
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan, dan kepuasan duniawi!
8. Ojo Kuminter Mundak Keblinger, ojo Cidra Mundak Cilaka.
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah! Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka!
9. Ojo Milik Barang kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendho.
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, dan indah ! Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat !
10. Ojo Adigang, Adigung, Adiguna
Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti !



Nah! Gimana? Keren ya pituturnya.

 
Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari pitutur dan pesan Kanjeng Sunan Kalijaga ini. Aamiin aamiin ya rabbal alamiin

Aku Akan Kecanduan Melukis dan Sketching Sehingga Akan Lupa Pernah Kecanduan Kamu

Aku Akan Kecanduan Melukis dan Sketching Sehingga Akan Lupa Pernah Kecanduan Kamu




Hahah. Awalnya begitu slogannya lho. Niatnya. Tekadnya. Tapi di tengah jalan, yang di-sketch malah kamu lagi kamu lagi. Halagh. Ya sudahlah.

Silakan dinikmati ya beberapa ilustrasi yang insya Allah bakal menghiasi novel berikutnya. Doakan semoga proses penulisannya lancar ya, dan hasilnya ciamik. Aamiin..